Kompas.com - Jajaran Polres Bengkulu Utara bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) membekuk dua pelaku penjualan kulit harimau sumatera dan tulang, Sabtu (13/5/2017) pukul 23.00 WIB.
Showing posts with label Hewan. Show all posts
Showing posts with label Hewan. Show all posts
May 26, 2017
Apr 15, 2017
Benarkah Punya Peliharaan Anjing Bikin Anak Lebih Sehat?
Kompas.com - Kelucuan anjing sebagai hewan peliharaan memang sudah cukup untuk menjadi alasan mengadopsinya. Namun, bila Anda masih butuh alasan lain untuk menjadikan hewan terloyal di dunia ini sebagai bagian dari keluarga, simak hasil penelitian di bawah ini.
Apr 5, 2017
Kalimantan Selatan Miliki Kura-kura Paling Terancam di Dunia
Tempo.co - Kalimantan Selatan memiliki kura-kura yang paling terancam di dunia, yakni Tum-tum atau tuntong laut (Batagur borneoensis, dulunya bernama Callagur borneoensis). Binatang langka ini juga ditemui di Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand.
Aug 3, 2016
Terekam Kamera, Macan Tutul Jawa di Kaki Gunung Kukusan
Kompas.com - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) kembali menemukan keberadaan macan tutul jawa atau Panthera pardus melas setelah kamera pengintai yang dipasang oleh Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) TNBTS menangkap keberadaan hewan yang populasinya mulai kritis itu.
Harimau Sumatera Tak Terdeteksi di Enam Kantung Habitat
Kompas.com - Studi yang dilakukan oleh sejumlah lembaga konservasi mengungkap, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) sudah tidak terdeteksi di sejumlah kantung habitat.
Jun 17, 2016
Enam Ekor Lumba-lumba Terdampar di Teluk Kendari
Kompas.com - Sebanyak enam ekor lumba-lumba sepanjang 2 meter terdampar di perairan Desa Sama Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Rabu (15/6/2016).
Apr 22, 2016
Harimau Kamboja Resmi Dinyatakan Punah
Kompas.com - Para aktvis konservasi Kamboja, Rabu (6/4/2016), untuk pertama kalinya menyatakan harimau di negeri itu telah punah.
Apr 9, 2016
Singa di Taman Safari diduga dibius biar bisa foto dengan pengunjung
Merdeka.com - Ada-ada saja kelakuan sejumlah pihak untuk meraup pundi-pundi rupiah ke dalam kantongnya. Dengan melakukan eksploitasi terhadap sesama makhluk hidup pun dilakoni agar mendapat untung.
Mar 18, 2016
Lahir Prematur dan Alami Dehidrasi, Si Benar Mati
Kompas.com - Cuma bertahan hidup sembilan hari, Si Benar, seekor bayi Harimau Sumatera yang lahir, Kamis (18/2/2016), ditemukan mati di kandang sempit di Taman Margasatwa Medan atau Medan Zoo, Jumat (26/2/2016) dinihari.
Mar 4, 2016
Seekor Bayi Harimau Sumatera Lahir, Akan Dinamakan "Benar"
Kompas.com - Seekor anak harimau Sumatera (Phantera tigris sumatrae) lahir di Taman Margasatsa Medan atau Medan Zoo.
Apr 25, 2015
Langka, Percumbuan Sepasang Harimau Sumatera Tertangkap Kamera
Kompas.com - Percumbuan sepasang harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) tertangkap kamera. Foto menyuguhkan pemandangan menarik tentang perilaku satwa eksotis yang kini kian terancam oleh perusakan hutan itu.
Adegan percumbuan itu ditangkap oleh kamera jebak WWF Indonesia yang dipasang di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Kamera menangkap aktivitas harimau yang jarang dilihat publik itu pada pertengahan Desember 2014.
Rekaman dengan kamera jebak itu menunjukkan dua harimau tampak malu-malu. Pakar harimau WWF Indonesia, Yoseph Vattakayen, mengungkapkan, itu menandakan bahwa keduanya baru saja bertemu. Harimau betina memberikan sinyal positif, ditandai dengan posisi tubuhnya.
"Menyadari adanya kesempatan, harimau jantan tersebut memberikan respons dengan melakukan flehmen, menjulurkan lidahnya dan memamerkan gigi dengan wajah lucu sambil mengendus-endus harimau betina," urai Yoseph dalam rilis WWF Indonesia, Selasa (21/4/2015). Dalam foto, sepasang harimau itu tampak sedang berciuman.
Harimau sumatera jantan yang tertangkap kamera bernama Riko. Individu itu pernah tertangkap kamera WWF sebelumnya. Kamera jebak WWF Indonesia di TNBBS sendiri sudah dipasang sejak tahun 2013, dan berhasil mengidentifikasi 5 harimau, antara lain 2 jantan dan 3 betina.
Harimau sumatera kini menjadi spesies yang terancam. "Selama 2014 saja, TIM Gabungan WWF-TNBBS telah menyapu 80 jerat harimau dan 2 senjata api ilegal dalam wilayah TNBBS," kata Yob Charles, Project Leader WWF Program Bukit Barisan Selatan.
