Kompas.com - Kantor Bea dan Cukai Ngurah Rai Bali menyita 19 unit mobil milik Subaru Indonesia karena tersandung masalah utang pajak senilai Rp 1,5 triliun. Penyitaan mobil sempat diperkarakan di Pengadilan Denpasar, namun kemudian hakim memenangkan pihak Bea dan Cukai Ngurah Rai.
Showing posts with label Subaru. Show all posts
Showing posts with label Subaru. Show all posts
Sep 25, 2015
Aug 12, 2015
Nilai Aset Subaru di Indonesia Tidak Cukup buat Bayar Hutang
Kompas.com - Audit yang dilakukan Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) untuk Subaru Indonesia pada Juli 2014, telah mengungkap masalah pembayaran pajak senilai Rp 1,5 triliun untuk aktivitas impor pada 2013. Tagihan itu seharusnya dibayar minimal 50 persen lebih dulu tapi tidak dilakukan, maka aset Subaru Indonesia pun disita.
Jul 7, 2015
Tiga Merek Mobil Ini Tidak Jualan Sejak Januari 2015
Kompas.com - Sejak Januari hingga Mei 2015, ada tiga merek mobil penumpang di Indonesia yang tidak merekam data penjualan. Menurut data wholesale Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), ketiga merek itu adalah Infiniti, Subaru, dan Cherry.
Performa Infiniti di Indonesia memang tidak pernah setara dengan merek premium lainnya. Tahun ini belum ada satupun unit yang terjual, padahal sejak Indonesia International Motor Show 2014 lalu Infiniti Indonesia sudah bersiap lari lebih kencang setelah meluncurkan dua varian sedan Q50, 2.0L turbocharger dan 3.5L hibrida.
Pada 2013 cuma ada 16 unit yang dijual di satu-satunya diler Infiniti di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Prestasi itu bahkan menurun pada 2014 menjadi hanya 8 unit.
Performa Infiniti di Indonesia memang tidak pernah setara dengan merek premium lainnya. Tahun ini belum ada satupun unit yang terjual, padahal sejak Indonesia International Motor Show 2014 lalu Infiniti Indonesia sudah bersiap lari lebih kencang setelah meluncurkan dua varian sedan Q50, 2.0L turbocharger dan 3.5L hibrida.
Pada 2013 cuma ada 16 unit yang dijual di satu-satunya diler Infiniti di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Prestasi itu bahkan menurun pada 2014 menjadi hanya 8 unit.
Subaru
Sejak terbelit kasus pajak dengan Pemerintah Indonesia, mulai Oktober 2014 diler Motor Image Indonesia (Subaru Indonesia) lumpuh dari aktivitas. Dari pemberitaan yang disiarkan sebelumnya, mobil-mobil Subaru yang dipamerkan di beberapa diler sempat dilabeli “disita”.
[Update] : Pihak Subaru telah mencabut pernyataan sebelumnya terkait artikel ini.
Chery
Chery International, produsen mobil asal China meresmikan PT Chery Mobil Indonesia (CMI) sebagai rekanan lokal pada 23 Februari 2012. Saat itu CMI langsung menjual tiga model, yaitu MPV Chery Eastar 2.0L, SUV Chery Tiggo 1,6L, dan pikap Chery Transcab 1.1L.
Namun menelisik dari data wholesale Gaikindo, diler-diler CMI tak merekam aktivitas jualan pada 2013 sampai Mei 2015. Dari keterangan penjawab telepon di kantor pusat CMI di Jl. Hasyim Ashari No. 1, Jakarta Pusat, saat ini lokasi itu sedang dalam proses renovasi. Aktivitas dipindahkan ke fasilitas Motorave di Jl. Agung Barat No. 15, Sunter, Jakarta Utara.
“Kita memang sedang tidak jualan, tapi suku cadang dan servis bisa dilakukan di sini,” jelas salah satu wiraniaga di Sunter via telepon.
