Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts
May 25, 2017
Sep 8, 2016
Ragam Limbah Lengan Ayun "Moge Jepang"
Kompas.com - Biasanya lengan ayun yang dipilih merupakan copotan dari sepeda motor lain, umumnya moge (motor gede). Dalam dunia modifikasi, hal ini cukup sering dilakukan dan sangat familiar.
Jul 17, 2016
Ancam dan Tampar Penumpang, Sopir Uber Ditangkap Polisi
Kompas.com - Pengalaman tak menyenangkan menimpa penumpang angkutan berbasis aplikasi Uber berinisial BCC (22). Perempuan tersebut diancam dengan benda mirip pistol oleh sopir Uber yang ditumpanginya dan mengalami tindakan kekerasan.
Apr 22, 2016
Izin Pemakaman Bisa Diurus Lewat Layanan Antar Jemput Izin Bermotor (AJIB)
Kompas.com - Warga yang hendak mengurus pemakaman tak perlu lagi harus mendatangi kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kelurahan maupun kecamatan. Soalnya, Izin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) sudah bisa diurus lewat layanan Antar Jemput Izin Bermotor (AJIB).
Feb 6, 2016
Ke Pulau Seribu, Naik Kapal Sabuk Nusantara 46 Hanya Bayar Rp 15.000
Kompas.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan subsidi sebesar Rp 5,9 miliar untuk operasi kapal perintis Sabuk Nusantara 46.
Feb 5, 2016
Akan Ada Jalan Layang Jembatan Semanggi, Ini Penampakkannya
Tempo.co - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pembangunan jalan layang Semanggi dimulai April 2016. Pembangunan itu merupakan kompensasi tambahan koefisien lantai bangunan dari PT Mitra Panca Persada. “Pembangunannya rampung pertengahan 2017,” kata dia di Balai Kota seperti dikutip Koran Tempo edisi 28 Januari 2016.
Dec 13, 2015
Akhir Tahun, Lintasan KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok Akan Dibuka
Tribunnews.com - Usai dilakukan serangkaian uji coba lintasan Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta Kota-Tanjung Priok sekaligus perbaikan kembali Stasiun Tanjung Priok sejak beberapa bulan lalu, Kementerian Perhubungan melalui Satuan Kerja Direktorat Jenderal Kereta Api, PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta telah merampungkan hasil. Sehingga dipastikan jika lintasan Commuter Line Jalur Utara tersebut akan diaktifkan kembali pada akhir tahun mendatang.
Dec 12, 2015
Suara PKS di Jakarta Sudah Terlampaui, Teman Ahok Optimistis 1 Juta KTP
Kompas.com - Organisasi relawan pendukung Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Teman Ahok, mengaku telah berhasil mengumpulkan KTP dukungan lebih banyak dari perolehan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pemilihan Legislatif 2014.
Aug 6, 2015
Honda Mobilio Jadi Armada Baru Taksi Blue Bird, Berapa Tarifnya?
Kompas.com - Mobil multi purpose vehicle (MVP) Honda Mobilio segera menjadi armada baru taksi Blue Bird. Head of Public Relation Blue Bird Group Teguh Wijayanto pun mengatakan bahwa tarif taksi baru ini akan sama dengan tarif taksi reguler Blue Bird.
Jan 19, 2015
Roti Jadul Bertahan di Kota Modern
Kompas.com - ROTI jadul tidak lekang oleh waktu. Sebutlah nama Tan Ek Tjoan. Roti yang diproduksi sejak 1953 ini tetap memiliki tempat di hati penggemarnya. Cita rasa yang khas tidak tergantikan oleh roti modern. Di dalam sepotong roti juga tercampur berbagai proses sejarah perjalanan Kota Jakarta.
Toko jadul Tan Ek Tjoan terletak di Jalan Cikini Raya Nomor 61, Jakarta Pusat. Satu cabang lain dibuka di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Meskipun pendiri Tan Ek Tjoan di Cikini masih bersaudara dengan Tan Ek Tjoan di Bogor, kedua toko roti itu memiliki manajemen terpisah.
Kepala Produksi Tan Ek Tjoan Tobiin mengatakan, bangunan toko di Cikini Raya semula adalah kantor asuransi. Di belakang kantor asuransi adalah rumah Kim Tamara, pendiri Tan Ek Tjoan.
Setelah kantor asuransi dibeli, Kim menjadikan bangunan itu sebagai gerai toko pada 1953. Sementara pabrik roti menggunakan bangunan lama rumah Kim. Kim tinggal di lantai 2 toko roti. Dengan begitu, dia sangat mudah mengawasi seluruh proses pembuatan hingga penjualan Tan Ek Tjoan.
Menjual roti dipilih oleh Kim karena pada masa itu roti sedang beken. Sementara produsennya beberapa saja. Tan Ek Tjoan ikut memopulerkan roti di kalangan masyarakat Jakarta, termasuk dengan mengerahkan tukang roti keliling yang mendatangi rumah-rumah pembeli.
Pada masa itu, Jalan Cikini Raya merupakan salah satu pusat kota. Letaknya tidak jauh dari permukiman elite Menteng.
Dengan toko dan pabrik yang berdiri di atas tanah seluas 2.800 meter persegi, Tan Ek Tjoan menyediakan bangku dan meja untuk pembeli yang ingin menikmati roti di tempat.
Kini, toko Tan Ek Tjoan tidak lagi menyediakan ruang makan di tempat. Ruang toko bercat putih ini hanya digunakan separuhnya saja, sementara separuh lainnya dibiarkan kosong. Pembeli kini hanya bisa menikmati memori zaman dulu toko ini secara singkat sembari memilih roti. ”Biayanya tidak nutup kalau tempat makan-minum masih dipertahankan,” kata Tobiin.
Ciri khas
Beberapa roti manis masih dipertahankan sebagai ciri khas Tan Ek Tjoan. Sebut saja roti gambang, roti cokelat oles, roti nougat, bimbam, dan solo. Roti-roti ciri khas ini menjadi ”roti wajib” baik di toko ataupun di pedagang keliling.
”Kami mencoba mengembalikan cita rasa roti khas Tan Ek Tjoan dengan mendengarkan masukan dari penggemar setia roti ini. Mereka sangat sadar kalau ada perubahan rasa di roti,” ujar Tobiin.
Tan Ek Tjoan juga kerap menerima pesanan roti. Salah satunya roti buaya dengan panjang 1 meter.
”Roti ini identik dengan roti untuk pernikahan Betawi, tetapi ada juga orang dari daerah lain yang memesan roti ini,” kata Tobiin.
Saban hari, ada juga roti buaya mini isi cokelat yang dijual hanya di toko Tan Ek Tjoan.
Roti-roti khas ini membuat Tan Ek Tjoan bertahan. Padahal, dalam radius 50 meter di sekitar toko, terdapat beberapa toko kue dan roti modern. Belum lagi deretan warung kopi yang turut menyediakan menu roti sebagai pendamping.
Merawat memori
Aju (60) merupakan salah satu penikmat Tan Ek Tjoan. Warga Cempaka Putih ini setiap minggu datang ke Cikini guna memuaskan kerinduan atas roti favoritnya, yakni roti tawar dan roti cokelat oles. ”Sejak orangtua saya, Tan Ek Tjoan jadi langganan. Pasti makan roti ini, enggak yang lain,” ujarnya.