Di luar soal perilaku menarik, hasil tangkap kamera terhadap harimau sumatera kali ini harus menjadi momen bagi pemerintah untuk melindungi salah satu satwa ikonis Indonesia tersebut agar populasinya tetap terjaga.
Adegan percumbuan itu ditangkap oleh kamera jebak WWF Indonesia yang dipasang di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Kamera menangkap aktivitas harimau yang jarang dilihat publik itu pada pertengahan Desember 2014.
Rekaman dengan kamera jebak itu menunjukkan dua harimau tampak malu-malu. Pakar harimau WWF Indonesia, Yoseph Vattakayen, mengungkapkan, itu menandakan bahwa keduanya baru saja bertemu. Harimau betina memberikan sinyal positif, ditandai dengan posisi tubuhnya.
"Menyadari adanya kesempatan, harimau jantan tersebut memberikan respons dengan melakukan flehmen, menjulurkan lidahnya dan memamerkan gigi dengan wajah lucu sambil mengendus-endus harimau betina," urai Yoseph dalam rilis WWF Indonesia, Selasa (21/4/2015). Dalam foto, sepasang harimau itu tampak sedang berciuman.
Harimau sumatera jantan yang tertangkap kamera bernama Riko. Individu itu pernah tertangkap kamera WWF sebelumnya. Kamera jebak WWF Indonesia di TNBBS sendiri sudah dipasang sejak tahun 2013, dan berhasil mengidentifikasi 5 harimau, antara lain 2 jantan dan 3 betina.
Harimau sumatera kini menjadi spesies yang terancam. "Selama 2014 saja, TIM Gabungan WWF-TNBBS telah menyapu 80 jerat harimau dan 2 senjata api ilegal dalam wilayah TNBBS," kata Yob Charles, Project Leader WWF Program Bukit Barisan Selatan.
Di luar soal perilaku menarik, hasil tangkap kamera terhadap harimau sumatera kali ini harus menjadi momen bagi pemerintah untuk melindungi salah satu satwa ikonis Indonesia tersebut agar populasinya tetap terjaga.
Jan 10, 2014
Menhut: Melani Memang Disarankan Dieuthanasia, Tapi Kita Mau Usaha
Detik.com - Melani masih dirawat di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Dokter menyarankan agar harimau sumatera itu disuntik mati, namun Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan masih berharap Melani bisa sehat seperti semula.
"Melani memang disarankan dokter untuk dieuthanasia (disuntik mati), tapi kan kita mau tetap usaha. Tapi ya memang Melani ini tak bisa sehat seperti yang lain," kata Zulkifli di Gedung Manggala Wanabakti, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2014).
Zulkifli mengatakan, selain sudah tua, Melani juga sudah sejak kecil dikasih daging berformalin. "Makanya dari situ kita tutup (izin pemeliharaan Melani) lalu kita ambil alih, tapi malah saya dimaki-maki," katanya.
Melani kurus kering karena tak mendapat perawatan maksimal di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Sejak lahir tahun 1998, binatang yang dilindungi itu mendapat perawatan di KBS. Tubuhnya kurus hingga hanya berbobot 44 kilogram dari bobot normal seharusnya 75 kg untuk binatang seumurnya di usia 15 tahun. Dia menderita gangguan pencernaan akut sejak 4 tahun lalu karena makanan berformalin.
Melani menjadi berita setelah foto tentang dirinya menjadi salah satu foto pilihan majalah terkemuka AS, Time. Foto Melani masuk dalam foto 'The Most Surprising Photos of 2013'. Foto itu diambil pada 15 April 2013, menggambarkan Melani yang kurus kering dan bermata sayu.
"Melani memang disarankan dokter untuk dieuthanasia (disuntik mati), tapi kan kita mau tetap usaha. Tapi ya memang Melani ini tak bisa sehat seperti yang lain," kata Zulkifli di Gedung Manggala Wanabakti, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2014).
Zulkifli mengatakan, selain sudah tua, Melani juga sudah sejak kecil dikasih daging berformalin. "Makanya dari situ kita tutup (izin pemeliharaan Melani) lalu kita ambil alih, tapi malah saya dimaki-maki," katanya.
Melani kurus kering karena tak mendapat perawatan maksimal di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Sejak lahir tahun 1998, binatang yang dilindungi itu mendapat perawatan di KBS. Tubuhnya kurus hingga hanya berbobot 44 kilogram dari bobot normal seharusnya 75 kg untuk binatang seumurnya di usia 15 tahun. Dia menderita gangguan pencernaan akut sejak 4 tahun lalu karena makanan berformalin.
Melani menjadi berita setelah foto tentang dirinya menjadi salah satu foto pilihan majalah terkemuka AS, Time. Foto Melani masuk dalam foto 'The Most Surprising Photos of 2013'. Foto itu diambil pada 15 April 2013, menggambarkan Melani yang kurus kering dan bermata sayu.
