Showing posts with label Microsoft. Show all posts
Showing posts with label Microsoft. Show all posts

May 24, 2018

Microsoft Siapkan Windows 10 Lean

Kompas.com - Sistem operasi Windows 10 cukup memakan tempat di media penyimpanan sehingga laptop dan tablet low-end dengan ruang memori penyimpanan terbatas seringkali tidak bisa memasang fitur baru lewat update OS.

Mar 17, 2017

11 April, Microsoft "Bunuh" Windows Vista

Kompas.com - Microsoft bakal "bunuh" Windows Vista pada 11 April mendatang. Semua dukungan untuk sistem operasi dan fitur-fitur di dalam Vista akan dihentikan oleh Microsoft mulai tanggal tersebut.

Mar 15, 2017

Microsoft Selipkan Iklan di "Explorer" Windows 10, Begini Mematikannya

Kompas.com - Microsoft dilaporkan diam-diam menyalurkan iklan layanan cloud-nya ke File Explorer di Windows 10. Sejumlah pengguna pekan lalu melihat iklan ini nongol dalam bentuk banner besar di atas jendela explorer.

Oct 17, 2016

Microsoft Rilis Nokia 216, Dijual Rp 500.000

Kompas.com - Ponsel Nokia masih melanjutkan hidup di bawah Microsoft. Raksasa teknologi itu minggu ini memperkenalkan Nokia 216, sebuah feature phone baru yang dibanderol murah meriah.

Jun 17, 2016

Microsoft Akuisisi LinkedIn Rp 349 Triliun

Kompas.com - Kabar mengejutkan datang dari Microsoft. Raksasa software itu resmi mengakuisisi LinkedIn dengan nilai 26,2 miliar dollar AS atau setara Rp 349,3 triliun. Sebelumnya, tak ada rumor yang beredar menyoal rencana tersebut.

May 26, 2016

Microsoft Jebak Pengguna Agar Upgrade ke Windows 10?

Kompas.com - Microsoft secara rutin mengingatkan pengguna Windows 7 dan Windows 8.1 untuk melakukan upgrade ke Windows 10 dengan menampilkan pop-up berisi notifikasi.

Mar 18, 2016

Microsoft Test Drives (Dives?) Underwater Data Centers

Fortune.com - Microsoft thinks it’s found a way to cut high energy costs for cooling data centers: By putting them under water.

Aug 7, 2015

5 Hal yang Perlu Diwaspadai dari Windows 10

Kompas.com - Windows 10 baru saja diluncurkan dan tampaknya antusiasme masyarakat cukup memuaskan. Sistem operasi teranyar ini, pada 24 jam pertama peluncuran, sudah diunduh 14 juta kali.

Jul 25, 2015

Windows 10 dalam Flashdisk Sudah Bisa Dipesan

Kompas.com - Microsoft telah mengonfirmasi bakal menjual sistem operasi barunya, Windows 10 dalam bentuk fisik melalui sebuah USB flashdisk.

Seiring semakin dekatnya tanggal peluncuran WIndows 10, Microsoft sudah membuka sesi pemesanan Windows 10 yang didistribusikan melalui USB flashdisk itu di situs jual beli Amazon.

Namun, dikutip KompasTekno dari Trusted Reviews, Jumat (17/7/2015), sesi pemesanan itu baru dilakukan untuk pembeli di wilayah Amerika Serikat saja.

Amazon juga menulis bahwa upgrade Windows 10 akan digratiskan bagi siapa saja yang saat ini menjalankan sistem operasi Windows 7 atau Windows 8.1.

Microsoft menyiapkan Windows 10 Home dan Pro Editions dalam versi bahasa Inggris dan Spanyol di Amazon, dan dijanjikan akan dirilis pada 16 Agustus mendatang.

Apakah tanggal peluncuran itu akurat atau tidak, belum diketahui. Microsoft sendiri telah mengonfirmasi bahwa peluncuran resmi Windows 10 adalah pada 29 Juli.