Toko jadul Tan Ek Tjoan terletak di Jalan Cikini Raya Nomor 61, Jakarta Pusat. Satu cabang lain dibuka di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Meskipun pendiri Tan Ek Tjoan di Cikini masih bersaudara dengan Tan Ek Tjoan di Bogor, kedua toko roti itu memiliki manajemen terpisah.
Kepala Produksi Tan Ek Tjoan Tobiin mengatakan, bangunan toko di Cikini Raya semula adalah kantor asuransi. Di belakang kantor asuransi adalah rumah Kim Tamara, pendiri Tan Ek Tjoan.
Setelah kantor asuransi dibeli, Kim menjadikan bangunan itu sebagai gerai toko pada 1953. Sementara pabrik roti menggunakan bangunan lama rumah Kim. Kim tinggal di lantai 2 toko roti. Dengan begitu, dia sangat mudah mengawasi seluruh proses pembuatan hingga penjualan Tan Ek Tjoan.
Menjual roti dipilih oleh Kim karena pada masa itu roti sedang beken. Sementara produsennya beberapa saja. Tan Ek Tjoan ikut memopulerkan roti di kalangan masyarakat Jakarta, termasuk dengan mengerahkan tukang roti keliling yang mendatangi rumah-rumah pembeli.
Pada masa itu, Jalan Cikini Raya merupakan salah satu pusat kota. Letaknya tidak jauh dari permukiman elite Menteng.
Dengan toko dan pabrik yang berdiri di atas tanah seluas 2.800 meter persegi, Tan Ek Tjoan menyediakan bangku dan meja untuk pembeli yang ingin menikmati roti di tempat.
Kini, toko Tan Ek Tjoan tidak lagi menyediakan ruang makan di tempat. Ruang toko bercat putih ini hanya digunakan separuhnya saja, sementara separuh lainnya dibiarkan kosong. Pembeli kini hanya bisa menikmati memori zaman dulu toko ini secara singkat sembari memilih roti. ”Biayanya tidak nutup kalau tempat makan-minum masih dipertahankan,” kata Tobiin.
Ciri khas
Beberapa roti manis masih dipertahankan sebagai ciri khas Tan Ek Tjoan. Sebut saja roti gambang, roti cokelat oles, roti nougat, bimbam, dan solo. Roti-roti ciri khas ini menjadi ”roti wajib” baik di toko ataupun di pedagang keliling.
”Kami mencoba mengembalikan cita rasa roti khas Tan Ek Tjoan dengan mendengarkan masukan dari penggemar setia roti ini. Mereka sangat sadar kalau ada perubahan rasa di roti,” ujar Tobiin.
Tan Ek Tjoan juga kerap menerima pesanan roti. Salah satunya roti buaya dengan panjang 1 meter.
”Roti ini identik dengan roti untuk pernikahan Betawi, tetapi ada juga orang dari daerah lain yang memesan roti ini,” kata Tobiin.
Saban hari, ada juga roti buaya mini isi cokelat yang dijual hanya di toko Tan Ek Tjoan.
Roti-roti khas ini membuat Tan Ek Tjoan bertahan. Padahal, dalam radius 50 meter di sekitar toko, terdapat beberapa toko kue dan roti modern. Belum lagi deretan warung kopi yang turut menyediakan menu roti sebagai pendamping.
Merawat memori
Aju (60) merupakan salah satu penikmat Tan Ek Tjoan. Warga Cempaka Putih ini setiap minggu datang ke Cikini guna memuaskan kerinduan atas roti favoritnya, yakni roti tawar dan roti cokelat oles. ”Sejak orangtua saya, Tan Ek Tjoan jadi langganan. Pasti makan roti ini, enggak yang lain,” ujarnya.
Menurut dia, Tan Ek Tjoan tetap roti jadul yang padat, tidak seperti roti modern yang sering kali kempes jika digigit.
Hal serupa disampaikan Sani (35). Warga Sunter ini juga menyambangi Tan Ek Tjoan untuk mendapatkan roti cokelat oles kesukaannya. ”Setiap Sabtu, pasti ke sini,” katanya.
Tobiin mengatakan, adonan dasar setiap potong roti Tan Ek Tjoan dipertahankan 90 gram atau lebih banyak dibandingkan rata-rata adonan roti modern, yakni 40-50 gram. ”Jadinya pori-pori roti lebih rapat,” katanya.
Ada pula penggemar yang khawatir dengan nasib toko ini. ”Kalau tidak berubah, mungkin Tan Ek Tjoan bisa hilang karena kalah dengan toko kue lain,” kata Wulan, warga Cijantung.
Sayangnya, toko ini berpeluang tutup karena ada rencana pembangunan apartemen di kawasan ini. ”Tanah di sekitar toko sudah dibeli pengembang. Termasuk juga toko ini. Kami segera memindahkan pabrik pembuatan roti ke Ciputat. Toko juga mungkin pindah, tetapi di sekitar sini,” kata Tobiin.
Meskipun bangunan toko sudah berdiri sejak 1920-an, hingga kini belum berstatus benda bersejarah yang harus dilestarikan.
Akibatnya, peluang untuk mengalihfungsikan bangunan ini sangat terbuka lebar. Kalau ini terjadi, sepotong memori dinamika Kota Jakarta pun sirna.
Hal serupa disampaikan Sani (35). Warga Sunter ini juga menyambangi Tan Ek Tjoan untuk mendapatkan roti cokelat oles kesukaannya. ”Setiap Sabtu, pasti ke sini,” katanya.
Tobiin mengatakan, adonan dasar setiap potong roti Tan Ek Tjoan dipertahankan 90 gram atau lebih banyak dibandingkan rata-rata adonan roti modern, yakni 40-50 gram. ”Jadinya pori-pori roti lebih rapat,” katanya.
Ada pula penggemar yang khawatir dengan nasib toko ini. ”Kalau tidak berubah, mungkin Tan Ek Tjoan bisa hilang karena kalah dengan toko kue lain,” kata Wulan, warga Cijantung.
Sayangnya, toko ini berpeluang tutup karena ada rencana pembangunan apartemen di kawasan ini. ”Tanah di sekitar toko sudah dibeli pengembang. Termasuk juga toko ini. Kami segera memindahkan pabrik pembuatan roti ke Ciputat. Toko juga mungkin pindah, tetapi di sekitar sini,” kata Tobiin.
Meskipun bangunan toko sudah berdiri sejak 1920-an, hingga kini belum berstatus benda bersejarah yang harus dilestarikan.
Akibatnya, peluang untuk mengalihfungsikan bangunan ini sangat terbuka lebar. Kalau ini terjadi, sepotong memori dinamika Kota Jakarta pun sirna.
Nov 29, 2014
Bengkel Bodi Suzuki Juga Terima Mobil Merek Lain
Detik.com - Suzuki membuka Pusat Perbaikan Bodi Suzuki di Pulogadung, Jakarta Timur. Bengkel yang dikelola PT Sejahtera Buana Trada (SBT) ini tidak hanya melayani mobil-mobil Suzuki. Mobil dengan merek lain pun siap ditangani.
"Kita mampu, peralatan kita bisa dibilang canggih," kata Service Assistant to Department Head PT SIS Riecky Patrayudha di sela pembukaan Pusat Perbaikan Bodi di Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Menurut Riecky, pihaknya telah memiliki database semua mobil di dunia. Dengan begitu, PT SBT pun bisa menyesuaikan perbaikan mobil-mobil merek lain.
"Kita punya database untuk semua mobil yang diproduksi di seluruh dunia," ujarnya.
Untuk menyesuaikan warna, SBT punya punya mixing room. Proses pencampuran warna ini dilakukan dengan bantuan mesin pengaduk warna dan dengan timbangan digital.
