Kompas.com - Konsol PlayStation (PS) 3 bisa dikatakan sebagai konsol generasi lama yang masih bertahan hingga saat ini. Di saat gamer sudah meninggalkan Xbox 360, pesaing terberatnya, PS3 masih menjadi incaran.
Showing posts with label Discontinue. Show all posts
Showing posts with label Discontinue. Show all posts
Mar 25, 2017
Mar 2, 2015
Pabrik General Motors Indonesia Tutup, Chevrolet Spin Ikut Stop Produksi!
Otomotifnet.com - Keputusan General Motors Indonesia menutup fasilitas pabriknya di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat bukan hanya berbuntut pada pemutusan hubungan kerja pada 500 orang karyawan pabrik namun juga akan menghentikan penjualan Chevrolet Spin.
Pabrik yang yang pertama kali dibuka pada Mei 2013 ini memang dibangun untuk memproduksi MPV Chevrolet Spin. MPV 7 seater yang didesain khusus untuk pasar negara berkembang. Basis produksi hanya ada dua di dunia, yaitu di Indonesia dan Brazil.
Untuk Indonesia produksinya hanya akan dilakukan sampai pabrik ini tutup yaitu pada Juni 2015 mendatang.
"Chevrolet Spin adalah produk yang berkualitas. Pasar MPV di Indonesia juga cukup besar namun penghentian penjualan Spin di Indonesia telah menjadi keputusan General Motors saat ini," ungkap Tim Zimmerman President of General Motors South East Asia Operations.
Lebih lanjut Tim yang dihubungi siang ini (26/2) mengaku keputusan perusahaannya ini tidak didasari pada kualitas mobil yang diproduksi di Pondok Ungu, Bekasi.
"Kami adalah perusahaan berbasis volume, dan saat ini Chevrolet Spin tidak memungkinkan untuk berkelanjutan. Kami akan memperkenalkan Chevrolet Spin di negara-negara lainnya. Sedang untuk Indonesia kami akan memproduksi Chevrolet Spin sampai akhir Juni," jelasnya.
Kedepannya, General Motors Indonesia akan menjajaki potensi model-model lain yang akan diminati pasar Indonesia.
Pabrik yang yang pertama kali dibuka pada Mei 2013 ini memang dibangun untuk memproduksi MPV Chevrolet Spin. MPV 7 seater yang didesain khusus untuk pasar negara berkembang. Basis produksi hanya ada dua di dunia, yaitu di Indonesia dan Brazil.
Untuk Indonesia produksinya hanya akan dilakukan sampai pabrik ini tutup yaitu pada Juni 2015 mendatang.
"Chevrolet Spin adalah produk yang berkualitas. Pasar MPV di Indonesia juga cukup besar namun penghentian penjualan Spin di Indonesia telah menjadi keputusan General Motors saat ini," ungkap Tim Zimmerman President of General Motors South East Asia Operations.
Lebih lanjut Tim yang dihubungi siang ini (26/2) mengaku keputusan perusahaannya ini tidak didasari pada kualitas mobil yang diproduksi di Pondok Ungu, Bekasi.
"Kami adalah perusahaan berbasis volume, dan saat ini Chevrolet Spin tidak memungkinkan untuk berkelanjutan. Kami akan memperkenalkan Chevrolet Spin di negara-negara lainnya. Sedang untuk Indonesia kami akan memproduksi Chevrolet Spin sampai akhir Juni," jelasnya.
Kedepannya, General Motors Indonesia akan menjajaki potensi model-model lain yang akan diminati pasar Indonesia.
Jan 25, 2015
Windows 7 Mulai Masuk Masa "Pensiun"
Kompas.com - Hampir enam tahun berlalu sejak Windows 7 pertama dirilis pada pertengahan 2009 silam. Memasuki 2015, sistem operasi beken ini mulai memasuki masa “pensiun”.
