Showing posts with label Humanity. Show all posts
Showing posts with label Humanity. Show all posts
Aug 21, 2016
Aug 19, 2016
Kasus Tanjungbalai, JK: Jangan Setel Loudspeaker Terlalu Lama
Tempo.co - Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali mengingatkan pentingnya pengaturan pengeras suara (loudspeaker) di masjid. Dia meminta penyetelan rekaman pengajian lewat loudspeaker masjid tidak usah terlalu lama.
Aug 3, 2016
Eva Sundari: Orang Memprotes Speaker Masjid Bukan Kejahatan
Tempo.co - Eva Kusuma Sundari menilai, keberatan yang diajukan seorang penduduk di Tanjung Balai terhadap pengeras suara masjid bukan bentuk ujaran kebencian atau hate speech. "Protes tersebut wajar dan bukan bentuk kejahatan," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 31 Juli 2016.
Jun 9, 2016
Bupati Dedi Perbolehkan Warung Buka 24 Jam, Warga: Keren
Tempo.co - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengeluarkan kebijakan yang nyeleneh ihwal jam operasional rumah makan selama Ramadan. Sementara di daerah lain rumah-rumah makan dilarang buka pada siang hari, di Purwakarta justru dipersilakan beroperasi selama 24 jam.
Aug 7, 2015
JK Siapkan 100 Mobil untuk Tim Pemantau Speaker Masjid
Cnnindonesia - Juru Bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla Husain Abdulla menilai banyak pihak yang tidak tahu tujuan awal pembentukan tim pemantau speaker masjid.
Jul 30, 2015
Netizen Melawan ISIS dengan Anime Lucu
Cnnindonesia - Perlawanan terhadap propaganda ISIS merambah ke dunia ilustrasi kartun Jepang atau anime. Netizen dari seluruh dunia memperkenalkan ISIS-chan, tokoh lucu untuk menghadang gambar keberingasan dan pertempuran ISIS di mesin pencari Google.
Seperti dikutip CNN, cara ini digunakan untuk mengubah hasil pencarian kata "ISIS" di Google, dari gambar mengerikan menjadi citra imut ISIS-chan. Jadi, jika gambar ISIS-chan telah banyak dan populer di internet, pencarian ISIS di Google tidak lagi menampilkan pria-pria berpakaian hitam dengan AK-47 atau pemenggalan, tapi karakter kartun.
Kampanye ini dimulai dari seruan sebuah komunitas pecinta anime yang tidak ingin disebut namanya. Kelompok ini mengajak semua orang yang bisa menggambar di seluruh dunia untuk membuat ilustrasi ISIS-chan, seorang wanita cantik berusia 19 tahun yang mengenakan pakaian hitam-hitam ala algojo ISIS.
ISIS-chan yang bermata biru dan berambut hijau ini memang membawa pisau, tapi untuk memotong melon kesukaannya, bukan menggorok leher orang. "Google bomb", mereka menyebutnya.
"Internet adalah medan perang kami. Kami ingin mengubah arti dari kata 'ISIS'," ujar kelompok ini.
Semakin banyak dan populer gambar, maka akan muncul di halaman depan pencarian Google, itu yang diincar oleh para pembuatnya.
Seperti dikutip CNN, cara ini digunakan untuk mengubah hasil pencarian kata "ISIS" di Google, dari gambar mengerikan menjadi citra imut ISIS-chan. Jadi, jika gambar ISIS-chan telah banyak dan populer di internet, pencarian ISIS di Google tidak lagi menampilkan pria-pria berpakaian hitam dengan AK-47 atau pemenggalan, tapi karakter kartun.
Kampanye ini dimulai dari seruan sebuah komunitas pecinta anime yang tidak ingin disebut namanya. Kelompok ini mengajak semua orang yang bisa menggambar di seluruh dunia untuk membuat ilustrasi ISIS-chan, seorang wanita cantik berusia 19 tahun yang mengenakan pakaian hitam-hitam ala algojo ISIS.