Dengan begitu, hasil pencampuran warna akan semakin akurat. Selain itu, proses ini dibantu dengan Artificial Sunlight yang sangat membantu proses pencocokan warna.
Untuk tahap awal, Pusat Perbaikan Bodi ini terletak di Jl Raya Bekasi KM 19, Pulogadung, Jakarta Timur. Berdiri di atas lahan seluas 4.300 m2, Pusat Perbaikan Bodi Suzuki memiliki fasilitas lengkap yang terdiri dari 47 stall kerja. Antara lain terdiri dari 3 stall bench, 3 stall preparation booth, 3 masking stall, 7 spray booth dan 5 stall pemolesan.
"Kita mampu, peralatan kita bisa dibilang canggih," kata Service Assistant to Department Head PT SIS Riecky Patrayudha di sela pembukaan Pusat Perbaikan Bodi di Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Menurut Riecky, pihaknya telah memiliki database semua mobil di dunia. Dengan begitu, PT SBT pun bisa menyesuaikan perbaikan mobil-mobil merek lain.
"Kita punya database untuk semua mobil yang diproduksi di seluruh dunia," ujarnya.
Untuk menyesuaikan warna, SBT punya punya mixing room. Proses pencampuran warna ini dilakukan dengan bantuan mesin pengaduk warna dan dengan timbangan digital.
Dengan begitu, hasil pencampuran warna akan semakin akurat. Selain itu, proses ini dibantu dengan Artificial Sunlight yang sangat membantu proses pencocokan warna.
Untuk tahap awal, Pusat Perbaikan Bodi ini terletak di Jl Raya Bekasi KM 19, Pulogadung, Jakarta Timur. Berdiri di atas lahan seluas 4.300 m2, Pusat Perbaikan Bodi Suzuki memiliki fasilitas lengkap yang terdiri dari 47 stall kerja. Antara lain terdiri dari 3 stall bench, 3 stall preparation booth, 3 masking stall, 7 spray booth dan 5 stall pemolesan.
Oct 17, 2014
BPJS Tambah Kerja Sama dengan Rumah Sakit di Jakarta Selatan
Kompas.com - Jumlah rumah sakit di Jakarta Selatan yang memberi layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan bertambah dalam waktu dekat.
"Sekarang ini sedang dalam tahap negosiasi dengan tiga rumah sakit di Jakarta Selatan," kata Kepala Cabang BPJS Wilayah Jakarta Selatan Beno Herman, Senin (13/10/2014).
Tiga rumah sakit yang akan menerima pasien yang memiliki kartu BPJS adalah Rumah Sakit Jakarta, Rumah Sakit Mayapada, dan Rumah Sakit Siloam. "Tahun 2015 nanti, mudah-mudahan RSUD Pasar Minggu juga sudah bisa menerima pasien BPJS," ujarnya.
Sampai saat ini, Beno menambahkan, di Jakarta Selatan baru ada sembilan rumah sakit dan dua rumah sakit hemodialisis (HD) yang melayani masyarakat berkartu BPJS, antara lain RS Fatmawati, RS Cilandak, RS Suyoto, RS Setia Mitra, Jakarta Kidney Center, RS Agung, RS Zahira, RS Sespima, RS Agung, RS Aulia, dan RS Budi Jaya.
Penambahan jumlah rumah sakit di Jakarta yang bekerja sama dengan BPJS ini bertujuan untuk memenuhi semua kebutuhan kesehatan masyarakat di Jakarta Selatan. Sampai saat ini, dari tiga juta total penduduk di wilayah Jakarta Selatan, setidaknya sudah 65 persen yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan.
"Sekitar 1,7 juta warga sudah memiliki kartu BPJS. Baik Mandiri maupun non-Mandiri," katanya. "Setiap harinya, BPJS Jakarta Selatan menerima 300-500 pendaftar baru."
"Sekarang ini sedang dalam tahap negosiasi dengan tiga rumah sakit di Jakarta Selatan," kata Kepala Cabang BPJS Wilayah Jakarta Selatan Beno Herman, Senin (13/10/2014).
Tiga rumah sakit yang akan menerima pasien yang memiliki kartu BPJS adalah Rumah Sakit Jakarta, Rumah Sakit Mayapada, dan Rumah Sakit Siloam. "Tahun 2015 nanti, mudah-mudahan RSUD Pasar Minggu juga sudah bisa menerima pasien BPJS," ujarnya.
Sampai saat ini, Beno menambahkan, di Jakarta Selatan baru ada sembilan rumah sakit dan dua rumah sakit hemodialisis (HD) yang melayani masyarakat berkartu BPJS, antara lain RS Fatmawati, RS Cilandak, RS Suyoto, RS Setia Mitra, Jakarta Kidney Center, RS Agung, RS Zahira, RS Sespima, RS Agung, RS Aulia, dan RS Budi Jaya.
Penambahan jumlah rumah sakit di Jakarta yang bekerja sama dengan BPJS ini bertujuan untuk memenuhi semua kebutuhan kesehatan masyarakat di Jakarta Selatan. Sampai saat ini, dari tiga juta total penduduk di wilayah Jakarta Selatan, setidaknya sudah 65 persen yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan.
"Sekitar 1,7 juta warga sudah memiliki kartu BPJS. Baik Mandiri maupun non-Mandiri," katanya. "Setiap harinya, BPJS Jakarta Selatan menerima 300-500 pendaftar baru."
Oct 16, 2014
Dari Tempat Kecil Ini, Pakaian Pelantikan Presiden Jokowi Dibuat
Kompas.com - Di pojok jalan satu arah itu terdapat sebuah bangunan kecil berwarna coklat terang, persis di sebelah lampu merah. Tak ada pelataran luas dan cukup bahkan hanya untuk memarkir satu unit mobil. Dua tiga motor tampak terparkir di pinggir trotoar di depan bangunan tersebut. Di atas bangunan tersebut terdapat huruf-huruf berwarna merah dan hitam yang bertuliskan "Feng Sin Tailor".
Mungkin masih segar dalam ingatan pakaian putih yang dikenakan presiden terpilih Joko Widodo saat dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta dua tahun yang lalu. Setelan baju dan jas itu dijahit oleh para penjahit di toko kecil tersebut. Dan untuk pelantikannya menjadi Presiden RI 22 Oktober mendatang, Jokowi kembali memakai jasa toko yang berada di Jalan Gunung Sahari V, Jakarta Pusat itu.
Sebenarnya apa yang membuat tempat tersebut begitu digemari Jokowi?
"Iya, bapak Jokowi memang sering memesan pakaian di sini," aku Rusman, pemilik Feng Sin Tailor kepada Kompas.com, saat ditemui di tokonya, Jumat (10/10/2014).
Ia menjelaskan, bukan hanya pakaian untuk pelantikan saja, tetapi juga pakaian sehari-hari, seperti baju batik atau kemeja putih, Jokowi kerap menjahitkannya di toko yang sudah berdiri sejak tahun 1939 itu.
Namun, jika ditanya alasannya, pria yang sudah aktif menjahit sejak tahun 70-an itu juga bingung menjawabnya. "He-he-he, saya juga enggak tahu, dari awal pak Jokowi minta untuk dijahitkan baju pelantikan gubernur waktu itu, beliau panggil saya terus," kata dia.
