Showing posts with label Tools. Show all posts
Showing posts with label Tools. Show all posts

Nov 29, 2014

Pandi Luncurkan Penyingkat URL "S.id"

Kompas.com - Pandi (Pengelola Domain Indonesia) meluncurkan layanan penyingkat tautan situs web (uniform resource locator-URL shortener), S.id (s dot id). Penyingkat URL  ini berguna bagi netizen untuk menyingkat alamat web yang panjang jika ingin dipublikasikan di media lain, seperti halaman web atau jejaring sosial.

Ketua Umum Pandi, Andi Budimansyah mengatakan, selama ini sudah banyak layanan serupa di luar negeri, seperti t.co dan bit.ly. Dengan layanan S.id yang diluncurkan hari ini, Andi berharap lalu-lintas bandwidth tidak banyak yang lari ke luar negeri.

"Tujuannya adalah untuk menghemat bandwidth di dalam negeri," ujar Andi kepada KompasTekno di sela acara Seminar Nasional Domain .ID untuk Indonesia, Kamis (27/11/2014) di Jakarta.

"Kalau pakai layanan lain, selama ini bandwidth-nya akan lari ke luar negeri, S.id ini menjadi tools dalam negeri untuk meningkatkan trafik di dalam negeri," demikian kata Andi .

Ditambahkan oleh Andi, selain mencegah bandwidth ke luar negeri, URL shortener S.id juga bisa memberikan layanan akses yang lebih cepat dan relatif murah.

Halaman situs utama layanan URL shortener S.id  menampilkan slideshow obyek-obyek menarik di Indonesia, seperti kepulauan Raja Ampat di Papua dan Jam Gadang di Padang.

Andi berharap, layanan S.id itu bisa digunakan secara luas oleh pengguna di Indonesia, salah satunya adalah dengan cara menyebarkannya melalui jejaring sosial.

"Efek multiplier itu yang ingin kami dapatkan, sehingga S.id bisa dikenal dan dipakai lebih banyak lagi," demikian pungkas Andi.

Untuk menggunakan layanan penyingkat alamat situs web yang tersedia gratis ini cukup mudah. Tinggal kunjungi laman yang beralamat di http://s.id , kemudian masukkan alamat situs yang akan dipersingkat. Tekan tombol "shorten", akan muncul alamat baru yang lebih pendek dan bisa langsung disalin.

Dec 20, 2013

Aplikasi Lacak Android Sudah Tersedia di Play Store

Kompas.com - Fitur Android Device Manager memang telah diperkenalkan oleh Google sejak Agustus lalu, namun baru versi web-nya saja. Kini, Google merilis aplikasi Android Device Manager ke Play Store, untuk digunakan di ponsel Android.

Aplikasi ini bisa digunakan untuk melacak smartphone Android yang hilang. Kemampuan seperti itu mengingatkan kita pada layanan Find My iPhone dari Apple. Fitur tersebut sudah tersedia di iPhone semenjak 2010.

Aplikasi Android Device Manager di Android memiliki antarmuka seperti versi web. Pengguna bisa melacak perangkat Android di peta, melihat terakhir ada di mana, dan kapan digunakan. Google mengklaim aplikasi ini bisa melacak semua perangkat yang memiliki sebuah akun Google.

Selain melacak lokasi, pengguna bisa mengunci layar, mengganti password PIN, atau bahkan menghapus data. Semua bisa dilakukan dari jarak jauh.

Pengguna sebenarnya juga bisa menggunakan Android Device Manager dengan browser di Android, namun aplikasi yang dirancang khusus ini lebih nyaman digunakan. Antarmukanya bisa menyesuaikan ukuran layar yang dimiliki perangkat.

Terdapat juga dropdown menu untuk berganti akun. Aplikasi juga berjalan lebih cepat dibanding versi web-nya.

Namun, aplikasi tersebut nampaknya kurang sesuai jika digunakan di versi mobile. Menggunakan aplikasi di web akan jauh lebih masuk akal, karena jika kita kehilangan smartphone, maka aplikasi di dalamnya tak bisa digunakan untuk melacak. Kecuali jika pengguna memiliki lebih dari satu smartphone Android atau tablet.

Jun 12, 2013

Diagnostic Tools Injeksi Honda HiDS, Dijual Masal Rp 3,3 Juta

Otomotifnet.com - Salah satu special tools wajib untuk melakukan perawatan berkala sepeda motor berteknologi injeksi adalah diagnostic tools. Tiap pabrikan memiliki alat sendiri, termasuk Honda yang sejak awal menggunakan diagnostic tools berlabel HiDS buatan Starnics.