Jan 2, 2014
Pingsan Setelah Dibius, Gajah Liar di Riau Ini Akhirnya Mati
Detik.com - Gajah liar yang akan direlokasi dari Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke Pusat Pelatihan Gajah (PLG) di Minas, Kabupaten Siak, Riau, akhirnya mati. Gajah ini sebelumnya pingsan setelah dibius. Kepastian penyebab kematiannya masih diselidiki.
"Kita sudah melakukan autopsi dan siang ini sudah selesai. Kita belum dapat menyimpulkan kepastiannya karena sampel baru akan dikirim hari ini ke lab," kata Koordiantor PLG Minas Azwar kepada wartawan, Kamis (2/1/2014).
Gajah betina ini sudah tua. Usianya diperkirakan mencapai 30 tahun. Pihak BBKSDA Riau tidak menampik bahwa awalnya gajah ini pingsan karena obat bius.
"Kasus ini membuat kita untuk berpikir ulang merelokasi gajah liar di Kabupaten Rohul. Kita tentu sangat menyayangkan adanya peristiwa ini," kata Azwar.
Pihaknya juga sudah membuat laporan resmi ke Dirjen PHKA Kemenhut terkait gajah liar yang mati ini. Rencananya, gajah dikuburkan siang ini.
Humas WWF Riau Syamsidar menyayangkan kejadian tersebut. Sebagaimana diketahui, gajah liar tersebut direlokasi dari Kabupaten Rohul oleh BBKSDA Riau untuk menghindari konflik dengan warga. Ada tiga ekor gajah yang direlokasi mulai pekan lalu, yakni 2 gajah induk dan 1 gajah anakan.
"Harus jelas apa penyebab kematiannya," katanya kepada detikcom.
"Kita sudah melakukan autopsi dan siang ini sudah selesai. Kita belum dapat menyimpulkan kepastiannya karena sampel baru akan dikirim hari ini ke lab," kata Koordiantor PLG Minas Azwar kepada wartawan, Kamis (2/1/2014).
Gajah betina ini sudah tua. Usianya diperkirakan mencapai 30 tahun. Pihak BBKSDA Riau tidak menampik bahwa awalnya gajah ini pingsan karena obat bius.
"Kasus ini membuat kita untuk berpikir ulang merelokasi gajah liar di Kabupaten Rohul. Kita tentu sangat menyayangkan adanya peristiwa ini," kata Azwar.
Pihaknya juga sudah membuat laporan resmi ke Dirjen PHKA Kemenhut terkait gajah liar yang mati ini. Rencananya, gajah dikuburkan siang ini.
Humas WWF Riau Syamsidar menyayangkan kejadian tersebut. Sebagaimana diketahui, gajah liar tersebut direlokasi dari Kabupaten Rohul oleh BBKSDA Riau untuk menghindari konflik dengan warga. Ada tiga ekor gajah yang direlokasi mulai pekan lalu, yakni 2 gajah induk dan 1 gajah anakan.
"Harus jelas apa penyebab kematiannya," katanya kepada detikcom.
Dec 13, 2013
Hilang Insting Liar, Harimau Ini Cuma Menjilati Saat Diberi Anak Ayam
Kompas.com - Euro, harimau sumatera penghuni vila 90, yang diselamatkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah I Jawa Barat, mengalami penurunan insting liar. Hal ini terjadi karena Euro terlalu lama berada di kandang.
"Selama diobservasi, kami melihat ada perubahan perilaku dari Euro karena cukup lama dipelihara. Dia sudah jinak dan sulit ditebak," kata Andita Spetiandini, dokter hewan spesialis satwa liar dari Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI), yang merawat Euro.
Andita yang ditemui di pusat rehabilitasi satwa ASTI di Megamendung, Selasa (10/12/2013), menyebutkan, Euro merupakan harimau sumatera yang telah jinak. Euro telah dikandangkan dan dipelihara oleh pemiliknya sejak usia satu tahun hingga kini berusia empat tahun.
Euro terlihat jinak dan mengenal namanya ketika dipanggil, termasuk oleh petugas vila yang memberikan makan kepadanya.
Menurut Andita, selama diobservasi di ASTI, Euro dilatih untuk mengembalikan perilaku alamiahnya. Pihak ASTI pernah mencoba menguji insting liar harimau sumatera tersebut dengan memasukkan seekor anak ayam. "Tapi, anak ayam itu cuma dijilatnya, terus dilihatin, jadi seperti mainan," kata Andita.
Andita mengatakan, selain kehilangan insting liarnya, Euro juga takut air. Hewan ini nyaris tidak pernah menyentuh air di dalam kolam yang ada di kandang. Kemungkinan selama dikandangkan ia tidak pernah dimandikan oleh pemiliknya.
"Padahal, di habitatnya, harimau sumatera ini bisa berenang. Mereka menjelajahi hutan dan menyeberangi sungai dengan berenang sebagai salah satu keahliannya," ujar Andita.
Selama sebulan menempti pusat rehabilitasi dan obeservasi satwa liar ASTI di Megamendung, Euro belajar mengembalikan jati dirinya sebagai harimau sumatera bersama seekor harimau sumatera lain, bernama Leony.