Untuk baju yang akan dipakai Jokowi pada pelantikannya menjadi Presiden RI pada 20 Oktober 2014, Rusman menolak menyebutkan harga pastinya. Namun, ia menyebutkan, pakaian yang dipesan untuk pelantikan adalah jas. "Sekitar jutaan-lah kalau jas, bahannya mahal," kata dia.
Mungkin masih segar dalam ingatan pakaian putih yang dikenakan presiden terpilih Joko Widodo saat dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta dua tahun yang lalu. Setelan baju dan jas itu dijahit oleh para penjahit di toko kecil tersebut. Dan untuk pelantikannya menjadi Presiden RI 22 Oktober mendatang, Jokowi kembali memakai jasa toko yang berada di Jalan Gunung Sahari V, Jakarta Pusat itu.
Sebenarnya apa yang membuat tempat tersebut begitu digemari Jokowi?
"Iya, bapak Jokowi memang sering memesan pakaian di sini," aku Rusman, pemilik Feng Sin Tailor kepada Kompas.com, saat ditemui di tokonya, Jumat (10/10/2014).
Ia menjelaskan, bukan hanya pakaian untuk pelantikan saja, tetapi juga pakaian sehari-hari, seperti baju batik atau kemeja putih, Jokowi kerap menjahitkannya di toko yang sudah berdiri sejak tahun 1939 itu.
Namun, jika ditanya alasannya, pria yang sudah aktif menjahit sejak tahun 70-an itu juga bingung menjawabnya. "He-he-he, saya juga enggak tahu, dari awal pak Jokowi minta untuk dijahitkan baju pelantikan gubernur waktu itu, beliau panggil saya terus," kata dia.
Untuk baju yang akan dipakai Jokowi pada pelantikannya menjadi Presiden RI pada 20 Oktober 2014, Rusman menolak menyebutkan harga pastinya. Namun, ia menyebutkan, pakaian yang dipesan untuk pelantikan adalah jas. "Sekitar jutaan-lah kalau jas, bahannya mahal," kata dia.
Aug 28, 2014
Disebut Gila Jabatan, Ahok Mengaku Gila Betulan
Tempo.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan bakal maju kembali dalam pemilihan gubernur 2017. Sebelumnya, Ahok juga menyatakan berminat meniru langkah Jokowi menjadi presiden. Gila jabatankah Ahok?
"Salah, gue enggak gila jabatan. Gue cuma gila doang," kata Ahok dalam wawancara khusus dengan Tempo, Kamis, 21 Agustus 2014 lalu.
Ahok mengatakan orang yang sadar dirinya gila berarti termasuk waras. "Yang repot itu orang yang sebenarnya gila tapi tidak sadar," kata politikus Partai Gerakan Indonesia Raya ini.
"Apalagi yang mengira dia menang tapi sebenarnya enggak, itu juga repot," kata Ahok lagi. Siapa yang dimaksud Ahok? "Gue enggak bilang siapa, lho."
"Salah, gue enggak gila jabatan. Gue cuma gila doang," kata Ahok dalam wawancara khusus dengan Tempo, Kamis, 21 Agustus 2014 lalu.
Ahok mengatakan orang yang sadar dirinya gila berarti termasuk waras. "Yang repot itu orang yang sebenarnya gila tapi tidak sadar," kata politikus Partai Gerakan Indonesia Raya ini.
"Apalagi yang mengira dia menang tapi sebenarnya enggak, itu juga repot," kata Ahok lagi. Siapa yang dimaksud Ahok? "Gue enggak bilang siapa, lho."
Apr 24, 2014
Melepas Rindu pada Solo di Angkringan Pak Djo
Kompas.com - Ratna Minakawati, malam itu terlihat sibuk. Mimi, biasa ia disapa tengah menunggu pengunjung selesai mengisi piring kosong dengan sate-sate lauk yang ditata di sisi depan warungnya, tepat dekat pintu masuk. Sate usus, ceker, kikil, telur puyuh, sosis beserta goreng-gorengan tempe dan tahu tersedia di sana tak lupa mereka memilih nasi yang akan disantap.
Biasanya tak lama, pengunjung selesai mengisi penuh piringnya, lalu piring itu diberikan padanya untuk dihangatkan di atas tungku arang. Tak lama, ia kembali menyambangi meja-meja tempat pengunjung menunggu. Sambil lahap menikmati sajian Angkringan Pak Djo, pengunjung biasanya sedikit terlibat obrolan ringan dengan Mimi, tentunya dengan bahasa Jawa. Perawakan wanita Solo yang sedikit pendiam dan malu-malu melekat pada dirinya. Tutur katanya sopan.
Begitulah kesibukan Mimi sehari-hari, separuh harinya selalu habis di warung ini, Angkringan Pak Djo. Sejak dibuka tiga bulan lalu, tempat ini memang menjadi salah satu tempat favorit warga di kawasan Citra Grand Cibubur. Tempat yang nyaman serta menu yang variatif membuat para pengunjung senang jajan dan menghabiskan waktu di sini.
Jangan terkecoh dulu dengan namanya. Pak Djo, menurut Mimi, berasal dari nama ayahnya yang telah lama meninggal dunia. “Untuk mengenang saja, toh namanya Jawa sekali kan? Tepat untuk angkringan,” ucapnya tersipu.
Biasanya tak lama, pengunjung selesai mengisi penuh piringnya, lalu piring itu diberikan padanya untuk dihangatkan di atas tungku arang. Tak lama, ia kembali menyambangi meja-meja tempat pengunjung menunggu. Sambil lahap menikmati sajian Angkringan Pak Djo, pengunjung biasanya sedikit terlibat obrolan ringan dengan Mimi, tentunya dengan bahasa Jawa. Perawakan wanita Solo yang sedikit pendiam dan malu-malu melekat pada dirinya. Tutur katanya sopan.
Begitulah kesibukan Mimi sehari-hari, separuh harinya selalu habis di warung ini, Angkringan Pak Djo. Sejak dibuka tiga bulan lalu, tempat ini memang menjadi salah satu tempat favorit warga di kawasan Citra Grand Cibubur. Tempat yang nyaman serta menu yang variatif membuat para pengunjung senang jajan dan menghabiskan waktu di sini.
Jangan terkecoh dulu dengan namanya. Pak Djo, menurut Mimi, berasal dari nama ayahnya yang telah lama meninggal dunia. “Untuk mengenang saja, toh namanya Jawa sekali kan? Tepat untuk angkringan,” ucapnya tersipu.
Mimi sengaja membuat angkringan ini sedikit berbeda dengan angkringan pada umumnya yang berbentuk gerobak, tempat yang sempit, lampu yang remang serta tikar lesehan. Ia memberi kelas pada angkringannya. Angkringan Pak Djo luas, cukup mendapat terang cahaya lampu, meja dan bangku tertata rapi, sedang lesehan masih ada tetapi dilengkapi dengan bantalan duduk berukuran dua kali dua jengkal yang cukup membuat nyaman.
Di sudut belakang ada zona bermain anak di mana disediakan beberapa mainan seperti congklak serta ayunan rotan berbentuk kuda serta meja dan kursi berukuran kecil untuk anak. Selain itu angkringan ini sudah difalisitasi wifi.
“Orang biasanya yang datang ke sini keluarga, memang tak seperti angkringan biasanya yang banyak anak muda. Mereka ke sini biasanya karena rindu dengan Solo. Ini bukan kata saya, tapi kata mereka,” ujar Mimi malam itu.
Mimi mengaku, dirinya seperti sengaja membawa Solo ke Jakarta melalui angkringan miliknya. “Bukan becanda, beberapa bahan baku makanan dan minuman memang saya datangkan langsung dari Solo,” ujarnya pelan.
