Showing posts with label Modifikasi. Show all posts
Showing posts with label Modifikasi. Show all posts

Mar 27, 2010

Upgrade Performa Suzuki Shogun 125 SP, Nafas Panjang Biaya Rp 1 Jutaan

Shogun 125 SP generasi pertama merupakan varian andalan Suzuki yang terkenal lincah dan berperforma tinggi. Namun bagi Riko Muhamad Reza, itu dirasa masih kurang. "Apalagi kalau dipakai turing keluar kota, nafas mesin kurang panjang," ujar pemilik Shogun warna merah ini.

Tenang Bro, Usin Sunarya, pemilik bengkel HDM yang ada di Jl. Gudang Air, Kampung Rambutan Ciracas, Jaktim. Punya cara untuk mengatasinya. Kebetulan juga, HDM jadi bengkel rujukan anak-anak klub Shogun.

Hasil oprekannya, tenaga bebek 125 cc itu jadi 9,58 dk/7.900 rpm, sedang torsi 9,56 Nm/6.400 rpm. Angka-angka tersebut berdasarkan pengetesan dengan alat dynamometer merek Dyno Jet tipe 250i milik Bintang Racing Team (BRT), di Cibinong, Jabar.

Bila dibandingkan dengan power standarnya yang 8,4 dk/8.000 rpm dan torsi 8,3 Nm/6.500 rpm, maka kilikan Usin berdampak kenaikan tenaga 1,18 dk dan torsi 1,26 Nm. Jika dilihat dari grafik tenaga, terlihat penurunan tenaga di atas 7.900 rpm lebih landai, artinya nafas mesin lebih panjang.

Berikut hal-hal yang dilakukan Usin, untuk mendongkrak tenaga dan nafas Shogun 125SP.

BLOK SILINDER DAN PISTON

Blok standar dikorter 4 mm, agar piston Suzuki Thunder oversize 50 (57,5 mm) bisa masuk. Cara ini, membuat volume silinder Shogun jadi 143,3 cc. Agar tak membentur kepala silinder, bibir piston dibubut, lalu diameter dome dibikin 40 mm.

KEPALA SILINDER

Agar kompresi lebih tinggi, kop dibubut sebanyak 1 mm. Namun sayang, Usin tak menghitung sekarang perbandingannya berapa. "Yang jelas mesti pakai Pertamax biar enggak ngelitik," paparnya. Lalu saluran in dan ex dihaluskan kulit jeruknya, agar aliran bahan bakar lebih lancar.

NOKEN AS DAN PER KLEP

Dibubut sebanyak 1 mm agar angkatan klep lebih besar, namun lagi-lagi mekanik murah senyum ini tak menghitung angka pastinya. Lalu dijodohkan dengan per klep Honda Sonic, yang memiliki kekakuan lebih besar, sehingga pada rpm tinggi klep tak floating. "Pasang pernya cukup yang besar saja," tambahnya.

FILTER

Agar pemasukan udara lebih banyak, kertas filter dilubangi beberapa bagian. "Sedikit saja pada bagian tengah, agar sedikit lebih plong," terang Usin.

KNALPOT

Kelancaran saluran pelepas gas buang berpengaruh pada tenaga yang dihasilkan. Nah agar makin lancar, silencer dibobok, sedang lehernya diganti pakai pipa berdiameter 28 mm, aslinya hanya 22 mm.

PENGAPIAN

Agar mendukung nafas mesin makin panjang, otak pengapian alias CDI diganti dengan yang non-limiter. Caranya dengan mengandalkan CDI bawaan Suzuki Shogun 110. Penyesuaiannya, mesti mengatur ulang panjang sensor pulser di magnet, disamakan dengan bawaan Shogun 110 yang hanya 14 mm. "Potong bagian depan sebanyak 16 mm, dari standarnya yang 30 mm," tutupnya.