Leony direhabilitasi dan diobeservasi di ASTI setelah diselamatkan dari penjualan di Jakarta pada tiga tahun silam. Selama di ASTI, Leony diobservasi secara liar, tidak berinteraksi dengan manusia sehingga sikap alamiahnya masih terjaga.
Selama berada di kandang, ketiga petugas membersihkan kandang keduanya. Euro dan Leony dipertemukan dengan kandang bersebelahan sehingga keduanya bisa berinteraksi. Selama pertemuan tersebut, Euro belajar mengenal air, setelah melihat kebiasaan Leony bermain air.
"Jadi, pernah satu kali Euro masuk ke dalam bak mandinya, kami sangat senang melihatnya. Tapi, itu hanya sebentar, lalu dia keluar lagi, dan hanya terjadi sekali selama di sini," ujar Andita.
Makan ayam potong
Tidak hanya itu, pola makan Euro selama dipelihara oleh pemilik vila ialah selalu diberi makan ayam potong. Sejak di ASTI, Euro diberi makanan sesuai habitatnya, seperti daging kambing, sapi, dan kelinci.
Sejak diberikan makanan sesuai pola di habitatnya, Euro kini tidak lagi menyukai daging ayam. Namun, karena adanya gangguan malnutrisi, kaheksia, dan malabsorpsi akibat adanya dua selang yang bersarang di lambung dan usus, membuat harimau sumatera ini sulit mencerna makanannya.
"Sudah satu minggu ini Euro kita terapkan pola makan sesuai habitatnya, lima hari makan, dua hari puasa," kata Andita.
Harimau sumatera tersebut akan berada di ASTI selama waktu yang belum ditentukan sampai kondisinya membaik baik dari hasil sampel darah maupun pola perilakunya agar bisa bertahan sebelum dikembalikan ke habitat aslinya.
Euro merupakan satu dari sejumlah satwa liar yang dipelihara di vila 90, Kampung Bojong Honje, Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Keberadaan Satwa liar di vila tersebut terungkap dari kasus pembunuhan seorang wanita yang dilakukan oleh petugas pemelihara satwa di vila tersebut pada Kamis (24/10/2013) lalu.
Selain Euro, harimau sumatera, sejumlah satwa liar lainnya yang turut dievakuasi dari vila ialah tiga ekor merak, empat ekor rusa timor, seekor owa jaya, seekor lutung, seekor biawak, dan seekor owa sumatera.
Di vila tersebut juga masih tersimpan seekor liger, yakni peranakan harimau dan singa.
Anggota PPNS BKSDA wilayah I Jawa Barat, Adjat Sudrajat, mengatakan, keberadaan satwa liar di vila 90 tersebut adalah ilegal karena izin untuk pemeliharan satwa liar tidak diterbitkan lagi, kecuali untuk konservasi.
Para pemilik satwa dikenakan sanksi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1989 tentang satwa liar dengan hukuman lima tahun penjara.
"Saat ini kami masih menyelidiki siapa pemilik satwa. Pemilik vila sudah kita periksa. Ia mengaku hanya dititipkan satwa ini oleh sejumlah pemilik," kata Adjat.
"Selama diobservasi, kami melihat ada perubahan perilaku dari Euro karena cukup lama dipelihara. Dia sudah jinak dan sulit ditebak," kata Andita Spetiandini, dokter hewan spesialis satwa liar dari Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI), yang merawat Euro.
Andita yang ditemui di pusat rehabilitasi satwa ASTI di Megamendung, Selasa (10/12/2013), menyebutkan, Euro merupakan harimau sumatera yang telah jinak. Euro telah dikandangkan dan dipelihara oleh pemiliknya sejak usia satu tahun hingga kini berusia empat tahun.
Euro terlihat jinak dan mengenal namanya ketika dipanggil, termasuk oleh petugas vila yang memberikan makan kepadanya.
Menurut Andita, selama diobservasi di ASTI, Euro dilatih untuk mengembalikan perilaku alamiahnya. Pihak ASTI pernah mencoba menguji insting liar harimau sumatera tersebut dengan memasukkan seekor anak ayam. "Tapi, anak ayam itu cuma dijilatnya, terus dilihatin, jadi seperti mainan," kata Andita.
Andita mengatakan, selain kehilangan insting liarnya, Euro juga takut air. Hewan ini nyaris tidak pernah menyentuh air di dalam kolam yang ada di kandang. Kemungkinan selama dikandangkan ia tidak pernah dimandikan oleh pemiliknya.
"Padahal, di habitatnya, harimau sumatera ini bisa berenang. Mereka menjelajahi hutan dan menyeberangi sungai dengan berenang sebagai salah satu keahliannya," ujar Andita.
Selama sebulan menempti pusat rehabilitasi dan obeservasi satwa liar ASTI di Megamendung, Euro belajar mengembalikan jati dirinya sebagai harimau sumatera bersama seekor harimau sumatera lain, bernama Leony.
Leony direhabilitasi dan diobeservasi di ASTI setelah diselamatkan dari penjualan di Jakarta pada tiga tahun silam. Selama di ASTI, Leony diobservasi secara liar, tidak berinteraksi dengan manusia sehingga sikap alamiahnya masih terjaga.