Dengan demikian, Microsoft secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa Windows 10 akan didistribusikan dalam sebuah flashdisk USB, selain melalui download lewat internet dan DVD.

Tentunya hal ini membantu banyak orang yang memiliki koneksi internet lambat dan tidak memiliki drive DVD di perangkatnya.

Dalam pernyataannya sebelumnya, Microsoft mengatakan bahwa harga jual retail Windows 10 di AS akan sama dengan harga jual Windows 8.1 saat ini.

Windows 10 versi Home akan dijual dengan harga 119 dollar AS atau sekitar Rp 1,6 juta. Adapun Windows 10 Professional akan dibanderol 199 dollar AS atau sekitar Rp 2,6 juta.

Jan 25, 2015

Windows 7 Mulai Masuk Masa "Pensiun"

Kompas.com - Hampir enam tahun berlalu sejak Windows 7 pertama dirilis pada pertengahan 2009 silam. Memasuki 2015, sistem operasi beken ini mulai memasuki masa “pensiun”.

Menurut informasi yang dilansir Kompas Tekno dari Read Write Web, Senin (19/1/2015), Microsoft telah mengakhiri dukungan mainstream bagi Windows 7 Service Pack 1, terhitung mulai 13 Januari 2015.

Artinya, pemilik komputer dengan Windows 7 tak akan lagi mendapat tambahan fitur baru terkait sistem operasi. Dukungan teknis cuma-cuma pun tidak lagi tersedia.

Adapun update vital terkait keamanan masih akan terus disalurkan secara rutin, seiring dengan masa berlaku “extended support” untuk Windows 7 yang baru akan berakhir pada 14 Januari, 2020 mendatang.

Untuk sekarang setidaknya Windows 7 belum benar-benar “ditinggalkan” seperti Windows XP yang semua dukungannya resmi dicabut pada April 2014.

Windows 7 sendiri hingga kini masih memegang predikat sebagai sistem operasi komputer terpopuler di dunia.

Data terbaru dari Netmarketshare menunjukkan bahwa Windows 7 masih menguasai pangsa pasar sebanyak lebih dari 56 persen, jauh lebih besar dibandingkan sistem operasi lain, seperti Mac OS X, ataupun duet Windows 8 dan Windows 8.1 yang pangsa gabungannya hanya berkisar di angka 13 persen.

Jul 13, 2014

Microsoft Ending Windows 7 Support In Jan 2015

Valuewalk.com - Microsoft made the official announcement early this month. The company also announced it was ending support for Windows Server 2003 and Office 2010. The personal computer operating system maker generally offers mainstream support for five years after the release. This includes feature updates, security updates, and performance enhancements. Beyond that period, Microsoft extends support which may include free security fixes however customers still have to pay for other types of updates.

Support for Windows 7 will end on January 13, 2015 but Microsoft will still offer free security patches until 2020. Microsoft will end support for Windows 8.X on January 2018. These cut-off dates effect potential PC buyers who find themselves tempted to wait for April 2015 when the next operating system release Threshold debuts.

In January, Microsoft will also drop support for Windows Server 2008/ 2008 R2, Exchange Server 2010, NAV 2009, NAV 2009 R2, Dynamics C5 2010, and Windows Storage Server 2008. Within the next few months, Microsoft will drop support for Windows Phone 7.8 mainstream support.

Jun 9, 2014

5 Tahun Bing Kejar Google Tanpa Hasil

Detik.com - Bing adalah mesin pencarian internet yang dilahirkan Microsoft pada Juni 2009. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk menggoyang dominasi Google. Namun lima tahun sudah berlalu, tapi Bing tidak juga bisa mengejar apalagi mendahului Google.

Ya, selisih pangsa pasar Google dan Bing saat ini masih terpaut jauh. Menurut penelitian dari comScore, pasar mesin cari dipimpin Google dengan market share 67,5%, diikuti Yahoo dengan 18,6% dan baru Bing yang memperoleh bagian 10,1%.

