Showing posts with label Application. Show all posts
Showing posts with label Application. Show all posts

Aug 22, 2017

Uber Tambah Fitur "Chatting" dengan Pengemudi

Kompas.com - “Halo pak, sudah di mana? Saya di lokasi, pakai topi biru dan jaket cokelat,” obrolan dengan driver itu lumrah ditemukan di kalangan pengguna layanan transportasi online. 

Mar 16, 2017

Setelah Video, WhatsApp Kembalikan Status Berbasis Teks?

Kompas.com - Beberapa waktu lalu WhatsApp mengubah kolom status agar bisa menampilkan foto dan video ala Snapchat. Sekarang, raksasa aplikasi pesan instan itu berubah pikiran dan ingin memasang status model lama yang hanya berisi teks.

Nov 23, 2016

8 Aplikasi Edit Foto Terpopuler di Android

Kompas.com - Menjepret foto sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pengguna smartphone. Ponsel-ponsel pintar masa kini pun mampu menghasilkan tangkapan gambar yang tak kalah memukau dari kamera digital.

Oct 16, 2016

Google Allo, Pesaing WhatsApp Hadir di Indonesia

Kompas.com - Tak butuh waktu lama bagi Google untuk memboyong aplikasi chatting Allo ke Indonesia. Setelah diluncurkan di beberapa negara pada Rabu (21/9/2016) lalu, pesaing WhatsApp ini sudah bisa diunduh oleh pengguna Tanah Air per hari ini, Jumat (23/9/2016).

Jun 2, 2016

8 Fitur Tersembunyi di WhatsApp

Kompas.com - Siapa sangka, aplikasi pesan instan WhatsApp ternyata memiliki sejumlah fitur yang tersembunyi. Kendati disebut tersembunyi, sebenarnya fitur ini bisa diakses siapa saja jika mengetahui caranya.

May 6, 2016

Grab Punya GrabFood, Saingi Go-Food

Tempo.co - Bisnis transportasi online berbasis aplikasi tak henti melengkapi layanan jasanya. Setelah Uber ikut meramaikan transportasi roda dua dengan UberMotor, giliran Grab yang menambah layanannya dengan GrabFood—yang menjadi pesaing layanan Go-Food dari Go-Jek.

Apr 9, 2016

Solusi Taksi Aplikasi vs Taksi Pangkalan

Anak muda...Persaingan taksi berbasis aplikasi dan taksi pangkalan yang mengakibatkan kerusuhan beberapa waktu lalu seperti bara dalam sekam yang dapat terbakar sewaktu-waktu.

Mar 4, 2016

Sekarang bisa beli bir di Aplikasi Go-Jek

Anak muda...Pola pikir bahwa teknologi harus memudahkan manusia tampaknya disadari betul oleh para punggawa Go-Jek. Kali ini mereka menambahkan fitur pembelian bir.

Aug 12, 2015

Google Translate Terkini, Langsung dari Kamera dan Tak Perlu Internet

Kompas.com - Saat berada di negara asing dan tidak mengerti kata-kata di papan penunjuk jalan atau menu restoran, pelancong biasanya bertanya kepada penduduk lokal atau menggunakan aplikasi penerjemah bahasa.

Jul 10, 2015

Waze Bikin Layanan "Nebeng" Mobil

Kompas.com - Perusahaan peta lalu lintas Waze yang dimiliki Google minggu ini meluncurkan program carpooling bernama RideWith.

Untuk sementara waktu, layanan RideWith baru tersedia dalam bentuk pilot project di kota Tel Aviv, Israel, negara asal Waze.

"Kami sedang melakukan private beta test kecil-kecilan di Tel Aviv untuk menggarap sebuah konsep carpool, sebut seorang juru bicara Google sebagaimana dirangkum Kompas Tekno dari ArsTechnica (8/7/2015).

"Waze secara rutin bereksperimen dengan ide-ide baru, tapi kami belum bisa membuat pengumuman untuk saat ini," lanjut sang juru bicara.

Program RideWith yang berupa aplikasi Android tersebut memungkinkan para penggunanya untuk menumpang atau "nebeng" kendaraan yang pengemudinya juga memakai aplikasi serupa dan kebetulan mengambil rute sama ke tujuan.

Sebagai balas jasa, penumpang bisa memberikan sejumlah uang kepada pengemudi. Cara kerjanya mirip dengan komunitas Nebengers yang telah lebih dulu ada di Indonesia.

Pengemudi RideWidth dibatasi hanya bisa melakukan dua perjalanan dalam satu hari serta tidak menerima gaji dari pihak Waze.

