Showing posts with label Australia. Show all posts
Showing posts with label Australia. Show all posts
Feb 19, 2017
Apr 22, 2016
Apr 9, 2016
Dec 12, 2015
Oct 9, 2015
Pertama di Australia, Victoria Legalkan Ganja untuk Pengobatan
Kompas.com- Tanaman ganja akan dilegalkan secara ketat untuk kepentingan pengobatan di Victoria, negara bagian pertama yang mengambil kebijakan semacam ini di Australia. Mulai tahun 2017, obat berbahan ganja sudah boleh diberikan bagi anak-anak penderita epilepsi akut.
Aug 20, 2015
Jan 22, 2015
Oct 11, 2014
Will new McDonald's burgers cost $10?
Foxnews.com - People want better burgers.
And McDonald’s is responding to the rally cry for fast casual food by rolling out premium toppings at several Australia locations.
“McDonald’s is innovating and changing again to meet the needs of our customers,” Andrew Gregory, McDonald’s Australia CEO, told news.com.au. “What we’re really doing here is simply what our customers have asked us to do.”
The new system called “Create Your Taste” allows diners to construct customized burgers with toppings beyond lettuce and tomatoes. Diners order meals through an iPad like touch screen which minimizes error from human interaction. From there, choose toppings like eggs, grilled mushrooms and pineapple, and even guacamole. Diners can even choose between different buns and a variety of spices.
Most add-ons are free but some cost up to $1 AU each, meaning your premium built McDonald’s burger could easily $8 or more in the near future. Add fries and a drink and you’re pushing $10.
McDonald’s plans to expand its premium ordering system to all 900 Australia restaurants.
Australians may be lovin’ it but will Americans?
McDonald's has been testing a similar "Create Your Taste" test in Southern California locations. Choices include the every popular South-of-the-Border favorite guacamole for $.89. No word yet on when or if the mega-chain plans to expand its premium offerings eastward.
Is America ready for pricier McDonald's burgers?
“McDonald’s is innovating and changing again to meet the needs of our customers,” Andrew Gregory, McDonald’s Australia CEO, told news.com.au. “What we’re really doing here is simply what our customers have asked us to do.”
The new system called “Create Your Taste” allows diners to construct customized burgers with toppings beyond lettuce and tomatoes. Diners order meals through an iPad like touch screen which minimizes error from human interaction. From there, choose toppings like eggs, grilled mushrooms and pineapple, and even guacamole. Diners can even choose between different buns and a variety of spices.
Most add-ons are free but some cost up to $1 AU each, meaning your premium built McDonald’s burger could easily $8 or more in the near future. Add fries and a drink and you’re pushing $10.
McDonald’s plans to expand its premium ordering system to all 900 Australia restaurants.
Australians may be lovin’ it but will Americans?
McDonald's has been testing a similar "Create Your Taste" test in Southern California locations. Choices include the every popular South-of-the-Border favorite guacamole for $.89. No word yet on when or if the mega-chain plans to expand its premium offerings eastward.
Is America ready for pricier McDonald's burgers?
Aug 8, 2014
Jul 13, 2014
Jun 11, 2014
'Mystery monster' devours great white shark
Foxnews.com - What wolfs down a 9-foot great white shark like a steak dinner? That's what plagued researchers who had tagged a great white in Australia and found the tag washed up on a nearby beach four months later, Australia's News Network reports.
Tag data showed a sudden 1,902-foot plunge and a quick increase in temperature, the latter indicating time spent in an animal's digestive system. "I was absolutely blown away," says filmmaker Dave Riggs in a documentary coming from the Smithsonian Institute, Hunt for the Super Predator (see some of it on YouTube).
SPOILER ALERT: Researchers theorized that the 9-footer was eaten by a "colossal cannibal great white shark." Huh? Well according to tracking data, the predator would be roughly 16 feet long and weigh more than 2 tons, reports Geekosystem.
No one knows why the attack occurred, but it may have been a territorial issue or the big shark could have just been hungry, Gizmodo Australia reports.
In the end, the film "settled on a hypothesis that makes the most sense to me," writes Casey Chan at Gizmodo Australia. "Big sharks eat little sharks." (More unusual news from the deep: Scientists have found a remarkable "underwater graveyard.")
Tag data showed a sudden 1,902-foot plunge and a quick increase in temperature, the latter indicating time spent in an animal's digestive system. "I was absolutely blown away," says filmmaker Dave Riggs in a documentary coming from the Smithsonian Institute, Hunt for the Super Predator (see some of it on YouTube).
