Nov 21, 2013

Hasil Tes Honda Mobilio di Motegi

Kompas.com - Rasa penasaran untuk berada di dalam Honda Mobilio pun terbayar. KompasOtomotif dan beberapa media lain diberi kesempatan untuk menjajal model-model baru yang akan dijual di Asia. Salah satu yang menarik adalah Mobilio, yang digadang-gadang sebagai volume maker Honda Indonesia, untuk bersaing dengan duet Avanza-Xenia.

Kesempatan kali ini lebih pada bentuk perkenalan (first drive) bukan pengujian lengkap. Sebab sarana yang disediakan sangat terbatas, yakni lintasan aspal dengan permukaan mulus berjarak sekitar 1,5 km, dengan jalur menyerupai elips di pelataran Twin Ring Motegi, Jepang.

Prototipe
KompasOtomotif kebetulan mendapat antrian keempat menjajal MPV 7 penumpang tersebut. Varian yang tersedia hanya satu, dan dikirim langsung dari Indonesia oleh Honda Prospect Motor. Bentuknya pun masih berupa prototipe dari varian E bertransmisi otomatis. Hal tersebut tampak dari beberapa panel interior yang masih berupa plastik polos, tidak seperti saat dipamerkan di IIMS 2013, September lalu. Bagian tersebut antara lain dasbor, konsol dan door trim.

Namun untuk kelengkapan lain sudah dipasang rapih sesuai spesifikasi. Seperti setir yang sudah dilengkapi kontrol audio, power window, head unit 2DIN, AC dan double blower.

Lapang
Saat masuk ruang kemudi, posisi berkendara hampir sama dengan Brio. Ruang kaki lega, begitu pula dengan ruang kepala. Sedikit berbeda dengan kompetitor, jok terasa empuk dan mantap memeluk tubuh. Begitu pula dengan penumpang belakang yang kebetulan diisi rekan media. Posisi jok kedua bisa diatur maju mundur untuk berbagi ruang dengan penumpang paling belakang. Namun pada prinsipnya baris ketiga biasanya hanya bisa dinikmati oleh anak-anak, jika posisi jok baris kedua mentok pada posisi paling belakang.

Ruang bagasi pun cukup untuk menampung barang bawaan seperti belanja bulanan, termasuk galon air minum. Nah, jika membutuhkan volume bagasi lebih besar, jok belakang bisa dilipat dengan 2 langkah, hingga menempel dengan bagian belakang sandaran baris kedua.

Freed
Mesin 1,5 liter yang dipasang di balik kap memiliki kesamaan dengan Jazz, Freed dan City. Namun untuk tenaga sama dengan Freed 118 PS. Begitu pula akselerasi yang dihasilkan. Meski menurut Junichi Teraoka, Chief Engineer LPL Mobilio , Honda R&D Asia Pasific, akselerasi Mobilio sedikit lebih baik dari Freed karena pertimbangan bobot yang lebih ringan.
Perpindahan gigi yang transmisi otomatis tipe CVT terasa cukup halus, meski tidak seresponsif Jazz, namun masih dalam skala nyaman di segmennya. Kesesuaian mesin dengan mesin dan transmisi tersebut juga menjadi penggunaan lebih efisien, dibanding Freed. Menurut Teraoka, lagi-lagi soal bobot.
Hal lain yang membuatnya istimewa adalah minimnya gejala limbung. Selain pemilihan sistem dan material suspensi yang tepat, jarak antara body paling bawah dengan aspal (ground clearence) juga menjadi pertimbangan. Ukurannya secara teknis lebih rendah dari Avanza dan lebih tinggi dari Nissan Grand Livina.
Kesimpulan
Desain baru lebih segar dan bisa jadi alternatif segmen MPV bawah. Ruang lapang, jok baris kedua bisa diatur untuk berbagi ruang dengan penumpang belakang. Mesin menghasilkan tenaga yang mumpuni untuk mobil keluarga 7 penumpang. Klik tautan info Detail Honda Mobilio untuk melihat desain luar dalam.

No comments:

Post a Comment