Ini berbeda dari layanan ride sharing semisal Uber, sehingga bisa menghindarikan RideWith dari masalah di negara yang ingin melindungi pengemudi taksi profesional.

Waze sendiri diakuisi oleh Google senilai 1 miliar dollar AS pada 2013. RideWith adalah produk spin off pertama dari perusahaan tersebut.

Feb 5, 2015

Begini Cara Bikin Android Tampil Mirip iOS

Kompas.com - Jatuh cinta pada tampilan antarmuka iOS, tak selalu berarti harus langsung ganti menggunakan smartphone besutan Apple itu. Pengguna Android, sebenarnya bisa dengan mudah mengubah tampilan antarmuka gadget-nya supaya mirip iOS.

Di dalam Google Play Store, terdapat sejumlah aplikasi yang bisa mengubah tampilan Android jadi mirip dengan iOS. Modifikasi itu pun bisa terjadi seutuhnya atau hanya pada bagian-bagian tertentu saja. Semua kembali pada pilihan pengguna.

Seperti yang KompasTekno rangkum dari Phone Arena, Senin (26/1/2015), berikut ini KompasTekno rangkum sejumlah aplikasi yang bisa Anda unduh gratis via Google Play Store untuk mebuat Android jadi rasa iOS:

1. Ubah lock screen

Salah satu bagian penting untuk mencipkatan cita rasa iOS adalah Lock Screen. Apple membuat iOS memiliki fitur lock screen khas berupa Slide to Unlock. Fitur ini bisa saja ditiru, menggunakan aplikasi HI Lockscreen atau OS 8 Lockscreen.

HI Lockscreen akan membuat tampilan lockscreen berubah menjadi mirip iOS 8. Penunjuk waktu berada di tengah layar dan menggunakan font khas Apple.

Di sisi kiri atas terdapat penunjuk sinyal serta nama jaringan operator yang dipakai. Sementara di kanan atas terdapat indikator baterai.
Bergeser ke bawah, lockscreen ini juga menampilkan tulisan Slide to Unlock yang khas di iPhone. Sedangkan di sisi kanan bawahnya terdapat icon kamera. Fungsi icon kamera ini tentu saja sebagai pemintas untuk aplikasi fotografi itu. Pengguna cukup menggesernya ke atas saja.
Berikutnya, aplikasi OS 8 Lockscreen, punya tampilan serupa. Perbedaannya adalah huruf-huruf pada tulisan Slide to Unlock berukuran lebih besar. Kemudian pada sisi kiri atas layar tidak ada indikator sinyal; cuma ada nama jaringan operator saja.
2. Ubah tampilan icon
Tampilan ikon pada antarmuka Android dapat diubah menggunakan aplikasi launcher. Ada dua apliaksi yang bisa digunakan, yaitu 8 Launcher dan IO Launcher.
8 Launcher menggunakan ikon-ikon yang mirip dengan iOS, meski tidak 100 persen. Launcher yang satu ini punya kinerja yang ringan plus transisi antar layar yang mulus.
Namun tidak semua aplikasi akan berubah menggunakan icon ala iOS. Misalnya, icon peramban Google Chrome yang hanya dibungkus kotak saja dan diberi nama Browser. Kemudian pada bagian jam yang cenderung polos, padahal jam pada iOS memiliki corak-corak penunjuk waktu.
Secara keseluruhan, 8 Launcher cukup menarik untuk mengubah Android jadi mirip iOS.
Aplikasi kedua adalah IO Launcher. Aplikasi ini tidak utuh mengubah icon serta antarmuka Android. Cara kerjanya justru memadukan icon-icon ala iOS dengan Android.



Selain icon yang mirip iOS, aplikasi ini juga memiliki sidebar berisi berbagai fitur seperti Bluetooth, WiFi dan lain-lain. Pengguna juga bisa memasang tools tertentu, icon buatan pihak ketiga atau pengaturan lain.
3. Ganti keyboard



Terakhir, sebaiknya Anda segera mengubah keyboard yang digunakan untuk mengetik. Keyboard yang mirip dengan Apple adalah aplikasi bernama Classic Keyboard. Aplikasi ini akan menumbuhkan cita rasa mirip dengan iPhone. Ada juga fitur tambahan berupa prediksi teks serta getaran dan suara saat mengetik.

Feb 4, 2015

Yuk, Coba Taklukkan TTS "Kompas" di Android dan iPhone

Kompas.com - Teka-teki silang (TTS) harian Kompas yang disisipkan tiap edisi Minggu selalu menantang pembaca untuk mengasah otak dalam mengisi soal-soalnya.

