Kompas.com - Google mulai menggabungkan layanan uang digital Wallet dengan e-mail Gmail. Perpaduan kedua layanan tersebut membuat pengguna bisa mengirim uang semudah mengirim e-mail saja.
Showing posts with label Google. Show all posts
Showing posts with label Google. Show all posts
Mar 28, 2017
Oct 5, 2015
Kejutan, Google Rilis Tablet Pixel C
Kompas.com - Google punya kejutan di ajang peluncuran smartphone Nexus, Rabu (30/9/2015) malam. Selain merilis Nexus 6P dan 5X, raksasa internet tersebut juga memperkenalkan tablet pertamanya, Pixel C.
Sep 25, 2015
Aug 12, 2015
Google Translate Terkini, Langsung dari Kamera dan Tak Perlu Internet
Kompas.com - Saat berada di negara asing dan tidak mengerti kata-kata di papan penunjuk jalan atau menu restoran, pelancong biasanya bertanya kepada penduduk lokal atau menggunakan aplikasi penerjemah bahasa.
Aug 6, 2015
May 31, 2015
Begini Cara Google Manjakan Karyawannya
Kompas.com - Google secara konsisten dinilai sebagai tempat terbaik untuk bekerja. Beberapa alasannya adalah ketersediaan beragam fasilitas, dari yang kecil hingga besar.
Head of People Operations Google Laszlo Bock mengatakan, pada pertengahan tahun 2000-an, Google menawarkan subsidi 5.000 dollar (sekitar Rp 65 juta) kepada karyawan yang membeli mobil hibrida, sebagaimana ditelusuri CNN.
Namun dengan cepat, mobil ramah lingkungan tersebut menjadi lebih murah dan lebih umum.
Secara internal, hal ini dikenal sebagai subsidi Prius dan Google memutuskan sudah waktunya untuk menghentikan subsidi untuk merek Toyota itu.
Ketika karyawan mendengar bahwa subsidi tersebut dihilangkan pada tahun berikutnya, mereka benar-benar kecewa.
"Kami hanya melakukan ini selama tiga tahun, tetapi mereka terbiasa untuk itu. Dealer lokal memberitahu kami bahwa mereka melalui Desember yang menakjubkan tahun itu," kata Bock, yang baru saja menulis sebuah buku berjudul Work Rules!.
Jadi apa fasilitas terbaik Google? Bock mengungkapkan daftarnya.
Makanan gratis. Ini adalah salah satu fasilitas yang jelas. Google adalah salah satu perusahaan pertama yang menawarkan makanan gratis, yang sekarang menjadi hal pokok di Silicon Valley. Bock mengatakan makanan tersebut tidak hanya lezat, tetapi membantu untuk menjaga kesehatan karyawan.
Layanan antar-jemput. Fasilitas terbaik Google kedua adalah juga salah satu yang kontroversial. Bock mengatakan, angkutan gratis tersebut mengurangi volume 20.000 sampai 40.000 mobil di jalan setiap harinya. Namun beberapa warga kota di sekitar kantor pusat Google menganggap bus merupakan simbol masuknya pekerja teknologi kaya dan peningkatan sewa.
Ilmu dari pembicara beken. Google memiliki daftar pembicara tamu beken, mulai dari Stephen Colbert, Lady Gaga hingga Barack Obama. Bock mengatakan lingkungan di Google menciptakan lingkungan ide-ide segar dan dapat belajar terus-menerus.
Namun, fasilitas yang benar-benar menunjukkan kepedulian terhadap pekerja adalah memberikan karyawan fleksibilitas dan kontrol, terutama di masa-masa sulit, kata Bock.
Misalnya, lanjut Bock, jika karyawan meninggal saat bekerja di Google, keluarganya akan mendapat manfaat kematian, yakni semua saham karyawan tersebut segera dilindungi, pasangannya juga mendapatkan setengah gaji selama 10 tahun, dan anak-anak mendapatkan 1.000 dollar per bulan.
"Dalam menjalani kehidupan, ada saatnya anda berada di atas dan adakalanya jatuh hingga terhempas ke bawah. Saat itulah kami perlu berada di sana untuk anda," kata Bock.
Head of People Operations Google Laszlo Bock mengatakan, pada pertengahan tahun 2000-an, Google menawarkan subsidi 5.000 dollar (sekitar Rp 65 juta) kepada karyawan yang membeli mobil hibrida, sebagaimana ditelusuri CNN.
Namun dengan cepat, mobil ramah lingkungan tersebut menjadi lebih murah dan lebih umum.
Secara internal, hal ini dikenal sebagai subsidi Prius dan Google memutuskan sudah waktunya untuk menghentikan subsidi untuk merek Toyota itu.
Ketika karyawan mendengar bahwa subsidi tersebut dihilangkan pada tahun berikutnya, mereka benar-benar kecewa.
