Showing posts with label Kebebasan Berbicara. Show all posts
Showing posts with label Kebebasan Berbicara. Show all posts

Feb 7, 2013

Kominfo: Kami Tak Blokir Film Kontroversial 'The Act of Killing'

Detik.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan tidak campur tangan atas tidak bisa diaksesnya situs yang menaungi film kontroversial 'The Act of Killing'.

Menurut Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto, pemblokiran atau removal konten apapun di internet bukan selalu karena Kominfo. Memang betul Kominfo ada program filterisasi, tetapi itu hanya untuk konten negatif.

"Nah, untuk melabeli ini konten negatif atau bukan, kami juga harus hati-hati. Jika untuk pornografi itu lebih mudah diblokir. Namun untuk konten lain itu lebih harus hati-hati, kami harus tanya dulu kepada ahlinya," jelasnya kepada detikINET, Senin (14/1/2012).

Untuk situs film 'The Act of Killing' sendiri, Gatot menyatakan tak ada laporan atau keluhan dari masyarakat atau pihak lain yang masuk ke Kominfo.

"Jadi kami tegaskan, Kominfo tidak pernah melakukan pemblokiran terhadap situs 'The Act of Killing'. Jika masyarakat ragu dengan adanya silent operation, gunakan saja UU Keterbukaan Informasi Publik, pasti kami respons. Selama ini kami transparan kok," Gatot menegaskan.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, kenapa beberapa layanan internet sempat dilaporkan tidak bisa mengakses situs yang beralamat di theactofkilling.com tersebut?

"Bisa saja itu ada pihak lain yang memblok atau ada isu teknis lainnya. Dengan kemajuan teknologi saat ini apapun dimungkinkan. Terlebih konon, konten film tersebut pertama kali di-upload dari luar (Indonesia)," lanjutnya.

"Kalau Kominfo memblokir atas dasar suka tidak suka, itu sudah dilakukan dari dulu waktu ramai-ramai Wikileaks dan Indoleaks. Namun kenyataannya, kami malah menantang secara hukum jika ada yang tak suka dengan data yang terpampang," Gatot menandaskan.

Sebelumnya, situs film kontroversial 'The Act of Killing' besutan Joshua Oppenheimer pada Minggu (13/1/2012) dilaporkan tidak bisa diakses.

Penasaran, detikINET sempat menjajalnya, dan memang tidak bisa diakses. Namun pada Senin (14/1/2012) sore ini, situs tersebut sudah kembali bisa dibuka.

Film 'The Act of Killing' yang diputar di Festival Film Toronto bercerita tentang situasi pasca Gerakan 30 September 1965. Digambarkan pembunuhan terhadap sejumlah orang yang diduga anggota PKI yang dilakukan para pemuda di Medan.

Dalam film itu, salah satu eksekutornya adalah Anwar Congo. Anwar menyatakan memang dia ikut dalam pembantaian itu, tetapi karena kala itu situasinya juga bahaya. Alasannya, saat itu kalau tidak membunuh (PKI), ya terbunuh.

Feb 27, 2010

Inilah Twit Kontroversial Marsha Saphira

Nama Marsha Saphira tiba-tiba saja popular di dunia Twittesphere atawa di ranah situs jejaring sosial Twitter. Berdasarkan catatan Twiterus.com kata "marsha" menjadi perbincangan hangat atau trending topic nomor dua di Indonesia. Hanya, kata "Milan" yang mengalahkannya. Di Twitter dia dikenal dengan akun @marshaaaw.

Popularitas anak yang mengaku bersekolah di SMA Bakti Mulya 400, Jakarta Selatan itu melesat setelah baku ejek dengan pengguna Twitter lainnya, @worldloveforus. Gara-garanya, Marsha mengkritik status yang ditulis dalam bahasa Inggris. Lalu, setelah itu Marsha pun diserang dan juga membalas serangan dari pengguna Twitter lainnya. (Baca juga : ABG Heboh, Marsha Jadi Ngetop di Twitter ). Inilah beberapa Twit kontroversialnya:

Di bakti mulya 400.kenapa? Gak mampu kan lo masuk sini? Kalo gak mampu diem aja deh RT @dwikky takbir: @marshaaaw (cont) http://tl.gd/9l7e5

Sorry ya gw sekolahnya di sekolah swasta bukan dinegri2 yg kampung2 RT @yejoonady: ga sadar diri RT @marshaaaw: (cont) http://tl.gd/9l784

Terserah lo aja deh nyet RT @ilhamilhamilham: haha manner lo mana? diajak ngomong ga nyaut, sekolah inter cuman (cont) http://tl.gd/9l70p

Shut up you fu**ing as* hole RT @ilhamilhamilham: oi you fu**ing douche bag, how much did. your teacher gives (cont) http://tl.gd/9l6sk

That's right, I am a bitch and thanks for following me :)

Gw tuh gak suka soalnya isinya curhatan dan bukan quotes RT @mouretaaa: @marshaaaw kalo lu sebel cuma gr2 (cont) http://tl.gd/9krcm

Lo aja ga usah hidup siapa lo ngatur ngatur RT @JessieParlin: Harusnya ga usah hidup RT @marshaaaw: Harusnya? RT (cont) http://tl.gd/9kq56

@WordloveforUs gw tuh high class gak kaya lo

@WordloveforUs eh inggris lo tuh kacau.gak usah sok2ngmg inggris deh.alay

Gara-gara pesan Twitter yang heboh itu, baik Marsha maupun @worldloveforus pun kebanjiran pengikut. Pengikut (follower) Marsha mencapai 3.550 orang lebih. Pengikut @worldloveforus pun melonjak menjadi 13.848 orang. Dalam sejam lebih dari seratus orang mendukungnya. Jumlah dukungan itu terus mengalir kepada keduanya.