Showing posts with label Pertamina. Show all posts
Showing posts with label Pertamina. Show all posts

Nov 23, 2016

Bio Solar Terkontaminasi Air, Pertamina Siap Ganti Rugi

Kompas.com - Pertamina sudah menemukan penyebab adanya kandungan air dalam Bio Solar. Masalah ini disebabkan pada FAME yang terkontaminasi air laut pada saat proses pengiriman melalui kapal.

Dec 26, 2013

Daftar SPBU di Jakarta Yang Melayani Pemasangan RFID

Otomotifnet.com - Pertamina bersama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) membuka posko pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) di SPBU di Jakarta. Berikut adalah daftar SPBU yang dapat melayani pemasangan RFID.

Jam kerja pemasangan RFID ini mulai pukul 07.00 sampai 17.00 WIB. Berhubung tidak setiap hari posko dibuka di semua SPBU yang ada pada daftar ini, dianjurkan untuk melakukan pengecekan sebelum berangkat dengan menghubungi hotline Pertamina di 500 000.

Idealnya hanya butuh waktu 5 menit saja untuk pemasangan RFID. "Tapi karena banyak pertanyaan dari masyarakat saat pemasangan jadi molor, sekitar 10 sampai 20 menit," jelas Dayu Rengganis, Corporate Services Director PT INTI.

Proses pertama dalam pemasangan RFID adalah proses input data pemilik dan kendaraan dari berdasarkan STNK. Kemudian, tiap satu nama yang tercatat akan mendapatkan gelang RFID yang sebelumnya sudah diprogram sesuai jenis dan kategori kendaraan menggunakan RFID Programmer.

Tiap gelang RFID mewakili satu profil pemilik dan kendaraanya yang tidak bisa saling tukar.  Langkah selanjutnya adalah memasang gelang RFID di mulut tangki bahan bakar. "Satu lagi yang harus diketahui masyarakat juga adalah, pemasangan perangkat RFID ini gratis tidak dipungut biaya," yakin Andi Nugroho Manager Sosialisasi Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak (SMPBBM). (motor.otomotifnet.com)

Jakarta Utara
1 / 34-11103 / Jl. Raya KS. Tubun No. 20 
2 / 34-11104 / Jl. Hayam Wuruk No. 74/75 Kec Mapar Kel. Taman Sari
3 / 34-11701 / Jl. Kamal Raya 
4 / 34-14107 / Jl. Raya Cakung Cilincing (KBN) No. 17  
5 / 34-14201 / Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading  
6 / 34-14204 / Jl. Raya Yos Sudarso 
7 / 34-14205 / Jl. Boulevard Timur Kelapa Gading 
8 / 34-14206 / Jl. Pegangsaan 2 Kelapa Gading 
9 / 34-14207 / Jl. Plumpang Semper 
10 / 34-14209 / Jl. Logistik No. 85 Pegangsaan 
11 / 34-14210 / Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D Kav 2 
12 / 34-14301 / Jl. Sunter Paradise 
13 / 34-14304 / Jl. Tongkol No. 7 Kel. Tanjung Priok 
14 / 34-14307 / Jl. Danau Sunter Selatan Blok 05 No. 10 
15 / 34-14403 / Jl. Pluit Raya Selatan No. 10 Kel. Pluit Kec. Penjaringan  
16 / 34-14405 / Jl. Kampung Bandan  Jakarta Utara 
17 / 34-14408 / Jl. Budi Mulya Raya, Pademangan 
18 / 34-14413 / Jl. Benyamin Sueb ex. Bandara Kemayoran  

Jakarta Barat
1 / 34-11403 / Jl. Kemanggisan Utama Raya No. 6-8 RT 11 RW 06 Palmerah  
2 / 34-11407 / Jl. Kemanggisan Utama Raya 
3 / 34-11708 / Jl. Raya Duri Kosambi Cengkareng  
4 / 34-11710 / Jl. Outer Ringroad Cengkareng Pintu Air 
5 / 34-11712 / Jl. Daan Mogot KM. 4-5 Kel. Cengkareng Timur   
6 / 34-11713 / Jl. Raya Daan Mogot KM. 10 Pesing 
7 / 34-11801 / Peta Barat (Jl. Benda)

Jakarta Pusat
1 / 31-10202 / Jl. Abdul Muis No. 68 Kel. Petojo Sela 
2 / 31-13101 / Jl. Pramuka Raya 
3 / 31-10303 / Jl. Cikini Raya Kel. Cikini Kec. Menteng  
4 / 31-10701 / Jl. Industri II Kemayoran 
5 / 34-10401 / Jl. Kramat Raya No. 116