Menurut informasi yang dilansir Kompas Tekno dari Read Write Web, Senin (19/1/2015), Microsoft telah mengakhiri dukungan mainstream bagi Windows 7 Service Pack 1, terhitung mulai 13 Januari 2015.
Artinya, pemilik komputer dengan Windows 7 tak akan lagi mendapat tambahan fitur baru terkait sistem operasi. Dukungan teknis cuma-cuma pun tidak lagi tersedia.
Adapun update vital terkait keamanan masih akan terus disalurkan secara rutin, seiring dengan masa berlaku “extended support” untuk Windows 7 yang baru akan berakhir pada 14 Januari, 2020 mendatang.
Untuk sekarang setidaknya Windows 7 belum benar-benar “ditinggalkan” seperti Windows XP yang semua dukungannya resmi dicabut pada April 2014.
Windows 7 sendiri hingga kini masih memegang predikat sebagai sistem operasi komputer terpopuler di dunia.
Data terbaru dari Netmarketshare menunjukkan bahwa Windows 7 masih menguasai pangsa pasar sebanyak lebih dari 56 persen, jauh lebih besar dibandingkan sistem operasi lain, seperti Mac OS X, ataupun duet Windows 8 dan Windows 8.1 yang pangsa gabungannya hanya berkisar di angka 13 persen.
Menurut informasi yang dilansir Kompas Tekno dari Read Write Web, Senin (19/1/2015), Microsoft telah mengakhiri dukungan mainstream bagi Windows 7 Service Pack 1, terhitung mulai 13 Januari 2015.
Artinya, pemilik komputer dengan Windows 7 tak akan lagi mendapat tambahan fitur baru terkait sistem operasi. Dukungan teknis cuma-cuma pun tidak lagi tersedia.
Adapun update vital terkait keamanan masih akan terus disalurkan secara rutin, seiring dengan masa berlaku “extended support” untuk Windows 7 yang baru akan berakhir pada 14 Januari, 2020 mendatang.
Untuk sekarang setidaknya Windows 7 belum benar-benar “ditinggalkan” seperti Windows XP yang semua dukungannya resmi dicabut pada April 2014.
Windows 7 sendiri hingga kini masih memegang predikat sebagai sistem operasi komputer terpopuler di dunia.
Data terbaru dari Netmarketshare menunjukkan bahwa Windows 7 masih menguasai pangsa pasar sebanyak lebih dari 56 persen, jauh lebih besar dibandingkan sistem operasi lain, seperti Mac OS X, ataupun duet Windows 8 dan Windows 8.1 yang pangsa gabungannya hanya berkisar di angka 13 persen.
Selamat Tinggal Google Glass
Kompas.com - Kabar mengejutkan datang dari Google. Kacamata pintar buatannya, Glass, akan berhenti dijual pada 19 Januari 2015. Proyek Glass juga dilepas dari divisi Google X yang selama ini mengembangkannya.
Selanjutnya, Glass akan berdiri sebagai divisi tersendiri dalam Google. Mantan eksekutif Apple Tony Fadell ditunjuk sebagai pengawas divisi tersebut. Sementara operasional harian tetap dikelola oleh Ivy Ross.
"Sebagai bagian dari transisi ini, kami menutup Explorer Program sehingga dapat fokus pada rencana berikutnya. 19 Januari akan jadi hari terakhir bagi Glass Explorer Edition," tulis Google Glass dalam akun G+ miliknya.
"Sementara itu kami akan tetap mengembangkannya untuk masa depan. Anda akan mulai melihat Glass masa depan saat mereka sudah siap," imbuhnya.
Dikutip KompasTekno dari Tech Crunch, Jumat (16/1/2015), para developer yang sudah memiliki Glass bisa tetap tenang. Kacamata pintarseharga 1.500 dollar AS (sekitar Rp 18 juta) itu masih bisa digunakan. Namun, piranti lunak di dalamnya tidak akan memperoleh pemutakhiran apapun.