Nah asiknya, HiDS kini bisa dimiliki oleh bengkel umum. Jadi bukan hanya menjadi monopoli bengkel resmi Honda. Tentunya, dengan makin banyak special tools yang menyebar di bengkel-bengkel umum, mampu mengurangi kekhawatiran konsumen soal perawatan teknologi terbaru ini.

"HiDS merupakan perangkat diagnostic motor Honda yang dibuat oleh Starnics dan telah digunakan di dealer resmi motor Honda. Tapi kini, bukan hanya dealer resmi Honda, bengkel umum pun berkesempatan untuk melengkapi alat kerjanya dengan HiDS," jelas Injeksi Motor Globalindo dalam press realese yang diterima redaksi.

HiDS dapat menganalisis atas alat-alat kontrol elektronik pada sepeda motor Honda yang menggunakan teknologi injeksi. Data-data yang dapat ditampilkan diantaranya adalah data kesalahan sensor yang terdeteksi ECM, baik data kesalahan yang sudah terjadi dan tersimpan dalam memori ECM ataupun data yang sedang terjadi yang terdeteksi ECM.

Data-data tersebut akan ditampilkan pada layar peraga HiDS dengan menggunakan Bahasa Indonesia sehingga mudah dimengerti dan informatif. HiDS juga memiliki fasilitas untuk melakukan re-set atau menghapus data-data kesalahan yang tersimpan di ECM dengan amat mudah.

HiDS yang dijual Rp 3,3 juta ini dapat digunakan pada seluruh sepeda motor Honda yang dipasarkan di Indonesia yang sudah mengadopsi fuel injection. Mulai dari Supra-X 125 PGM-FI, PCX 150, CBR250R sampai yang terbaru BeAT FI dan CB150R dan Verza150.

Oiya, Injeksi Motor Globalindo dan Starnics juga sedang mencari dealer untuk berbagai area di Indonesia, untuk yang ini bisa menghubungi Injeksi Motor Globalindo di 081-212-967-19, atau kontak lewa BB di 26232FFA.

Apr 12, 2009

The Chopsticks Aid Turns Chopsticks Into Forks for Lousy White People


We hate the way most white people eat Asian food: Drowning white rice in soy sauce, shoveling cream cheese-stuffed "sushi" into their mouths, pretty much the entire sorry spectacle. The Chopsticks Aid is for them.
It's a fork face that attaches to chopsticks, turning them into a fork. In case Midwestern Whitey McWhiterson is visiting his daughter in the big city and she drags him to an actually decent Japanese restaurant that's not a sorry hibachi joint populated by other middle-aged white folks applauding poorly paid knife-flipping cooks. You know, one that only has chopsticks. This will save him. Not his dignity, but at least he'll still be able to eat. Not that he deserves to.

Jan 2, 2009

Foolproof Black & Decker LI4000 SmartDriver Screws Perfectly Every Time

Using a screw guide to keep fasteners on track, the Black & Decker Ll4000 SmartDriver might help that special poseur carpenter in your life who's nothing but thumbs.

Because in addition to the typical magnetic drill bits that save sanity and screws from falling between the cracks of your current project, the 3.6-volt, Lithium-Ion battery powered SmartDriver also has a little extended arm that holds the screw in place while you work. Add in an LED work light and a six speed clutch and you have a pretty indispensable little gift, should you be a butterfingers handy man.

Pay no attention to the wacky $4,000 Amazon price tag—the SmartDriver supposedly only retails for about $40.

Nov 24, 2008

Lunar Baby Thermometer Avoids Sticking Things Up the Wrong Places


According to designer Duck Young Kong—probably the best name ever in the history of best names ever—his Lunar Baby Thermometer is great because "it eliminates the need to insert an external tool while holding them in a still position" since it uses the "common and natural behavior of putting your hand on the forehead to measure internal heat of their body". It's a good idea. Until somebody tells you that the forehead may not be the best place to measure temperatures.

For a baby less than 3 months old, the armpit is the best, while a kid older than 4 or 5 years will be better with an oral check. The unlucky babies between 3 months and 4 yours are, I'm a afraid, stuck with the thermometer up their buttocks. Technicalities aside, however, this design is, if not accurate, at least cute and fool-proof: Once it's done, the thermometer will flash a LED light and beep.

Aug 10, 2008

The Olympic Torch Transformed Over History


We'd never want the burden of carrying the Olympic torch, not so much because of the pressure, but because we're out of shape and there's a distinct possibility that we might burn ourselves. However, we're more than willing to look at the NYT timeline of the Olympic torches over the last 70 years and appreciate the torch's evolution from crude, mace-like fire stick to long fire rod. And this year's red scroll designed by Lenovo (yes, that Lenovo) might actually be our favorite.