Kini, pengguna gadget Android dan iOS bisa menjajal kemampuan mengisi TTS Kompas setiap saat lewat aplikasi mobile game yang tersedia di toko Google Play dan App Store.

Mobile game TTS Kompas yang dikembangkan dalam native environment untuk masing-masing platform ini dapat dimainkan di smartphone maupun tablet, sesuai dengan keinginan dan kenyamanan pengguna.

Setelah mengunduh game TTS Kompas, pengguna dipersilakan membuat akun Kompas ID agar dapat memamerkan prestasi skor yang diraih di leader board. Hal tersebut juga akan menciptakan persaingan di antara pemain.

Akun Kompas ID sekaligus membuka akses ke soal premium dan soal berhadiah yang dihadirkan sesuai program dari harian Kompas. Pemain bisa juga mengisi TTS dalam mode offline setelah soal selesai diunduh.

Dalam menyelesaikan soal TTS, ada dua tipe bermain yang tersedia. Tipe permainan "hitung waktu" akan mencatat lamanya waktu yang dibutuhkan pemain dalam menyelesaikan semua soal dengan benar.

Tipe permainan kedua adalah "tanpa waktu" yang memungkinkan pengguna bermain lebih santai dan tidak dikejar target.

Beberapa fitur yang dapat membantu pemain menyelesaikan soal turut disediakan. Fitur "Hint", misalnya, dapat memberi petunjuk tambahan atas sebuah jawaban, sementara "Cek Jawaban" dipakai untuk memastikan kebenaran jawaban.

Selain di platform Android dan iOS, game TTS Kompas tersedia untuk pengguna perangkat Windows Phone lewat toko aplikasi Windows Store.

Jan 9, 2015

Android app stops smartphone spies

They won't know that you know that they know.
Foxnews.com - You're not paranoid if they really are listening. A new Android app can detect surveillance attempts on your smartphone, including IMSI catchers (also called "stingrays"), hidden text messages and attacks exploiting the telephone-signal protocol known as Signaling System 7 (SS7).

Called SnoopSnitch, the app launched for free on the Google Play store Dec. 29. It can't protect your phone from snooping, but it can tell you that the snooping is happening.

IMSI catchers disguise themselves as legitimate cell towers, tricking GSM mobile phones into connecting to them and forwarding outgoing calls to the legitimate phone network. IMSI catchers can eavesdrop on calls and texts, extract personal data from connected phones and track phones' physical locations.

Law-enforcement agencies, such as the FBI, use stingrays in investigations, and a recent informal survey revealed more than a dozen IMSI catchers spread across the United States. The devices are so frequently used that the StingRay brand name used by a top manufacturer of IMSI catchers already applies generically.

Enter SnoopSnitch. The app was developed by German mobile-phone security researchers Karsten Nohl, Tobias Engel and Alex Senier, all of Berlin-based security company SRLabs, and was introduced in their presentation at the Chaos Computer Congress security conference in Hamburg Dec. 27.

SnoopSnitch can tell when a mobile device is switching from a legitimate cell tower to IMSI catcher, the researchers explained in their talk entitled "Mobile Self-Defense (SnoopSnitch)." Nohl also described SnoopSnitch as a "catcher catcher" in an interview with tech news site Motherboard.

Though it is free on the Google Play Store, not all Android devices will work with SnoopSnitch, as the app requires a Qualcomm chipset such a Snapdragon system-on-a-chip. A list of tested SnoopSnitch compatible devices is on the SRLabs website.

Many Sony and Samsung smartphones have Qualcomm chipsets, including the Samsung Galaxy S5, although SRLabs hasn't tested most of them for compatibility. Compatible devices also need to be rooted, run stock Android 4.1 or later rather than manufacturer or carrier builds, and, naturally, use the GSM carrier protocol (AT&T and T-Mobile) instead of CDMA (Sprint and Verizon Wireless).

Dec 6, 2014

Daftar Aplikasi Android Terbaik 2014 Versi Google

Kompas.com - Merasa kesulitan dalam memilih aplikasi terbaik untuk dipasangkan di ponsel Android? Hal tersebut wajar terjadi, mengingat jumlah aplikasi yang telah mencapai angka satu juta di toko Google Play.

Nah, untuk membantu para penggunanya yang kesulitan, Google merilis sebuah daftar berisikan 75 aplikasi yang dianggap terbaik di tahun 2014 ini. Harapannya, pengguna sistem operasi mobile berlogo robot itu memiliki acuan memilih aplikasi.