Tak ada kepastian tetantang kapan program Google Glass tersebut kembali dilanjutkan, atau kemungkinan perubahan yang bisa terjadi di masa mendatang.
Saat ini hanya ada desas-desus bahwa Google Glass versi baru akan meluncur pada akhir 2015. Kemungkinan pada ajang tahunan Google I/O.
Selanjutnya, Glass akan berdiri sebagai divisi tersendiri dalam Google. Mantan eksekutif Apple Tony Fadell ditunjuk sebagai pengawas divisi tersebut. Sementara operasional harian tetap dikelola oleh Ivy Ross.
"Sebagai bagian dari transisi ini, kami menutup Explorer Program sehingga dapat fokus pada rencana berikutnya. 19 Januari akan jadi hari terakhir bagi Glass Explorer Edition," tulis Google Glass dalam akun G+ miliknya.
"Sementara itu kami akan tetap mengembangkannya untuk masa depan. Anda akan mulai melihat Glass masa depan saat mereka sudah siap," imbuhnya.
Dikutip KompasTekno dari Tech Crunch, Jumat (16/1/2015), para developer yang sudah memiliki Glass bisa tetap tenang. Kacamata pintarseharga 1.500 dollar AS (sekitar Rp 18 juta) itu masih bisa digunakan. Namun, piranti lunak di dalamnya tidak akan memperoleh pemutakhiran apapun.
Tak ada kepastian tetantang kapan program Google Glass tersebut kembali dilanjutkan, atau kemungkinan perubahan yang bisa terjadi di masa mendatang.
Saat ini hanya ada desas-desus bahwa Google Glass versi baru akan meluncur pada akhir 2015. Kemungkinan pada ajang tahunan Google I/O.
Mar 12, 2014
Honda Hentikan Produksi Tiger
Kompas.com - Setelah Yamaha Indonesia mengumumkan penghentian produksi Scorpio tahun ini, giliran Honda mengambil langkah serupa. Setelah memastikan menghentikan produksi CS-1, kini PT Astra Honda Motor (AHM) akan melakukan hal sama kepada Tiger.
Dugaan ini merujuk pada data produksi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), menunjukkan kalau produksi AHM sudah tidak merakit Tiger, dua bulan pertama tahun ini. "Kan CS-1 sudah (dihentikan produksinya), sekarang giliran Tiger. Informasi lengkapnya akan kami sampaikan akhir minggu ini," jelas Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM kepada KompasOtomotif, Selasa (11/3/2014).
Sepeda motor sport 200 cc andalan Honda ini sudah dipasarkan sejak 1993 dan terus berevolusi sampai 2013. Memasuki era injeksi, mesin SOHC 200 cc berpendingin udara sepertinya sudah dirasa jadul dan tidak masuk skala ekonomi jika diinjeksikan.
Sumber internal AHM menjelaskan, sampai saat ini nama Tiger masih dibahas apakah tetap digunakan atau diganti dengan model baru di segmen sama, sport touring. Kabarnya, telah disiapkan mesin pengganti buat Tiger berkode CB230. Sesuai kodenya, maka akan menawarkan kubikasi lebih besar dari model sebelumnya.
Penulusuran KompasOtomotif, Honda memang punya mesin 230cc yang dipakai pada trail CRF 230. Tapi, mesin itu masih konvensional berpendingin udara dan memanfaatkan asupan bahan bakar melalui karburator. Jadi, informasi masih digali, dan tunggu informasi berikutnya!
Dugaan ini merujuk pada data produksi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), menunjukkan kalau produksi AHM sudah tidak merakit Tiger, dua bulan pertama tahun ini. "Kan CS-1 sudah (dihentikan produksinya), sekarang giliran Tiger. Informasi lengkapnya akan kami sampaikan akhir minggu ini," jelas Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM kepada KompasOtomotif, Selasa (11/3/2014).