ISIS-chan yang bermata biru dan berambut hijau ini memang membawa pisau, tapi untuk memotong melon kesukaannya, bukan menggorok leher orang. "Google bomb", mereka menyebutnya.
"Internet adalah medan perang kami. Kami ingin mengubah arti dari kata 'ISIS'," ujar kelompok ini.
Semakin banyak dan populer gambar, maka akan muncul di halaman depan pencarian Google, itu yang diincar oleh para pembuatnya.
Awalnya, ISIS-chan baru muncul di Google search di urutan 334 foto ISIS di Jepang. Namun beberapa pekan terakhir, ISIS-chan juga marak digambar di Eropa dan Amerika. Salah satu pembuatnya adalah seorang siswa SMA di AS.
"Saya tidak setuju dengan ISIS dan metodenya, dan saya suka anime, jadi saat saya mendengarnya, saya ingin berkontribusi," kata dia.
Saat ini lebih dari 3.000 gambar ISIS-chan yang dibuat oleh orang tidak dikenal muncul di internet, kebanyakan dari Asia. Kebanyakan yang diwawancara CNN menolak mengungkap identitas, karena khawatir balas dendam ISIS di negara mereka.
Seorang aktivis anti-ISIS yang dikenal dengan nama GenKnoxx di Twitter menjelaskan bahwa kampanye ini dimulai Januari lalu, saat ISIS membunuh dua sandera dari Jepang. Jepang saat itu tidak bisa membalas dengan militer, sehingga warganya terpaksa mengungkapkannya dengan gambar.
Salah satunya adalah hasil rekaan komputer dengan mengubah pisau algojo dengan pisang. "Mereka melakukannya untuk membuat ISIS -- yang mencoba tampil menakutkan -- agar kelihatan konyol. Itu tujuannya, mencabut taring ISIS," kata dia.
Namun ada aturan yang tegas bagi siapa pun yang ingin menggambar ISIS-chan, yaitu: Tidak menghina Islam -- atau menunjukkan simbol keagamaan, menghormati gambar sandera, tidak sadis dan bukan pornografi.
"Saya tidak setuju dengan ISIS dan metodenya, dan saya suka anime, jadi saat saya mendengarnya, saya ingin berkontribusi," kata dia.
Saat ini lebih dari 3.000 gambar ISIS-chan yang dibuat oleh orang tidak dikenal muncul di internet, kebanyakan dari Asia. Kebanyakan yang diwawancara CNN menolak mengungkap identitas, karena khawatir balas dendam ISIS di negara mereka.
Seorang aktivis anti-ISIS yang dikenal dengan nama GenKnoxx di Twitter menjelaskan bahwa kampanye ini dimulai Januari lalu, saat ISIS membunuh dua sandera dari Jepang. Jepang saat itu tidak bisa membalas dengan militer, sehingga warganya terpaksa mengungkapkannya dengan gambar.
Salah satunya adalah hasil rekaan komputer dengan mengubah pisau algojo dengan pisang. "Mereka melakukannya untuk membuat ISIS -- yang mencoba tampil menakutkan -- agar kelihatan konyol. Itu tujuannya, mencabut taring ISIS," kata dia.
Namun ada aturan yang tegas bagi siapa pun yang ingin menggambar ISIS-chan, yaitu: Tidak menghina Islam -- atau menunjukkan simbol keagamaan, menghormati gambar sandera, tidak sadis dan bukan pornografi.
Jul 16, 2015
Ahok Izinkan Rumah Ahmadiyah Ubah Peruntukan Jadi Tempat Ibadah
Kompas.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah menindaklanjuti permasalahan penyegelan tempat tinggal yang dijadikan tempat ibadah bagi jemaah Ahmadiyah.
Basuki memutuskan tempat tinggal yang berlokasi di Tebet, Jakarta Selatan, itu bisa berubah peruntukan menjadi tempat ibadah Ahmadiyah.
"Saya sudah disposisi ke Dinas Penataan Kota, kemarin disegel kan karena menyalahi tata ruang. Kami izinkan dia ubah peruntukan, jadi boleh rumah diubah peruntukan jadi tempat ibadah," kata Basuki, di Balai Kota, Rabu (15/7/2015).
