Showing posts with label Bekasi. Show all posts
Showing posts with label Bekasi. Show all posts

Jan 22, 2014

Restoran di Tambun Bekasi Ini Sediakan Makanan Gratis untuk Korban Banjir

Detik.com - Sebuah rumah makan Sunda, Resto Saung Wulan di Tambun Selatan, Bekasi ini hebat. Resto ini menyediakan ribuan makanan gratis bagi korban banjir. Kegiatan amal ini sudah dilakukan sejak Minggu (19/1) kemarin. Polisi pun menjaga restoran ini.

Pemilik restoran Saung Wulan, Muhidin Bimo mengatakan, saat ini dia belum bersedia untuk melayani pemesanan selain untuk dibagikan kepada para korban banjir. "Dari kemarin kita coba bagikan nasi bungkus gratis. Saya sudah nggak terima orderan dulu karena ingin fokus untuk korban banjir," kata Bimo saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/1/2014).

Bimo mengatakan, pihaknya akan menyiapkan berapa pun pesanan nasi bungkus untuk para korban banjir, selama dia dan anak buahnya mampu untuk memasak. Untuk kemarin saja, dia sudah menyiapkan sekitar 6.000 lebih nasi bungkus yang dibagikan ke korban bajir.

"Target kita hari ini 10.000 bungkus. Makanan ini gratis. Kita siap melayani dengan ikhlas," katanya.

Bimo menjelaskan, restorannya hanya bertugas untuk memasak dan menyiapkan makanan, sesuai dengan jumlah pesanan. Untuk pendistribusian harap diambil dan disebarkan langsung oleh para relawan.

"Kalau ada relawan, silakan ambil di resto kami agar bisa didistribusikan. Silakan dijemput, karena karyawan saya hanya fokus untuk masak biar cepat," katanya.

Untuk memesan, Bimo memberikan nomor resto dan telepon pribadinya agar bisa langsung direspons, yaitu 021 88337777 atau 087881561333 dan 081282883333. Alamat resto ini berada di Jl Abu Bakar no 60, Setya Dharma, Tambun Selatan, Bekasi.

"Bisa juga mengunjungi website kita di www.RestoSaungWulan.com untuk melihat peta dan alamat jelasnya. Tapi mohon maaf kalau websitenya sudah dibuka atau lambat direspon karena dari kemarin banyak sekali yang memesan," katanya.

Kapolres Bekasi Kombes Pol, Isnaini Ujiarto membenarkan resto ini menyediakan pesanan makanan gratis untuk korban banjir.

"Memang benar Resto Saung Wulan membagikan makanan gratis. Anggota sudah cek ke sana," ujar Kapolres saat dihubungi detikcom, Senin (20/1/2014). "Tadi malam mereka masak sampai jam 1 pagi," ucapnya.

Saat ini Kapolres menempatkan beberapa anggotanya di area rumah makan itu, karena khawatir masyarakat akan 'menyerbu' tempat itu. "Polisi akan membantu melakukan pembagian agar tepat sasaran," jelasnya.

Apr 29, 2012

Kualitas Piaggio Buatan Vietnam Dipertanyakan

Detik.com - Produsen motor Italia Vespa memilih Vietnam sebagai tempat memproduksi motor-motor mereka di kawasan Asia Tenggara. Namun kualitas motor dari Vietnam itu dinilai tidak sebanding dengan Italia punya.

Hal ini diakui oleh Indra Baskoro, Otolovers yang baru saja membeli 1 unit Piaggio Zip dari sebuah diler Piagio di Bekasi.

"Setelah motor dipakai beberapa hari kemudian (setelah surat izin sementara keluar) ternyata kaca-kacanya berembun, masuk air ketika dipakai pada saat hujan," ujarnya dalam surat elektronik yang dilayangkan ke redaksi detikcom.

Bahkan kick starter sama sekali tidak berfungsi. Setelah menghubungi Customer Service Piaggio Indonesia lewat email dirinya diberitahukan kalau Piaggio Indonesia hanya bisa memperbaiki kick starter yang rusak tersebut namun tidak bisa ditukar dengan unit baru walaupun kick starter dari awal sudah tidak berfungsi.

"Saran saya agar periksalah secara teliti dan detil semua fungsi dan kelayakan unit motor baru Piaggio buatan Vietnam sebelum Anda menerimanya, karena bisa saja mengalami hal yang sama dengan saya yaitu menerima barang baru dengan kondisi cacat produksi," ujarnya.

Managing Director PT Piaggio Indonesia Sergio Mosca menegaskan, mau dari negara manapun datangnya motor Vespa dan Piaggio ke Indonesia, kualitas produk tetap nomor satu.

"Mau dari mana pun diproduksi di Italia atau di Vietnam yang penting ada logonya dan kualitasnya tidak beda. Sama-sama baik," tegas Sergio.

Ia percaya masuknya Vespa dan Piaggio dari negara mana pun tidak bakal menurunkan kualitas motor. Hasilnya akan sama-sama baik. Soalnya dibangun dengan standarisasi yang tinggi.

"Kita jaga kualitas motor, jadi mau dari mana saja tetap sama kualitasnya," tandasnya.

Sergio menyakini kendaraan ini berteknologi masa depan dan punya bentuk yang unik untuk menggaet konsumen. Dan bentuknya yang agak retro juga menambah kesan mahal Vespa dan Piaggio.

Menurutnya Vespa dan Piaggio sudah menjadi bagian hidup banyak orang, mulai orang tua hingga anak muda.