Ia izin beberapa saat, lalu kembali dengan dua piring berisi sate kikil dan sosis kriwil. Ini lah menu favorit di sini. “Harus dicoba, pengunjung bilang kikil saya KW 1,” ucapnya sambil memberi senyum.
Di sudut belakang ada zona bermain anak di mana disediakan beberapa mainan seperti congklak serta ayunan rotan berbentuk kuda serta meja dan kursi berukuran kecil untuk anak. Selain itu angkringan ini sudah difalisitasi wifi.
“Orang biasanya yang datang ke sini keluarga, memang tak seperti angkringan biasanya yang banyak anak muda. Mereka ke sini biasanya karena rindu dengan Solo. Ini bukan kata saya, tapi kata mereka,” ujar Mimi malam itu.
Mimi mengaku, dirinya seperti sengaja membawa Solo ke Jakarta melalui angkringan miliknya. “Bukan becanda, beberapa bahan baku makanan dan minuman memang saya datangkan langsung dari Solo,” ujarnya pelan.
Ia izin beberapa saat, lalu kembali dengan dua piring berisi sate kikil dan sosis kriwil. Ini lah menu favorit di sini. “Harus dicoba, pengunjung bilang kikil saya KW 1,” ucapnya sambil memberi senyum.
Maksud KW 1 adalah kikil didatangkan langsung dari Solo. “Ini asli sapi Solo, beda sama sapi sini yang kikilnya seperti kulit tepatnya karet yang agak keras. Kikil Solo lebih lembut, pengunjung saya tahu itu,” ujarnya.
Selanjutnya sosis kriwil, bentuknya menyerupai gorengan. Dadar gulung dari dengan isi daging dibalut kembali dengan tepung yang renyah. Sosis seperti ini menurut Mimi hanya ada di Solo.
Tak hanya dua makanan tadi, makanan kecil yang sengaja dijadikan menu tambahan di tiap meja juga didatangkan langsung dari Solo. Mimi menyebutnya ikan asin layur. Sedang minumannya, Mimi menawarkan syaa untuk mencoba the yang lagi-lagi ia datangkan dari kota yang dikenal dengan pusatnya budaya Jawa tersebut.
“Beberapa makanan ini susah kalau dicari di sini, mungkin memang adanya hanya di Solo. Itulah mengapa alasan pengunjung kalau ke sini adalah karena rindu dengan Solo. Selain asli dari sana bagaimanapun saya harus mempertahankan rasanya juga agar konsisten,” terangnya.
Untuk segala kenyamanan dan makanan yang lezat di Angkringan Pak Djo ini, ternyata Mimi tak mematok harga mahal. “Harganya masih standar angkringan, lauk yang paling mahal ya kikil ini Rp 12.000,” ujarnya lagi.
Selanjutnya sosis kriwil, bentuknya menyerupai gorengan. Dadar gulung dari dengan isi daging dibalut kembali dengan tepung yang renyah. Sosis seperti ini menurut Mimi hanya ada di Solo.
Tak hanya dua makanan tadi, makanan kecil yang sengaja dijadikan menu tambahan di tiap meja juga didatangkan langsung dari Solo. Mimi menyebutnya ikan asin layur. Sedang minumannya, Mimi menawarkan syaa untuk mencoba the yang lagi-lagi ia datangkan dari kota yang dikenal dengan pusatnya budaya Jawa tersebut.
“Beberapa makanan ini susah kalau dicari di sini, mungkin memang adanya hanya di Solo. Itulah mengapa alasan pengunjung kalau ke sini adalah karena rindu dengan Solo. Selain asli dari sana bagaimanapun saya harus mempertahankan rasanya juga agar konsisten,” terangnya.
Untuk segala kenyamanan dan makanan yang lezat di Angkringan Pak Djo ini, ternyata Mimi tak mematok harga mahal. “Harganya masih standar angkringan, lauk yang paling mahal ya kikil ini Rp 12.000,” ujarnya lagi.
Selain nyaman, tempatnya menyenangkan, juga ramah di kantong. Apalagi, Angkringan Pak Djo tak hanya buka di malam hari. Angkringan sudah buka pukul tujuh pagi, dengan menu yang berbeda.
“Untuk pagi kita sediakan kupat sayur dan nasi liwet, lalu tutup pukul dua. Nah jam lima kita buka lagi dengan menu utama nasi kucing. Silakan saja datang, siang malam kalau rindu dengan Solo, kami siap mengajak Anda ke Solo dengan merasakan menu di angkringan ini,” katanya.
Malam semakin panjang, sedang angkringan semakin ramai padahal di luar masih gerimis. Sisa hujan sejak siang ternyata tak membuat Angkringan Pak Djo sepi pelanggan.
“Untuk pagi kita sediakan kupat sayur dan nasi liwet, lalu tutup pukul dua. Nah jam lima kita buka lagi dengan menu utama nasi kucing. Silakan saja datang, siang malam kalau rindu dengan Solo, kami siap mengajak Anda ke Solo dengan merasakan menu di angkringan ini,” katanya.
Malam semakin panjang, sedang angkringan semakin ramai padahal di luar masih gerimis. Sisa hujan sejak siang ternyata tak membuat Angkringan Pak Djo sepi pelanggan.
Apr 2, 2014
Kopi Kocok ala Saudagar Kopi
Kompas.com - Sesuai namanya, kopi kocok adalah kopi yang dibuat dengan cara dikocok di alat pengocok atau biasa disebut shaker. Kopinya adalah kopi toraja yang disajikan dengan metode air dingin atau cold brew.
Penampilan kopi kocok ini menarik karena di atas adalah busa yang cukup tebal memenuhi gelas. Tak lama busanya akan mengempis. Rasa dinginnya menyegarkan. Kopinya bertekstur ringan dengan rasa pahitnya juga tidak terlalu menggigit di lidah karena sudah dicampur dengan gula cair atau biasa disebut simple syrup. Cocok untuk penggemar kopi ringan dan dinikmati sambil bersantai. Apalagi kalau hari lagi panas, minum kopi dingin dijamin akan menurunkan suhu kepala yang beruap yang tersengat sinar matahari.
Kopi kocok bisa ada 2 pilihan lainnya yaitu kopi kocok Float dan kopi kocok Rum. Jangan khawatir, rum-nya bukan minuman rum alkohol, melainkan rum sirup. Kompas.com berkesempatan menyicipi kopi kocok Float. Setelah menunggu sejenak, Float atau es krim rasa vanila akan mencair dan bercampur dengan sendirinya. Rasa kopinya akan semakin ringan bercampur dengan aroma Vanila. Teksturnya juga lebih mengental.
Penampilan kopi kocok ini menarik karena di atas adalah busa yang cukup tebal memenuhi gelas. Tak lama busanya akan mengempis. Rasa dinginnya menyegarkan. Kopinya bertekstur ringan dengan rasa pahitnya juga tidak terlalu menggigit di lidah karena sudah dicampur dengan gula cair atau biasa disebut simple syrup. Cocok untuk penggemar kopi ringan dan dinikmati sambil bersantai. Apalagi kalau hari lagi panas, minum kopi dingin dijamin akan menurunkan suhu kepala yang beruap yang tersengat sinar matahari.
