Showing posts with label LGBT. Show all posts
Showing posts with label LGBT. Show all posts

Feb 5, 2016

Beredar, Rekaman Diduga Percakapan Indra Bekti Bujuk Lalu Gigih

Kompas.com - Pembawa acara dan artis peran Indra Bekti (38) memang telah membantah tuduhan melecehkan pemain FTV bernama Lalu Gigih Arsanofa. Namun, sebuah rekaman belakangan muncul, berisi pembicaraan yang diduga suara Indra dan Gigih.

Apr 22, 2013

Daayiee Abdullah, Ulama Pendukung Pernikahan Gay

Kompas.com - Seorang pria Afrika-Amerika yang menjadi mualaf, Daayiee Abdullah, melakukan langkah yang terbilang kontroversial. Dia membantu menikahkah pasangan gay Muslim dan merahasiakan orientasi seks pasangan itu dari keluarganya.

Tentu saja, Abdullah harus sangat berhati-hati saat melakukan hal yang dianggap melanggar perintah agama oleh sebagian besar umat Islam itu.

"Kami harus bertanya kepada semua tamu kami agar tidak mengabarkan pernikahan ini lewat jejaring sosial. Tidak ada Facebook, Twitter atau Instagram," kata MQ, salah seorang dari pasangan gay yang baru dinikahkan Abdullah.

"Keluarga kami akan menderita jika pernikahan kami tersebar di internet," lanjut dia.

Abdullah, sebagai seorang pemuka agama yang tak biasa, dianggap sebagai pahlawan di kalangan komunitas gay Muslim.

"Dia sangat membantu mereka yang ingin menyesuaikan orientasi seksualnya dengan kepercayaan kami," kata Faisal Alam, aktivis Muslim yang berbasis di Washington.

Meski mendapat banyak dukungan, Abdullah juga mendapatkan banyak resistensi.

"Sejumlah pemuka agama lokal menolak mengucapkan salam kepada saya," kata Abdullah.

Kemarahan terhadap Abdullah juga muncul di dunia maya. Abdullah disebut sebagai pelaku ide yang sangat dilarang dalam Islam.

Pandangan Islam pada umumnya adalah seks hanya bisa dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Dan, pernikahan hanya bisa dilakukan pasangan yang berbeda jenis kelamin.

"Saya tak setuju dengan pandangan imam Daayiee," kata Johari Abdul-Malik, anggota komite eksekutif Dewan Organisasi Muslim di Washington Raya.

Namun, lanjut Johari, semua komunitas memang membutuhkan pemimpin spiritualnya masing-masing.

"Saya menantang dia untuk mengayomi mereka yang menyetujui pandangannya," Johari menegaskan.

Abdullah memang eksentrik. Tindakan pertamanya saat diangkat menjadi imam adalah memimpin upacara pemakaman untuk seorang gay Muslim yang meninggal dunia akibat komplikasi penyakit yang disebabkan AIDS.

Abdullah adalah satu-satunya pemuka agama Islam di kawasan itu yang bersedia memimpin jalannya upacara pemakaman.

"Ada kebutuhan di sini. Terutama untuk mereka yang sudah ditindas secara brutal hanya karena mereka adalah gay," kata Abdullah.

Urooj Arshad, anggota Aliansi Muslim untuk Keragaman Seksual dan Jender, mengatakan, permasalahan yang dihadapi Abdullah bertambah ketika banyak pasangan gay yang ditolongnya justru meninggalkan Islam.

"Namun, dia (Abdullah) adalah satu-satunya orang yang kami miliki. Tak ada orang lain di AS yang melakukan apa yang sudah dia lakukan selama ini," kata Arshad.

Dec 1, 2012

Masjid untuk Gay dan Lesbian Dibuka di Perancis

Kompas.com - Untuk pertama kalinya, sebuah masjid yang bisa menerima kelompok gay dan lesbian dibuka di Paris, Perancis, Jumat (30/11/2012). Pembukaan masjid ini menjadi tantangan tersendiri terhadap tradisi Islam yang menentang hubungan sesama jenis.

Masjid itu, selain menerima gay, lesbian dan transgender juga tidak memisahkan tempat umat pria dan perempuan. Hal ini juga mematahkan tradisi lama Islam yang biasanya memisahkan tempat antara umat pria dan perempuan.

Pendiri masjid ini, seorang Muslim yang juga aktivis gay berdarah Aljazair, Ludovic-Mohamed Zahed (35) juga mendorong perempuan memimpin ibadah shalat Jumat.

"Ini adalah sebuah masjid inklusif yang radikal. Sebuah masjid yang menerima umatnya apa adanya," kata Zahed.

Masjid ini, yang untuk saat ini dibuka terbatas pada saat shalat Jumat ini, dibuka pada saat para pemimpin agama di Perancis, termasuk para pemuka agama Islam senior, tengah membuat petisi untuk menentang rencana pemerintah melegalkan pernikahan gay.

Zahed memutuskan untuk mendirikan masjid ini setelah anggota organisasi Muslim Homoseksual Perancis yang dikelolanya terus bertambah. Dua tahun lalu anggota organisasi ini hanya enam orang dan kini sudah mencapai 325 orang.

Kehadiran masjid ini mendapat sambutan hangat warga Muslim Perancis yang kebetulan adalah kaum gay dan lesbian.

"Perancis sangat kekurangan tempat seperti ini," kata seorang pengunjung masjid berusia 38 tahun yang tak ingin disebutkan namanya.

Namun, tentu saja masjid Zahed ini mendapat tentangan dari institusi Muslim formal dan pemuka agama Islam di Perancis.

"Kami tahu homoseksual Muslim itu ada. Namun, membuka sebuah masjid khusus bagi mereka adalah penyimpangan," kata Abdallah Zekri, yang memantau serangan anti-Muslim untuk Dewan Muslim Perancis.

Sementara itu, Pengelola Masjid Paris Dalil Boubaker mengatakan proyek masjid Zahed harus berada di luar komunitas.

"Kami tidak menuding kaum homoseksual. Namun kami tidak bisa memberi mereka kredit dan mengakui keberadaan mereka di komunitas kami," ujar Boubaker.

Bagaimana pendapat umat Muslim Perancis?

"Shalat adalah sebuah ritual. Anda tak bisa semaunya menentukan cara melakukan shalat. Anda harus melakukannya seperti diperintahkan Allah," kata Soufiene (45).

Sementara itu sejumlah pakar juga ikut mengomentari masjid yang dikelola Zahed ini.

"Tujuan para Muslim ini adalah untuk mempromosikan Islam yang inklusif dan memiliki nilai-nilai progresif," kata peneliti di Institut Riset dan Studi tentang Arab dan Dunia Muslim, Florence Bergeaud-Blackler.

Zahed sendiri adalah seorang gay yang menikahi kekasihnya, yang juga seorang Muslim dalam pernikahan sipil di Afrika Selatan yang melegalkan pernikahan sesama jenis.