"Bing telah menjadi kekecewaan yang besar bagi Microsoft. Mereka memang belum menyerah pada Bing, tapi saya juga tidak melihat ada hal baru yang besar di Bing," sebut Dan Olds, analis di Gabriel Consulting Group yang dikutip detikINET dari Computer World, Jumat (6/6/2014).

"Saya pikir Bing itu terlalu besar dan menghasilkan cukup uang sehingga Microsoft tidak menghentikannya. Tapi Bing tidak cukup besar untuk menghadirkan tantangan yang signifikan pada Google," tambah dia.

Microsoft sejatinya sudah banyak berusaha membesarkan Bing, misalnya beraliansi dengan Yahoo. Juga dengan situs mikroblogging Twitter yang memungkinkan tweet user dicari melalui Bing. Tapi dominasi Google memang sangat sukar dikalahkan.

Apr 17, 2014

Gratis, Aplikasi Microsoft Office di "Browser" Chrome

Kompas.com - Microsoft, pada Februari lalu, telah meluncurkan ulang layanan aplikasi produktivitas berbasis web-nya dengan nama baru, Office Online. Kini, Microsoft membawa aplikasi tersebut ke tingkat lebih lanjut dengan membuat aplikasi khusus untuk pengguna browser Chrome.

Ya, walaupun Office Online bisa diakses dengan browser apa pun dengan mengunjungi alamat Office.com, namun pengguna Chrome kini memiliki aplikasi Office Online khusus di browser-nya. Layanan Word Online, PowerPoint Online, dan OneNote Online bisa dijalankan langsung dari browser besutan Google tersebut.

Dalam blog resmi Microsoft Office yang ditulis pada Senin(14/4/2014), Microsoft mengatakan ingin memungkinkan pengguna Chrome membuat dokumen Office secara online dengan mudah di desktop. Sayangnya, Microsoft belum menghadirkan Excel Online di browser Chrome.

Pengguna bisa mengunduh aplikasi sekaligus memasangnya di browser dengan mengunjungi toko aplikasi Chrome Web Store (chrome.google.com/webstore). Ketik Word Online/PowerPoint Online/OneNote Online di kolom search yang tersedia di pojok kiri atas.

Aplikasi-aplikasi tersebut bisa digunakan secara gratis dan bisa diakses dengan login menggunakan akun Microsoft. Semua dokumen-dokumen online yang dibuat akan tersimpan secara otomatis dalam layanan penyimpanan cloud Microsoft, OneDrive secara default.

Walau demikian, aplikasi Office di browser Chrome juga dikeluhkan pengguna karena mereka harus login ke akun OneDrive tiap kali ingin membuat atau mengakses dokumen. Selain itu, pengguna juga menyayangkan mengapa Microsoft tidak menyertakan fitur offline mode seperti yang dilakukan Google dengan Google Docs-nya.

Fitur-fitur baru di Office Online

Selain merilis layanan Office-nya di browser Chrome, Microsoft pada Senin lalu juga memperkenalkan fitur-fitur baru di Office Online, seperti peningkatan dukungan terhadap file yang mengandung aplikasi Visual Basic, sehingga file tersebut kini bisa dibuka dan diedit langsung dengan Excel Online.

Mode editing juga dilengkapi dengan kemampuan menambah komentar, baik untuk Word maupun Excel Online. Fitur ini berguna jika satu dokumen yang tersimpan dikerjakan secara bersama-sama.

Sementara untuk PowerPoint Online, kini layout slide-nya menjadi lebih mirip dengan hasil akhir setelah selesai diedit. OneNOte Online di sisi lain mendapat pembaruan fitur berupa kemampuan mencetak (print) file.

