Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Jun 25, 2017

Kemdikbud akan tiadakan pelajaran agama di kelas

Antaranews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyatakan akan meniadakan pelajaran agama di kelas dan menggantinya dengan pendidikan agama di luar kelas, termasuk di tempat-tempat ibadah.

Mar 12, 2014

10 Sopan Santun yang Harus Diajarkan kepada Anak

Kompas.com - Tentu setiap orangtua ingin memiliki anak yang sopan dan tahu tata krama. Tugas Andalah sebagai orangtua untuk memberi contoh dan mengajarkan mereka tentang hal ini.

Sopan santun hendaknya diajarkan sejak si anak masih kecil karena mereka lebih mudah dibentuk dan lebih suka mencontoh perilaku orang di sekitar mereka, terutama orangtua. Mulailah mengajarkan dari hal sederhana sesuai dengan tingkat pemahaman anak. Jangan lupa menjelaskan kepada anak alasan mengapa ia harus berlaku sopan dan menghargai orang lain sehingga mereka lebih termotivasi.

1. Menghormati orangtua dan orang yang lebih tua
Menghormati orangtua dan orang yang lebih tua adalah salah satu norma kesopanan penting yang berlaku di masyarakat. Ajarkan anak-anak untuk selalu berlaku dan berbicara sopan kepada orang lain, terutama yang lebih tua. Misalnya, memberikan tempat duduk di kendaraan umum kepada ibu hamil atau orang lanjut usia.

2. Minta maaf
Banyak orang beranggapan bahwa meminta maaf berarti menunjukkan kelemahan. Namun, sebaliknya, minta maaf sebenarnya menunjukkan kekuatan dan kelapangan hati seseorang. Ajarkan anak-anak Anda untuk selalu minta maaf ketika ia melakukan kesalahan.

3. Table manner
Jangan anggap sepele masalah table manner. Anak-anak yang paham masalah table manner di rumah biasanya akan menjadi lebih sopan ketika mereka makan di luar rumah. Anda tak mau kan kalau saat diajak makan di restoran, anak berlarian dan memainkan alat makannya? Cara mengajarkan yang terbaik adalah memberi contoh. Jangan berharap si kecil tertib di meja makan jika orangtua selalu makan di depan televisi, misalnya.

4. Ajarkan untuk tak menjawab ulang
Terkadang saat marah Anda mungkin saja mengucapkan kata-kata yang tak seharusnya diucapkan kepada anak. Tak jarang anak juga menjawab balik kata-kata tersebut. Namun, sangat penting untuk mengajarkan anak bahwa hal ini tidaklah baik karena menunjukkan ketidakhormatan kepada orangtuanya.

5. Mengucapkan kata "tolong" dan "terima kasih"
Ada banyak anak yang tidak tahu bagaimana caranya meminta tolong dan juga berterima kasih. Ini sebenarnya adalah masalah kebiasaan, maka biasakan anak-anak untuk mengucapkan kata-kata ini setiap hari. Berilah contoh kepada mereka dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang sudah membantu, termasuk kepada tukang sayur langganan atau asisten rumah tangga.

6. Menghormati sesama
Ajarkan anak untuk selalu bisa memahami dan juga menghormati sesamanya. Dengan demikian anak akan tahu bahwa ia dan teman-temannya punya hak yang sama. Norma kesopanan ini akan membantu mencegah terjadinya bullying pada anak-anak.

7. Kesamaan derajat antarsesama
Ajarkan mereka untuk tidak mendiskriminasikan orang berdasarkan kekayaan, warna kulit, pekerjaan, ras, jender, atau agama. Ajarkan mereka bahwa setiap orang berhak diperlakukan sama derajatnya tanpa kecuali.

8. Perlakukan orang lain seperti memperlakukan diri sendiri
Tak ada orang yang mau memperlakukan dirinya sendiri dengan buruk. Anak harus tahu kalau mereka seharusnya memperlakukan orang lain seperti mereka memperlakukan diri mereka sendiri. Hal ini akan membantu meningkatkan kemampuan sosialisasi si anak di lingkungannya.

9. Tak pelit pujian
Orangtua memuji ketika anaknya melakukan hal-hal terpuji dan hebat. Hal ini akan membantu anak untuk menyadari perlunya menghargai upaya seseorang. Namun, ajarkan juga untuk tidak bersikap palsu saat sedang memuji seseorang.