SPOILER ALERT: Researchers theorized that the 9-footer was eaten by a "colossal cannibal great white shark." Huh? Well according to tracking data, the predator would be roughly 16 feet long and weigh more than 2 tons, reports Geekosystem.
No one knows why the attack occurred, but it may have been a territorial issue or the big shark could have just been hungry, Gizmodo Australia reports.
In the end, the film "settled on a hypothesis that makes the most sense to me," writes Casey Chan at Gizmodo Australia. "Big sharks eat little sharks." (More unusual news from the deep: Scientists have found a remarkable "underwater graveyard.")
May 6, 2014
Feb 25, 2014
Oli Bocor Honda Recall Honda CB500F, CB500X dan CBR500R
Otomotifnet.com - Tiga moge kelas menengah Honda CB500F, CB500X dan CBR500R keluaran 2013 di Australia ditarik kembali. Penyebabnya, terdeteksi ada ceceran oli yang merembes dari mesinnya.
Kampanye recall ini serupa dengan recall yang sama untuk CB400F, CB400X dan CBR400R di Jepang. Meski kapasitas mesinnya beda, tapi secara spesifikasi mesin sama saja.
Seperti dilaporkan Motorcycle.com, masalah pada mesin motor ini adalah di seputaran sil as rocker arm atau noken as. Sil yang dimaksud kemungkinan besar tidak melekat sempurna sehingga membuat oli mesin bocor.
Kampanye recall ini serupa dengan recall yang sama untuk CB400F, CB400X dan CBR400R di Jepang. Meski kapasitas mesinnya beda, tapi secara spesifikasi mesin sama saja.
Seperti dilaporkan Motorcycle.com, masalah pada mesin motor ini adalah di seputaran sil as rocker arm atau noken as. Sil yang dimaksud kemungkinan besar tidak melekat sempurna sehingga membuat oli mesin bocor.
Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat mengurangi pelumasan di area kepala silinder yang bisa menimbulkan kerusakan lebih parah. Honda di Australia akan melakukan pengecekan sekaligus penggantian sil pada mesin yang terdeteksi mengalami kerusakan.
Jan 13, 2014
Dec 29, 2013
Belasan Ribu Captiva Ditarik
Detik.com - Salah satu model paling populer yang dimiliki General Motors (GM), Captiva, harus ditarik. Ada belasan ribu Captiva yang harus ditarik karena ada masalah pada selang bahan bakar yang bisa menyebabkan kebakaran.
Belasan mobil itu ditarik di Australia dengan label Holden Captiva. Karena masalah selang bahan bakar itu, potensi kebakaran bisa saja terjadi.
Ada 14.230 Captiva yang ditarik. Mobil-mobil yang terkena dampak adalah mobil yang dibangun di Korea antara 5 Februari 2011 sampai 2 November 2012. Mobil-mobil yang ditarik adalah mobil yang dilengkapi dengan mesin turbo-diesel berkapasitas 2.2 liter.
Australian Competition and Consumer Commission’s (ACCC) mengatakan kalau masalah selang bahan bakar itu terjadi karena gesekan yang bisa membuat lubang. "Berpotensi pada bahaya kebakaran," kata pemberitahuan ACCC.
Seorang juru bicara Holden mengatakan kepada Car Advice kalau pemeriksaan kendaraan tengah berlangsung. Bila dirasa perlu, maka selang bahan bakar akan diganti dan itu membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Dan itu gratis.
Holden mengakui kalau ada empat kasus terkait kebocoran bahan bakar.
Belasan mobil itu ditarik di Australia dengan label Holden Captiva. Karena masalah selang bahan bakar itu, potensi kebakaran bisa saja terjadi.
Ada 14.230 Captiva yang ditarik. Mobil-mobil yang terkena dampak adalah mobil yang dibangun di Korea antara 5 Februari 2011 sampai 2 November 2012. Mobil-mobil yang ditarik adalah mobil yang dilengkapi dengan mesin turbo-diesel berkapasitas 2.2 liter.
Australian Competition and Consumer Commission’s (ACCC) mengatakan kalau masalah selang bahan bakar itu terjadi karena gesekan yang bisa membuat lubang. "Berpotensi pada bahaya kebakaran," kata pemberitahuan ACCC.
Seorang juru bicara Holden mengatakan kepada Car Advice kalau pemeriksaan kendaraan tengah berlangsung. Bila dirasa perlu, maka selang bahan bakar akan diganti dan itu membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Dan itu gratis.
Holden mengakui kalau ada empat kasus terkait kebocoran bahan bakar.