Feb 25, 2014

Gratis, Office Online Siap Saingi Google Drive

Kompas.com - Microsoft telah membawa aplikasi produktivitasnya, Office, ke internet sejak lama. Layanan yang bisa diakses melalui internet tersebut diberi nama Office Web Apps. Namun, belakangan ini Microsoft merombak namanya menjadi lebih sederhana dan mudah dimengerti.

Dalam posting-an blog resmi Office pada Rabu (19/2/2014), Microsoft menjelaskan bahwa perubahan tersebut untuk menghilangkan kebingungan penggunanya. Menurutnya, nama Office Web Apps terlalu rumit dan membingungkan.

Saat menyebut Office Web Apps, pengguna mungkin akan bertanya-tanya, apakah itu sebuah produk lain Microsoft, apakah mereka sudah meng-install-nya di PC mereka atau harus mengunduh aplikasinya terlebih dahulu untuk bisa menggunakannya.

Karena itu, Microsoft menyederhanakan nama Office Web Apps yang kini disebut Office Online. Sederhananya, ini adalah versi online dari Microsoft Office. Pengguna tidak butuh meng-install atau mengunduh aplikasi, yang mereka butuhkan hanyalah web browser.

Layanan Office Online dari Microsoft selama ini memang belum diketahui banyak orang karena tersembunyi di balik layanan cloud OneDrive, nama baru untuk SkyDrive yang juga baru diperkenalkan Microsoft.

Sebelumnya, pengguna harus mengakses OneDrive dengan akun Microsoft mereka terlebih dahulu untuk membuat atau membuka dokumen.

Kini, pengguna cukup membuka situs Office.com dan langsung bisa menggunakan versi online dari Word, Excel, PowerPoint, dan OneNote secara gratis. Syaratnya, pengguna wajib menggunakan akun layanan Microsoft, Outlook, atau Hotmail.

Fitur Office Online tersebut kini diletakkan di halaman depan sehingga mempertegas layanan apa saja yang diberikan Microsoft.

Microsoft juga menambahkan fasilitas App Bar di bagian atas untuk beralih antara layanan Outlook.com, OneDrive, atau Word, Excel, PowerPoint, dan OneNote Online dengan mudah.

Dengan proses rebranding tersebut, Microsoft siap bersaing dengan Google Drive yang juga memiliki fungsi yang serupa, yaitu tool produktivitas yang tersimpan dalam komputasi awan.

Jan 18, 2014

Microsoft Undur 'Kematian' Windows XP

Detik.com - Meski terbilang lawas, tak dapat dipungkiri masih banyak pengguna komputer yang masih menggunakan Windows XP. Rencana Microsoft yang ingin 'mengubur' Windows XP pada April mendatang pun kemungkinan besar akan diundur.

Hal tersebut didukung langsung oleh data jumlah pengguna Windows XP yang dikumpulkan Microsoft. Dukungan terhadap Windows XP pun diperpanjang hingga tahun 2015 mendatang. Sebelumnya Microsoft mengumumkan akhir dukungan terhadap Windows XP pada 8 April.

Artinya hingga 2015 nanti pengguna Windows XP masih akan mendapatkan dukungan keamanan menangkal kerentanan yang mengintai.

Dengan kata lain, Microsoft Security Essentials, Forefront Client Security, Forefront Endpoint Protection, System Center Endpoint Protection, dan Windows Intune yang ditujukan bagi Windows XP masih akan terus diperbaharui.

“Untuk membantu organisasi menyelesaikan migrasi mereka, Microsoft akan terus memberikan update anti malware dan pembaharuan engine Windows XP hingga 14 Juli 2015,” tulis Microsoft dalam Blog resminya yang dikutip detikINET, Jumat (17/1/2014).

Salah satu pengguna terbesar Windows XP berasal dari China. Saking banyaknya, pemerintah China bahkan meminta Microsoft memperpanjang ‘umur’ Windows XP. Pengumuman ini pun menjawab permintaan pemerintah China tersebut.