Sepeda motor sport 200 cc andalan Honda ini sudah dipasarkan sejak 1993 dan terus berevolusi sampai 2013. Memasuki era injeksi, mesin SOHC 200 cc berpendingin udara sepertinya sudah dirasa jadul dan tidak masuk skala ekonomi jika diinjeksikan.
Sumber internal AHM menjelaskan, sampai saat ini nama Tiger masih dibahas apakah tetap digunakan atau diganti dengan model baru di segmen sama, sport touring. Kabarnya, telah disiapkan mesin pengganti buat Tiger berkode CB230. Sesuai kodenya, maka akan menawarkan kubikasi lebih besar dari model sebelumnya.
Penulusuran KompasOtomotif, Honda memang punya mesin 230cc yang dipakai pada trail CRF 230. Tapi, mesin itu masih konvensional berpendingin udara dan memanfaatkan asupan bahan bakar melalui karburator. Jadi, informasi masih digali, dan tunggu informasi berikutnya!
Apr 17, 2013
Harley-Davidson Stop Produksi Tujuh Model
Kompas.com - Harley-Davidson (HD) segera menyetop produksi tujuh model yang menjadi line-up 2014 (yang biasa dipasarkan tahun ini). Rencana ini terungkap dari bocornya memo perusahaan yang dikirim ke dealer dan dilansir Motorcycle (15/4/2013).
Ketujuh model yang segera di drop itu, masing-masing XR1200X Sportster, FXS Softail Blackline, FLHTC Electra Glide Classic, FLTRX Road Glide Custom, FLTRU Road Glide Ultra yang sudah mengalami facelift. Sedang khusus untuk pasar di Amerika Utara juga akan dihentikan FLHRC Road King Classic dan FLHR Road King.
Isi memo menyebutkan, keputusan ini diambil untuk memaksimalkan model yang ada di pasar termasuk mengurangi pilihan yang terlalu banyak. Berdasarkan dinamika yang terjadi di pasar salah satu opsinya mengurangi kompleksitas model yang ada di ruang pamer (showroom). Memo itu juga menyebutkan akan mendesain ulang Road Glide. HD perlu memperbarui peralatan di pabrik untuk merakit Road Glide, termasuk mengubah aplikasi fairing depan.
Dengan ubahan ini, pihak eksekutif berharap bisa lebih cepat memperkenalkan generasi baru Road Glide khususnya bagi pecinta turing. Keputusan lanjutan terkait Road Glide akan dibicarakan lagi dalam rapat tahunan, Agustus mendatang.
Terkait XR1200X, Blackline dan Electra Glide Classic, HD memutuskan untuk menghentikan secara permanen karena perubahan karakter konsumen di pasar. Untuk Road Kings, hanya akan dipertahankan satu versi saja. Road King tetap dipasarkan di Amerika Utara, sedangkan (Road King) Classic tetap dijual di negara lain karena masih populer dari model HD lain.
Ketujuh model yang segera di drop itu, masing-masing XR1200X Sportster, FXS Softail Blackline, FLHTC Electra Glide Classic, FLTRX Road Glide Custom, FLTRU Road Glide Ultra yang sudah mengalami facelift. Sedang khusus untuk pasar di Amerika Utara juga akan dihentikan FLHRC Road King Classic dan FLHR Road King.
Isi memo menyebutkan, keputusan ini diambil untuk memaksimalkan model yang ada di pasar termasuk mengurangi pilihan yang terlalu banyak. Berdasarkan dinamika yang terjadi di pasar salah satu opsinya mengurangi kompleksitas model yang ada di ruang pamer (showroom). Memo itu juga menyebutkan akan mendesain ulang Road Glide. HD perlu memperbarui peralatan di pabrik untuk merakit Road Glide, termasuk mengubah aplikasi fairing depan.