10. Membantu yang lemah
Di sekitar kita masih banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan. Misalnya, kakek atau nenek yang ingin menyeberang jalan, anak yatim piatu, dan lain-lainnya. Pastikan mengajarkan anak untuk selalu membantu yang lemah dan membutuhkan bantuan.

Aug 7, 2012

Agar Tak Gagal di Tes Berikutnya

Kompas.com - Pernah mengalami kegagalan dalam tes sebelumnya? Tentu Anda tak ingin gagal di kesempatan-kesempatan selanjutnya.

Berlatih adalah persiapan mendasar yang Anda perlu lakukan sesuai dengan topik tes Anda. Pasalnya, hasil tes akan menunjukkan seberapa besar kemampuan Anda dalam memahami atau melakukan tugas tertentu. Yang penting, Anda sudah mengusahakan yang terbaik.

1. Cobalah meninjau ulang cara Anda mengerjakan tes serupa sebelumnya. Setiap tes membutuhkan persiapan. Tahapan ini setidaknya bisa memperkecil kemungkinan mengulang kesalahan yang sama di masa lalu sehingga Anda bisa memperbaikinya di tes berikutnya.

2. Datanglah lebih awal dari jadwal tes yang sudah ditentukan. Daftarkan terlebih dahulu hal-hal yang Anda butuhkan untuk menghindari panik yang bisa menimbulkan kecerobohan dalam mengerjakan tes. Persiapan yang baik menunjukkan kesiapan Anda akan tugas yang akan diberikan.

3. Jadilah nyaman tetapi tetap waspada.
Pilih lokasi yang nyaman dengan ruang gerak yang cukup seperti yang Anda butuhkan. Jangan membungkuk dan upayakan untuk mempertahankan postur yang baik selama Anda menyelesaikan tes tersebut.

4. Tetap santai dan percaya diri.
Jaga sikap dan ingatkan diri bahwa Anda akan melakukan yang terbaik. Jika Anda panik, tariklah nafas dalam-dalam, dan jangan berbicara dengan peserta tes lain, sebab stres itu bisa menular.

5. Baca petunjuk dengan hati-hati. Ini akan meningkatkan ketelitian dan menghindarkan Anda dari kesalahan.

6. Jika ada waktu, temukan gambaran umum dari tes Anda. Cari beberapa kata kunci dan jika diizinkan, tuliskan catatan yang muncul dalam pikiran Anda.

7. Jawab pertanyaan dengan strategi. Menjawab pertanyaan yang lebih mudah bisa membangun kepercayaan diri Anda. Pada tes objektif, coba lewatkan jawaban yang sudah jelas salah, sedang pada tes esai uraikan jawaban Anda dengan poin-poin secara luas. Sekali lagi, kerjakan terlebih dahulu soal yang termudah.

8. Tahan diri Anda untuk pergi jika Anda dapat menyelesaikan tes sebelum waktu berakhir. Pasalnya, waktu yang tersisa dapat Anda gunakan untuk memeriksa ulang semua jawaban.

9. Segera benarkan jawaban yang keliru atau salah membaca pertanyaannya. Anda juga dapat menemukan informasi dalam tes yang akan mengoreksi jawaban sebelumnya.

10. Memutuskan dan menerapkan strategi belajar yang paling cocok untuk Anda.
Carilah soal yang berhasil Anda jawab, dan soal yang kira-kira menantang Anda. Dengan demikian, dalam persiapan tes selanjutnya, Anda dapat mempersiapkan diri dengan menggali jenis pertanyaan yang sama dengan lebih dalam. Kantor bimbingan akademik atau guru yang Anda percaya bisa memberikan nasihat yang memadai.

Apr 17, 2012

Siswi SD Jadi 'Guru'

Liputan6.com - Karena kekurangan tenaga guru, siswi kelas enam sekolah dasar negeri (SDN) Batu Kerbuy 2 Pasean, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, juga berperan sebagai guru, Ahad (15/4). Layaknya seorang pengajar, Masriyah membimbing adik-adik kelasnya di kelas 1 dan 2 belajar di kelas.