Basuki mengaku belum bertemu dengan pihak Ahmadiyah. Namun, ia telah memberi mandat Wali Kota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor untuk segera mencabut penyegelan rumah ibadah tersebut.
Basuki mengatakan, seharusnya di Jakarta banyak tempat ibadah yang juga disegel karena berdiri tidak menggunakan izin mendirikan bangunan (IMB). Ia tidak mengkhawatirkan jika nantinya keputusannya ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat luas.
"Kami sebagai negara enggak mau ikut mencampuri urusan itu dan secara konstitusi enggak mencampuri itu. Prinsip kami, semua orang berhak menjalankan kepercayaannya masing-masing karena di dalam undang-undang sudah diatur. Negara ini tidak didirikan berdasarkan mayoritas dan minoritas karena negara ini dasarnya konstitusi," kata Basuki.
Dengan demikian, Basuki memastikan jemaah Ahmadiyah tetap dapat beribadah dengan tenang di tempat ibadahnya.
"Boleh dong (beribadah), asal dia (jemaah Ahmadiyah) enggak menyebarkan (aliran) saja. Menurut saya gitu lho. Kalau dia menyebarkan (aliran), urusannya sudah dengan agama. Kalau soal ibadah, mereka tetap punya hak," kata Basuki.
Sebelum rumah ibadah itu disegel, Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah mengeluarkan Surat Peringatan 1 yang menyatakan bahwa bangunan itu tak sesuai fungsi tentang rumah ibadah dan menyalahi tata ruang.
Menyusul SP1 itu, SP2 dikeluarkan Pemkot Jaksel pada 3 Juli, dan akhirnya bangunan itu disegel pada 8 Juli 2015.
Basuki memutuskan tempat tinggal yang berlokasi di Tebet, Jakarta Selatan, itu bisa berubah peruntukan menjadi tempat ibadah Ahmadiyah.
"Saya sudah disposisi ke Dinas Penataan Kota, kemarin disegel kan karena menyalahi tata ruang. Kami izinkan dia ubah peruntukan, jadi boleh rumah diubah peruntukan jadi tempat ibadah," kata Basuki, di Balai Kota, Rabu (15/7/2015).
Basuki mengaku belum bertemu dengan pihak Ahmadiyah. Namun, ia telah memberi mandat Wali Kota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor untuk segera mencabut penyegelan rumah ibadah tersebut.
Basuki mengatakan, seharusnya di Jakarta banyak tempat ibadah yang juga disegel karena berdiri tidak menggunakan izin mendirikan bangunan (IMB). Ia tidak mengkhawatirkan jika nantinya keputusannya ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat luas.
"Kami sebagai negara enggak mau ikut mencampuri urusan itu dan secara konstitusi enggak mencampuri itu. Prinsip kami, semua orang berhak menjalankan kepercayaannya masing-masing karena di dalam undang-undang sudah diatur. Negara ini tidak didirikan berdasarkan mayoritas dan minoritas karena negara ini dasarnya konstitusi," kata Basuki.
Dengan demikian, Basuki memastikan jemaah Ahmadiyah tetap dapat beribadah dengan tenang di tempat ibadahnya.
"Boleh dong (beribadah), asal dia (jemaah Ahmadiyah) enggak menyebarkan (aliran) saja. Menurut saya gitu lho. Kalau dia menyebarkan (aliran), urusannya sudah dengan agama. Kalau soal ibadah, mereka tetap punya hak," kata Basuki.
Sebelum rumah ibadah itu disegel, Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah mengeluarkan Surat Peringatan 1 yang menyatakan bahwa bangunan itu tak sesuai fungsi tentang rumah ibadah dan menyalahi tata ruang.
Menyusul SP1 itu, SP2 dikeluarkan Pemkot Jaksel pada 3 Juli, dan akhirnya bangunan itu disegel pada 8 Juli 2015.