Jun 1, 2013
Aug 19, 2012
Mengandung Asbes, Puluhan Ribu Mobil China Ditarik
Detik.com - Puluhan ribu mobil China ditarik di Australia. Bukan karena cacat, tapi karena banyak komponen mobil China yang ada disana ternyata mengandung asbes yang dilarang disana.
Persatuan buruh manufaktur Australia atau Australian Manufacturing Workers Union mendesak dilakukannya penyelidikan pada ribuan mobil yang diimpor ke negeri kanguru itu.
Sebelumnya, Ateco Automotive harus menarik (recall) hampir 25.000 mobil China merek Great Wall dan Chery setelah ditemukannya kandungan asbes pada gasket di knalpot dan mesin kendaraan.
"Kami akan menulis untuk semua pemilik segera untuk menjelaskan situasi khusus pada kendaraan mereka," kata Daniel Cotterill dari Ateco Automotive seraya mengatakan kalau konsumen disarankan untuk tidak mencoba memperbaiki sendiri mobil mereka.
"Kami bertanya pada produsen kendaraan ini, sebelum kami mulai mengimpor atau mendistribusikan mereka, apakah mereka memenuhi standar Australia dan secara khusus apakah mereka mengandung asbes dalam salah satu komponen mereka dan kami diberi jaminan tertulis bahwa mereka tidak (mengandung asbes)," katanya.
"Kami sangat terkejut dan kecewa dengan situasi ini. Ini situasi yang sulit," imbuhnya seperti detikOto kutip dari ABC.
Hampir 30 gasket yang berbeda telah ditemukan mengandung asbes, dan hampir 25.000 mobil Great wall dan Chery saat ini sedang menunggu untuk ditarik.
Sementara itu, Sekretaris Nasional AMWU Paul Bastian menegaskan kalau mereka tidak dapat menerima kalau kendaraan ini diterima masuk ke Australia dan mereka mengatakan kalau para produsen China ini harus dituntut.
"Apa yang Pemerintah akan lakukan untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi? Paling tidak, harus ada penuntutan karena mereka ditemukan mengimpor produk atau komponen yang mengandung asbes yang melanggar peraturan kami," katanya.
Persatuan buruh manufaktur Australia atau Australian Manufacturing Workers Union mendesak dilakukannya penyelidikan pada ribuan mobil yang diimpor ke negeri kanguru itu.
Sebelumnya, Ateco Automotive harus menarik (recall) hampir 25.000 mobil China merek Great Wall dan Chery setelah ditemukannya kandungan asbes pada gasket di knalpot dan mesin kendaraan.
"Kami akan menulis untuk semua pemilik segera untuk menjelaskan situasi khusus pada kendaraan mereka," kata Daniel Cotterill dari Ateco Automotive seraya mengatakan kalau konsumen disarankan untuk tidak mencoba memperbaiki sendiri mobil mereka.
"Kami bertanya pada produsen kendaraan ini, sebelum kami mulai mengimpor atau mendistribusikan mereka, apakah mereka memenuhi standar Australia dan secara khusus apakah mereka mengandung asbes dalam salah satu komponen mereka dan kami diberi jaminan tertulis bahwa mereka tidak (mengandung asbes)," katanya.
"Kami sangat terkejut dan kecewa dengan situasi ini. Ini situasi yang sulit," imbuhnya seperti detikOto kutip dari ABC.
Hampir 30 gasket yang berbeda telah ditemukan mengandung asbes, dan hampir 25.000 mobil Great wall dan Chery saat ini sedang menunggu untuk ditarik.
Sementara itu, Sekretaris Nasional AMWU Paul Bastian menegaskan kalau mereka tidak dapat menerima kalau kendaraan ini diterima masuk ke Australia dan mereka mengatakan kalau para produsen China ini harus dituntut.
"Apa yang Pemerintah akan lakukan untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi? Paling tidak, harus ada penuntutan karena mereka ditemukan mengimpor produk atau komponen yang mengandung asbes yang melanggar peraturan kami," katanya.
Jul 20, 2012
Perempuan Australia Dapat Ganti Rugi Jutaan Dollar AS
Kompas.com - Lynette Rowe (50 tahun) lahir tanpa tangan dan kaki. Dia yakin kondisi fisik yang tak normal ini, karena ibunya menenggak obat thalidomide untuk penghilang mual dan pusing, saat mengandung dirinya.
Lynette menggugat perusahaan obat Jerman, Grunenthal, yang memproduksi obat ini, dan berhasil memenangkan ganti rugi multi jutaan dollar AS.