Jakarta Timur
1 / 31-13602 / Jl. Mayjen Sutoyo
2 / 31-13701 / Jl. Raya Bogor KM. 28, Ps. Rebo 
3 / 34-13205 / Jl. Printis Kemerdekaan  
4 / 34-13206 / Jl. Raya Pemuda Rawamangun 
5 / 34-13208 / Jl. Rawamangun Muka Raya No. 1  
6 / 34-13305 / Jl. Otista Raya
7 / 34-13409 / Jl. Raden Inten  
8 / 34-13414 / Jl. Basuki Rahmat No. 64  
9 / 34-13419 / Jl. Raden Inten Kec. Duren Sawit POSPOL  
10 / 34-13421 / Jl. I Gusti Ngurah Rai Pondok Kopi
11 / 34-13422 / Jl. Raya Kalimalang Pd. Kelapa 
12 / 34-13502 / Jl. Raya Condet
13 / 34-13505 / Jl. Raya Bogor KM. 4, Kramat Jati 
14 / 34-13506 / Jl. Pusdik Depnaker No. 80 Pinang Ranti 
15 / 34-13802 / Jl. Raya Pondok Gede 
16 / 34-13806 / Jl. Supriyadi No. 27 Ciracas
17 / 34-13907 / Jl. Centra Primer
18 / 34-13908 / Jl. Hamengkubuwono IX

Jakarta Selatan  
1 / 31-12802 / Jl. M.T. Haryono Kav. 18 
2 / 31-12902 / Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X2/2 
3 / 34-12412 / Jl. Fatmawati
4 / 34-12703 / Jl. Raya Pasar Minggu 14, Pancoran  
5 / 34-12902 / Jl. Gatot Subroto Kav. 31 

Apr 26, 2013

Wah! Premium yang Dijual SPBU Ternyata Premix RON 90

Detik.com - Indonesia saat ini mengimpor BBM 900 ribu barel atau 143 juta liter tiap hari, termasuk bensin subsidi premium. Namun ternyata, premium yang dijual di SPBU adalah bensin premix dengan bilangan oktan (RON) 90 bukan 88. Kok bisa?

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Sugiharto mengatakan saat ini tidak ada lagi negara yang menjual bensin premium Ron 88. Jadi yang diimpor adalah RON 90 atau premix.

"Ya memang menggunakan aturan berpuluh tahun selalu menggunakan RON 88, namun saat ini yang menjual RON 88 sudah makin langka di dunia," kata Sugiharto ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (24/4/2013).

Dikatakan Sugiharto, karena lebih mudah mengimpor RON 90, maka Pertamina tetap menjualnya dengan harga premium Ron 88. Karena apabila bensin RON 90 harus diturunkan oktannya, memerlukan biaya tambahan lagi.

"Ya karena lebih mudah dapat yang 90 ya kita anggap saja itu 88 dan jual saja tidak di-downgrade atau diturunkan kualitasnya," ungkapnya.

Sebelumnya, pihak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) juga mengakui bensin premium yang dijual di SPBU merupakan bensin jenis premix.

Pemerintah pernah menyatakan harga bensin keekonomian bensin premium adalah Rp 9.000/liter. Tapi ternyata bensin tersebut bukan premium, melainkan Premix 90.

Mar 24, 2011

Pertamax Hanya Rp 7.500 Jika Bebas Pajak

Detik.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan jika Pertamax tidak dikenakan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10% dan PBB KB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor) sebesar 5%, maka harga jualnya hanya Rp 7.500 per liter.


“Lihat saja, kalau dikurangi 15 persen pajaknya, itu bisa sampai berkurang Rp 1300-1400-an. Kalau dikurangi kan berarti bisa sampai kisaran Rp 7500 per liter untuk harga Pertamax,” kata VP Corporate Communication Pertamina Mochammad Harun kepada detikOto, Rabu (16/3/2011).

Ia mengatakan, naiknya harga Pertamax Cs yang saat ini sudah mencapai Rp 8.700 per liter bukan berarti mahal, namun harga BBM yang tidak disubsidi itu merupakan cerminan harga minyak dunia yang terus meningkat.

“Sebetulnya harga Pertamax jika naik itu wajar, harga Pertamax itu kan cerminan harga minyak dunia. Justru yang tidak wajar itu adalah harga Premium,” kata Harun.

Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Keuangan, Agus Marto, menyampaikan dalam rapat yang diadakan di badan anggaran DPR RI sehari sebelumnya, bahwa harga Premium Cs tidak ada perubahan dan merupakan yang paling murah ketimbang harga BBM di beberapa negara tetangga yang sudah mengalami penyesuaian.

“Maka itu, di sini pemerintah sudah baik hati. Jadi sebaiknya BBM Subsidi digunakan tepat sasaran dan digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif supaya anggaran tidak dirugikan karena sudah banyak habis untuk subsidi,” jelas Harun.

“Kita juga sekarang sefang menyusun formula yang rencananya ingin diberikan kepada Kementerian Keuangan apakah memungkinkan bagi masyarakat yang mengkonsumsi Pertamax bisa diberikan insentif terkait pajak BBM Non-Subsidi tersebut. Mungkin pajaknya bisa dikurangi, syukur-syukur bisa dihilangkan jadi harga Pertamax bisa murah,” tambahnya.

Dijelaskan olehnya, bahwa formula yang ingin diusulkan kepada Kemenkeu tersebut adalah peninjauan ulang kembali PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 persen dan PBB KB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor) sebesar 5% yang masuk ke dalam formulasi harga Pertamax Cs.

Seperti diketahui, sejak tanggal 16 Maret 2011, Pertamax Cs mengalami kenaikan sebesar Rp 600 dari Rp 8100/liter menjadi Rp 8700/liter untuk wilayah Jabodetabek.