Dengan ubahan ini, pihak eksekutif berharap bisa lebih cepat memperkenalkan generasi baru Road Glide khususnya bagi pecinta turing. Keputusan lanjutan terkait Road Glide akan dibicarakan lagi dalam rapat tahunan, Agustus mendatang.
Terkait XR1200X, Blackline dan Electra Glide Classic, HD memutuskan untuk menghentikan secara permanen karena perubahan karakter konsumen di pasar. Untuk Road Kings, hanya akan dipertahankan satu versi saja. Road King tetap dipasarkan di Amerika Utara, sedangkan (Road King) Classic tetap dijual di negara lain karena masih populer dari model HD lain.
Sep 12, 2012
Yamaha Indonesia Stop Produksi Fino dan Xeon
Kompas.com - Dampak kenaikan uang pangkal (DP) kredit kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, berpengaruh signifikan terhadap penjualan. Sampai-sampai, Yamaha Indonesia dikabarkan terpaksa menghentikan sementara dua model andalannya. Mengacu data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Yamaha sudah menghentikan produksi Fino selama tiga bulan sejak Juni-Agustus 2012. Xeon dihentikan sementara pada Juni dan Agustus, sedangkan Juli cuma produksi 100 unit.
"Lanjut terus produksi, (Fino) masih dicari konsumen," ungkap Sutarya, Direktur Pemasaran PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), kepada KompasOtomotif (10/9/2012). Dijelaskan, karena DP minimal 25 persen, Yamaha terpaksa harus menghitung kembali target produksi yang sudah ditentukan di awal tahun.
"Beberapa model kita salah prediksi, ada juga yang kurang barang, ada lebih. Tenang, produksi jalan terus, hanya kadang-kadang perlu menormalkan stok, wajar," beber Sutarya. Langkah di atas diambil supaya jumlah stok tetap terjaga sehingga tidak mengorbankan bisnis yang terjadi di dealer. Pasalnya, biasanya jika tetap bersikukuh mau mempertahankan jumlah produksi dan distribusi, tetapi justru banjir stok, maka akan memicu aksi diskon besar-besaran.
"Produksi tetap dilakukan, bulan ini Xeon sudah mulai produksi lagi. Buat Fino menyusul segera," beber Sutarya.
Dampak
Menurut AISI, dampak kenaikan DP sudah langsung berdampak pada pasar sepeda motor domestik Indonesia, sejak regulasi itu mulai efektif berlaku pada pertengahan Juli 2012. Akibatnya, akumulasi penjualan sepanjang Januari-Agustus 2012 menurun 13,2 persen menjadi hanya 4,76 juta unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu sampai 5,49 juta unit.
Bahkan, Yamaha harus mengalami penurunan signifikan tahun ini, sampai pangsa pasar tergerus cukup dalam tinggal 34,39 persen dibandingkan delapan bulan pertama tahun lalu mencapai 41,02 persen. Dari jumlah volume, total penjualan tercatat 2,25 juta unit, turun 27,5 persen jadi 1,63 juta unit saja.
"Lanjut terus produksi, (Fino) masih dicari konsumen," ungkap Sutarya, Direktur Pemasaran PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), kepada KompasOtomotif (10/9/2012). Dijelaskan, karena DP minimal 25 persen, Yamaha terpaksa harus menghitung kembali target produksi yang sudah ditentukan di awal tahun.
"Beberapa model kita salah prediksi, ada juga yang kurang barang, ada lebih. Tenang, produksi jalan terus, hanya kadang-kadang perlu menormalkan stok, wajar," beber Sutarya. Langkah di atas diambil supaya jumlah stok tetap terjaga sehingga tidak mengorbankan bisnis yang terjadi di dealer. Pasalnya, biasanya jika tetap bersikukuh mau mempertahankan jumlah produksi dan distribusi, tetapi justru banjir stok, maka akan memicu aksi diskon besar-besaran.