"Kami hanya melakukan ini selama tiga tahun, tetapi mereka terbiasa untuk itu. Dealer lokal memberitahu kami bahwa mereka melalui Desember yang menakjubkan tahun itu," kata Bock, yang baru saja menulis sebuah buku berjudul Work Rules!.
Jadi apa fasilitas terbaik Google? Bock mengungkapkan daftarnya.
Makanan gratis. Ini adalah salah satu fasilitas yang jelas. Google adalah salah satu perusahaan pertama yang menawarkan makanan gratis, yang sekarang menjadi hal pokok di Silicon Valley. Bock mengatakan makanan tersebut tidak hanya lezat, tetapi membantu untuk menjaga kesehatan karyawan.
Layanan antar-jemput. Fasilitas terbaik Google kedua adalah juga salah satu yang kontroversial. Bock mengatakan, angkutan gratis tersebut mengurangi volume 20.000 sampai 40.000 mobil di jalan setiap harinya. Namun beberapa warga kota di sekitar kantor pusat Google menganggap bus merupakan simbol masuknya pekerja teknologi kaya dan peningkatan sewa.
Ilmu dari pembicara beken. Google memiliki daftar pembicara tamu beken, mulai dari Stephen Colbert, Lady Gaga hingga Barack Obama. Bock mengatakan lingkungan di Google menciptakan lingkungan ide-ide segar dan dapat belajar terus-menerus.
Namun, fasilitas yang benar-benar menunjukkan kepedulian terhadap pekerja adalah memberikan karyawan fleksibilitas dan kontrol, terutama di masa-masa sulit, kata Bock.
Misalnya, lanjut Bock, jika karyawan meninggal saat bekerja di Google, keluarganya akan mendapat manfaat kematian, yakni semua saham karyawan tersebut segera dilindungi, pasangannya juga mendapatkan setengah gaji selama 10 tahun, dan anak-anak mendapatkan 1.000 dollar per bulan.
"Dalam menjalani kehidupan, ada saatnya anda berada di atas dan adakalanya jatuh hingga terhempas ke bawah. Saat itulah kami perlu berada di sana untuk anda," kata Bock.
Apr 25, 2015
Lewat Fi, Google Resmi Jadi Operator Telekomunikasi
Kompas.com - Google kini resmi menyediakan koneksi internet mobile seperti yang diberikan oleh operator layanan telekomunikasi. Raksasa internet itu menyebut layanan barunya sebagai Project Fi.
Layanan internet mobile yang disediakan sebenarnya bukan sepenuhnya milik Google, melainkan melalui kerjasama dengan operator telekomunikasi resmi. Dalam hal ini, mereka menggandeng Sprint dan T-Mobile di Amerika Serikat (AS).
"Project Fi ini mirip dengan program Nexus, yaitu kami bekerja sama dengan operator, produsen piranti keras, serta pengguna untuk menembus batas-batas kemungkinan. Dengan merancang piranti keras, piranti lunak hingga koneksi, kami dapat menemukan cara baru dalam hal koneksi internet dan komunikasi," ujar Google, seperti dikutip KompasTekno dari blog resminya, Kamis (23/4/2015).
Project Fi saat ini baru bisa digunakan oleh pengguna Nexus 6. Tujuan proyek ini adalah membuat pengguna gadget dapat selalu terhubung dengan koneksi internet terbaik, di lokasi mereka.
Misalnya pengguna dapat otomatis terhubung ke WiFi ketika berada di satu lokasi, lalu beralih ke jaringan LTE milik operator yang bekerja sama dengan Google saat koneksi WiFi tersebut melemah.
"Proyek ini otomatis menghubungkan Anda ke jutaan WiFi hotspot yang gratis, terbuka dan telah kami verifikasi kecepatan serta kehandalannya. Ketika sedang tidak terhubung pada WiFi, kami akan menghubungkan Anda dengan jaringan 4G LTE tercepat milik rekan kami," imbuhnya.
Proyek ini memang tidak gratis. Pengguna juga tetap ditagih bayaran untuk koneksinya, namun Google menjanjikan keuntungan berbeda.
Mereka membanderol biaya 20 dollar sebulan agar pengguna bisa mendapat layanan dasar berupa telepon, pesan teks, WiFi tethering, dan jangkauan internasional di lebih dari 120 negara. Dalam laman web-nya, negara yang mendapat jangakauan Project Fi ini antara lain Indonesia, Jepang, Italia, Tiongkok, Australia dan Ingris.
Sementara itu soal koneksi internet, mereka membandrol harga tambahan berupa 10 dollar AS per 1 GB layanan data, baik di AS atau di negara lain.
Bila kuota layanan data dari operator telekomunikasi biasanya akan hangus setelah masa berlaku habis, proyek Fi tidak berlaku demikian. Pengguna hanya membayar untuk layanan data yang mereka gunakan.
