Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Showing posts with label Edukasi. Show all posts

Mar 16, 2010

Kelalaian Kecil Awal dari Kerusakan Transmisi Matik

Tren penggunaan transmisi matik pada mobil di Indonesia meningkat. Pengoperasiannya pun lebih mudah ketimbang yang manual, tanpa harus menginjak pedal kopling. Kendati begitu, bukan berarti manusia tidak bisa melakukan kesalahan. Dan, perilaku salah dapat membuat usia pakai menjadi lebih singkat.

Dijelaskan oleh Ricardo Matik, spesialis transmisi matik yang berdomisili di Tangerang, bahwa kerusakan transmisi akibat kesalahan pengoperasian hanya 10 persen, terbesar 85 persen justru akibat kelalaian mengganti oli, sedangkan 5 persen akibat umur pemakaian.

Ada kelalaian-kelalaian kecil, walau tidak fatal, menjadi awal kerusakan transmisi. Seperti apa kelalaian tersebut?

  1. Tidak memindahkan tuas ke N. Saat berhenti lama di tengah kemacetan atau saat lampu merah, terkadang pengemudi terus memanteng tongkat transmisi pada posisi D. Kondisi ini membuat transmisi bekerja ekstra lantaran harus bekerja saat suplai udara segar terbatas. Jika berhentinya lebih 60 detik, segera pindahkan transmisi ke N agar pelumas tidak meningkat drastis.
  2. Tancap gas masuk ke D. Saat mengantre di lampu rambu, begitu tanda hijau menyala, kerap pengemudi langsung memindahkan tongkat ke D dan langsung menginjak pedal gas. Padahal, transmisi perlu waktu untuk melakukan proses engage dengan memindahkan tekanan fluida ke arah torque converter. Jika kebiasaan ini sering dilakukan maka katup selenoid di dalam rumah transmisi mudah rusak.
  3. Sering melakukan engine brake. Untuk memperoleh efek engine brake, boleh digunakan pada gigi rendah. Namun, perpindahan dilakukan pada saat putaran mesin di 3.000 rpm. Sebab, bila di atas itu, bisa terjadi hard friction dan akan mengurangi umur pakai kopling gesek di dalam trasmisi.
  4. Pindah posisi dari D ke R. Memindahkan tuas persneling dari D ke R (hendak parkir) perlu kecepatan tangan. Namun, bila dilakukan dengan kasar, maka transmisi konvensional dapat berakibat kerusakan pada planetary gear dan one way clutch. Sementara komponen di luar transmisi yang terpengaruh seperti cross joint pada as kopel, engine mounting dan as roda (penggerak roda depan).
  5. Menahan transmisi di gigi 1. Kebutuhan engine brake di jalanan menurun curam atau performa akselerasi di jalanan tanjakan, tentu butuh gigi 1. Tapi, sebaiknya kondisi ini dilakukan seperlunya saja dan dihindari ketika menghadapi kondisi jalan normal (rata). Sebab, beban kopling semakin berat. Apalagi bila dilanjutkan ke gigi tinggi pada transmisi otomatis konvensional yang masih menggunakan katup. Bisa membuat performa komponen per di balik akuator piston bisa bermasalah akibat tekanan berlebihan.

Mar 13, 2010

Biaya Servis Berkala Xeniavanza 1.300 Manual Vs Matik Selama 3 Tahun (100.000 km)


Peminat si kembar Toyota Avanza G dan Daihatsu Xenia Xi bermesin 1.300 cc ini memang punya porsi besar, terutama di level menengah, khususnya bagi kalangan entry buyer yang umumnya baru beralih dari mobil bekas ke mobil baru.

Tak mengherankan jika PT Toyota Astra Motor, ATPM Toyota, dan PT Astra Daihatsu Motor, ATPM Daihatsu, menjelang penutupan tahun 2009 lalu merilis varian transmisi matiknya (Avanza G 1.3 A/T dan Xenia Xi 1.3 A/T).

Terlebih mengakomodir peminat Xeniavanza perkotaan dan kaum wanita. Soal kenikmatan berkendara, versi matik jelas lebih bisa diandalkan. Tetapi apakah biaya perawatannya sebanding dengan kenyamanan yang didapat dari versi manual?

Nah, untuk membuktikannya, OTOMOTIF mencoba membandingkan biaya perawatan berkala di bengkel resmi Xeniavanza 1.300 cc versi manual dan otomatis selama 3 tahun atau 100.000 km. Mana yang lebih efisien?

AVANZA

Perawatan berkala Avanza G bisa dibilang enggak terlampau berbeda, antara versi manual dengan otomatis. Semisal di kilometer 10, 30 dan 50 ribu, total biaya untuk jasa servis, parts dan bahan sebesar Rp 320.200.

Namun perlu persiapan dana lebih saat perawatan berkala pada 80 ribu km. Untuk Avanza M/T, total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 2.089.750. Sedangkan versi matiknya butuh budget Rp 3.083.150. Total dana ini sudah mencakup ongkos, suku cadang serta bahan-bahan yang perlu diganti.