"Produksi tetap dilakukan, bulan ini Xeon sudah mulai produksi lagi. Buat Fino menyusul segera," beber Sutarya.
Dampak
Menurut AISI, dampak kenaikan DP sudah langsung berdampak pada pasar sepeda motor domestik Indonesia, sejak regulasi itu mulai efektif berlaku pada pertengahan Juli 2012. Akibatnya, akumulasi penjualan sepanjang Januari-Agustus 2012 menurun 13,2 persen menjadi hanya 4,76 juta unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu sampai 5,49 juta unit.
Bahkan, Yamaha harus mengalami penurunan signifikan tahun ini, sampai pangsa pasar tergerus cukup dalam tinggal 34,39 persen dibandingkan delapan bulan pertama tahun lalu mencapai 41,02 persen. Dari jumlah volume, total penjualan tercatat 2,25 juta unit, turun 27,5 persen jadi 1,63 juta unit saja.
Jun 18, 2012
Ada PCX 150, Honda Hentikan Produksi PCX 125
Detik.com - PT Astra Honda Motor (AHM) menghentikan produksi PCX 125 di Indonesia setelah munculnya sang abang PCX 150.
Hal itu ditegaskan oleh Deputy Sales Division Head PT AHM, Thomas J.A. Wijaya di acara peluncuran PCX 150 di PRJ, JI Expo Kemayoran, Jakarta , Jumat (15/6/2012).
"Dengan adanya PCX 150 makan PCX 125 distop. Di Thailand juga sudah tidak produksi PCX 125," kata Thomas.
PCX 150 dijual seharga Rp 33,3 juta, harga berbeda Rp 1,050 juta dari PCX 125.
Thomas menegaskan PCX 150 punya kekuatan berbeda dari segi mesin ketimbang PCX 150 meski secara desain hampir sama.
"Mesin besarnya bisa melepaskan tenaga lebih besar. Posisi jok juga lebih tinggi untuk menopang penampilan skuter ini," cetus Thomas.
Honda PCX 150 dilengkapi mesin 150 cc dengan Enhanced Smart Power (eSP). Mesin berteknologi V-matic dengan built liquid cooled mampu melontarkan tenaga 10 kW pada 8.500 RPM (mesin PCX 125 hanya 8,5 kW pada 8.500).
Fitur standar Idling Stop System sebagai ciri khas Honda PCX juga tersemat di skuter yang memiliki tubuh gambot itu. Jika dibandingkan dengan PCX 125, PCX terbaru yang menggunakan mesin 150 cc itu lebih panjang. Wheelbase-nya kini 1.315 mm, ground clearance dari 135 mm naik jadi -140 mm. Sedangkan bobotnya bertambah jadi 129 kg dari 126 kg.
Fitur keamanan yang tersemat yakni standar samping otomatis (side stand switch). Artinya mesin bakal mati ketika standar turun.
Dari segi tampilan, antara Honda PCX 125 dan PCX 150 tak banyak perbedaan. Keduanya sama mengadopsi bodi agak gambot dengan lampu besar yang menyatu. PT AHM yakin menargetkan penjualan sebanyak 200 unit per bulan. Untuk pasar motor Indonesia, Honda PCX 150 disediakan dalam 3 pilihan warna glamour white, luxury red, dan prestige black.
Hal itu ditegaskan oleh Deputy Sales Division Head PT AHM, Thomas J.A. Wijaya di acara peluncuran PCX 150 di PRJ, JI Expo Kemayoran, Jakarta , Jumat (15/6/2012).
"Dengan adanya PCX 150 makan PCX 125 distop. Di Thailand juga sudah tidak produksi PCX 125," kata Thomas.
PCX 150 dijual seharga Rp 33,3 juta, harga berbeda Rp 1,050 juta dari PCX 125.
Thomas menegaskan PCX 150 punya kekuatan berbeda dari segi mesin ketimbang PCX 150 meski secara desain hampir sama.
