Showing posts with label In Memoriam. Show all posts
Showing posts with label In Memoriam. Show all posts

Jan 10, 2010

Kisah Gus Dur dan Castro di Hotel Melia Havana

Gus Dur merupakan salah satu Presiden RI yang tidak terlalu mementingkan protokoler. Saat bertemu Presiden Kuba Fidel Alejandro Castro tahun 2000 lalu, Gus Dur hanya mengenakan sandal jepit. Selain membicarakan hal serius, Gus Dur pun membuat lelucon yang membuat Fidel Castro tertawa terbahak-bahak.

Kisah ini diceritakan mantan Kepala Protokoler Istana, Wahyu Muryadi, saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (5/1/2010). Wahyu saat itu mendampingi Gus Dur menginap di Hotel Melia Havana. Gus Dur dan rombongan datang ke Havana untuk menghadiri acara KTT Non Blok.

Saat itu, sekitar pukul 22.00 waktu setempat, Gus Dur sedang santai di sofa kamar suite-nya di hotel tersebut. Gus Dur lagi asyik mendengarkan kaset wayang kulit dengan menggunakan headphone. Dia mengenakan celana pendek dan sandal jepit.

Malam sudah hampir larut, Gus Dur dan juga para pejabat pemerintah RI lainnya tak mengira akan kedatangan pemimpin Kuba. "Saat itu Pak Fidel Castro memang datang ke hotel secara mendadak. Dia mengenakan baju cokelat seperti seragam Pemda itu, tanpa topi," kata Wahyu.

Begitu mendengar kehadiran Castro, Wahyu Muryadi pun langsung lompat dan lari ke lantai atas untuk membangunkan Menlu Alwi Shihab yang sudah terlelap tidur. "Paspampres kaget, soalnya Castro memaksa masuk kamar suite Gus Dur. Aku lompat lari ke atas membangunkan Menlu Alwi Shihab yang terlihat kelelahan," kata wartawan Tempo itu.

Kedatangan Castro juga membuat Gus Dur panik. Dia bergegas mengenakan celana panjang. Namun, Gus Dur tak sempat memakai sepatu. Gus Dur pun menemui Castro dengan mengenakan sandal jepit. "Saat itu Castro menenangkan Gus Dur dengan mengatakan 'Its okay Mr President, Don't be in a hurry'," terang Wahyu.

Setelah membahas sesuatu yang serius terkait KTT Non Blok selama 30 menit, Gus Dur dan Castro pun beradu lelucon. Seperti diketahui, Gus Dur memang sangat pandai untuk membuat lelucon di berbagai forum yang ia hadiri.

Ketika bertemu Castro, Gus Dur menyampaikan lelucon tentang presiden-presiden Indonesia yang gila. Menurut Gus Dur, presiden RI pertama gila wanita, presiden RI kedua gila harta, dan presiden RI ketiga gila teknologi. "Terus presiden yang keempat, coba Pak Castro tebak," kata Gus Dur saat itu. "I don't know," jawab Castro.

"Kalau saya ini yang memilih orang-orang gila," kata Gus Dur. Saat itu Castro yang selalu berpenampilan dengan janggut panjangnya itu langsung terpingkal-pingkal. "Ini benar-benar terjadi, karena saat itu saya dan Pak Alwi yang mendampingi Gus Dur," ujar Wahyu yang mengaku kisah ini sulit untuk dilupakan dan selalu terkenang-kenang.

Jan 2, 2010

Inilah Makanan dan Minuman Kesukaan Gus Dur

Rupanya, kesederhanaan mantan Presiden Abdurrahman Wahid, yang akrab dipanggil Gus Dur, tecermin juga dari makanan kesukaannya. Saat Gus Dur masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, ia dan rombongannya hampir seminggu tiga kali makan hidangan khas Padang di Rumah Makan Sederhana.

Ia sering makan di sana karena lokasinya yang memang dekat dengan Kantor PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, hanya berjarak sekitar 500 meter, yakni di Jalan Raden Saleh Nomor 29. "Bapak Gus Dur enggak boleh dikasih makanan yang pedas-pedas, apalagi sambel," kata seorang pelayan yang sering menghidangkan makanan ke meja makan Gus Dur, Rusnadi, di Jakarta, Sabtu (2/1/2010).

Menurut Rusnadi (23), makanan kesukaan Gus Dur adalah dendeng batoko, otak sapi gulai, dan limpa gulai. "Kalau dia datang, kami sudah perkirakan makanan yang dipesan makanan-makanan itu. Kalau rendang, belum pernah," ungkapnya.

Rusnadi menambahkan, Gus Dur tidak makan sendirian. Ada sekitar tujuh orang yang mendampinginya, yakni dokter pribadi, beberapa ajudan dan stafnya. Terkadang adik Gus Dur, Sholahuddin Wahid atau Gus Solah, juga ikut bergabung. "Yang pesan makanan, itu dokternya. Pokoknya, dokter selalu bilang jangan bawa makanan selain kesukaannya," ujarnya.

Bagaimana dengan minuman kesukaan Gus Dur? Rusnadi katakan, Gus Dur suka minum jus alpukat. "Terkadang minum es teh tawar juga," tambahnya.

Rusnadi memandang pria asal Jombang dan Presiden ke-4 RI itu sebagai sosok pemimpin yang sederhana. "Buktinya, dia mau makan di tempat seperti ini meski pernah jadi presiden. Biasanya kan kalau presiden makannya di restoran yang mewah," tuturnya.

Jika Gus Dur datang makan di tempatnya, maka hampir semua tamu yang makan mendatanginya untuk sekadar salaman dan foto bersama. "Baru sampai di pintu saja, tamu-tamu sudah pada berebutan minta salaman dan foto bareng. Jadi ramai deh," ujarnya.

Rusnadi mengaku merasa kehilangan dan menyesal karena melewatkan momen itu. "Dia sering datang ke sini, tapi saya sama karyawan yang lain belum pernah foto bareng. Eh, malah tamu-tamu yang bisa foto bareng," gerutunya.

Sementara itu, petugas kasir, Ati Sri Wahyuni (25), mengungkapkan, jika Gus Dur membayar makanannya, maka ia selalu memberikan sisa pembayaran kepada para karyawan. "Paling bayarnya enggak sampai Rp 300.000 untuk 8 orang yah. Kadang sisa Rp 30.000, kadang Rp 50.000 dikasih ke kami," ungkapnya.

Ia menambahkan, terakhir Gus Dur datang ke restorannya beberapa hari setelah hari Lebaran lalu. Jika tidak salah, maka kala itu Gus Dur pun dalam keadaan sakit. Hal itu dibenarkan oleh Ati yang tahu dari dokter pribadi Gus Dur. Hal itu terlihat ketika Gus Dur langsung meminum obat-obatnya di restoran itu setiap kali selesai makan.

Kini setelah Gus Dur pergi untuk selamanya, para karyawan Rumah Makan Sederhana ini mengaku kehilangan salah satu pelanggan terbaiknya itu. "Enggak ada lagi deh kesempatan untuk foto bareng," ujar Rusnadi.