Periode servis 80 ribu km memang butuh dana sangat besar, lantaran banyak komponen serta bahan yang mesti diganti baru. Untuk Avanza manual misalnya, perlu mengganti saringan oli, 4 buah busi, saringan udara, filter bensin, oli mesin, oli transmisi, minyak rem, gasket, berikut proses balancing ban.

Sementara Avanza A/T juga mesti melakukan penggantian seperti filter oli, 4 buah busi, saringan udara dan bensin, oli mesin, oli transmisi, minyak rem, gasket, dan balancing ban.

Selisih biaya servis berkala pada kilometer 80 ribu, antara versi manual dan matik, memang terpaut cukup jauh, sekitar Rp 993.400. Sebab terjadi perbedaan jumlah yang signifikan pada sparepart yang mesti diganti. (Lihat tabel).

XENIA

Di Xenia 1.300 punya kesamaan biaya servis berkala pada 30, 50, 70, dan 90 ribu km sebesar Rp 612.500, baik versi manual maupun otomatisnya.

Saat masuk perawatan berkala pertama sesuai buku petunjuk servis, Xenia memang perlu dana perawatan lebih tinggi ketimbang Avanza.

Lantaran pada jaringan Auto2000 menerapkan free jasa mulai 10 ribu-50 ribu km. "Berlaku untuk Avanza manual maupun matik mulai tahun produksi 2009," kata Joko Purwanto, service head Auto2000 cabang Bintaro, Tangerang.

Sedangkan untuk seluruh varian Xenia, baik manual dan otomatis lansiran 2009, sudah dikenai ongkos jasa sejak perawatan berkala 10-50 ribu km.

Pada 10 ribu km, ongkos jasanya saja sebesar Rp 199.680 (M/T & A/T), 20 ribu km sebesar Rp 390 ribu (M/T & A/T), 30 ribu km sebesar Rp 350 ribu, 40 ribu km sebesar Rp 476.200, dan 50 ribu km dikenai tarif jasa Rp 350 ribu.

Nah, Anda juga mesti menyiapkan dana lebih saat masuk servis berkala di 80 ribu km. Pasalnya kocek yang harus dirogoh, untuk Xenia manual sebesar Rp 1.863.700, sedang buat versi otomatisnya sebanyak Rp 2.144.500.

Dari data biaya servis berkala tersebut, Avanza maupun Xenia bertransmisi otomatis memang butuh dana perawatan berkala lebih besar ketimbang versi manualnya.



Feb 14, 2010

Spesifikasi Oli Skutik

Bagi pemilik skutik, pasti tau yang namanya oli. Cairan pelapis komponen ini berfungsi vital buat kelanggengan kinerja jeroan mesin. Apalagi, pada periode tertentu motormania wajib menggantinya (tiap 2.500-3.000 km).

Tapi, meski rajin beli pelumas, enggak semua bikers tau secara detail spesifikasinya. “Soal edukasi produk, masyarakat Indonesia memang masih lemah. Terutama soal istilah-istilah,” bilang Derrick Surya, brand manager PT Topindo Atlas Asia, produsen oli TOP 1 di Indonesia. Nah, biar lebih paham, simak paparan berikut ini.


SAE 10W-30

Tiga huruf di depan angka yang tertera di kemasan merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers (SAE) yang berkedudukan di Amerika Serikat. SAE inilah yang menetapkan satuan tingkat viscositas atau bahasa awamnya kekentalan oli.

Awalnya indeks SAE hanya single-grade (SAE40). Namun seiring perkembangan teknologi dan penggunaan mesin kendaraan, maka lahir oli dengan spesifikasi multi-grade (10W-30). Hal itu agar oli tetap bisa bekerja maksimum dalam temperatur tinggi atau rendah.

Oli skutik beda dengan oli mesin motor bertransmisi manual. “Dengan putaran mesin lebih tinggi, maka skutik butuh oli berspesifikasi lebih encer seperti SAE 10W-30,” ujar Widjang Djendrawan, Chief Planner PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Ditambahkan Herry Junaidi Deputy GM Parts Division PT Astra Honda Motor (AHM), bahwa konstruksi mesin dan transmisi yang berbeda dari motor sport atau bebek, sehingga skutik butuh oli khusus buat memaksimalkan kinerja, daya tahan mesin dan transmisi. “Selain itu juga untuk meminimalkan noise, vibration dan heat yang timbul. Makanya AHM mengeluarkan AHM Oil MPX-2 khusus untuk BeAT dan Vario,” lanjutnya.

JASO

Merupakan kependekan dari Japanese Automobile Standards Organization. Sesuai namanya, JASO merupakan satuan klasifikasi performa oli mesin motor 4-tak yang dibuat negara Jepang.