Menurut pantauan KompasTekno, Rabu (3/12/2014), aplikasi yang ada dalam daftar tersebut terbagi dalam berbagai kategori, seperti produktivitas, hiburan, dan musik.

Sebagian besar aplikasi yang ada dalam daftar tersebut tersedia secara gratis. Ada juga aplikasi berbayar. Meskipun begitu, harga jual dari aplikasi tersebut tidak terlalu tinggi, hanya di bawah Rp 50.000.

Berikut 75 aplikasi terbaik tahun 2014 pilihan Google:

Produktivitas

- Wunderlist: To-Do List & Tasks
- SwiftKey Keyboard
- IFTTT (If This, Then That)
- Sunrise Calendar
- Todoist: To-Do List, Task List
- Mailbox
- Offtime – Life Unplugged
- Rundavoo
- Money Tracker by BillGuard
- SlideShare Presentations
- Strive

Edukasi

- TED
- Lumosity
- Duolingo
- Craftsy Classes
- Monki Chinese Class
- Child Mode & Time Education
- Amazing World Atlas

Hiburan

- Hulu
- Comedy Central
- Disney Movies Anywhere
- DramaFever
- 5by
- Dailymotion

Berita

- Yahoo News Digest
- BuzzFeed
- The Economist
- CNN
- New York Times
- Watchup: Your Daily Newscast


Music & Audio

- Shazam
- Pandora
- iHeartRadio
- Afterlight
- Musixmatch Music Player Lyrics
- djay 2
- TuneIn Radio
- Soundhound
- edjing – DJ Music
- Equalizer + MP3 player volume
- Ultimate Guitar

Olahraga & Fitness

- Onefootball – Pure Soccer!
- Golfshot: Golf GPS
- Univision Deportes
- 7 Minute Workout
- Google Fit

Belanja

- Wish
- Groupon

Fotografi

- Over
- EyeEm: Camera & Photo Filter
- Facetune
- Carousel – Dropbox Photos
- Video Collage Maker
- Camera Zoom

Personalisasi

- Locket Lock Screen
- Link Bubble Browser

Sosial

- Timehop
- OKCupid
- Secret
- LINK – with people nearby
- Frontback
- Obscure
- Lettrs
- Telegram
- Samba: Videos + Reactions
- Bitmoji
- Skype Qik: Group Video Chat
- Viadeo

Travel

- Expedia
- Maps.ME
- Anywayanyday
- Minube
- Windfinder
- Uber

Oct 30, 2014

Windows Phone Flashlight apps are spying on users Android, iOS, Windows Phone smartphones, is yours on the list?

Techtimes.com - That innocent Flashlight App you installed on your device to shed light on certain situations is also spying on you, and potentially selling or using your personal data. Especially vulnerable are Android devices.

Gary Miliefsky of cyber security firm Snoopbit, says, "'We've all become victims of installing many apps on our smartphones and tablets that do much more than the service they should provide. We have opened a Pandora's Box to online predators, cyber criminals and spies - all through these apps we foolishly trust."

The firm did a study of the top ten Android flashlight apps and found that when downloaded they are given permission to access sensitive user information that clearly has nothing to do with their function as a simple flashlight for their users.

The company tested the top ten flashlight apps on Android and determined that each and every one of them collects unnecessary user data and accesses areas of the device wholly unrelated to the function of the app. The offending apps include: Super Bright LED flashlight, Brightest Flashlight Free, Tiny Flashlight + LED, Flashlight, Brightest LED Flashlight, Color Flashlight, High Powered Flashlight, Flashlight HD LED and Flashlight: LED Torchlight. A chart on the company's website specifically breaks down the areas to which the app is permitted access.

Regarding the flashlight apps, the firm warns, "Some appear specifically designed to collect and expose your personal information to cybercriminals or other nation states. In addition, you are at significant risk if you are doing Mobile Banking on the same device as one of these free Flashlight Apps."

Many of the apps have the ability to read phone status and identity, view Wi-Fi connections, modify system settings, obtain full network access, and determine your precise location via your phone's GPS,  among other permissions. The company recommends you uninstall your flashlight app immediately in order to protect your device's data and info.

While the firm concludes that the pre-installed iPhone flashlight app seems safe, third-party apps on Windows Phone and at the iTunes store are also accessing unnecessary sensitive user data and location information, and unnecessarily using the internet, collecting data and building user profiles. Apps using iOS and Windows Phone OS are not as dangerous as those running Android, however, and cannot "hide in the background", according to Snoopbit.