Dec 7, 2009

Upgrade Performa Yamaha Jupiter MX, Rp 4 Juta Naik 7,69 Dk

Meski dibekali teknologi lumayan maju - contoh sudah 4 klep dan berpendingin cairan - tapi ternyata, pemakai Jupiter MX banyak yang mengeluh lewat email Mr. Testo (mr.Testo10@gmail.com), “Performanya masih kurang nendang.”

Nah, untuk menjawab curhatan tersebut, Mr. Testo hunting bengkel yang bisa bikin Jupiter MX jadi lebih kencang. Namun sayang, gak mudah.

Sebab menurut beberapa mekanik yang ditemui, basis mesin agak susah dibuat kencang. Lalu perbandingan rasio antar gigi yang terlalu jauh-jauh menyulitkan saat setting gigi akhir.

Untung Mr. Testo ketemu bengkel Mitra2000. Speed shop yang tak asing di telinga para speedfreak, sebab produknya banyak ‘menghiasi’ arena balap.

Kebetulan di tempat ini ada MX yang telah diupgrade. “Sebagai unit tes jika ada konsumen yang kurang percaya dengan produk yang kami jual,” terang Juffry Willar, R&D Mitra2000.

Penasaran sama performanya, Mr. Testo langsung mengajak MX berbaju X1-R ini ke Sportisi Motorsport. Di bengkel yang ada di Jl. Cempaka Putih Raya No.112D, Jakpus ini, tenaga yang dihasilkan diukur pakai dynometer buatan Dyno Jet tipe 250i.

Setelah diuji beberapa kali run, didapat hasil mengejutkan! Tenaga yang dihasilkan 19,02 dk/10.200 rpm, meningkat jauh dari standarnya yang hanya 11,33 dk/8.500 rpm. Sedang torsi dari 11,65 Nm/5.500 rpm meningkat jadi 14,96 Nm/6.700 rpm.

Artinya terjadi kenaikan tenaga 7,69 dk! Sedang torsi naik 3,31 Nm. Pantas saat dites jalan oleh Mr. Testo, kecepatan puncak di spidometer bisa tembus 160 km/jam! Weleh…

Blok dan Kepala Silinder

Langkah pertama dibore-up. “Kebetulan kami punya paketnya dengan piston 60 mm, sehingga kini jadi 165,88 cc,” urai Juffry sambil menyebut kalau pemasangan tinggal plug & play. Lalu bagian kepala silinder lubang masuk dan buang diporting dan polish. “Khusus yang in ada pembesaran diameter 1 mm,” lanjutnya.

Karburator dan Knalpot

Pencampur bahan bakar dan udara mengandalkan Keihin PE28, dengan kombinasi spuyer pilot jet dan main jet 42/102. Namun menurut grafik hasil dyno, terdeteksi bahwa ukuran pilot jet masih terlalu besar, paling tidak harus turun satu tingkat. Sedang knalpot diganti tipe free flow agar pembuangan lancar, sehingga tenaga bisa keluar maksimal.

Pengapian

“CDI ganti pakai yang berapi lebih besar dan limiter lebih tinggi,” tutur warga Mangga Besar, Jakbar. Terbukti saat didyno bisa tembus di atas 10.000 rpm, standarnya 9.500 rpm saja sudah mbrebet. Kelemahannya, dengan CDI ini kipas radiator tak bisa bekerja.

Koil juga diganti yang mampu melipatgandakan tegangan lebih besar dari standarnya. Lalu diumpankan pada busi keluaran terbaru yang berteknologi twin iridium.

Kopling dan Transmisi

Kampas dan per kopling diganti lebih kuat, dengan tujuan agar tenaga tersalur sempurna ke roda. “Kampas dan per standar terlalu lembek, kalau tak diganti rawan selip,” papar pria berambut pendek ini.

Bagian transmisi juga diubah, karena bagian ini yang juga banyak dikeluhkan penggunanya. Caranya rasio gigi 4 diperingan agar selisih dengan gigi 3 tak terlalu jauh. Efeknya saat pindah gigi putaran mesin tak terlalu drop.