Situasi itu terjadi, karena sekolah tersebut hanya memiliki tiga guru. Selain mengajar, Masriyah juga harus memeriksa hasil pekerjaan adik-adik kelasnya. “Ya terganggu juga, apalagi saya kan hendak menghadapi ujian nasional,” keluhnya.

Krisis guru tidak hanya terjadi di sekolah itu, tapi terjadi juga di sejumlah sekolah lain di wilayah Pamekasan. ”Kurangnya tenaga guru di wilayah utara Pamekasan, karena banyak guru yang mengadu nasib ke kota. Akibatnya, daerah pelosok kekurangan tenaga pengajar,” kata Kepala SDN Batu Kerbuy 2 Pamekasan Martoadi. Video

Jan 28, 2011

Agar Anak Tahu Cara Berkata 'Tidak'

Vivanews.com - Anak, terutama di usia remaja seringkali mengalami kesulitan mengatakan "tidak" di lingkungannya. Mereka cenderung tidak bisa menolak berbagai hal yang sebenarnya bertentangan dengan kata hati.


Misalnya, ketika teman-teman mengajaknya pesta narkoba, mereka tidak kuasa menolak untuk bergabung, hanya karena belum belajar untuk mengatakan "tidak".

Cakrawala berpikir kebanyakan anak yang baru menginjak remaja adalah  bersedia melakukan apa saja asalkan diterima oleh lingkungannya. Mereka cenderung mencoba melakukan sesuatu yang dianggap terbaik demi menyenangkan orang lain.

Pengetahuan tentang berkata "tidak" ini penting, khususnya untuk gadis-gadis remaja, terutama saat mulai pubertas. Tujuannya agar mereka belajar bagaimana menyatakan diri dan belajar untuk mengatakan "tidak" ketika perlu.

Sebagai orang tua, Anda punya tugas penting untuk membantu memberi mereka pengetahuan. Untuk memudahkan Anda membimbing putra-putri di rumah secara bertahap, berikut ini dapat Anda jadikan panduan, dikutip dari Datingtips.

- Mengembangkan keterampilan bersikap tegas

Cara terbaik mengajarkan remaja berkata "tidak" adalah dengan mengembangkan keterampilan bersikap tegas. Anak perlu diingatkan bahwa tidak ada kewajiban untuk selalu menyenangkan orang lain hanya karena supaya dapat diterima dalam kelompok.

Ajarkan mereka mengembangkan sikap lebih tegas. Ini bisa membantu mereka belajar bagaimana menolak hal-hal seperti mencoba-coba narkoba, seks bebas, dan lain-lain.

- Berani mengatakan ‘tidak’

Ada banyak pendekatan yang sebenarnya bisa lakukan remaja untuk berani mengatakan "tidak". Salah satu cara terbaik adalah dengan langsung mengatakannya saat mengetahui ada sesuatu yang bertentangan dengan kata hati, dalam situasi apapun.

Memang ada beberapa kasus yang mungkin sulit bagi remaja untuk melakukannya, misalnya karena tekanan orang lain. Tapi, ajarkan padanya untuk tetap berani mengatakan "tidak".

- Belajar mengubah topik

Ketika seorang remaja berada dalam situasi sulit memilih atau di bawah tekanan orang lain untuk melakukan sesuatu bertentangan kata hati, agar dapat keluar dari keadaan ini, bisa dilakukan dengan mengubah topik diskusi.

Hal itu sangat penting bagi para remaja. Mereka harus belajar bagaimana mengubah subyek pembicaraan ketika berada dalam tekanan kelompoknya.

Salah satu cara lainnya adalah dengan berimprovisasi, misalnya memilih meninggalkan pembicaraan. Remaja harus belajar untuk memiliki sarana untuk keluar dari situasi sebelum bertambah buruk.

Jan 10, 2011

Inikah yang Ditanyakan Anak soal Seks?

Kompas.com - Edukasi seks oleh orangtua kepada anak perlu dilakukan bertahap, sekaligus memahami bahwa kebutuhan informasi anak, terutama anak remaja, semakin bertambah setiap hari. Anda tak sekadar membicarakan organ reproduksi perempuan dan laki-laki. Bahkan Anda harus siap menjawab pertanyaan anak seputar hubungan seks.


