Showing posts with label Bug. Show all posts
Showing posts with label Bug. Show all posts

Aug 13, 2013

Xerox's Scanner Problem Just Got Bigger

Businessweek.com - Xerox (XRX) is now saying that some of its scanners can alter numbers in documents, even at the highest resolution setting. It blames a software bug for which it does not yet have a fix. “We continue to work tirelessly and diligently to develop a software patch to address the problem,” the company said in an Aug. 11 statement.

The admission over the weekend is a fresh embarrassment for Xerox, which assured customers last week that scanners would alter documents only if the factory settings were changed to a lower resolution. Now it says problems can occur at the factory settings and even at the “highest modes”—i.e., above the factory settings.

“We apologize for any confusion that came from our prior communications,” Rick Dastin, president of Xerox’s office and solutions business group, said in Sunday’s statement.

Routine documents should still be reproduced perfectly, according to Dastin. The ones where problems occur are “stress” documents, “which include documents with small fonts, those scanned multiple times and hard to read.” His statement includes a list of affected machines.

The problem came to light when German computer scientist David Kriesel scanned a construction plan on a Xerox machine and noticed that it changed numbers on some of the room measurements. In an e-mail, Kriesel said he was honored that Xerox had reached out to him to acknowledge the problem and asked him to test their patch. He wrote, “I am glad not to go down in history as the guy too dumb to read the manual. :-)”

Jul 31, 2013

Pakai Kartu SIM Lawas, 750 Juta Ponsel Terancam

Kompas.com - Kartu Subscriber Identity Module (SIM) ternyata rentan terhadap program jahat dan pembajakan. Ahli keamanan digital dari Security Research Labs di Berlin, Jerman, Karsten Nohl, berhasil mengindentifikasi cacat dalam teknologi enkripsi kartu SIM.

Celah keamanan tersebut bisa dimanfaatkan penjahat cyber untuk membongkar kunci keamanan kartu SIM yang terdiri dari 56 digit angka.

Setelah berhasil menyusup, si penjahat cyber dapat menguping pembicaraan dalam panggilan telepon, melakukan pembelian, sampai meniru identitas si pemilik resmi.

Nohl mengatakan kepada The New York Times bahwa aksi peretasan itu dapat dilakukan dalam waktu kurang dari dua menit.

"Kami dapat memata-matai Anda. Kami mengetahui kunci enkripsi untuk melakukan panggilan. Kami juga bisa baca SMS Anda. Lebih dari sekadar memata-matai, kami bisa mencuri data dari kartu SIM, identitas Anda, dan membebankannya ke akun Anda," kata Nohl.

Ia menjelaskan, celah keamanan itu ditemukan pada kartu SIM yang menggunakan Data Encryption Standard (DES), sebuah metode enkripsi "jadul" yang dikembangkan perusahaan IBM pada 1970. Teknologi lawas ini masih digunakan oleh 3 miliar ponsel yang terhubung dengan kartu SIM.

Dari penelitian yang dilakukan Nohl dan timnya, diperkirakan ada 1.000 kartu SIM di Eropa dan Amerika Utara yang menunjukan tanda-tanda cacat teknologi. Nohl memperkirakan terdapat 750 juta ponsel yang rentan terhadap serangan karena masih banyak operator yang mempertahankan SIM dengan metode keamanan DES.

Nohl dan tim telah membagikan hasil penelitian dua tahunnya kepada GSM Association, sebuah kelompok dagang yang mewakiliki industri ponsel global. Nohl juga berencana mempresentasikan temuannya dalam konferensi Black Hat di Las Vegas, Amerika Serikat, pada Agustus mendatang.

Juru Bicara GSM Association, Claire Cranton, mengatakan, organisasi masih mengandalkan standar teknologi enkripsi yang lama. "Kami akan mempertimbangkan implikasi dan memberi bimbingan kepada para operator seluler dan vendor SIM yang mungkin terkena dampak," tutur Cranton.