"Jika membayar 30 dollar AS untuk 3 GB sebulan, tapi dalam rentang sebulan itu cuma memakai 1,4 GB, maka uang pengguna akan dikembalikan 16 dollar AS," jelasnya.
Layanan internet mobile yang disediakan sebenarnya bukan sepenuhnya milik Google, melainkan melalui kerjasama dengan operator telekomunikasi resmi. Dalam hal ini, mereka menggandeng Sprint dan T-Mobile di Amerika Serikat (AS).
"Project Fi ini mirip dengan program Nexus, yaitu kami bekerja sama dengan operator, produsen piranti keras, serta pengguna untuk menembus batas-batas kemungkinan. Dengan merancang piranti keras, piranti lunak hingga koneksi, kami dapat menemukan cara baru dalam hal koneksi internet dan komunikasi," ujar Google, seperti dikutip KompasTekno dari blog resminya, Kamis (23/4/2015).
Project Fi saat ini baru bisa digunakan oleh pengguna Nexus 6. Tujuan proyek ini adalah membuat pengguna gadget dapat selalu terhubung dengan koneksi internet terbaik, di lokasi mereka.
Misalnya pengguna dapat otomatis terhubung ke WiFi ketika berada di satu lokasi, lalu beralih ke jaringan LTE milik operator yang bekerja sama dengan Google saat koneksi WiFi tersebut melemah.
"Proyek ini otomatis menghubungkan Anda ke jutaan WiFi hotspot yang gratis, terbuka dan telah kami verifikasi kecepatan serta kehandalannya. Ketika sedang tidak terhubung pada WiFi, kami akan menghubungkan Anda dengan jaringan 4G LTE tercepat milik rekan kami," imbuhnya.
Proyek ini memang tidak gratis. Pengguna juga tetap ditagih bayaran untuk koneksinya, namun Google menjanjikan keuntungan berbeda.
Mereka membanderol biaya 20 dollar sebulan agar pengguna bisa mendapat layanan dasar berupa telepon, pesan teks, WiFi tethering, dan jangkauan internasional di lebih dari 120 negara. Dalam laman web-nya, negara yang mendapat jangakauan Project Fi ini antara lain Indonesia, Jepang, Italia, Tiongkok, Australia dan Ingris.
Sementara itu soal koneksi internet, mereka membandrol harga tambahan berupa 10 dollar AS per 1 GB layanan data, baik di AS atau di negara lain.
Bila kuota layanan data dari operator telekomunikasi biasanya akan hangus setelah masa berlaku habis, proyek Fi tidak berlaku demikian. Pengguna hanya membayar untuk layanan data yang mereka gunakan.
"Jika membayar 30 dollar AS untuk 3 GB sebulan, tapi dalam rentang sebulan itu cuma memakai 1,4 GB, maka uang pengguna akan dikembalikan 16 dollar AS," jelasnya.
Feb 5, 2015
Google Earth Pro Seharga Rp 5 Juta Kini Digratiskan
Kompas.com - Google Earth Pro, versi premium dari Google Earth, kini gratis diunduh. Sebelumnya, bagi yang ingin menikmati layanan globe virtual tersebut harus mengeluarkan biaya 399 dollar AS atau sekitar Rp 5 juta per tahun.
Dilansir KompasTekno, Minggu (1/2/2015), dari Gizmodo, hingga saat ini Google belum memberi tahu secara resmi alasan aplikasi Google Earth Pro digratiskan.
Seperti diketahui, Google Earth memungkinkan penggunanya melihat gambaran bumi serupa aslinya melalui layar perangkat elektronik.
Lingkungan sekitar rumah atau tempat-tempat yang ingin diamati, dapat dilihat melalui aplikasi ini.
Google Earth Pro adalah versi lebih canggih dari Google Earth. Versi lanjutan ini mampu mengukur bangunan 3D, memberikan tampilan dengan gambar HD 4800 piksel (Google Earth biasa hanya 1000 piksel), mencari letak geografis secara otomatis, dan merekam film HD pada penerbangan virtual di seluruh dunia.
Semua kecanggihan tersebut kini tersedia secara gratis. Pengguna hanya perlu mengunjungi tautan ini untuk mendapatkan aplikasi Google Earth Pro.
Dilansir KompasTekno, Minggu (1/2/2015), dari Gizmodo, hingga saat ini Google belum memberi tahu secara resmi alasan aplikasi Google Earth Pro digratiskan.
Seperti diketahui, Google Earth memungkinkan penggunanya melihat gambaran bumi serupa aslinya melalui layar perangkat elektronik.
Lingkungan sekitar rumah atau tempat-tempat yang ingin diamati, dapat dilihat melalui aplikasi ini.
Google Earth Pro adalah versi lebih canggih dari Google Earth. Versi lanjutan ini mampu mengukur bangunan 3D, memberikan tampilan dengan gambar HD 4800 piksel (Google Earth biasa hanya 1000 piksel), mencari letak geografis secara otomatis, dan merekam film HD pada penerbangan virtual di seluruh dunia.
