Aug 21, 2016

Sulit Buat Suzuki Motor Tinggalkan Indonesia

Kompas.com - Data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) menjadi bukti kalau performa penjualan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2W sepanjang tahun ini tergolong buruk. Periode Januari-Juni 2016 tercatat 34.915 unit, sedangkan tahun lalu mencapai 69.698 unit atau anjlok 49,91 persen.

Masalahnya, pangsa pasar Suzuki di pasar sepeda motor domestik Indonesia juga terus menyusut. Bahkan, peringkat penjualan Suzuki di posisi ketiga juga harus tergusur oleh Kawasaki yang sebelumnya jauh di bawah. Uniknya lagi, Suzuki yang memasarkan lebih banyak model generik, seperti Skutik, kalah dengan Kawasaki yang cuma memasarkan jenis sport.

Latar belakang ini juga yang seolah mendukung rumors soal rencana Suzuki menghentikan aktivitas penjualannya di pasar roda dua nasional. Dari penelusuran KompasOtomotif, isu ini sudah terdengar oleh para karyawan perusahaan, meski belum ada kepastian dari manajemen.

Konfirmasi

Untuk meluruskan kondisi ini, KompasOtomotif kemudian menanyakan langsung kepada Komisaris Utama SIS Subronto Laras. Mantan orang nomor satu Suzuki di Indonesia menampik rumors tersebut dan memastikan kalau Suzuki tidak akan hengkang dari Tanah Air.

“Itu tidak mungkin sekali. Memang penjualan kami menurun, tetapi banyak faktor yang membuat kita bisa tetap bertahan di Indonesia,” ujar Subronto saat berbincang dengan KompasOtomotif di booth Suzuki, di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (11/8/2016).

Andalkan Ekspor

Subronto menjelaskan, belum lama ini perusahannya telah melakukan investasi besar-besaran dengan mendirikan pabrik baru. Bahkan, untuk roda dua kegiatan ekspor ke beberapa negara di ASEAN masih berjalan dengan baik.

“Bahkan, kegiatan ekspor lebih banyak ketimbang penjualan secara domestik dan akan terus ditingkatkan setelah pabrik baru usai,” ucap Subronto.

Fokus Suzuki di Indonesia, kata Subronto memang lebih ke roda empat. Tetapi bukan berarti divisi sepeda motor tidak bisa melakukan kegiatan apa-apa untuk memperbaiki kondisi.

“Pasar terbesar di Indonesia adalah Skutik, kita selama ini fokusnya ke Satria dan sedang kita kembangkan Skutik yang lebih cocok dengan pasar Indonesia. Rencana lain masih banyak sehingga tidak mungkin kita tutup di Indonesia,” ujar Subronto.

No comments:

Post a Comment