Kapan sih kita boleh berhubungan seks?
Jangan kaget jika anak remaja Anda sudah menanyakan ini. Pertanyaan ini muncul karena berbagai faktor, di antaranya rasa ingin tahu yang tinggi atau anak merasa kesepian. Jangan lantas gagap menjawab pertanyaan ini. Anda hanya perlu mengingatkan kepada anak remaja bahwa mereka harus menunggu waktu yang tepat. Katakan bahwa seks adalah perilaku yang dilakukan orang dewasa. Berikan penjelasan bahwa sementara waktu, bentuk intimasi dalam hubungan remaja adalah berbincang-bincang, jalan-jalan, atau menjalani hobi bersama. Batasi hingga pegangan tangan, misalnya, jika Anda menganggapnya masih tak keluar dari norma.

Bagaimana jika pacar saya menginginkan berhubungan seks, tetapi saya menolaknya?
Sebagai orangtua, Anda beruntung jika anak terbuka menyampaikan isi pikirannya. Pasalnya, hanya dengan membangun komunikasi, berbagai penjelasan seputar seks bisa Anda sampaikan dengan gamblang. Dengan begitu, anak terhindar dari berbagai perilaku seksual. Nah, jika anak Anda bertanya soal permintaan pacarnya untuk berhubungan seks, jelaskan bahwa siapa pun tidak bisa memaksanya melakukan hubungan seks. Segala bentuk pemaksaan atas hubungan seks adalah pemerkosaan, baik yang dilakukan oleh pasangan maupun orang tak dikenal. Ajari anak Anda bagaimana mengatakan secara tegas. Tekankan juga bahwa beberapa faktor lain bisa mengarah pada pemerkosaan, seperti alkohol atau narkoba. Barang terlarang ini bisa memperdaya siapa pun agar lengah dan dipaksa berhubungan seks.

Anak Anda berpikir dirinya homoseksual?
Banyak anak remaja yang masih mencari identitas dirinya, termasuk dengan berpikir bahwa dirinya homoseksual atau biseksual. Jika anak Anda mengatakan hal ini kepada Anda, tugas orangtua adalah memberikan pemahaman. Bantu anak remaja Anda untuk memahami bahwa ia sedang memasuki masa mengeksplorasi sisi seksualitas dalam dirinya. Perasaan bahwa dia homoseksual akan berubah seiring dengan waktu. Berikan keyakinan kepadanya, bagaimanapun Anda adalah orangtua yang menyayangi dan mencintai mereka tanpa syarat. Hargailah si ABG yang sudah bersedia membuka dirinya hingga mau berbicara dengan Anda mengenai seks seterbuka ini.

Jun 25, 2009

Wah, Bacaan Anak Pengaruhi Karakternya 25 Tahun Mendatang!

Cerita atau bacaan yang dibaca oleh anak kita saat ini akan memengaruhi karakternya 25 tahun kemudian, apakah si anak itu cerdik, jujur, licik, serta berbagai karakter lain yang baik atau buruk dalam dirinya.

Untuk itulah, orang tua perlu pandai-pandai dan bijaksana memilihkan bacaan untuk anaknya. Demikian teori David McClelland tersebut dilontarkan oleh Renny Yaniar, Pemimpin Redaksi Majalah Anak Mombi, dalam diskusi 'Cerita Rakyat Memperkaya Dunia Dongeng Anak', Sabtu (21/6), di Jakarta.

Renny menambahkan, untuk teorinya itu McClelland mengambil sampel Inggris dan Spanyol, dua negara raksasa di awal abad ke-16. Dalam perkembangan selanjutnya, ujar Renny, Inggris terus menjadi negara maju, sebaliknya Spanyol malah mengalami kemunduran.

"Mengapa bisa begitu ternyata McClelland, psikolog asal Universitas Harvard, itu mendasari penyebabnya bahwa persoalan karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsanya adalah berlatar dari apa yang mereka baca," ujar Renny.

Menurut McClelland, lanjut Renny, cerita dan dongeng-dongeng yang berkembang di Inggris pada masa-masa itu mengandung nilai-nilai optimisme yang tinggi (need for achievement), keberanian untuk mengubah nasib, serta sikap tidak gampang menyerah.