Semua kecanggihan tersebut kini tersedia secara gratis. Pengguna hanya perlu mengunjungi tautan ini untuk mendapatkan aplikasi Google Earth Pro.
Jan 25, 2015
Selamat Tinggal Google Glass
Kompas.com - Kabar mengejutkan datang dari Google. Kacamata pintar buatannya, Glass, akan berhenti dijual pada 19 Januari 2015. Proyek Glass juga dilepas dari divisi Google X yang selama ini mengembangkannya.
Selanjutnya, Glass akan berdiri sebagai divisi tersendiri dalam Google. Mantan eksekutif Apple Tony Fadell ditunjuk sebagai pengawas divisi tersebut. Sementara operasional harian tetap dikelola oleh Ivy Ross.
"Sebagai bagian dari transisi ini, kami menutup Explorer Program sehingga dapat fokus pada rencana berikutnya. 19 Januari akan jadi hari terakhir bagi Glass Explorer Edition," tulis Google Glass dalam akun G+ miliknya.
"Sementara itu kami akan tetap mengembangkannya untuk masa depan. Anda akan mulai melihat Glass masa depan saat mereka sudah siap," imbuhnya.
Dikutip KompasTekno dari Tech Crunch, Jumat (16/1/2015), para developer yang sudah memiliki Glass bisa tetap tenang. Kacamata pintarseharga 1.500 dollar AS (sekitar Rp 18 juta) itu masih bisa digunakan. Namun, piranti lunak di dalamnya tidak akan memperoleh pemutakhiran apapun.
Tak ada kepastian tetantang kapan program Google Glass tersebut kembali dilanjutkan, atau kemungkinan perubahan yang bisa terjadi di masa mendatang.
Saat ini hanya ada desas-desus bahwa Google Glass versi baru akan meluncur pada akhir 2015. Kemungkinan pada ajang tahunan Google I/O.
Selanjutnya, Glass akan berdiri sebagai divisi tersendiri dalam Google. Mantan eksekutif Apple Tony Fadell ditunjuk sebagai pengawas divisi tersebut. Sementara operasional harian tetap dikelola oleh Ivy Ross.
"Sebagai bagian dari transisi ini, kami menutup Explorer Program sehingga dapat fokus pada rencana berikutnya. 19 Januari akan jadi hari terakhir bagi Glass Explorer Edition," tulis Google Glass dalam akun G+ miliknya.
"Sementara itu kami akan tetap mengembangkannya untuk masa depan. Anda akan mulai melihat Glass masa depan saat mereka sudah siap," imbuhnya.
Dikutip KompasTekno dari Tech Crunch, Jumat (16/1/2015), para developer yang sudah memiliki Glass bisa tetap tenang. Kacamata pintarseharga 1.500 dollar AS (sekitar Rp 18 juta) itu masih bisa digunakan. Namun, piranti lunak di dalamnya tidak akan memperoleh pemutakhiran apapun.
Tak ada kepastian tetantang kapan program Google Glass tersebut kembali dilanjutkan, atau kemungkinan perubahan yang bisa terjadi di masa mendatang.
Saat ini hanya ada desas-desus bahwa Google Glass versi baru akan meluncur pada akhir 2015. Kemungkinan pada ajang tahunan Google I/O.
Nov 15, 2014
Tips Mempercepat Performa Browser Google Chrome
Liputan6.com - Browser Google Chrome adalah salah satu yang paling banyak digunakan di dunia. Tak hanya oleh para pengguna PC desktop, Google Chrome juga populer di antara para pengguna perangkat mobile, khususnya yang berbasis Android.
Menurut yang dilansir laman Android Beat, browser Google Chrome menyimpan sejumlah fitur rahasia yang dapat dieksplorasi oleh pengguna. Salah satunya adalah fungsi mempercepat performa browser.
Anda tertarik? Berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan:
1. Buka browser Google Chrome lalu Ketik chrome://flags/#max-tiles-for-interest-area. Setelah itu Anda harus memilih kotak layanan bertuliskan 'Maximum Tiles For Interest Area', lalu pilih opsi '512' dan pilih 'Relaunch Now'. Hal ini dilakukan untuk mengganti RAM Rate browser Chrome yang awalnya 64MB menjadi 512MB.
2. Lalu ketik lagi chrome://flags/#enable-new-ntp. Setelah itu ganti kotak 'Default' menjadi 'Enable' lalu tekan 'Relaunch Now'. Kemudian pilih 'Restart Google Chrome'.
Dua cara sederhana di atas diyakini mampu mempercepat performa browser Chrome sehingga terasa lebih ringan ketika digunakan menjelajah di dunia maya. Akses ke tiap laman yang Anda tuju akan terasa lebih cepat. Selamat mencoba.