Sejak terbelit kasus pajak dengan Pemerintah Indonesia, mulai Oktober 2014 diler Motor Image Indonesia (Subaru Indonesia) lumpuh dari aktivitas. Dari pemberitaan yang disiarkan sebelumnya, mobil-mobil Subaru yang dipamerkan di beberapa diler sempat dilabeli “disita”.
[Update] : Pihak Subaru telah mencabut pernyataan sebelumnya terkait artikel ini.
Chery
Chery International, produsen mobil asal China meresmikan PT Chery Mobil Indonesia (CMI) sebagai rekanan lokal pada 23 Februari 2012. Saat itu CMI langsung menjual tiga model, yaitu MPV Chery Eastar 2.0L, SUV Chery Tiggo 1,6L, dan pikap Chery Transcab 1.1L.
Namun menelisik dari data wholesale Gaikindo, diler-diler CMI tak merekam aktivitas jualan pada 2013 sampai Mei 2015. Dari keterangan penjawab telepon di kantor pusat CMI di Jl. Hasyim Ashari No. 1, Jakarta Pusat, saat ini lokasi itu sedang dalam proses renovasi. Aktivitas dipindahkan ke fasilitas Motorave di Jl. Agung Barat No. 15, Sunter, Jakarta Utara.
“Kita memang sedang tidak jualan, tapi suku cadang dan servis bisa dilakukan di sini,” jelas salah satu wiraniaga di Sunter via telepon.
Jun 27, 2015
Jan 31, 2015
Tidak Bisa Jualan, Subaru Indonesia Tetap Terima Servis Mobil
Detik.com - Meski tidak beroperasi sementara sejak Oktober 2014 kemarin, Subaru tetap menerima jasa service konsumen mereka.
"Kami masih melayani jasa service mobil-mobil konsumen (Subaru di Indonesia)," ujar seorang karyawan Subaru di Indonesia kepada detikOto.
Saat detikOto mengunjungi showroom besar Subaru di kawasan Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, ada beberapa kendaraan yang tengah masuk ke jalur service kendaraan.
Terlihat mobil SUV, Subaru XV yang tengah melakukan service berkala.
Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Haryo Limanseto mengatakan, Juli tahun 2014 kemarin Bea Cukai melakukan audit khusus kepada pihak Subaru Indonesia. Hasil audit itu ditemukan ada masalah nilai pabean.
Tidak tanggung-tanggung Subaru pun harus merogoh kocek hingga Rp 1,5 triliun, untuk bisa memiliki kendaraan yang disita petugas Bea Cukai.
"Kami masih melayani jasa service mobil-mobil konsumen (Subaru di Indonesia)," ujar seorang karyawan Subaru di Indonesia kepada detikOto.
Saat detikOto mengunjungi showroom besar Subaru di kawasan Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, ada beberapa kendaraan yang tengah masuk ke jalur service kendaraan.
Terlihat mobil SUV, Subaru XV yang tengah melakukan service berkala.
Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Haryo Limanseto mengatakan, Juli tahun 2014 kemarin Bea Cukai melakukan audit khusus kepada pihak Subaru Indonesia. Hasil audit itu ditemukan ada masalah nilai pabean.
Tidak tanggung-tanggung Subaru pun harus merogoh kocek hingga Rp 1,5 triliun, untuk bisa memiliki kendaraan yang disita petugas Bea Cukai.
Jan 12, 2015
Jul 25, 2014
Subaru Terancam Tuntutan Konsumen karena Oli
Kompas.com - Subaru terancam menghadapi tuntutan hukum melalui Gugatan Perwakilan Kelompok (Class Action) dari konsumen di Amerika Serikat (AS). Para konsumen merasa dirugikan karena mobilnya mengonsumsi oli mesin lebih banyak dari normal.
Tuntutan dilayangkan Keith Yaeger, konsumen di California yang memiliki Forester lansiran 2014 dan Michael Schuler, dari Florida, pemilik Outback 2013. Kedua mobil ini menggunakan mesin 2.0 liter Boxer, yang juga dimiliki oleh Legacy.