Selama berada di kandang, ketiga petugas membersihkan kandang keduanya. Euro dan Leony dipertemukan dengan kandang bersebelahan sehingga keduanya bisa berinteraksi. Selama pertemuan tersebut, Euro belajar mengenal air, setelah melihat kebiasaan Leony bermain air.
"Jadi, pernah satu kali Euro masuk ke dalam bak mandinya, kami sangat senang melihatnya. Tapi, itu hanya sebentar, lalu dia keluar lagi, dan hanya terjadi sekali selama di sini," ujar Andita.
Makan ayam potong
Tidak hanya itu, pola makan Euro selama dipelihara oleh pemilik vila ialah selalu diberi makan ayam potong. Sejak di ASTI, Euro diberi makanan sesuai habitatnya, seperti daging kambing, sapi, dan kelinci.
Sejak diberikan makanan sesuai pola di habitatnya, Euro kini tidak lagi menyukai daging ayam. Namun, karena adanya gangguan malnutrisi, kaheksia, dan malabsorpsi akibat adanya dua selang yang bersarang di lambung dan usus, membuat harimau sumatera ini sulit mencerna makanannya.
"Sudah satu minggu ini Euro kita terapkan pola makan sesuai habitatnya, lima hari makan, dua hari puasa," kata Andita.
Harimau sumatera tersebut akan berada di ASTI selama waktu yang belum ditentukan sampai kondisinya membaik baik dari hasil sampel darah maupun pola perilakunya agar bisa bertahan sebelum dikembalikan ke habitat aslinya.
Euro merupakan satu dari sejumlah satwa liar yang dipelihara di vila 90, Kampung Bojong Honje, Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Keberadaan Satwa liar di vila tersebut terungkap dari kasus pembunuhan seorang wanita yang dilakukan oleh petugas pemelihara satwa di vila tersebut pada Kamis (24/10/2013) lalu.
Selain Euro, harimau sumatera, sejumlah satwa liar lainnya yang turut dievakuasi dari vila ialah tiga ekor merak, empat ekor rusa timor, seekor owa jaya, seekor lutung, seekor biawak, dan seekor owa sumatera.
Di vila tersebut juga masih tersimpan seekor liger, yakni peranakan harimau dan singa.
Anggota PPNS BKSDA wilayah I Jawa Barat, Adjat Sudrajat, mengatakan, keberadaan satwa liar di vila 90 tersebut adalah ilegal karena izin untuk pemeliharan satwa liar tidak diterbitkan lagi, kecuali untuk konservasi.
Para pemilik satwa dikenakan sanksi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1989 tentang satwa liar dengan hukuman lima tahun penjara.
"Saat ini kami masih menyelidiki siapa pemilik satwa. Pemilik vila sudah kita periksa. Ia mengaku hanya dititipkan satwa ini oleh sejumlah pemilik," kata Adjat.
Nov 28, 2013
Gara-gara Minum Air Sungai, Seekor Komodo di KBS Mati
| Ilustrasi |
Detik.com - Seekor komodo koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) mati. Komodo jantan berusia sebelas tahun ini mengalami gangguan ginjalnya hingga tidak berfungsi.
Humas KBS Agus Supangkat mengatakan gangguan ginjal yang dialami komodo tersebut disebabkan air minum yang dikonsumsinya tanpa melalui proses water treatment.
"Suplai air minumnya kan didominasi dari Kali Surabaya," katanya tanpa menyebut sungai yang dimaksut , Selasa (26/11/2013).
Sementara, Direktur Operasional KBS drh Liang Kaspe membenarkan penyebab kematian satwa tersebut. Menurutnya, air minum yang berasal dari Kali Surabaya punya kualitas buruk. Meski masih bisa dikonsumsi, namun beresiko merusak ginjal.
Tim dokter sebenarnya sudah berusaha merawat begitu mengetahu gejala awal gangguan pada komodo tersebut pada seminggu lalu. Sejak saat itu, tim KBS sudah memberi perhatian dan perawatan terhadapnya.
"Dia tiba-tiba diam, lemas walaupun nafsu makan masih normal. Tapi karena komodo termasuk satwa liar yang kuat, maka gejala itu baru terlihat ketika kondisinya sudah parah," ugkapnya.
Mulai Juli 2013, kata Liang, KBS tengah melakukan peralihan sumber air minum dari Kali Surabaya ke perusahaan daerah air minum. Dipastikan air minum bersih itu membutuhkan waktu setahun untuk bisa dijangkau seluruh satwa.
Sementara itu, koleksi komodo di KBS saat ini tersisa 58 ekor. 18 jantan, 15 betina dan 25 anakan yang belum diketahui jenis kelaminnya.
Humas KBS Agus Supangkat mengatakan gangguan ginjal yang dialami komodo tersebut disebabkan air minum yang dikonsumsinya tanpa melalui proses water treatment.
"Suplai air minumnya kan didominasi dari Kali Surabaya," katanya tanpa menyebut sungai yang dimaksut , Selasa (26/11/2013).
Sementara, Direktur Operasional KBS drh Liang Kaspe membenarkan penyebab kematian satwa tersebut. Menurutnya, air minum yang berasal dari Kali Surabaya punya kualitas buruk. Meski masih bisa dikonsumsi, namun beresiko merusak ginjal.