Kantor berita AFP melaporkan, gugatan Lynette ini diterima hari Rabu (18/7/2012). Lynette mengajukan gugatan massal mewakili mereka yang lahir di Australia dan Selandia Baru yang mengalami catat akibat obat ini, antara tahun 1958-1970. Ibu mereka dipastikan menenggak obat ini selama kehamilannya.
Lynette mengklaim, kondisi fisiknya ini disebabkan ibunya mengonsumsi thalidomide yang diproduksi Grunenthal. Obat itu diedarkan distributor obat yang berbasis di Inggris, Distillers dan Diageo, yang mengambil alih Distillers pada tahun 1997.
Pengacara Lynette kepada Mahkamah Agung Negara Bagian Victoria, menegaskan, Lynette sudah mencapai kesepakatan rahasia menyangkut kasusnya ini dengan Diageo pada hari Rabu.
"Nilainya mencapai jutaan dollar AS. Jumlahnya cukup untuk memberikan kehidupan yang baik bagi Lynette, di sisa hidupnya," ujar Peter Gordon, penasihat hukum Lynette.
Dilaporkan, Diageo juga sepakat dengan sejumlah penggugat lainnya. Sejauh ini ada "100 korban" sebagaimana Lynette yang menggugat Diageo dan Grunenthal. Gugatan ini akan berlangsung dan dijadwalkan sampai Agustus 2013.
Tim Lynnete mengklaim, Grunenthal melihat Australia sebagai pasar prioritas bagi thalidomide. Sekitar 8 juta tablet digelontorkan ke Australia, dan penyelidikan akhirnya memastikan obat ini penyebab kelahiran yang cacat sebagaimana Lynette.
Perusahaan farmasi Grunenthal dilaporkan tidak pernah mencoba obat ini pada hewan yang bunting, guna membuktikan bahwa obat ini membahayakan bagi perempuan yang hamil. Kondisi ini membuat para dokter memastikan obat ini aman bagi perempuan hamil.
"Anda tak perlu tangan dan kaki untuk mengubah dunia," ujar Lynette, soal kemenangannya menggugat perusahaan farmasi ini.
Orang tuanya, Ian dan Wendy, mengaku bangga dengan upaya putrinya yang pantang menyerah menggugat perusahaan farmasi Jerman ini. Diduga, ada ribuan perempuan hamil juga mengongsumsi obat ini selama 50 tahun terakhir.
Obat Thalidomide diedarkan akhir tahun 1959 di hampir 50 negara, sebelum ditarik lagi setelah sejumlah bayi yang lahir mengalami keluhan kesehatan, termasuk lahir cacat tanpa tangan dan kaki. Diperkirakan ada 10.000 anak-anak di seluruh dunia lahir cacat, sebagai akibat ibu mereka menenggak obat ini selama hamil.
Lynette menggugat perusahaan obat Jerman, Grunenthal, yang memproduksi obat ini, dan berhasil memenangkan ganti rugi multi jutaan dollar AS.
Kantor berita AFP melaporkan, gugatan Lynette ini diterima hari Rabu (18/7/2012). Lynette mengajukan gugatan massal mewakili mereka yang lahir di Australia dan Selandia Baru yang mengalami catat akibat obat ini, antara tahun 1958-1970. Ibu mereka dipastikan menenggak obat ini selama kehamilannya.
Lynette mengklaim, kondisi fisiknya ini disebabkan ibunya mengonsumsi thalidomide yang diproduksi Grunenthal. Obat itu diedarkan distributor obat yang berbasis di Inggris, Distillers dan Diageo, yang mengambil alih Distillers pada tahun 1997.
Pengacara Lynette kepada Mahkamah Agung Negara Bagian Victoria, menegaskan, Lynette sudah mencapai kesepakatan rahasia menyangkut kasusnya ini dengan Diageo pada hari Rabu.
"Nilainya mencapai jutaan dollar AS. Jumlahnya cukup untuk memberikan kehidupan yang baik bagi Lynette, di sisa hidupnya," ujar Peter Gordon, penasihat hukum Lynette.
Dilaporkan, Diageo juga sepakat dengan sejumlah penggugat lainnya. Sejauh ini ada "100 korban" sebagaimana Lynette yang menggugat Diageo dan Grunenthal. Gugatan ini akan berlangsung dan dijadwalkan sampai Agustus 2013.
Tim Lynnete mengklaim, Grunenthal melihat Australia sebagai pasar prioritas bagi thalidomide. Sekitar 8 juta tablet digelontorkan ke Australia, dan penyelidikan akhirnya memastikan obat ini penyebab kelahiran yang cacat sebagaimana Lynette.