"Dongeng-dongeng itu ternyata telah menjadi virus yang mampu membuat anak-anak sebagai penikmatnya dipengaruhi sindroma ingin terus maju dan terus berprestasi tanpa kenal menyerah," ujar Renny. "Sebaliknya, umumnya dongeng di Spanyol kebanyakan mengandung nilai-nilai komedi berunsur kecerdikan yang licik dan penuh tipu daya, seperti kisah si Kancil," tambahnya.

Untuk itulah, Renny mengisyarakatkan perlunya orang tua zaman sekarang memilih bacaan yang baik untuk putra-putrinya, khususnya yang masih berusia dini. Cerita Rakyat, lanjut Renny, merupakan satu dari sekian banyak bacaan yang perlu menjadi pilihan bagi orang tua.

"Cerita rakyat itu imajinatif sehingga sangat baik untuk mengembangkan daya berpikir si anak, apalagi di dalamnya penuh mengandung pesan yang baik soal kejujuran, pantang menyerah, hormat kepada orang dan lain-lain yang selalu bersifat positif," ujar Renny.

Dec 10, 2008

Demi Cita-Cita, Mariance Rela Sekolah Tanpa Kursi


Kemiskinan ternyata tak menyurutkan seseorang dalam menggapai cita-cita. Setidaknya semangat itu tergambar dari sosok Mariance Djara Jungu. Bocah berusia tujuh tahun tersebut adalah siswa kelas satu di Sekolah Dasar Oepunu, Kupang Tengah, Nusa Tenggara Timur. Setiap hari, Mariance harus menempuh tujuh kilometer menuju ke sekolahnya.

Rumah orangtua Mariance terletak di Dusun Dendeng, Desa Noelbaki, Kupang Tengah. SCTV, baru-baru ini, menyambangi rumah itu dengan menempuh waktu 1,5 jam menggunakan mobil dan dilanjutkan berjalan kaki. Rumah itu berupa gubuk dengan dinding kayu dan atap daun lontar. Sementara sekat kamar menggunakan terpal. Di rumah itulah Mariance dilahirkan.

Setiap pagi, Mariance bangun pukul 05.00 WITA dilanjutkan dengan mencuci piring sebelum bersiap pergi ke sekolah. Mariance mengenakan seragam dengan alas sandal jepit. Dia lalu menempuh 1,5 jam ke sekolah dengan berjalan kaki. Perkiraan Mariance cukup matang karena sekolah baru dimulai pukul 07.00 WITA. Jika Mariance kesiangan bangun karena lelah, dia akan menyelingi perjalanannya dengan berlari kecil.

Meski mengaku lelah, bocah itu kembali ceria setiba di sekolah. Sekolah Mariance merupakan gedung Balai pertemuan desa tanpa fasilitas kursi. Sepanjang tiga jam pelajaran berlangsung, Mariance harus mengikutinya dengan berdiri. Tak jarang bocah ini merasakan lelah yang luar biasa.

Mariance pulang pukul 10.00 Wita. Sesampai di rumah, ia mengulang pelajaran di sekolah. Mariance memanfaatkan tempat duduk di rumahnya sebagai meja dan tetap harus berdiri karena tak memiliki kursi. Namun, segala kekurangan itu tetap dijalani Mariance dengan ketekunan. Ia terlanjur mendulang cita-cita mulia menjadi seorang Guru.

Usai belajar, Mariance lalu membantu neneknya membersihkan rumput dan menyiangi tanaman cabe. Rutinitas itu merupakan sumber kehidupan mereka. Hal itu diceritakan ibu Mariance, Linda Djara. Sang ibu juga mengatakan seolah tak ada waktu senggang bagi sang buah hati. Apalagi, Mariance juga harus memberi makan sejumlah ayam di halaman rumahnya.

Wilhemina, salah satu guru di sekolah Mariance, mengatakan, muridnya tersebut kerap terlambat tiba di sekolah. Meski begitu, prestasi Mariance tidak perlu diragukan. Mariance dan sembilan temannya terpilih mengikuti tes sampling di tingkat Kabupaten Kupang.

Kini, pihak sekolah hanya bisa berharap pemerintah setempat mau menyediakan fasilitas pendidikan bagi mereka. Hal itu demi mewujudkan cita-cita 40 siswa sekolah tersebut. Tak hanya itu, pihak sekolah juga berharap ada donatur yang mengulurkan tangan mereka untuk membangun gedung sekolah di atas lahan yang telah disiapkan. Video