Tim dokter sebenarnya sudah berusaha merawat begitu mengetahu gejala awal gangguan pada komodo tersebut pada seminggu lalu. Sejak saat itu, tim KBS sudah memberi perhatian dan perawatan terhadapnya.
"Dia tiba-tiba diam, lemas walaupun nafsu makan masih normal. Tapi karena komodo termasuk satwa liar yang kuat, maka gejala itu baru terlihat ketika kondisinya sudah parah," ugkapnya.
Mulai Juli 2013, kata Liang, KBS tengah melakukan peralihan sumber air minum dari Kali Surabaya ke perusahaan daerah air minum. Dipastikan air minum bersih itu membutuhkan waktu setahun untuk bisa dijangkau seluruh satwa.
Sementara itu, koleksi komodo di KBS saat ini tersisa 58 ekor. 18 jantan, 15 betina dan 25 anakan yang belum diketahui jenis kelaminnya.
Oct 26, 2013
Kondisi Melani Sudah Makin Membaik Di Taman Safari Bogor
Rribogor.com - Masih ingat Melani? Harimau kritis dari penangkaran Kebun Binatang Surabaya yang di rawat ke Taman Safari Indonesia. Selama 6 bulan menjalani perawatan di Taman Safari Indonesia kondisinya semakin membaik.
Harimau sumatra yang usianya sudah 21 tahun itu sudah dapat berjalan normal dan merangkak naik ke atas pembaringan. "Sekarang sehari sudah bisa makan 3 sampai 5 kilogram, dan ada makanan kaleng diet dari Australia, sakit pencernaannya sudah membaik sekarang beratnya sudah 55 kilogram ", ujar drh Dita di Taman Safari Indonesia, Kamis (24/10).
Meski harapan hidupnya kecil karena sudah di penghujung usia namun dengan campur tangan dari dokter hewan di Taman Safari Indonesia keadaannya semakin membaik.
Ketua perhimpunan kebun binatang seluruh Indonesia Rahmansyah mengatakan saat ini banyak satwa liar dan langka kehilangan habitat hidupnya, dengan membuat MOU bersama Kementrian Kehutanan di harapkan satwa liar yang hampir punah dapat terselamatkan.
Harimau sumatra yang usianya sudah 21 tahun itu sudah dapat berjalan normal dan merangkak naik ke atas pembaringan. "Sekarang sehari sudah bisa makan 3 sampai 5 kilogram, dan ada makanan kaleng diet dari Australia, sakit pencernaannya sudah membaik sekarang beratnya sudah 55 kilogram ", ujar drh Dita di Taman Safari Indonesia, Kamis (24/10).
Meski harapan hidupnya kecil karena sudah di penghujung usia namun dengan campur tangan dari dokter hewan di Taman Safari Indonesia keadaannya semakin membaik.
Ketua perhimpunan kebun binatang seluruh Indonesia Rahmansyah mengatakan saat ini banyak satwa liar dan langka kehilangan habitat hidupnya, dengan membuat MOU bersama Kementrian Kehutanan di harapkan satwa liar yang hampir punah dapat terselamatkan.
Oct 17, 2013
Anak harimau Sumatra mati di Bonbin London
Detik.com - Anak harimau Sumatra yang lahir di Kebun Binatang London mati karena tenggelam.
Pengurus kebun binatang mengatakan harimau Sumatra berusia lima tahun, Melati, melahirkan anaknya pada 22 September.
Bayi itu adalah harimau pertama yang lahir di kebun binatang tersebut setelah 17 tahun.
Pada hari Sabtu, penjaga kebun binatang tidak melihat bayi harimau di kamera dan ia kemudian ditemukan di dasar kolam yang berada di dalam wahananya.
Otopsi yang dilakukan pada hari Minggu memastikan bahwa bayi harimau itu mati tenggelam.
Ia lahir hanya enam bulan setelah pembukaan "teritori harimau", yang dirancang untuk membantu harimau Sumatra berkembang biak.
Kelahiran bayi Melati direkam dengan kamera.
Malcolm Fitzpatrick dari Kebun Binatang London mengatakan, "Kami sangat terpukul dengan apa yang terjadi.
"Baru tiga minggu lalu kami berbahagia menyambut kelahirannya, ini sangat memilukan."
"Melati terkadang bisa sangat gugup dan kami tidak ingin membuatnya gelisah dengan mengubah lingkungannya atau rutinitasnya, kami khawatir ia mengabaikan atau menyerang bayinya.
"Saat itu kami berpikir tetap membiarkan Melati dan bayinya akses ke wahana secara normal dengan kebaikan mereka.
"Kami akan melakukan apa saja untuk mengembalikan waktu dan tidak ada orang yang lebih menyesali apa yang terjadi selain para penjaga yang mengurus mereka setiap hari.
"Para penjaga itu sangat menyayangi harimau dan mereka kini sangat sedih."
Bayi itu adalah harimau pertama yang lahir di kebun binatang tersebut setelah 17 tahun.