Kopi kocok bisa ada 2 pilihan lainnya yaitu kopi kocok Float dan kopi kocok Rum. Jangan khawatir, rum-nya bukan minuman rum alkohol, melainkan rum sirup. Kompas.com berkesempatan menyicipi kopi kocok Float. Setelah menunggu sejenak, Float atau es krim rasa vanila akan mencair dan bercampur dengan sendirinya. Rasa kopinya akan semakin ringan bercampur dengan aroma Vanila. Teksturnya juga lebih mengental.
Minuman campuran kopi lainnya yang banyak dicari pelanggan adalah Irish Creme Brulle. Ini adalah campuran sirup Irish, kopi, dan susu yang dipanaskan dengan cara di-steam. Bisa disajikan panas atau dingin tergantung selera. Teksturnya kental.
Yang menarik adalah di atas Irish Creme Brulle ini ditaburi gula yang kemudian dibakar dengan api hingga gulanya menjadi seperti karamel. Aroma kopinya tidak terlalu tercium keras karena tertutup oleh harum gula cair panas. Saat diseruput, campuran karamel panasnya sangat kuat sambil sesekali butiran gula pasirnya menempel di pinggir bibir. Rasa manis khas karamel mengawali rasanya. Terakhir pahit kopinya menghampiri diujung tenggorokan.
Kopi hitam yang direkomendasikan di Saudagar Kopi adalah kopi toraja. Aromanya harum biji kopi yang matang. Kopi Toraja di Saudagar Kopi ini berjenis Arabika tanpa campuran Robusta. Kopi ini berasal dari Toraja Sapan yaitu suatu daerah di Tanah Toraja, Sulawesi.
Rasa kopi Toraja bukan yang pahit. Rasa asamnya lembut dan menyegarkan. Mata pun langsung melek pada tegukan pertama. Tidak salah kalau dikatakan seperti menggigit buah yang segar. Bukan asam yang tajam seperti asam pahit. Rasa sepat kopinya akan terus tinggal di mulut sampai waktu yang cukup lama. Kopi toraja memang sengaja tercipta untuk pecinta kopi yang sesungguhnya.
Bila ingin bersantai, Saudagar Kopi menyediakan makanan ringan seperti pisang tempura dan roti bakar berbagai isi sesuai pesanan. Harga makanan ringannya termasuk yang bersahabat dengan kantong, kisaran antara Rp 15.000 - Rp 20.000. Makanan berat seperti nasi ayam atau bakmi harganya antara Rp 19.000 - Rp 29.000.
Yang menarik adalah di atas Irish Creme Brulle ini ditaburi gula yang kemudian dibakar dengan api hingga gulanya menjadi seperti karamel. Aroma kopinya tidak terlalu tercium keras karena tertutup oleh harum gula cair panas. Saat diseruput, campuran karamel panasnya sangat kuat sambil sesekali butiran gula pasirnya menempel di pinggir bibir. Rasa manis khas karamel mengawali rasanya. Terakhir pahit kopinya menghampiri diujung tenggorokan.
Kopi hitam yang direkomendasikan di Saudagar Kopi adalah kopi toraja. Aromanya harum biji kopi yang matang. Kopi Toraja di Saudagar Kopi ini berjenis Arabika tanpa campuran Robusta. Kopi ini berasal dari Toraja Sapan yaitu suatu daerah di Tanah Toraja, Sulawesi.
Rasa kopi Toraja bukan yang pahit. Rasa asamnya lembut dan menyegarkan. Mata pun langsung melek pada tegukan pertama. Tidak salah kalau dikatakan seperti menggigit buah yang segar. Bukan asam yang tajam seperti asam pahit. Rasa sepat kopinya akan terus tinggal di mulut sampai waktu yang cukup lama. Kopi toraja memang sengaja tercipta untuk pecinta kopi yang sesungguhnya.
Bila ingin bersantai, Saudagar Kopi menyediakan makanan ringan seperti pisang tempura dan roti bakar berbagai isi sesuai pesanan. Harga makanan ringannya termasuk yang bersahabat dengan kantong, kisaran antara Rp 15.000 - Rp 20.000. Makanan berat seperti nasi ayam atau bakmi harganya antara Rp 19.000 - Rp 29.000.
Saudagar Kopi terletak di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Pemiliknya adalah Deviana Arifin yang besar di Kota Parahiyangan, Bandung. Tidak berlagak seperti bos, mojang cantik ini melayani langsung para pelanggan yang datang. Didasari kecintaannya kepada kopi, Devi dengan tangannya sendiri meracik kopi.
"Ini memang passion (minat) saya yaitu kopi. Setiap langkah meracik kopi adalah hal yang penting dan sensitif. Jadi harus bisa memastikan bahwa mulai proses pemetikan sampai penyajian dipegang oleh tangan yang tepat," ujar Devi.
Devi mengungkapkan dirinya lebih memilih membuka kafe kopi di Jakarta karena di ibu kota pangsa pasar penggemar kopi lebih terbuka lebar. "Orang Jakarta minum kopi sudah menjadi life style (gaya hidup). Misalnya menunggu macet biasanya sampil ngopi," katanya.
"Ini memang passion (minat) saya yaitu kopi. Setiap langkah meracik kopi adalah hal yang penting dan sensitif. Jadi harus bisa memastikan bahwa mulai proses pemetikan sampai penyajian dipegang oleh tangan yang tepat," ujar Devi.
Devi mengungkapkan dirinya lebih memilih membuka kafe kopi di Jakarta karena di ibu kota pangsa pasar penggemar kopi lebih terbuka lebar. "Orang Jakarta minum kopi sudah menjadi life style (gaya hidup). Misalnya menunggu macet biasanya sampil ngopi," katanya.
Dec 26, 2013
Daftar SPBU di Jakarta Yang Melayani Pemasangan RFID
Otomotifnet.com - Pertamina bersama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) membuka posko pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) di SPBU di Jakarta. Berikut adalah daftar SPBU yang dapat melayani pemasangan RFID.
Jam kerja pemasangan RFID ini mulai pukul 07.00 sampai 17.00 WIB. Berhubung tidak setiap hari posko dibuka di semua SPBU yang ada pada daftar ini, dianjurkan untuk melakukan pengecekan sebelum berangkat dengan menghubungi hotline Pertamina di 500 000.
Idealnya hanya butuh waktu 5 menit saja untuk pemasangan RFID. "Tapi karena banyak pertanyaan dari masyarakat saat pemasangan jadi molor, sekitar 10 sampai 20 menit," jelas Dayu Rengganis, Corporate Services Director PT INTI.
Proses pertama dalam pemasangan RFID adalah proses input data pemilik dan kendaraan dari berdasarkan STNK. Kemudian, tiap satu nama yang tercatat akan mendapatkan gelang RFID yang sebelumnya sudah diprogram sesuai jenis dan kategori kendaraan menggunakan RFID Programmer.