Jun 14, 2015
JK Minta Pengajian Melalui Kaset Dihentikan karena Dianggap Mengganggu
Kompas.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar pengelola masjid di Indonesia berhenti memutar kaset pengajian. Menurut Kalla, kebiasaan ini tidak membuahkan pahala bagi pemutarnya, tetapi justru menganggu warga sekitar.
"Permasalahannya yang ngaji cuma kaset dan memang kalau orang ngaji dapat pahala, tetapi kalau kaset yang diputar, dapat pahala tidak? Ini menjadi polusi suara," kata Kalla saat menghadiri pembukaan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia di Pondok Pesantren Attauhidiyah, Tegal, Jawa Tengah, Senin (8/6/2015).
Kalla yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia itu menceritakan pengalamannya ketika pulang kampung ke Bone, Sulawesi Selatan. Ketika itu, Kalla merasa terganggu dengan suara pengajian yang disiarkan empat masjid di sekitar rumahnya.
Kaset pengajian mulai diputar pukul 04.00, padahal shalat subuh baru dimulai pukul 05.00. Karena suara pengajian yang diputar keras tersebut, Kalla pun terbangun.
"Apa urusan Anda mengaji pakai kaset? Tidak ada pahalanya itu. Kalau ada pahalanya, itu orang Jepang yang dapat pahalanya karena itu pasti pakai Sony (pemutar kaset), kan Sony itu yang dapat. Tidak ada pahalanya, kita jengah, dan dia berdosa mengganggu kita," tutur dia.
Di samping itu, Kalla menilai bahwa pengajian di masjid setiap subuh sedianya tidak terlalu lama. Ia menilai cukup lima menit pengelola masjid mengaji dalam kurun waktu kurang lebih 30 menit sebelum masuk waktu subuh. Kalla juga menyampaikan bahwa aturan mengenai pengajian di masjid ini sudah diatur Dewan Masjid Indonesia.
"Di Indonesia ini, setiap 500 meter pasti ada masjid. Kalau orang jalan kaki dari rumah ke masjid, tidak lebih 10 menit. Jadi, tak usah bangunkan orang satu jam sebelumnya. Mengaji tidak boleh lebih dari lima menit," ucap dia.
Atur pengeras suara masjid
Selain itu, pengeras suara masjid sedianya tidak saling melampaui antara masjid satu dengan masjid lainnya. Jika jarak satu masjid dengan masjid lainnya 500 meter, Kalla berharap pengeras suara masing-masing masjid disetel untuk melampaui jarak 250 meter.
"Tidak perlu dimaksimumkan, empat masjid seolah 'berkelahi'. Kita bikin aturan suara tidak boleh saling melampaui. Kalau masjid jaraknya 500 meter, hanya boleh dipasang untuk 250 meter," ujar dia. Ia pun berharap MUI turut mengatur masalah pengeras suara dan pemutaran kaset pengajian oleh masjid ini.
"Permasalahannya yang ngaji cuma kaset dan memang kalau orang ngaji dapat pahala, tetapi kalau kaset yang diputar, dapat pahala tidak? Ini menjadi polusi suara," kata Kalla saat menghadiri pembukaan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia di Pondok Pesantren Attauhidiyah, Tegal, Jawa Tengah, Senin (8/6/2015).
Kalla yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia itu menceritakan pengalamannya ketika pulang kampung ke Bone, Sulawesi Selatan. Ketika itu, Kalla merasa terganggu dengan suara pengajian yang disiarkan empat masjid di sekitar rumahnya.
Kaset pengajian mulai diputar pukul 04.00, padahal shalat subuh baru dimulai pukul 05.00. Karena suara pengajian yang diputar keras tersebut, Kalla pun terbangun.
"Apa urusan Anda mengaji pakai kaset? Tidak ada pahalanya itu. Kalau ada pahalanya, itu orang Jepang yang dapat pahalanya karena itu pasti pakai Sony (pemutar kaset), kan Sony itu yang dapat. Tidak ada pahalanya, kita jengah, dan dia berdosa mengganggu kita," tutur dia.