Pada hari Sabtu, penjaga kebun binatang tidak melihat bayi harimau di kamera dan ia kemudian ditemukan di dasar kolam yang berada di dalam wahananya.
Otopsi yang dilakukan pada hari Minggu memastikan bahwa bayi harimau itu mati tenggelam.
Ia lahir hanya enam bulan setelah pembukaan "teritori harimau", yang dirancang untuk membantu harimau Sumatra berkembang biak.
Kelahiran bayi Melati direkam dengan kamera.
Malcolm Fitzpatrick dari Kebun Binatang London mengatakan, "Kami sangat terpukul dengan apa yang terjadi.
"Baru tiga minggu lalu kami berbahagia menyambut kelahirannya, ini sangat memilukan."
"Melati terkadang bisa sangat gugup dan kami tidak ingin membuatnya gelisah dengan mengubah lingkungannya atau rutinitasnya, kami khawatir ia mengabaikan atau menyerang bayinya.
"Saat itu kami berpikir tetap membiarkan Melati dan bayinya akses ke wahana secara normal dengan kebaikan mereka.
"Kami akan melakukan apa saja untuk mengembalikan waktu dan tidak ada orang yang lebih menyesali apa yang terjadi selain para penjaga yang mengurus mereka setiap hari.
"Para penjaga itu sangat menyayangi harimau dan mereka kini sangat sedih."
Oct 7, 2013
Terkam Tiga Orang, Macan Kumbang Itu Ditembak Mati
| Patugas gabungan melakukan pengepungan |
Detik.com- Seekor Macan Kumbang menggegerkan perkampungan di Dusun Sumber, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Satwa liar yang diduga kelaparan hingga turun gunung itupun akhirnya mati setelah ditembak.
Macan Kumbang sempat bersembunyi di dapur rumah Mulyono (45). Sebenarnya upaya untuk melumpuhkan telah dilakukan setelah mendatangkan Tim Penjinak Satwa yang didatangkan dari Taman Safari Indonesia (RSI) II Prigen, Pasuruan.
Tim yang beranggotakan 7 orang dikoordinir oleh Drh Ivan itu juga mendapat pengawalan aparat Polres Lumajang saat turun ke lokasi, Rabu (2/10/2013).
Namun upaya penjinakan yang dibantu aparat Polres Lumajang ini, tidak berlangsung mudah. Binatang yang punya nama latin panthera tigris ini sempat melakukan perlawanan saat hendak dijinakkan dengan senapan bius.
Akibatnya, 3 orang menjadi korban cakaran setelah diterkam. Ketiga korban, masing-masing drh Ivan, Roni, anggota Tim Penjinak Satwa TSI II Prigen serta Aiptu Sholeh, personil Binmas Polsek Tempeh. Korban dilarikan ke rumah sakit.
Pihak BKSDA yang ada dilokasi menginstruksikan jika tidak bisa dilumpuhkan dan dikhawatirkan terjadi korban lagi, maka diperbolehkan untuk dibunuh. 10 polisi bersenjatakan laras panjang pun beraksi.
"Ini karena tidak ada pilihan lagi. Sesuai dengan instruksi BKSDA," kata Kepala Bidang Pengelolaan Taman wilayah II TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) di Kabupaten Lumajang Ahmad Susjotyop.
Macan Kumbang sempat bersembunyi di dapur rumah Mulyono (45). Sebenarnya upaya untuk melumpuhkan telah dilakukan setelah mendatangkan Tim Penjinak Satwa yang didatangkan dari Taman Safari Indonesia (RSI) II Prigen, Pasuruan.
Tim yang beranggotakan 7 orang dikoordinir oleh Drh Ivan itu juga mendapat pengawalan aparat Polres Lumajang saat turun ke lokasi, Rabu (2/10/2013).
Namun upaya penjinakan yang dibantu aparat Polres Lumajang ini, tidak berlangsung mudah. Binatang yang punya nama latin panthera tigris ini sempat melakukan perlawanan saat hendak dijinakkan dengan senapan bius.
Akibatnya, 3 orang menjadi korban cakaran setelah diterkam. Ketiga korban, masing-masing drh Ivan, Roni, anggota Tim Penjinak Satwa TSI II Prigen serta Aiptu Sholeh, personil Binmas Polsek Tempeh. Korban dilarikan ke rumah sakit.
Pihak BKSDA yang ada dilokasi menginstruksikan jika tidak bisa dilumpuhkan dan dikhawatirkan terjadi korban lagi, maka diperbolehkan untuk dibunuh. 10 polisi bersenjatakan laras panjang pun beraksi.
"Ini karena tidak ada pilihan lagi. Sesuai dengan instruksi BKSDA," kata Kepala Bidang Pengelolaan Taman wilayah II TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) di Kabupaten Lumajang Ahmad Susjotyop.
| Ilustrasi |
Proses evakuasi bangkai macan kumbang dilakukan tertutup di dapur rumah Mulyono. Bahkan, bangkai itu dimasukkan ke peti yang telah disiapkan oleh petugas sebelumnya.