Perusahaan farmasi Grunenthal dilaporkan tidak pernah mencoba obat ini pada hewan yang bunting, guna membuktikan bahwa obat ini membahayakan bagi perempuan yang hamil. Kondisi ini membuat para dokter memastikan obat ini aman bagi perempuan hamil.
"Anda tak perlu tangan dan kaki untuk mengubah dunia," ujar Lynette, soal kemenangannya menggugat perusahaan farmasi ini.
Orang tuanya, Ian dan Wendy, mengaku bangga dengan upaya putrinya yang pantang menyerah menggugat perusahaan farmasi Jerman ini. Diduga, ada ribuan perempuan hamil juga mengongsumsi obat ini selama 50 tahun terakhir.
Obat Thalidomide diedarkan akhir tahun 1959 di hampir 50 negara, sebelum ditarik lagi setelah sejumlah bayi yang lahir mengalami keluhan kesehatan, termasuk lahir cacat tanpa tangan dan kaki. Diperkirakan ada 10.000 anak-anak di seluruh dunia lahir cacat, sebagai akibat ibu mereka menenggak obat ini selama hamil.
Jun 9, 2012
Iklan New iPad Menipu, Apple Didenda Rp 20 Miliar
Detik.com - Apple setuju membayar penalti 2,25 juta dolar Australia atau sekitar Rp 20,9 miliar terkait iklan iPad terbaru yang menyesatkan. iPad terbaru diklaim Apple dapat mengakses jaringan 4G di Australia, namun nyatanya tidak.
Lembaga Australian Competition and Consumer Commission (ACC) menggugat Apple ke pengadilan. Pasalnya sekitar bulan Maret dan Mei tahun ini, Apple membuat klaim menyesatkan di websitenya, di Apple Store, di iklan dan material promosi lainnya bahwa new iPad bisa akses jaringan 4G.
Padahal sejatinya, new iPad tidak cocok dengan standar konektivitas di Negeri Kanguru. Australia memiliki satu jaringan 4G yang digelar oleh operator Telestra, namun frekuensinya tidak sesuai dan tidak dapat terhubung dengan new iPad.
Pengadilan Federal Court mengkonfirmasi bahwa Apple setuju menyelesaikan kasus tersebut dengan membayar denda. Selain itu mereka wajib membayar biaya pengadilan sejumlah 300 ribu dolar Australia.
Clon Golvan yang mewakili ACCC puas dengan keputusan tersebut. Ia menilai denda yang substansial seperti ini akan memberikan sinyal pada pelaku industri untuk tidak menyesatkan konsumen.
Apple juga telah menawarkan refund pada pembeli iPad yang ingin memakai jaringan 4G Telstra namun tidak bisa. Hakim pengadilan sendiri masih ingin terus memproses kasus ini.
Hakim Mordy Bromberg masih ingin mengetahui seberapa banyak konsumen yang terkena dampak iklan tersebut dan apakah denda yang diberikan pada Apple sudah sesuai. Demikian seperti dikutip detikINET dari Herald Sun, Jumat (8/6/2012).
Lembaga Australian Competition and Consumer Commission (ACC) menggugat Apple ke pengadilan. Pasalnya sekitar bulan Maret dan Mei tahun ini, Apple membuat klaim menyesatkan di websitenya, di Apple Store, di iklan dan material promosi lainnya bahwa new iPad bisa akses jaringan 4G.
Padahal sejatinya, new iPad tidak cocok dengan standar konektivitas di Negeri Kanguru. Australia memiliki satu jaringan 4G yang digelar oleh operator Telestra, namun frekuensinya tidak sesuai dan tidak dapat terhubung dengan new iPad.
Pengadilan Federal Court mengkonfirmasi bahwa Apple setuju menyelesaikan kasus tersebut dengan membayar denda. Selain itu mereka wajib membayar biaya pengadilan sejumlah 300 ribu dolar Australia.
Clon Golvan yang mewakili ACCC puas dengan keputusan tersebut. Ia menilai denda yang substansial seperti ini akan memberikan sinyal pada pelaku industri untuk tidak menyesatkan konsumen.
Apple juga telah menawarkan refund pada pembeli iPad yang ingin memakai jaringan 4G Telstra namun tidak bisa. Hakim pengadilan sendiri masih ingin terus memproses kasus ini.
Hakim Mordy Bromberg masih ingin mengetahui seberapa banyak konsumen yang terkena dampak iklan tersebut dan apakah denda yang diberikan pada Apple sudah sesuai. Demikian seperti dikutip detikINET dari Herald Sun, Jumat (8/6/2012).
Subscribe to:
Posts (Atom)