Menurut yang dilansir laman Android Beat, browser Google Chrome menyimpan sejumlah fitur rahasia yang dapat dieksplorasi oleh pengguna. Salah satunya adalah fungsi mempercepat performa browser.
Anda tertarik? Berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan:
1. Buka browser Google Chrome lalu Ketik chrome://flags/#max-tiles-for-interest-area. Setelah itu Anda harus memilih kotak layanan bertuliskan 'Maximum Tiles For Interest Area', lalu pilih opsi '512' dan pilih 'Relaunch Now'. Hal ini dilakukan untuk mengganti RAM Rate browser Chrome yang awalnya 64MB menjadi 512MB.
2. Lalu ketik lagi chrome://flags/#enable-new-ntp. Setelah itu ganti kotak 'Default' menjadi 'Enable' lalu tekan 'Relaunch Now'. Kemudian pilih 'Restart Google Chrome'.
Dua cara sederhana di atas diyakini mampu mempercepat performa browser Chrome sehingga terasa lebih ringan ketika digunakan menjelajah di dunia maya. Akses ke tiap laman yang Anda tuju akan terasa lebih cepat. Selamat mencoba.
Jul 1, 2014
Remember Orkut? No? That's why Google killed it
Cnn.com - Google is saying goodbye to Orkut. Wait, what's Orkut?
Orkut is a social network Google launched in 2004, the same year as Facebook (FB, Tech30). Needless to say, Orkut hasn't exactly kept up.
The service wasn't a complete flop -- it had strong followings in India and Brazil, and claimed around 100 million users as of 2011. But Google (GOOGL, Tech30) said Orkut's growth had been outpaced by fellow Google services, including YouTube, Blogger and Google+, and that it was time to pull the plug.
"We'll be focusing our energy and resources on making these other social platforms as amazing as possible for everyone who uses them," Google's Orkut team said in a blog post.
The service will go dark on Sept. 30, Google said. Users can export their photos and data until September 2016.
Orkut was dogged by the problem of people creating fake user profiles to deliver spam on the network. It also generated privacy concerns, especially after it was hit with a virus in 2010 that collected users' personal information, and it faced accusations in Brazil that it was a haven for pedophiles.
Orkut is a social network Google launched in 2004, the same year as Facebook (FB, Tech30). Needless to say, Orkut hasn't exactly kept up.
The service wasn't a complete flop -- it had strong followings in India and Brazil, and claimed around 100 million users as of 2011. But Google (GOOGL, Tech30) said Orkut's growth had been outpaced by fellow Google services, including YouTube, Blogger and Google+, and that it was time to pull the plug.
"We'll be focusing our energy and resources on making these other social platforms as amazing as possible for everyone who uses them," Google's Orkut team said in a blog post.
The service will go dark on Sept. 30, Google said. Users can export their photos and data until September 2016.
Orkut was dogged by the problem of people creating fake user profiles to deliver spam on the network. It also generated privacy concerns, especially after it was hit with a virus in 2010 that collected users' personal information, and it faced accusations in Brazil that it was a haven for pedophiles.
May 30, 2014
May 20, 2014
Apr 17, 2014
Gratis, Aplikasi Microsoft Office di "Browser" Chrome
Kompas.com - Microsoft, pada Februari lalu, telah meluncurkan ulang layanan aplikasi produktivitas berbasis web-nya dengan nama baru, Office Online. Kini, Microsoft membawa aplikasi tersebut ke tingkat lebih lanjut dengan membuat aplikasi khusus untuk pengguna browser Chrome.
Ya, walaupun Office Online bisa diakses dengan browser apa pun dengan mengunjungi alamat Office.com, namun pengguna Chrome kini memiliki aplikasi Office Online khusus di browser-nya. Layanan Word Online, PowerPoint Online, dan OneNote Online bisa dijalankan langsung dari browser besutan Google tersebut.
Dalam blog resmi Microsoft Office yang ditulis pada Senin(14/4/2014), Microsoft mengatakan ingin memungkinkan pengguna Chrome membuat dokumen Office secara online dengan mudah di desktop. Sayangnya, Microsoft belum menghadirkan Excel Online di browser Chrome.
Pengguna bisa mengunduh aplikasi sekaligus memasangnya di browser dengan mengunjungi toko aplikasi Chrome Web Store (chrome.google.com/webstore). Ketik Word Online/PowerPoint Online/OneNote Online di kolom search yang tersedia di pojok kiri atas.
Aplikasi-aplikasi tersebut bisa digunakan secara gratis dan bisa diakses dengan login menggunakan akun Microsoft. Semua dokumen-dokumen online yang dibuat akan tersimpan secara otomatis dalam layanan penyimpanan cloud Microsoft, OneDrive secara default.