Aug 28, 2013
Singa dan Harimau di Taman Rimbo Jambi Mati Diracun
| Ilustrasi |
Tempo.co - Seekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) dan dua ekor Singa Afrika (Panthera Leo), penghuni Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi, mati diracun.
"Kami sudah pastikan mati diracun, karena hasil labfor membuktikan pelaku mencampurkan jenis racun Striknin ke dalam makanan," kata Kepala Dinas Peternakan Privinsi Jambi, Sepdinal, pada acara jumpa pers di Jambi, Senin, 26 Agustus 2013.
Sepdinal memaparkan Harimau Sumatera yang diberi nama Peter, 9 tahun, mati pada Sabtu, 17 Agustus 2013, sekitar pukul 19.30 WIB. Kemudian pada Minggu dini hari, 18 Agustus 2013, sekitar pukul 03.00 WIB, menyusul seekor singa jantan, yakni Singa Afrika bernama Gebo. Keesokan harinya, Senin dini hari, 19 Agustus 2013, sekitar pukul 02.30 WIB, giliran singa betina bernama Sonia mengalami nasib yang sama.
Sepasang singa yang malang itu didatangkan dari Taman Safari Indonesia II Cisarua pada 24 Juli 2013.
Binatang lain yang hampir mengalami nasib serupa adalah seekor anak harimau bernama Ayu. Namun, dapat diselamatkan tim dokter hewan yang bertugas di Taman Rimba Jambi.
"Kasus sudah diusut penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi. Kami menduga dilakukan orang dalam," ujar Sepdinal.
Menurut Sepdinal, bila dugaan keterlibatan orang dalam tersebut terbukti, akan ditindak tegas dan akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.
Organ tubuh ketiga binatang yang kini sudah langka dan dilindungi itu, mulai dari hati, jantung, paru, ginjal, usus, dan sisa makanan di dalam lambung, sudah diambil dan diperiksa di Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Regional II Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Tujuannya untuk memastikan penyebab kematiannya. Sedangkan tubuhnya akan diawetkan.
Jenis racun Striknin, kata Sepdinal, tidak dijual bebas dan hanya untuk kebutuhan khusus Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Pejabat Pelaksana Harian Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi, Urazman, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyidikan. Sedikitnya lima orang telah diperiksa. Mereka adalah petugas jaga dan petugas yang memberi makan hewan di Kebun Binatang Taman Rimba Jambi. Dua orang lainnya adalah distributor daging langganan pihak taman.
"Jika sudah ada titik terang siapa pelaku pembunuhan hewan itu, tindak lanjut proses hukumnya akan kami serahkan kepada pihak kepolisian," ucapnya.
Aksi meracun harimau di Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, seekor harimau diracun pada awal 2012.
"Kami sudah pastikan mati diracun, karena hasil labfor membuktikan pelaku mencampurkan jenis racun Striknin ke dalam makanan," kata Kepala Dinas Peternakan Privinsi Jambi, Sepdinal, pada acara jumpa pers di Jambi, Senin, 26 Agustus 2013.
Sepdinal memaparkan Harimau Sumatera yang diberi nama Peter, 9 tahun, mati pada Sabtu, 17 Agustus 2013, sekitar pukul 19.30 WIB. Kemudian pada Minggu dini hari, 18 Agustus 2013, sekitar pukul 03.00 WIB, menyusul seekor singa jantan, yakni Singa Afrika bernama Gebo. Keesokan harinya, Senin dini hari, 19 Agustus 2013, sekitar pukul 02.30 WIB, giliran singa betina bernama Sonia mengalami nasib yang sama.
Sepasang singa yang malang itu didatangkan dari Taman Safari Indonesia II Cisarua pada 24 Juli 2013.
Binatang lain yang hampir mengalami nasib serupa adalah seekor anak harimau bernama Ayu. Namun, dapat diselamatkan tim dokter hewan yang bertugas di Taman Rimba Jambi.
"Kasus sudah diusut penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi. Kami menduga dilakukan orang dalam," ujar Sepdinal.
Menurut Sepdinal, bila dugaan keterlibatan orang dalam tersebut terbukti, akan ditindak tegas dan akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.
Organ tubuh ketiga binatang yang kini sudah langka dan dilindungi itu, mulai dari hati, jantung, paru, ginjal, usus, dan sisa makanan di dalam lambung, sudah diambil dan diperiksa di Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Regional II Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Tujuannya untuk memastikan penyebab kematiannya. Sedangkan tubuhnya akan diawetkan.
Jenis racun Striknin, kata Sepdinal, tidak dijual bebas dan hanya untuk kebutuhan khusus Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Pejabat Pelaksana Harian Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi, Urazman, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyidikan. Sedikitnya lima orang telah diperiksa. Mereka adalah petugas jaga dan petugas yang memberi makan hewan di Kebun Binatang Taman Rimba Jambi. Dua orang lainnya adalah distributor daging langganan pihak taman.
"Jika sudah ada titik terang siapa pelaku pembunuhan hewan itu, tindak lanjut proses hukumnya akan kami serahkan kepada pihak kepolisian," ucapnya.
Aksi meracun harimau di Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, seekor harimau diracun pada awal 2012.
Subscribe to:
Posts (Atom)