Di samping itu, Kalla menilai bahwa pengajian di masjid setiap subuh sedianya tidak terlalu lama. Ia menilai cukup lima menit pengelola masjid mengaji dalam kurun waktu kurang lebih 30 menit sebelum masuk waktu subuh. Kalla juga menyampaikan bahwa aturan mengenai pengajian di masjid ini sudah diatur Dewan Masjid Indonesia.
"Di Indonesia ini, setiap 500 meter pasti ada masjid. Kalau orang jalan kaki dari rumah ke masjid, tidak lebih 10 menit. Jadi, tak usah bangunkan orang satu jam sebelumnya. Mengaji tidak boleh lebih dari lima menit," ucap dia.
Atur pengeras suara masjid
Selain itu, pengeras suara masjid sedianya tidak saling melampaui antara masjid satu dengan masjid lainnya. Jika jarak satu masjid dengan masjid lainnya 500 meter, Kalla berharap pengeras suara masing-masing masjid disetel untuk melampaui jarak 250 meter.
"Tidak perlu dimaksimumkan, empat masjid seolah 'berkelahi'. Kita bikin aturan suara tidak boleh saling melampaui. Kalau masjid jaraknya 500 meter, hanya boleh dipasang untuk 250 meter," ujar dia. Ia pun berharap MUI turut mengatur masalah pengeras suara dan pemutaran kaset pengajian oleh masjid ini.
Aug 31, 2014
Aug 27, 2014
Aug 20, 2014
Jul 13, 2014
Kami tidak menyasar warga sipil
| Paul Hirschson |
Merdeka - Untuk kesekian kalinya Israel mempertontonkan kebiadaban mereka terhadap penduduk Palestina, terutama di Jalur Gaza. Perang baru meletup - yang ketiga - sejak mereka mundur dari wilayah seluas 360 kilometer persegi itu.
Tentu saja konflik bersenjata ini mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil. Tiga hari sejak operasi militer bersandi jaga Perbatasan dilangsungkan, Israel telah membunuh hampir seratus orang dan melukai lebih dari 700 lainnya.
Berulang kali pula, Israel membantah menyasar warga sipil. "Kami melakukan segala upaya untuk menghindari jatuhnya korban sipil," kata Paul Hirschson, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, saat dihubungi melalui telepon selulernya semalam.
Berikut penjelasan Hirschson kepada Faisal Assegaf dari merdeka.com.
Apakah adil Israel membalas serangan roket Hamas dengan gempuran berlebihan karena kekuatan militer kedua pihak tidak berimbang?
Sejak awal tahun hingga sebelum tiga hari ini, 400 roket telah ditembakkan oleh Hamas dan kelompok lainnya di Gaza ke arah permukiman di Israel, tanpa pandang bulu berusaha melukai dan membunuh penduduk sipil. Sejak 12 Juni, selama tiga pekan sejak penculikan dan pembunuhan tiga warga kami oleh Hamas, ada peningkatan pesat atas jumlah peluru kendali dan roket ditembakkan dari Gaza ke Israel.
Selama itu pula kami menyampaikan secara terbuka dan melalui sejumlah saluran tertutup agar serangan dihentikan. Hamas menolak pesan itu dan memilih untuk meningkatkan serangan. Ini membuat kami berada dalam posisi sulit.
Perlu ditekankan, rakyat Palestina bukan musuh kami. Kami cuma ingin menyelesaikan pertikaian kami dengan bangsa Palestina dan seluruh negara Arab. Hamas membuat persenjataan yang sama dibuat ISIS di Irak, Boko Haram di Nigeria, dan kelompok lainnya. Tidak diragukan lagi Hamas ingin menghancurkan Israel dan mereka merupakan ancaman nyata bagi rakyat Palestina.
Setelah Hamas menolak pesan kami sampaikan dan memilih untuk memperkeruh konflik, kami mulai mengaktifkan kekuatan militer. Operasi militer kami lancarkan ini tidaklah mudah dan bertujuan untuk menghentikan serangan roket, menghancurkan mesin perang mereka.