Walau demikian, aplikasi Office di browser Chrome juga dikeluhkan pengguna karena mereka harus login ke akun OneDrive tiap kali ingin membuat atau mengakses dokumen. Selain itu, pengguna juga menyayangkan mengapa Microsoft tidak menyertakan fitur offline mode seperti yang dilakukan Google dengan Google Docs-nya.
Fitur-fitur baru di Office Online
Selain merilis layanan Office-nya di browser Chrome, Microsoft pada Senin lalu juga memperkenalkan fitur-fitur baru di Office Online, seperti peningkatan dukungan terhadap file yang mengandung aplikasi Visual Basic, sehingga file tersebut kini bisa dibuka dan diedit langsung dengan Excel Online.
Mode editing juga dilengkapi dengan kemampuan menambah komentar, baik untuk Word maupun Excel Online. Fitur ini berguna jika satu dokumen yang tersimpan dikerjakan secara bersama-sama.
Sementara untuk PowerPoint Online, kini layout slide-nya menjadi lebih mirip dengan hasil akhir setelah selesai diedit. OneNOte Online di sisi lain mendapat pembaruan fitur berupa kemampuan mencetak (print) file.
Ya, walaupun Office Online bisa diakses dengan browser apa pun dengan mengunjungi alamat Office.com, namun pengguna Chrome kini memiliki aplikasi Office Online khusus di browser-nya. Layanan Word Online, PowerPoint Online, dan OneNote Online bisa dijalankan langsung dari browser besutan Google tersebut.
Dalam blog resmi Microsoft Office yang ditulis pada Senin(14/4/2014), Microsoft mengatakan ingin memungkinkan pengguna Chrome membuat dokumen Office secara online dengan mudah di desktop. Sayangnya, Microsoft belum menghadirkan Excel Online di browser Chrome.
Pengguna bisa mengunduh aplikasi sekaligus memasangnya di browser dengan mengunjungi toko aplikasi Chrome Web Store (chrome.google.com/webstore). Ketik Word Online/PowerPoint Online/OneNote Online di kolom search yang tersedia di pojok kiri atas.
Aplikasi-aplikasi tersebut bisa digunakan secara gratis dan bisa diakses dengan login menggunakan akun Microsoft. Semua dokumen-dokumen online yang dibuat akan tersimpan secara otomatis dalam layanan penyimpanan cloud Microsoft, OneDrive secara default.
Walau demikian, aplikasi Office di browser Chrome juga dikeluhkan pengguna karena mereka harus login ke akun OneDrive tiap kali ingin membuat atau mengakses dokumen. Selain itu, pengguna juga menyayangkan mengapa Microsoft tidak menyertakan fitur offline mode seperti yang dilakukan Google dengan Google Docs-nya.
Fitur-fitur baru di Office Online
Selain merilis layanan Office-nya di browser Chrome, Microsoft pada Senin lalu juga memperkenalkan fitur-fitur baru di Office Online, seperti peningkatan dukungan terhadap file yang mengandung aplikasi Visual Basic, sehingga file tersebut kini bisa dibuka dan diedit langsung dengan Excel Online.
Mode editing juga dilengkapi dengan kemampuan menambah komentar, baik untuk Word maupun Excel Online. Fitur ini berguna jika satu dokumen yang tersimpan dikerjakan secara bersama-sama.
Sementara untuk PowerPoint Online, kini layout slide-nya menjadi lebih mirip dengan hasil akhir setelah selesai diedit. OneNOte Online di sisi lain mendapat pembaruan fitur berupa kemampuan mencetak (print) file.
Nov 20, 2013
Aug 30, 2013
Google billionaire Brin's alleged gal pal shuffled to new position in office
| Amanda Rosenberg |
Nypost.com - The girlfriend of Google billionaire Sergey Brin has been transferred in the wake of a bombshell office romance that rocked Silicon Valley, The Post has learned.
Internet side dish Amanda Rosenberg, 26 -- a UK Googler who recently moved to the San Francisco corporate offices to work for Google Glass, a pet Brin project -- has been moved to another post there “to be even further from Sergei in the chain of command,” a source close to the scandal said today.
Brin’s affair with Rosenberg was revealed yesterday after tech blog AllThingsD reported the search engine co-founder had split with his wife of six years, Anne Wojcicki. ValleyWag.com quickly outed Rosenberg as the other woman.
It’s unclear how long Rosenberg and Brin had been dating on the sly, but a source said the Google co-founder and his wife, both 40, were “still together when Amanda entered the picture.”
Brin and Wojciki – CEO of DNA testing kit firm 23andME --split about four months ago, an insider said.
Another source with knowledge of the relationship said it is “open to debate” on whether Rosenberg caused the split and called the Brin-Wojcicki marriage “complicated.”
Rosenberg had been dating another Googler, Hugo Barra, a top Android exec. Barra resigned this week to take a job with China Android phone maker Xiaomi.