Dalam tuntutan, kedua konsumen menganggap penggunaan oli mesin di mobilnya cenderung lebih banyak dan di luar kebiasaan. Mereka juga menyatakan, Subaru menolak memperbaiki masalah ini, justru membebani konsumen dengan biaya perbaikan yang mahal.
Konsumen penuntut juga menyatakan akan mengurungkan niat untuk membeli Subaru, atau rela membayar lebih murah dari harga semestinya jika mengetahui permasalahan ini. Mereka harus dibebani dengan siklus pembelian oli yang cepat. Bahkan, mengaku harus merogoh kocek sampai 8.000 dollar AS (Rp 91,9 juta) untuk biaya perbaikan atas masalah ini.
Komponen lain
Mereka juga harus memperbaiki komponen lain yang terkait, seperti sensor oksigen, catalytic converter, dan busi. Tuntutan ini menganggap permasalahan ini terkait masalah keselamatan, karena mesin bisa beropotensi tiba-tiba mati seketika dalam kondisi berkendara atau kecepataan tertentu. Class Action ini diajukan di Pengadilan Tinggi di Camden, New Jersey, AS.
Michael McHale, juru bicara Subaru mengatakan sudah mengetahui permasalahan ini. "Kami percaya kalau konsumsi oli dari kendaraan kami masih dalam batas wajar. Kami terus berupaya mengurangi konsumsi komponen, seperti oli, yang dibutuhkan kendaraan untuk beroperasi. Kami juga sudah bekerja sama dengan konsumen terkait masalah ini," jelas McHale.
Tuntutan dilayangkan Keith Yaeger, konsumen di California yang memiliki Forester lansiran 2014 dan Michael Schuler, dari Florida, pemilik Outback 2013. Kedua mobil ini menggunakan mesin 2.0 liter Boxer, yang juga dimiliki oleh Legacy.
Dalam tuntutan, kedua konsumen menganggap penggunaan oli mesin di mobilnya cenderung lebih banyak dan di luar kebiasaan. Mereka juga menyatakan, Subaru menolak memperbaiki masalah ini, justru membebani konsumen dengan biaya perbaikan yang mahal.
Konsumen penuntut juga menyatakan akan mengurungkan niat untuk membeli Subaru, atau rela membayar lebih murah dari harga semestinya jika mengetahui permasalahan ini. Mereka harus dibebani dengan siklus pembelian oli yang cepat. Bahkan, mengaku harus merogoh kocek sampai 8.000 dollar AS (Rp 91,9 juta) untuk biaya perbaikan atas masalah ini.
Komponen lain
Mereka juga harus memperbaiki komponen lain yang terkait, seperti sensor oksigen, catalytic converter, dan busi. Tuntutan ini menganggap permasalahan ini terkait masalah keselamatan, karena mesin bisa beropotensi tiba-tiba mati seketika dalam kondisi berkendara atau kecepataan tertentu. Class Action ini diajukan di Pengadilan Tinggi di Camden, New Jersey, AS.
Michael McHale, juru bicara Subaru mengatakan sudah mengetahui permasalahan ini. "Kami percaya kalau konsumsi oli dari kendaraan kami masih dalam batas wajar. Kami terus berupaya mengurangi konsumsi komponen, seperti oli, yang dibutuhkan kendaraan untuk beroperasi. Kami juga sudah bekerja sama dengan konsumen terkait masalah ini," jelas McHale.
Jul 10, 2014
Isu Brake Line Subaru Tarik 660.238 Kendaraan
Detik.com - Subaru menarik kembali (recall) 660.238 unit kendaraan yang dipasarkan di Amerika Serikat. Recall dilakukan untuk memperbaki komponen kendaraan yakni brake line yang berpotensi mengalami karat.
Mengutip Reuters, Jumat (4/7/2014), korosi pada saluran yang membawa cairan minyak rem antara komponen rem ini biasanya terjadi pada kawasan yang bersuhu dingin.
Jika brake line tidak diperbaiki maka menyebabkan pengereman menjadi tidak optimal.