Kami tidak jumlah pasti infrastruktur perang mereka tapi kami sudah menyerang 60 terowongan, 30-40 tempat peluncuran roket bawah tanah, lebih dari seratus peluncuran roket bergerak, dua gudang senjata berukuran besar, dan 18 pabrik senjata. Operasi militer ini memang tidak mudah, namun kami ingin menghancurkan infrastruktur teror mereka.
Dalam tiga hari sejak Operasi Jaga Perbatasan digelar, hampir seratus orang tewas dan lebih dari 700 lainnya luka. Apakah Israel memang menyasar warga sipil?
Tentu saja tidak. Kami melakukan segala upaya untuk menghindari jatuhnya korban sipil. Jika Anda lihat rekam jejak perang kami dengan Gaza dua tahun lalu dan lima tahun lalu.
Perbandingan antara militan dan orang sipil terbunuh oleh Israel di Gaza sangat rendah dibanding konflik militer serupa di zaman modern ini. Di Fallujah, Irak, ada sepuluh warga sipil bersama satu kombatan terbunuh, di Kosovo ada lima warga sipil meninggal untuk tiap militan tewas.
Saya tidak tahu berapa jumlah pasti warga sipil tewas saat ini di Gaza karena masih terlalu dini untuk menghitung. Saya tahu ada korban sipil. Kami melakukan semua usaha bisa dilakoni suapa tidak jatuh korban dari warga sipil.
Kami menyebarkan selebaran menggunakan pesawat. Kami memberitahu lokasi bakal kami serang dan meminta penduduk segera meninggalkan rumah mereka. Namun Hamas menggunakan perisai manusia dengan menawan mereka di sasaran bakal kami serang.
Situasi ini sangat sulit. Rakyat Palestina bukan musuh kami. Kami ingin mencegah ada korban sipil. Itulah kenapa selama tiga pekan kami meminta mereka menghentikan serangan roket. Itulah kenapa kami ingin menghancurkan infrastruktur militer mereka lantaran itu hambatan besar untuk berdamai dan menyelesaikan konflik.
Sejauh ini lebih dari 300 rumah rusak akibat gempuran udara Israel. Apakah Israel menjadikan rumah sebagai target serangan?
Tidak. Saya tidak tahu berapa jumlah rumah rusak. Tiga hari terakhir kami sudah melancarkan serangan atas sekitar 750 target. Sebanyak 100-150 target kami adalah tempat peluncuran roket bergerak, lebih dari 40 tempat peluncuran roket bawah tanah, 18 pabrik senjata, dua gudang senjata.
Kami menyasar target sah karena itu infrastruktur teror milik Hamas, Jihad Islam, dan kelompok lainnya di Gaza. Kami akan melakukan segala upaya agar tidak ada korban sipil. Tapi sekali lagi saya ingin tekankan. Ini adalah konflik militer. Hamas menggunakan penduduk sipil sebagai perisai.
Ini tidak mudah, tapi kami tidak pernah berniat menyerang warga sipil atau rumah-rumah mereka.
Maksud Anda Hamas memakai infrastruktur sipil, seperti rumah, sekolah, dan masjid sebagai tempat melancarkan serangan ke Israel?
Mereka sudah lama melakukan hal itu. Mereka menyimpan senjata di masjid, menembakkan roket dari sekolah. Ini bukan cerita baru. Karena itulah mereka tidak hanya mengancam Israel tapi juga berbahaya untuk Palestina.
Memang benar hidup tidaklah mudah di Gaza. Tapi sebagai negara berdaulat, kami wajib melindungi keamanan warga kami.
Jika Israel peduli dengan kemanusiaan, apakah negara Anda bakal membuka perbatasan agar korban luka bisa dirawat di Israel?
Perbatasan terbuka dan berfungsi kemarin. Lebih dari 180 truk berisi makanan, bahan bakar, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya dikirim masuk ke Gaza. Hari ini (Kamis) lebih dari 200 juga mengirim pasokan ke Gaza. Kami tidak membatasi hal itu. Kami bertanggung jawab untuk mengirim pasokan obat-obatan ke Gaza sejak kemarin.