Tiap gelang RFID mewakili satu profil pemilik dan kendaraanya yang tidak bisa saling tukar. Langkah selanjutnya adalah memasang gelang RFID di mulut tangki bahan bakar. "Satu lagi yang harus diketahui masyarakat juga adalah, pemasangan perangkat RFID ini gratis tidak dipungut biaya," yakin Andi Nugroho Manager Sosialisasi Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak (SMPBBM). (motor.otomotifnet.com)
Jakarta Utara
1 / 34-11103 / Jl. Raya KS. Tubun No. 20
2 / 34-11104 / Jl. Hayam Wuruk No. 74/75 Kec Mapar Kel. Taman Sari
3 / 34-11701 / Jl. Kamal Raya
4 / 34-14107 / Jl. Raya Cakung Cilincing (KBN) No. 17
5 / 34-14201 / Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading
6 / 34-14204 / Jl. Raya Yos Sudarso
7 / 34-14205 / Jl. Boulevard Timur Kelapa Gading
8 / 34-14206 / Jl. Pegangsaan 2 Kelapa Gading
9 / 34-14207 / Jl. Plumpang Semper
10 / 34-14209 / Jl. Logistik No. 85 Pegangsaan
11 / 34-14210 / Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D Kav 2
12 / 34-14301 / Jl. Sunter Paradise
13 / 34-14304 / Jl. Tongkol No. 7 Kel. Tanjung Priok
14 / 34-14307 / Jl. Danau Sunter Selatan Blok 05 No. 10
15 / 34-14403 / Jl. Pluit Raya Selatan No. 10 Kel. Pluit Kec. Penjaringan
16 / 34-14405 / Jl. Kampung Bandan Jakarta Utara
17 / 34-14408 / Jl. Budi Mulya Raya, Pademangan
18 / 34-14413 / Jl. Benyamin Sueb ex. Bandara Kemayoran
Jakarta Barat
1 / 34-11403 / Jl. Kemanggisan Utama Raya No. 6-8 RT 11 RW 06 Palmerah
2 / 34-11407 / Jl. Kemanggisan Utama Raya
3 / 34-11708 / Jl. Raya Duri Kosambi Cengkareng
4 / 34-11710 / Jl. Outer Ringroad Cengkareng Pintu Air
5 / 34-11712 / Jl. Daan Mogot KM. 4-5 Kel. Cengkareng Timur
6 / 34-11713 / Jl. Raya Daan Mogot KM. 10 Pesing
7 / 34-11801 / Peta Barat (Jl. Benda)
Jakarta Pusat
1 / 31-10202 / Jl. Abdul Muis No. 68 Kel. Petojo Sela
2 / 31-13101 / Jl. Pramuka Raya
3 / 31-10303 / Jl. Cikini Raya Kel. Cikini Kec. Menteng
4 / 31-10701 / Jl. Industri II Kemayoran
5 / 34-10401 / Jl. Kramat Raya No. 116
Jakarta Timur
1 / 31-13602 / Jl. Mayjen Sutoyo
2 / 31-13701 / Jl. Raya Bogor KM. 28, Ps. Rebo
3 / 34-13205 / Jl. Printis Kemerdekaan
4 / 34-13206 / Jl. Raya Pemuda Rawamangun
5 / 34-13208 / Jl. Rawamangun Muka Raya No. 1
6 / 34-13305 / Jl. Otista Raya
7 / 34-13409 / Jl. Raden Inten
8 / 34-13414 / Jl. Basuki Rahmat No. 64
9 / 34-13419 / Jl. Raden Inten Kec. Duren Sawit POSPOL
10 / 34-13421 / Jl. I Gusti Ngurah Rai Pondok Kopi
11 / 34-13422 / Jl. Raya Kalimalang Pd. Kelapa
12 / 34-13502 / Jl. Raya Condet
13 / 34-13505 / Jl. Raya Bogor KM. 4, Kramat Jati
14 / 34-13506 / Jl. Pusdik Depnaker No. 80 Pinang Ranti
15 / 34-13802 / Jl. Raya Pondok Gede
16 / 34-13806 / Jl. Supriyadi No. 27 Ciracas
17 / 34-13907 / Jl. Centra Primer
18 / 34-13908 / Jl. Hamengkubuwono IX
Jakarta Selatan
1 / 31-12802 / Jl. M.T. Haryono Kav. 18
2 / 31-12902 / Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X2/2
3 / 34-12412 / Jl. Fatmawati
4 / 34-12703 / Jl. Raya Pasar Minggu 14, Pancoran
5 / 34-12902 / Jl. Gatot Subroto Kav. 31
Jam kerja pemasangan RFID ini mulai pukul 07.00 sampai 17.00 WIB. Berhubung tidak setiap hari posko dibuka di semua SPBU yang ada pada daftar ini, dianjurkan untuk melakukan pengecekan sebelum berangkat dengan menghubungi hotline Pertamina di 500 000.
Idealnya hanya butuh waktu 5 menit saja untuk pemasangan RFID. "Tapi karena banyak pertanyaan dari masyarakat saat pemasangan jadi molor, sekitar 10 sampai 20 menit," jelas Dayu Rengganis, Corporate Services Director PT INTI.
Proses pertama dalam pemasangan RFID adalah proses input data pemilik dan kendaraan dari berdasarkan STNK. Kemudian, tiap satu nama yang tercatat akan mendapatkan gelang RFID yang sebelumnya sudah diprogram sesuai jenis dan kategori kendaraan menggunakan RFID Programmer.
Tiap gelang RFID mewakili satu profil pemilik dan kendaraanya yang tidak bisa saling tukar. Langkah selanjutnya adalah memasang gelang RFID di mulut tangki bahan bakar. "Satu lagi yang harus diketahui masyarakat juga adalah, pemasangan perangkat RFID ini gratis tidak dipungut biaya," yakin Andi Nugroho Manager Sosialisasi Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak (SMPBBM). (motor.otomotifnet.com)
Jakarta Utara
1 / 34-11103 / Jl. Raya KS. Tubun No. 20
2 / 34-11104 / Jl. Hayam Wuruk No. 74/75 Kec Mapar Kel. Taman Sari
3 / 34-11701 / Jl. Kamal Raya
4 / 34-14107 / Jl. Raya Cakung Cilincing (KBN) No. 17
5 / 34-14201 / Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading
6 / 34-14204 / Jl. Raya Yos Sudarso
7 / 34-14205 / Jl. Boulevard Timur Kelapa Gading
8 / 34-14206 / Jl. Pegangsaan 2 Kelapa Gading
9 / 34-14207 / Jl. Plumpang Semper
10 / 34-14209 / Jl. Logistik No. 85 Pegangsaan
11 / 34-14210 / Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D Kav 2
12 / 34-14301 / Jl. Sunter Paradise
13 / 34-14304 / Jl. Tongkol No. 7 Kel. Tanjung Priok
14 / 34-14307 / Jl. Danau Sunter Selatan Blok 05 No. 10
15 / 34-14403 / Jl. Pluit Raya Selatan No. 10 Kel. Pluit Kec. Penjaringan
16 / 34-14405 / Jl. Kampung Bandan Jakarta Utara
17 / 34-14408 / Jl. Budi Mulya Raya, Pademangan
18 / 34-14413 / Jl. Benyamin Sueb ex. Bandara Kemayoran
Jakarta Barat
1 / 34-11403 / Jl. Kemanggisan Utama Raya No. 6-8 RT 11 RW 06 Palmerah
2 / 34-11407 / Jl. Kemanggisan Utama Raya
3 / 34-11708 / Jl. Raya Duri Kosambi Cengkareng
4 / 34-11710 / Jl. Outer Ringroad Cengkareng Pintu Air
5 / 34-11712 / Jl. Daan Mogot KM. 4-5 Kel. Cengkareng Timur
6 / 34-11713 / Jl. Raya Daan Mogot KM. 10 Pesing
7 / 34-11801 / Peta Barat (Jl. Benda)
Jakarta Pusat
1 / 31-10202 / Jl. Abdul Muis No. 68 Kel. Petojo Sela
2 / 31-13101 / Jl. Pramuka Raya
3 / 31-10303 / Jl. Cikini Raya Kel. Cikini Kec. Menteng
4 / 31-10701 / Jl. Industri II Kemayoran
5 / 34-10401 / Jl. Kramat Raya No. 116
Jakarta Timur
1 / 31-13602 / Jl. Mayjen Sutoyo
2 / 31-13701 / Jl. Raya Bogor KM. 28, Ps. Rebo
3 / 34-13205 / Jl. Printis Kemerdekaan
4 / 34-13206 / Jl. Raya Pemuda Rawamangun
5 / 34-13208 / Jl. Rawamangun Muka Raya No. 1
6 / 34-13305 / Jl. Otista Raya
7 / 34-13409 / Jl. Raden Inten
8 / 34-13414 / Jl. Basuki Rahmat No. 64
9 / 34-13419 / Jl. Raden Inten Kec. Duren Sawit POSPOL
10 / 34-13421 / Jl. I Gusti Ngurah Rai Pondok Kopi
11 / 34-13422 / Jl. Raya Kalimalang Pd. Kelapa
12 / 34-13502 / Jl. Raya Condet
13 / 34-13505 / Jl. Raya Bogor KM. 4, Kramat Jati
14 / 34-13506 / Jl. Pusdik Depnaker No. 80 Pinang Ranti
15 / 34-13802 / Jl. Raya Pondok Gede
16 / 34-13806 / Jl. Supriyadi No. 27 Ciracas
17 / 34-13907 / Jl. Centra Primer
18 / 34-13908 / Jl. Hamengkubuwono IX
Jakarta Selatan
1 / 31-12802 / Jl. M.T. Haryono Kav. 18
2 / 31-12902 / Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X2/2
3 / 34-12412 / Jl. Fatmawati
4 / 34-12703 / Jl. Raya Pasar Minggu 14, Pancoran
5 / 34-12902 / Jl. Gatot Subroto Kav. 31
Dec 17, 2013
Imigrasi Jaksel Buka 'Cabang' Pelayanan Paspor di Ciputat dan Cilandak
Detik.com - Imigrasi Jakarta Selatan (Jaksel) akan membuka 'cabang' pembuatan paspor di Ciputat dan Cilandak. Dua lokasi ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan pemohon paspor di Kantor Imigrasi Jaksel yang selalu penuh.