Subaru memanggil konsumen untuk memeriksa kendaraanya. Ada pun recall ini berpengaruh Forester produksi 2009-2013, Impreza 2008-2011, Impreza WRX/STI 2008-2014, Outback 2005-2009 dan Legacy 2005-2009.
Recall ini mencakup kendaraan yang dipasarkan Subaru di di Connecticut, Delaware, Illinois, Indiana, Iowa, Maine, Maryland, Massachusetts, Michigan, Minnesota, Missouri, New Hampshire, New Jersey, New York, Ohio, Pennsylvania, Rhode Island, Vermont, Virginia Barat, Wisconsin dan Washington DC.
Badan Keselamatan Lalu Lintas Nasional AS atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). melaporkan tidak ada cedera atau kematian akibat kerusakan komponen tersebut.
Mengutip Reuters, Jumat (4/7/2014), korosi pada saluran yang membawa cairan minyak rem antara komponen rem ini biasanya terjadi pada kawasan yang bersuhu dingin.
Jika brake line tidak diperbaiki maka menyebabkan pengereman menjadi tidak optimal.
Subaru memanggil konsumen untuk memeriksa kendaraanya. Ada pun recall ini berpengaruh Forester produksi 2009-2013, Impreza 2008-2011, Impreza WRX/STI 2008-2014, Outback 2005-2009 dan Legacy 2005-2009.
Recall ini mencakup kendaraan yang dipasarkan Subaru di di Connecticut, Delaware, Illinois, Indiana, Iowa, Maine, Maryland, Massachusetts, Michigan, Minnesota, Missouri, New Hampshire, New Jersey, New York, Ohio, Pennsylvania, Rhode Island, Vermont, Virginia Barat, Wisconsin dan Washington DC.
Badan Keselamatan Lalu Lintas Nasional AS atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). melaporkan tidak ada cedera atau kematian akibat kerusakan komponen tersebut.
Apr 27, 2014
Mar 11, 2013
Subaru "Recall" Legacy, Outback dan XV
Kompas.com - Subaru Amerika Serikat mengumumkan recall terhadap 47.419 unit Legacy dan Outback produksi 2010-2013, XV Crosstrek crossover (2013) dan Impreza (2012-2013). Penyebab model dipanggil - khusus yang bertransmisi otomatis atau Continuously Variable Transmission (CVT) yang dilengkapi dengan Audiovox remote engine starter (RES) menyebabkan mesin tiba-tiba hidup sendiri tanpa perintah.
Menurut Lembaga Keselamatan Jalan Raya dan Lalul Lintas AS (NHTSA) yang dilansir Reuters (7/3/2013), jika remote starter yang dipegang pengemudi jatuh, akan menyebabkan sinyal perintah ke mobil untuk menghidupkan mesin meski tombol start/stop ditekan.
Kondisi tersebut dinilai berbahaya terhadap lingkungan karena mesin terus menghasilkan karbon monoksida, apalagi bila diparkir di dalam garasi yang tertutup. Juru bicara Subaru mengaku sampai recall diumumkan, belum ada laporan cedera atau korban lain akibat masalah tersebut. Subaru segera menghubungi semua pemilik Su baru di AS untuk melakukan mengganti remote secara cuma-cuma mulai April mendatang.
Menurut Lembaga Keselamatan Jalan Raya dan Lalul Lintas AS (NHTSA) yang dilansir Reuters (7/3/2013), jika remote starter yang dipegang pengemudi jatuh, akan menyebabkan sinyal perintah ke mobil untuk menghidupkan mesin meski tombol start/stop ditekan.
Kondisi tersebut dinilai berbahaya terhadap lingkungan karena mesin terus menghasilkan karbon monoksida, apalagi bila diparkir di dalam garasi yang tertutup. Juru bicara Subaru mengaku sampai recall diumumkan, belum ada laporan cedera atau korban lain akibat masalah tersebut. Subaru segera menghubungi semua pemilik Su baru di AS untuk melakukan mengganti remote secara cuma-cuma mulai April mendatang.
Subscribe to:
Posts (Atom)