Saya tidak yakin seratus persen apakah pihak kami bakal melakukan tindakan serupa Mesir, memberikan layanan kesehatan bagi korban cedera.
Kapan perang ini bakal berakhir dan apa syarat buat gencatan senjata?
(Menarik napas) Kami sudah mengatakan untuk menciptakan ketenangan sebelum perang ini terjadi, tapi mereka menolak. Sekarang ini perhatian utama kami adalah menghancurkan infrastruktur militer mereka. Itu tidak mudah dan tidak bakal terwujud dalam semalam.
Apakah invasi bakal dilakukan dalam dua atau tiga hari ke depan?
Kemungkinan itu ada namun belum ada keputusan. Pemerintah telah menyuruh militer bersiap untuk melancarkan serangan darat tapi keputusan belum dibuat.
Tentu saja konflik bersenjata ini mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil. Tiga hari sejak operasi militer bersandi jaga Perbatasan dilangsungkan, Israel telah membunuh hampir seratus orang dan melukai lebih dari 700 lainnya.
Berulang kali pula, Israel membantah menyasar warga sipil. "Kami melakukan segala upaya untuk menghindari jatuhnya korban sipil," kata Paul Hirschson, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, saat dihubungi melalui telepon selulernya semalam.
Berikut penjelasan Hirschson kepada Faisal Assegaf dari merdeka.com.
Apakah adil Israel membalas serangan roket Hamas dengan gempuran berlebihan karena kekuatan militer kedua pihak tidak berimbang?
Sejak awal tahun hingga sebelum tiga hari ini, 400 roket telah ditembakkan oleh Hamas dan kelompok lainnya di Gaza ke arah permukiman di Israel, tanpa pandang bulu berusaha melukai dan membunuh penduduk sipil. Sejak 12 Juni, selama tiga pekan sejak penculikan dan pembunuhan tiga warga kami oleh Hamas, ada peningkatan pesat atas jumlah peluru kendali dan roket ditembakkan dari Gaza ke Israel.
Selama itu pula kami menyampaikan secara terbuka dan melalui sejumlah saluran tertutup agar serangan dihentikan. Hamas menolak pesan itu dan memilih untuk meningkatkan serangan. Ini membuat kami berada dalam posisi sulit.
Perlu ditekankan, rakyat Palestina bukan musuh kami. Kami cuma ingin menyelesaikan pertikaian kami dengan bangsa Palestina dan seluruh negara Arab. Hamas membuat persenjataan yang sama dibuat ISIS di Irak, Boko Haram di Nigeria, dan kelompok lainnya. Tidak diragukan lagi Hamas ingin menghancurkan Israel dan mereka merupakan ancaman nyata bagi rakyat Palestina.
Setelah Hamas menolak pesan kami sampaikan dan memilih untuk memperkeruh konflik, kami mulai mengaktifkan kekuatan militer. Operasi militer kami lancarkan ini tidaklah mudah dan bertujuan untuk menghentikan serangan roket, menghancurkan mesin perang mereka.
Kami tidak jumlah pasti infrastruktur perang mereka tapi kami sudah menyerang 60 terowongan, 30-40 tempat peluncuran roket bawah tanah, lebih dari seratus peluncuran roket bergerak, dua gudang senjata berukuran besar, dan 18 pabrik senjata. Operasi militer ini memang tidak mudah, namun kami ingin menghancurkan infrastruktur teror mereka.
Dalam tiga hari sejak Operasi Jaga Perbatasan digelar, hampir seratus orang tewas dan lebih dari 700 lainnya luka. Apakah Israel memang menyasar warga sipil?
Tentu saja tidak. Kami melakukan segala upaya untuk menghindari jatuhnya korban sipil. Jika Anda lihat rekam jejak perang kami dengan Gaza dua tahun lalu dan lima tahun lalu.
