Jun 3, 2009

Kedutaan AS Inginkan Manohara Pergi ke Amerika


Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura dan Kedutaan Amerika Serikat (AS) untuk Singapura bekerjasama 'membebaskan' dan membawa pulang Manohara Odelia Pinot, istri putra Raja Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry, ke Indonesia, pada Minggu (31/5) pagi.
Hal itu dikatakan staf KBRI Singapura Fahmi, Senin (1/6), yang turut mengantar Manohara ke Indonesia. "Karena Manohara memiliki dua warga negara, maka kami bekerjasama dengan 'embassy' AS membebaskannya," kata Fahmi.
Ia mengatakan, KBRI pertama kali mendapatkan informasi adanya warga Indonesia yang mendapatkan kesulitan dari diplomat AS. Diplomat kedua negara pun berupaya melarikan Manohara dari hotel tempatnya menginap.

Awalnya, kedutaan AS menginginkan Manohara pergi ke AS, namun karena paspor Manohara hilang, dan kedutaan AS tidak bisa mengeluarkan paspor dalam waktu cepat, maka Manohara dipulangkan ke daerah asal ibunya, Indonesia.
"Kejadian itu pukul 02.00 hingga 04.00 dini hari (waktu setempat). Karena pelayanan kita 24 jam, maka kita bergerak cepat, dan memutuskan Manohara ke Indonesia," kata dia.
'Pelarian' Manohara, kata dia, harus dilakukan secepat mungkin, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan yang mungkin dilakukan suami model asal Indonesia itu. "Kami khawatir pihak suaminya sudah menyusun langkah-langkah pula," kata dia.
Berdasarkan instruksi kedutaan AS, begitu meninggalkan hotel, Manohara langsung dibawa ke bandara. "Jangan ke mana-mana dulu, ke luar hotel langsung ke bandara," kata dia.
Kepulangan Manohara pun menggunakan taktik yang disusun pihak AS, KBRI dan kepolisian Singapura. Keberangkatan dari terminal dua berubah ke terminal tujuh.
Meskipun secara kasat mata Fahmi tidak melihat siksaan fisik, namun yakin Manohara tersiksa. "Karena sebelumnya ia sempat diinterogasi kepolisian Singapura, ia tidak mungkin bohong," kata dia.

No comments:

Post a Comment