"Mesin besarnya bisa melepaskan tenaga lebih besar. Posisi jok juga lebih tinggi untuk menopang penampilan skuter ini," cetus Thomas.
Honda PCX 150 dilengkapi mesin 150 cc dengan Enhanced Smart Power (eSP). Mesin berteknologi V-matic dengan built liquid cooled mampu melontarkan tenaga 10 kW pada 8.500 RPM (mesin PCX 125 hanya 8,5 kW pada 8.500).
Fitur standar Idling Stop System sebagai ciri khas Honda PCX juga tersemat di skuter yang memiliki tubuh gambot itu. Jika dibandingkan dengan PCX 125, PCX terbaru yang menggunakan mesin 150 cc itu lebih panjang. Wheelbase-nya kini 1.315 mm, ground clearance dari 135 mm naik jadi -140 mm. Sedangkan bobotnya bertambah jadi 129 kg dari 126 kg.
Fitur keamanan yang tersemat yakni standar samping otomatis (side stand switch). Artinya mesin bakal mati ketika standar turun.
Dari segi tampilan, antara Honda PCX 125 dan PCX 150 tak banyak perbedaan. Keduanya sama mengadopsi bodi agak gambot dengan lampu besar yang menyatu. PT AHM yakin menargetkan penjualan sebanyak 200 unit per bulan. Untuk pasar motor Indonesia, Honda PCX 150 disediakan dalam 3 pilihan warna glamour white, luxury red, dan prestige black.
May 6, 2012
Yamaha Indonesia Bekukan Lexam
Kompas.com - Yamaha Indonesia bekukan sementara produksi Lexam karena pertumbuhan penjualan yang kurang positif. Sepeda motor bergenre bebek matik (betik) ini kurang diterima konsumen Indonesia karena dinilai "aneh".
Eko Prabowo, General Manager Pemasaran dan Komunikasi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan, saat ini Yamaha kembali melakukan penelitian mendalam terkait betik dan lebih fokus menggarap skutik.
"Jadi di luar orang masih beranggapan yang namanya bebek ya pakai transmisi sedangkan skutik yang otomatis. Kalau keduanya digabungkan masih belum bisa menerima," komentar Eko di Jakarta, akhir pekan ini.
Honda
Mengacu data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Yamaha Indonesia mulai memberhentikan distribusi Lexam sejak Oktober 2011. Hal serupa dilakukan Honda yang juga punya model betik yakni Revo AT. PT Astra Honda Motor mulai menghentikan distribusi Revo AT sejak Februari 2012.
Kelebihan betik yang punya postur bodi tinggi (bebek) dengan transmisi matik yang selama ini didengungkan Honda dan Yamaha kurang maksimal. Konsumen cenderung memilih bebek atau skutik. Dengan penghentian produksi ini, apakah era betik di Indonesia berakhir ?!
Eko Prabowo, General Manager Pemasaran dan Komunikasi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan, saat ini Yamaha kembali melakukan penelitian mendalam terkait betik dan lebih fokus menggarap skutik.
"Jadi di luar orang masih beranggapan yang namanya bebek ya pakai transmisi sedangkan skutik yang otomatis. Kalau keduanya digabungkan masih belum bisa menerima," komentar Eko di Jakarta, akhir pekan ini.
Honda
Mengacu data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Yamaha Indonesia mulai memberhentikan distribusi Lexam sejak Oktober 2011. Hal serupa dilakukan Honda yang juga punya model betik yakni Revo AT. PT Astra Honda Motor mulai menghentikan distribusi Revo AT sejak Februari 2012.
Kelebihan betik yang punya postur bodi tinggi (bebek) dengan transmisi matik yang selama ini didengungkan Honda dan Yamaha kurang maksimal. Konsumen cenderung memilih bebek atau skutik. Dengan penghentian produksi ini, apakah era betik di Indonesia berakhir ?!
Subscribe to:
Posts (Atom)