Perbandingan antara militan dan orang sipil terbunuh oleh Israel di Gaza sangat rendah dibanding konflik militer serupa di zaman modern ini. Di Fallujah, Irak, ada sepuluh warga sipil bersama satu kombatan terbunuh, di Kosovo ada lima warga sipil meninggal untuk tiap militan tewas.
Saya tidak tahu berapa jumlah pasti warga sipil tewas saat ini di Gaza karena masih terlalu dini untuk menghitung. Saya tahu ada korban sipil. Kami melakukan semua usaha bisa dilakoni suapa tidak jatuh korban dari warga sipil.
Kami menyebarkan selebaran menggunakan pesawat. Kami memberitahu lokasi bakal kami serang dan meminta penduduk segera meninggalkan rumah mereka. Namun Hamas menggunakan perisai manusia dengan menawan mereka di sasaran bakal kami serang.
Situasi ini sangat sulit. Rakyat Palestina bukan musuh kami. Kami ingin mencegah ada korban sipil. Itulah kenapa selama tiga pekan kami meminta mereka menghentikan serangan roket. Itulah kenapa kami ingin menghancurkan infrastruktur militer mereka lantaran itu hambatan besar untuk berdamai dan menyelesaikan konflik.
Sejauh ini lebih dari 300 rumah rusak akibat gempuran udara Israel. Apakah Israel menjadikan rumah sebagai target serangan?
Tidak. Saya tidak tahu berapa jumlah rumah rusak. Tiga hari terakhir kami sudah melancarkan serangan atas sekitar 750 target. Sebanyak 100-150 target kami adalah tempat peluncuran roket bergerak, lebih dari 40 tempat peluncuran roket bawah tanah, 18 pabrik senjata, dua gudang senjata.
Kami menyasar target sah karena itu infrastruktur teror milik Hamas, Jihad Islam, dan kelompok lainnya di Gaza. Kami akan melakukan segala upaya agar tidak ada korban sipil. Tapi sekali lagi saya ingin tekankan. Ini adalah konflik militer. Hamas menggunakan penduduk sipil sebagai perisai.
Ini tidak mudah, tapi kami tidak pernah berniat menyerang warga sipil atau rumah-rumah mereka.
Maksud Anda Hamas memakai infrastruktur sipil, seperti rumah, sekolah, dan masjid sebagai tempat melancarkan serangan ke Israel?
Mereka sudah lama melakukan hal itu. Mereka menyimpan senjata di masjid, menembakkan roket dari sekolah. Ini bukan cerita baru. Karena itulah mereka tidak hanya mengancam Israel tapi juga berbahaya untuk Palestina.
Memang benar hidup tidaklah mudah di Gaza. Tapi sebagai negara berdaulat, kami wajib melindungi keamanan warga kami.
Jika Israel peduli dengan kemanusiaan, apakah negara Anda bakal membuka perbatasan agar korban luka bisa dirawat di Israel?
Perbatasan terbuka dan berfungsi kemarin. Lebih dari 180 truk berisi makanan, bahan bakar, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya dikirim masuk ke Gaza. Hari ini (Kamis) lebih dari 200 juga mengirim pasokan ke Gaza. Kami tidak membatasi hal itu. Kami bertanggung jawab untuk mengirim pasokan obat-obatan ke Gaza sejak kemarin.
Saya tidak yakin seratus persen apakah pihak kami bakal melakukan tindakan serupa Mesir, memberikan layanan kesehatan bagi korban cedera.
Kapan perang ini bakal berakhir dan apa syarat buat gencatan senjata?
(Menarik napas) Kami sudah mengatakan untuk menciptakan ketenangan sebelum perang ini terjadi, tapi mereka menolak. Sekarang ini perhatian utama kami adalah menghancurkan infrastruktur militer mereka. Itu tidak mudah dan tidak bakal terwujud dalam semalam.
Apakah invasi bakal dilakukan dalam dua atau tiga hari ke depan?
Kemungkinan itu ada namun belum ada keputusan. Pemerintah telah menyuruh militer bersiap untuk melancarkan serangan darat tapi keputusan belum dibuat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