Dec 12, 2013

Microsoft ends Windows 7 retail sales, directs consumers to Windows 8

Foxnews.com - Looking for a way to push more people to the latest version of Windows, Microsoft announced that the company discontinued the distribution of retail copies of Windows 7 at the end of October 2013.

While retailers like Amazon still have an existing stock of retail copies to sell to customers, Microsoft will no longer package and supply the official retail version of the software. However, consumers will still be able to purchase the OEM version of Windows 7 for the foreseeable future.

In addition, this doesn’t mean that PC manufacturers will be forced to stop selling computers that offer Windows 7. According to the Windows lifecycle fact sheet, the date for halting all sales of PCs with Windows 7 pre-installed on the device is currently undetermined. Microsoft had previously listed that date as October 31, 2014, but removed that information earlier today.

Releasing a statement to The Next Web about the date change, a Microsoft representative said “We apologize for any confusion this may have caused our customers. We’ll have more details to share about the Windows 7 lifecycle once they become available."

"Additionally, we are confirming that the Retail software end of sales date for Windows 7 did happen on October 30, 2013.” Interestingly, Windows Vista was available in retail form nearly as long as the four-year retail life span of Windows 7.

While customers are still interested in Windows 7, Microsoft is likely looking for ways to boost the adoption rate of Windows 8. According to the latest data from NetMarketShare, Windows 8 and Windows 8.1 collectively have about a 9.3 percent market share versus Windows 7 at approximately 46 percent and Windows XP still holding strong at 31 percent.

In addition, Windows 7 had a faster growth rate than Windows 8 during a four month span earlier in the year. Of course, the slow adoption of Windows 8 has hurt Microsoft’s ability to capture a stronger foothold in the tablet market, an area that’s currently dominated by Apple’s iOS and Google’s Android software.

Nov 8, 2013

Microsoft Makes IE 11 Browser Work for Windows 7

Cnn.com - Microsoft Corp. said Thursday that it has made its latest browser, Internet Explorer 11, available to users of Windows 7 machines.

The new browser had already been part of the Windows 8.1 upgrade the company released last month.

The browser, available as a free download, improves the performance of websites that use JavaScript. Microsoft says the browser is 9 percent faster than Internet Explorer 10.

It also enables better 3-D graphics rendering in websites, allowing users to manipulate 3-D objects on-screen.

May 23, 2013

Berapa Harga Xbox One?

Kompas.com - Ketersediaan dan informasi harga konsol gaming terbaru Microsoft, Xbox One, masih menjadi misteri. Namun, berkat halaman pemesanan perdana (pre-order) di sebuah situs toko ritel di Inggris, sedikit titik terang sudah muncul atas misteri tersebut.

Seperti dilaporkan Now Gamer, Rabu (22/5/2013), Xbox One sudah bisa dipesan melalui peritel online Zavvi. Harganya? 400 poundsterling atau sekitar Rp 6 juta.

Microsoft sendiri belum merilis keterangan berapa persisnya harga Xbox One.

Harga tersebut tidak berbeda jauh dari apa yang diprediksikan oleh Paul Thurrot dari Supersite for Windows. Kala itu, ia menduga, Xbox One akan dijual sekitar 500 dollar AS atau Rp 4,9 juta.

Thurrot juga menduga bahwa ada versi lebih murah seharga 300 dollar AS, tetapi peminatnya harus turut membeli paket berlangganan sebagai subsidi.

Gambaran dari harga Xbox One sudah mulai terlihat. Lantas, kapan perangkat ini akan hadir di pasaran? Microsoft sendiri belum mengumumkan kapan konsol tersebut akan di pasaran. Mereka hanya berjanji akan meluncurkan ke pasaran pada tahun ini juga.

Meski begitu, banyak yang memprediksi Xbox One beredar secara resmi di pasaran pada akhir tahun atau menjelang musim liburan. Jika prediksi ini benar, maka Xbox One akan berhadapan langsung dengan konsol teranyar Sony, Playstation 4.

Kira-kira, mana yang lebih laku di pasaran?