His departure came in the wake of “a recent thorny personal situation related to the end of a romantic relationship he had with another Googler,” according to AllThingsD.
Adding to the drama, Wojcicki’s sister Susan Wojcicki is a senior Google exec. Brin and cofounder Larry Page started Google in Susan’s garage.
Google did not respond to calls for comment on the relationship, or whether it violated any corporate ethics code.
“Romantic relationships between co-workers can, depending on the work roles and respective positions of the co-workers involved, create an actual or apparent conflict of interest,” according to the Google conduct code posted online.
“If a romantic relationship does create an actual or apparent conflict, it may require changes to work arrangements or even the termination of employement of either or both individuals involved.”
The company also provides employees a handy conflict of interest litmus test.
“When faced with a potential conflict of interest, ask yourself: would this activity harm my reputation, negatively impact my ability to do my job at Google or potentially harm Google?” the code suggests. “Would this activity embarrass Google or me if it showed up on the front page of a newspaper or a blog?”
“If the answer to any of these questions is ‘yes,’ the relationship or situation is likely to create a conflict of interest and you should avoid it.”
Rosenberg could not be reached.
Brin and his wife have not filed for divorce.
Internet side dish Amanda Rosenberg, 26 -- a UK Googler who recently moved to the San Francisco corporate offices to work for Google Glass, a pet Brin project -- has been moved to another post there “to be even further from Sergei in the chain of command,” a source close to the scandal said today.
Brin’s affair with Rosenberg was revealed yesterday after tech blog AllThingsD reported the search engine co-founder had split with his wife of six years, Anne Wojcicki. ValleyWag.com quickly outed Rosenberg as the other woman.
It’s unclear how long Rosenberg and Brin had been dating on the sly, but a source said the Google co-founder and his wife, both 40, were “still together when Amanda entered the picture.”
Brin and Wojciki – CEO of DNA testing kit firm 23andME --split about four months ago, an insider said.
Another source with knowledge of the relationship said it is “open to debate” on whether Rosenberg caused the split and called the Brin-Wojcicki marriage “complicated.”
Rosenberg had been dating another Googler, Hugo Barra, a top Android exec. Barra resigned this week to take a job with China Android phone maker Xiaomi.
His departure came in the wake of “a recent thorny personal situation related to the end of a romantic relationship he had with another Googler,” according to AllThingsD.
Adding to the drama, Wojcicki’s sister Susan Wojcicki is a senior Google exec. Brin and cofounder Larry Page started Google in Susan’s garage.
Google did not respond to calls for comment on the relationship, or whether it violated any corporate ethics code.
“Romantic relationships between co-workers can, depending on the work roles and respective positions of the co-workers involved, create an actual or apparent conflict of interest,” according to the Google conduct code posted online.
“If a romantic relationship does create an actual or apparent conflict, it may require changes to work arrangements or even the termination of employement of either or both individuals involved.”
The company also provides employees a handy conflict of interest litmus test.
“When faced with a potential conflict of interest, ask yourself: would this activity harm my reputation, negatively impact my ability to do my job at Google or potentially harm Google?” the code suggests. “Would this activity embarrass Google or me if it showed up on the front page of a newspaper or a blog?”
“If the answer to any of these questions is ‘yes,’ the relationship or situation is likely to create a conflict of interest and you should avoid it.”
Rosenberg could not be reached.
Brin and his wife have not filed for divorce.
Aug 26, 2013
Laporan "Gangguan Jalan" Tersedia di Google Maps
Kompas.com - Juni lalu, Google mengakuisisi perusahaan aplikasi GPS sosial Waze dengan nilai yang mencengangkan, yaitu mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS. Banyak pihak berspekulasi mengenai motif di balik pembelian perusahaan itu. Jawabannya kini mulai mengemuka.
Seperti dilaporkan oleh The Verge, Google pada Selasa (20/8/2013) mengumumkan penerapan fitur pelaporan gangguan jalan secara langsung di aplikasi mobile Google Maps, mirip dengan yang terdapat pada Waze.
Gangguan jalan dimaksud bisa bermacam-macam, seperti banjir, penutupan jalan, atau kecelakaan. Tujuan pelaporannya adalah memberi tahu pengguna Maps lainnya agar bisa menghindari daerah yang bermasalah. Fitur ini adalah salah satu ciri khas aplikasi peta sosial bikinan Waze.
Di Google Maps, yang menjadi pelapor kejadian bukanlah pengguna software itu sendiri, melainkan para pengguna Waze.
Jadi, setiap kali anggota Waze melaporkan suatu kejadian, pemakai Google Maps juga bisa melihat laporan tersebut secara realtime. Namun, para pengguna Google Maps tak bisa memberi laporan, tetapi hanya melihat.
Fitur ini akan mulai tersedia untuk pengguna Google Maps di Argentina, Brasil, Cile, Kolombia, Ekuador, Perancis, Jerman, Meksiko, Panama, Peru, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat. Wilayah-wilayah lain akan menyusul setelahnya.