"Vespa adalah bagian dari kehidupan semua orang dan menjadi simbol identitas sosial dan budaya," tukasnya.

Feb 8, 2010

Warung Nasi Uduk Bang Bule

Bagi yang suka keluyuran malam, nongkrong di warung makan adalah salah satu agenda yang kudu dilakukan. Selain untuk mengganjal perut yang keroncongan, warung makan kerap digunakan untuk kongkow-kongkow dan bertukar pikiran.

Di salah satu sudut Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Mayor Oking, Pasar Proyek, Bekasi Timur, terdapat sebuah warung nasi uduk yang selalu ramai setiap saat meskipun tengah malam. Bahkan pejabat di Kota Bekasi pun kerap terlihat ngobrol santai di warung ini.

Warung nasi uduk itu milik Mustofa alias Bang Bule (51). Posisinya berada di emperan pertokoan di Kawasan Pecinan Kota Bekasi, tepatnya sekitar 50 meter dari Pasar Proyek Kota Bekasi. Warung Bang Bule ini buka setiap hari sejak pukul 20.30 hingga pukul 02.00.

Meskipun pejabat nongkrong di situ, jangan harap warungnya mewah banget. Bentuknya terbilang sangat sederhana, hanya beratapkan kanopi toko dan tanpa papan nama. Tiga meja panjang dijajarkan di emperan toko tersebut untuk menaruh makanan dan tempat untuk makan para pengunjung. Namun, biar pun sederhana yang mau menyantap nasi uduk sampai harus antre.

Ramainya orang yang antre ternyata menjadi daya tarik sendiri, sehingga semakin banyak yang antre. Banyak orang yang melintas di Jalan Mayor Oking menjadi penasaran dan ingin tahu seberapa enaknya nasi uduk di warung tersebut. Hal itu pula yang membuat Warta Kota singgah.

Belakangan diketahui bahwa menu makanan yang disajikan di warung tersebut cukup lengkap. Selain menu utama semur jengkol dengan bumbu kecap khusus, Mustofa juga memiliki menu andalan lainnya, seperti soun godog yang rasanya manis, semur tahu dan tempe, empal daging, hingga dendeng sapi.

Menurut Rahmat, anak kedua Mustofa, nasi uduk serta lauk-pauk buatan ayahnya banyak digandrungi warga lantaran rasanya yang beragam.

"Makanan buatan bapak saya banyak rasanya. Nasi uduknya gurih, semur jengkolnya asin karena disemur dengan kecap khusus sementara sayur sounnya manis. Belum lagi rasa pedas dari sambal cabe rawit hijau," ujar Rahmat.

Turun -temurun

Di sela kesibukannya melayani pelanggan Mustofa menuturkan bahwa usaha berdagang nasi uduk yang digelutinya saat ini adalah usaha turun-temurun yang diwariskan oleh ayahnya, Mamak.

"Bapak saya sudah berdagang nasi uduk sejak tahun 1960-an. Sementara saya mengikuti bapak berdagang sejak tahun 1970-an," ujar Mustofa yang juga telah menurunkan ilmu memasak nasi uduk kepada Rahmat, anak keduanya serta sejumlah keponakannya.

Dikisahkan Mustofa bahwa awalnya ayahnya membuka warung nasi uduk di areal Pasar Sapi. Di tahun 1960-an Pasar Sapi terletak di tepi Jalan Ir Juanda bersinggungan dengan Kali Bekasi. Saat ini areal pasar sapi dijadikan bangunan Pasar Proyek Bekasi.

Setelah kurang lebih sepuluh tahun berdagang nasi uduk di Pasar Sapi, Amak dan Mustofa pindah warung ke daerah Pasar Baru Bekasi yang terletak di dekat Terminal Bekasi hingga tahun 1999.

"Karena di lokasi Pasar Baru kondisinya kotor dan becek, akhirnya warung kami sepi pembeli. Maka dari itu saya memutuskan untuk pindah lagi ke daerah Pasar Proyek itupun berdasarkan anjuran saudara saya yang memiliki toko ini," ujar Mustofa yang tinggal di Jalan Mawar RT 05/02, Bekasi Timur, tidak jauh dari tempatnya berdagang.

Lantaran menumpang di emperan toko maka Mustofa hanya bisa berdagang pada malam hari. Namun tidak disangka olehnya, malam hari itu justru membawa keberuntungan.

"Awalnya kami memang enggak kepikiran cari pangsa pasar pembeli makanan di malam hari. Tapi dagang malam hari malah ramai. Banyak warga yang datang, tidak hanya itu saja, sejumlah pejabat di Kota Bekasi sering makan di sini," ujar Rahmat.

Oleh karena dimasak dengan kecap khusus, banyak pelanggan yang menyatakan bahwa kekhasan masakan Mustofa terletak pada menu semur jengkolnya.

Meskipun warung nasi uduknya sudah dikenal hampir seantero Bekasi, serta keuntungan yang dihasilkan sudah bisa untuk membeli warung yang lebih besar dan nyaman, namun Mustofa enggan pindah dari tempat berdagangnya saat ini.

"Saya mau melestarikan suasana makan di warung nasi uduk yang pada umumnya ngemper di pinggir jalan," ujar Mustofa yang menyebutkan bahwa satu porsi nasi uduk lengkap dengan lauknya dijual dengan harga Rp 11.000 hingga Rp 12.000. (Murtopo)

Nasi Uduk Bang Bule

Lokasi: Jalan Mayor Oking, Pasar Proyek, Bekasi Timur

Buka: setiap hari pukul 20.30 hingga pukul 02.00