Jan 26, 2014

Ketika Perempuan Pernah Hidup Bebas di Afganistan

Perempuan di sebuah toko kaset di Kabul
Kompas.com - Perempuan di Afganistan ditindas secara brutal pada rezim Taliban tahun 1996-2001 tetapi serangkaian foto-foto lama menunjukkan bagaimana perempuan di sana dulu pernah hidup bebas.

Taliban dikecam di seluruh dunia karena perlakukan mereka terhadap perempuan. Berdasarkan peraturan mereka, perempuan dilarang untuk disekolahkan, bisa dipukuli secara terbuka jika menunjukkan ketidaktaatan dan dipaksa untuk memakai burqa, pakaian yang menutupi seluruh tubuh, kecuali mata.

Foto ini menunjukkan sejumlah perempuan Afganistan memasuki universtas pada tahun 1967


Namun, Mohammad Humayon Qayoumi, yang lahir di Kabul, Afganistan, dan kemudian menjadi profesor teknik di San Jose State University, menulis sebuah buku esai foto berjudul Once Upon A Time in Afghanistan yang mendokumentasikan bagaimana kehidupan perempuan sebelum era Taliban.

Foto-fotonya dari tahun 1950-an, 60-an dan 70-an menunjukkan bagaimana mereka dulu diberikan pendidikan tingkat universitas, pergi ke toko musik dengan mengenakan rok pendek dan mempelajari sains.
Mahasiswa universtias di Kabul

Bahkan sebuah laporan Departemen Luar Negeri dari Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Tenaga Kerja yang berasal dari tahun 2001 menjelaskan tentang kaum perempuan mendapatkan hak bersuara pada tahun 1920-an, diberikan kesetaraan dalam konstitusi Afganistan pada tahun 1960-an dan pada awal 1990-an sebanyak 70 persen guru sekolah dan 50 persen pekerja pemerintah adalah perempuan. Di Kabul, bahkan 40 persen dokter adalah perempuan.

Qayoumi mengatakan, "Mengingat masa lalu Afganistan yang penuh harapan hanya membuat penderitaan yang sekarang tampak lebih tragis. Tetapi penting untuk mengetahui bahwa kekacauan, terorisme, dan kekerasan terhadap sekolah-sekolah yang mendidik anak-anak perempuan bukan tidak bisa dihindari. Saya ingin menunjukkan kepada kaum pemuda Afganistan dewasa ini bagaimana orang tua dan kakek-nenek mereka dulu hidup."
Sejumlah perempuan memerhatikan seorang perawat di sebuah rumah sakit yang menunjukkan kepada mereka bagaimana memandikan bayi.

Presiden Afganistan, Hamid Karzai, baru-baru ini mengesahkan sebuah kode etik yang akan melarang banyak adegan yang ditampilkan dalam foto-foto itu. Kode etik itu menyatakan bahwa perempuan tidak diizinkan untuk melakukan perjalanan tanpa wali laki-laki dan tidak boleh berbaur dengan laki-laki asing di tempat umum seperti sekolah, pasar dan kantor. Pemukulan terhadap istri hanya dilarang jika tidak ada 'keluhan terkait hukum syariah', kata aturan itu.

Karzai menegaskan, aturan itu sesuai dengan ajaran Islam dan tidak membatasi perempuan. "Ini hukum syariah yang berlaku bagi semua Muslim dan semua warga Afganistan," kata Karzai.

No comments:

Post a Comment