Seperti dilaporkan oleh The Verge, Google pada Selasa (20/8/2013) mengumumkan penerapan fitur pelaporan gangguan jalan secara langsung di aplikasi mobile Google Maps, mirip dengan yang terdapat pada Waze.
Gangguan jalan dimaksud bisa bermacam-macam, seperti banjir, penutupan jalan, atau kecelakaan. Tujuan pelaporannya adalah memberi tahu pengguna Maps lainnya agar bisa menghindari daerah yang bermasalah. Fitur ini adalah salah satu ciri khas aplikasi peta sosial bikinan Waze.
Di Google Maps, yang menjadi pelapor kejadian bukanlah pengguna software itu sendiri, melainkan para pengguna Waze.
Jadi, setiap kali anggota Waze melaporkan suatu kejadian, pemakai Google Maps juga bisa melihat laporan tersebut secara realtime. Namun, para pengguna Google Maps tak bisa memberi laporan, tetapi hanya melihat.
Fitur ini akan mulai tersedia untuk pengguna Google Maps di Argentina, Brasil, Cile, Kolombia, Ekuador, Perancis, Jerman, Meksiko, Panama, Peru, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat. Wilayah-wilayah lain akan menyusul setelahnya.
Jun 27, 2013
Jun 18, 2013
Jun 2, 2013
Gmail's new killer feature: Spam blocking 2.0
Cnn.com - Over the next week, millions of Gmail users will notice that something's changed. Just like the web browser containing it, Gmail will have tabs.
But it won't be tabs for handling different accounts. Instead, the tabs will represent the new auto-sorting powers Google's Gmail has been granted in an attempt to make your email more useful. You might say it's an evolution of the spam blocker.
Leveraging years of data collection from Gmail accounts, Google will be able to take notifications from services like Facebook and Twitter and file them away in a folder titled Social. Groupon deals and the never-ending onslaught of email from Fab will be tucked away in the Promotions folders.
All those bills, receipts, and nagging reminders you don't really want to deal with? Updates folder. And for those who still use message boards and mailing lists, there's a folder for any emails from that corner of the internet.
The amount of email we all get has gone way up. But as our methods of communicating electronically have become more varied, we receive far fewer emails we actually care about -- emails that can get lost in the flood of knockoff Cialis offers.
With the updated Gmail, which Google unveiled earlier this week, what should theoretically remain is an inbox of email you actually want to look at.
Google has tried for years to supply tools to make email less painful. It introduced the aforementioned spam filters, a Starred email folder, and an auto-populating Priority Inbox, all in an attempt to reduce the noise. But aside from the spam filter, people haven't really latched on to any of the other solutions. And even with the spam filter, most people still have way too many emails.
When Mailbox, an app built on top of Gmail, was released for Apple's iOS earlier this year, it stood out for its simplistic approach and painless way for filing non-urgent mail.
Google is wise to build some of that sorting into the core experience of Gmail, but it's even smarter to move a step ahead and automate the process. Few companies arguably have more data and insights on the type of mail people really want to engage with, and if anyone is audaciously qualified to attempt such a feat, it's Google.
But it won't be tabs for handling different accounts. Instead, the tabs will represent the new auto-sorting powers Google's Gmail has been granted in an attempt to make your email more useful. You might say it's an evolution of the spam blocker.
Leveraging years of data collection from Gmail accounts, Google will be able to take notifications from services like Facebook and Twitter and file them away in a folder titled Social. Groupon deals and the never-ending onslaught of email from Fab will be tucked away in the Promotions folders.
All those bills, receipts, and nagging reminders you don't really want to deal with? Updates folder. And for those who still use message boards and mailing lists, there's a folder for any emails from that corner of the internet.
The amount of email we all get has gone way up. But as our methods of communicating electronically have become more varied, we receive far fewer emails we actually care about -- emails that can get lost in the flood of knockoff Cialis offers.
With the updated Gmail, which Google unveiled earlier this week, what should theoretically remain is an inbox of email you actually want to look at.
Google has tried for years to supply tools to make email less painful. It introduced the aforementioned spam filters, a Starred email folder, and an auto-populating Priority Inbox, all in an attempt to reduce the noise. But aside from the spam filter, people haven't really latched on to any of the other solutions. And even with the spam filter, most people still have way too many emails.
When Mailbox, an app built on top of Gmail, was released for Apple's iOS earlier this year, it stood out for its simplistic approach and painless way for filing non-urgent mail.
Google is wise to build some of that sorting into the core experience of Gmail, but it's even smarter to move a step ahead and automate the process. Few companies arguably have more data and insights on the type of mail people really want to engage with, and if anyone is audaciously qualified to attempt such a feat, it's Google.
Subscribe to:
Posts (Atom)