Ada 2 klasifikasi; MA dan MB. JASO MA merupakan oli motor berkopling basah (sport dan bebek), namun juga bisa dipakai untuk motor berkopling kering (skutik). Sementara JASO MB, hanya untuk motor yang berkopling kering (skutik).

Meski oli berspesifikasi JASO MA bisa dipakai buat skutik, tapi lebih disarankan skutik pakai oli ber-JASO MB. Pasalnya oli dengan spesifikasi itu lebih licin dan cocok dengan tipe mesin skutik yang berkopling kering.

Meski mesin mobil ada yang tipenya bertransmisi matik namun, penggunaan oli mesinnya tak direkomandasikan buat skutik.

“Perbedaan beban kerja antara mesin silinder tunggal dan mesin multisilinder, rentang putaran mesin dan kompresi yang jadi alasan penggunaan oli mesin mobil tidak direkomendasikan,” ujar Herry Junaidi.

Oli Transmisi

Pada skutik bagian transmisinya terpisah dengan mesin. “Posisinya jadi satu dalam CVT namun bagian belakang,” ujar Muhammad Abidin, Muhamad Abidin, Technical Manager Service Division PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI).

Meski terpisah, namun untuk tetap memperlancar kinerjanya maka bagian transmisi pada skutik butuh pelumasan. Spesifikasi oli yang biasa dipakai untuk pelumasan bagian tersebut adalah oli dengan tingkat kekentalan 10W-40.

Karena tak ada hubungannya dengan bagian kopling, maka oli dengan spesifikasi JASO MA maupun MB bisa masuk ke ruang transmisi. “Buat skutik Yamaha, sudah ada oli khusus buat bagian transmisi spesifikasi 10W-40,” ungkapnya.

Lalu apakah oli transmisi mobil bisa dipakai di skutik? Sayang, meski sama-sama buat mesin tipe matik, pelumas itu tak diajurkan dipakai di motor.

Selain itu menurutnya, saat ganti oli juga harus perhatikan beberapa hal. Sebelum membuka baut pengisian atau pembuang, pastikan sekitar 2 baut itu bersih dari kotoran yang menempel. Agar kotoran tak masuk ke dalam rumah transmisi, saat 2 baut itu terpasang lagi.


Dec 5, 2009

Membaca Fungsi Huruf Dan Angka Di Tuas Transmisi Matik

Kini tinggal melihat tuas transmisi di bagian tengah konsol. Biasanya terdapat huruf P, R, N, D-3, 2 dan L yang masing-masing memiliki kegunaan tersendiri. Pada generasi terdahulu, ada juga tombol O/D (Over Drive) di bagian tuas.

"Gunanya menurunkan gigi satu tingkat lebih rendah untuk mendapatkan torsi maksimal mesin," papar Didong, dari bengkel spesialis transmisi SBS Motor di Jl. Asmarandana 3, Buah Batu, Bandung.

Hanya saja generasi terbaru transmisi sekarang tidak lagi memiliki tombol ini. Gantinya yakni dengan sedikit mengeser tuas pada posisi D kearah kanan.

Pada posisi P, transmisi artinya terkunci hingga kendaraan tidak bisa dipindah-pindahkan. Ingat posisi ini berguna untuk kondisi parkir dengan waktu lama, bukan ketika berhenti di lampu lalu lintas.

Huruf R yang berguna untuk mundur. Untuk pindah ke posisi R, dari posisi N ataupun P, biasanya harus menekan tombol yang terdapat pada bagian depan atau samping tuas transmisi."Berfungsi sebagai safety agar tidak merusak gigi transmisi kalau mobil masih berjalan ke arah depan," ujar Nophedi lagi.

Posisi N artinya Netral, posisi ini berguna ketika berhenti dalam waktu tidak terlalu lama. Gunakan posisi ini ketika berhenti tak terlalu lama di lampu lalu-lintas, atau ketika terhadang kemacetan. Posisi ini juga yang digunakan kalau sampai terjadi kerusakan dan mobil harus diderek.

Berupa huruf D dan angka 3 di samping. Pada posisi D atau Drive, artinya transmisi bekerja di posisi ideal atau normal. Transmisi akan memasukan gigi sesuai dengan percepatan kendaraan, dari gigi 1 hingga gigi 4, menyesuaikan dengan beban mobil dan karakter pengemudi.

Angka 2 menandakan kerja transmisi maksimal di gigi 2. Biasanya dipakai untuk mempertahankan putaran mesin ketika melahap tanjakan curam. "Lebih efektif untuk mencapai efek engine brake pada transmisi manual," ucap Ricky kali ini. Efek lanjutannya tentu meringankan kinerja rem agar tak terlalu bekerja keras.

Pada posisi L, artinya gigi transmisi hanya bermain di gigi 1. "Namun tetap saja apabila gas terus ditekan hingga putaran mesin semakin tinggi. Transmisi akan otomatis naik ke gigi lebih tinggi untuk mencegah kerusakan mesin," lanjut mekanik yang sudah bertahun-tahun bermain matic ini.