"Terkait berupa pelayanan paspor kita akan menyediakan Unit Layanan Paspor (ULP) wilayah I dan wilayah II," kata Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Ditjen Imigrasi Heriyanto kepada detikcom, Senin (16/12/2013).
ULP wilayah I akan melakukan soft opening pelayanan pemberian paspor pada 18 Desember 2013. Layanan ini berlokasi di Jl Ciputat Raya No 27 RT 005/ RW 006, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kapasitas pelayanan di lokasi ini sebanyak 120 permohonan paspor per harinya. Nomor kontak untuk ULP wilayah I adalah (021) 7650719 – (021) 7650715.
"Diharapkan warga Jakarta Selatan yang berada di sekitar ULP wilayah I tersebut dapat mempersingkat waktu proses permohonan paspornya dengan mengunjungi tempat tersebut," katanya.
Sedangkan untuk ULP Wilayah II akan dibuka pada 23 Desember mendatang. Kapasistas layanan di kantor yang ada di Jl Karang Tengah Blok B/I Nomor 8 H, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, adalah 70 permohonan paspor per hari. Nomor kontak untuk ULP wilayah II adalah (021) 29237049.
"Kita juga berharap warga bisa memanfaatkan kantor layanan ini," katanya.
Heriyanto mengatakan, pembukaan dua ULP ini merupakan terobosan baru yang dilakukan untuk mendekatkan agar mudah mendapatkan pelayanan paspor. Rencananya ULP ini juga akan dikembangkan di berbagai wilayah di Indonesia.
"Setelah melalui evaluasi diharapkan ULP tidak saja dapat dikembangkan di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan namun juga dapat dikembangkan di kantor Imigrasi lainnya," katanya.
Heriyanto mengatakan biaya penerbitan paspor di ULP tersebut sama dengan biaya penerbitan paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. "Standar pelayanan dan harga penerbitan paspor sama, sesuai dengan ketentuan pemerintah," katanya.
"Terkait berupa pelayanan paspor kita akan menyediakan Unit Layanan Paspor (ULP) wilayah I dan wilayah II," kata Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Ditjen Imigrasi Heriyanto kepada detikcom, Senin (16/12/2013).
ULP wilayah I akan melakukan soft opening pelayanan pemberian paspor pada 18 Desember 2013. Layanan ini berlokasi di Jl Ciputat Raya No 27 RT 005/ RW 006, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kapasitas pelayanan di lokasi ini sebanyak 120 permohonan paspor per harinya. Nomor kontak untuk ULP wilayah I adalah (021) 7650719 – (021) 7650715.
"Diharapkan warga Jakarta Selatan yang berada di sekitar ULP wilayah I tersebut dapat mempersingkat waktu proses permohonan paspornya dengan mengunjungi tempat tersebut," katanya.
Sedangkan untuk ULP Wilayah II akan dibuka pada 23 Desember mendatang. Kapasistas layanan di kantor yang ada di Jl Karang Tengah Blok B/I Nomor 8 H, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, adalah 70 permohonan paspor per hari. Nomor kontak untuk ULP wilayah II adalah (021) 29237049.
"Kita juga berharap warga bisa memanfaatkan kantor layanan ini," katanya.
Heriyanto mengatakan, pembukaan dua ULP ini merupakan terobosan baru yang dilakukan untuk mendekatkan agar mudah mendapatkan pelayanan paspor. Rencananya ULP ini juga akan dikembangkan di berbagai wilayah di Indonesia.
"Setelah melalui evaluasi diharapkan ULP tidak saja dapat dikembangkan di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan namun juga dapat dikembangkan di kantor Imigrasi lainnya," katanya.
Heriyanto mengatakan biaya penerbitan paspor di ULP tersebut sama dengan biaya penerbitan paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. "Standar pelayanan dan harga penerbitan paspor sama, sesuai dengan ketentuan pemerintah," katanya.
Jul 21, 2013
Ini Bebek Madura, "Ta’iye"!
Kompas.com - SEORANG pelanggan dengan wajah berlumur bulir keringat menyorongkan piring yang telah kosong kepada Siti Aisyah. Si pelanggan meminta tambah nasi dan siraman bumbu pedas. Itu gara-gara menyantap nasi bebek Madura. Walau kepedasan, ingin saja tambah.
"Pelanggan minta tambah nasi dan bumbu pedas saja, boleh-boleh saja. Yang penting mereka senang,” kata Siti Aisyah (55), istri Munawi, pemilik warung Nasi Bebek Madura di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan.
Pencinta bebek yang tengah berkunjung ke Surabaya atau Madura pasti tak akan melewatkan kesempatan mencicipi nasi bebek Madura Sinjay di Bangkalan, Madura. Kelezatannya yang tersohor membuat pemburu bebek bahkan rela antre selama berjam-jam.
Padahal, di Jakarta pun kita sebenarnya bisa sesekali menikmati kelezatan serupa. Dari beberapa nasi bebek Madura yang lezat di Jakarta, dua di antaranya Nasi Bebek H Munawi di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, dan Nasi Bebek Mak Isa di Klender, Jakarta Timur.
Warung Nasi bebek Madura H Munawi dapat ditemui tak jauh sebelum supermarket Total Buah Segar, dari arah utara menuju selatan, sejajar dengan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sementara warung nasi bebek Madura Mak Isa terletak di Jalan Raya Bekasi, tak jauh dari Stasiun Kereta Klender (lama) di Jakarta Timur.
Seporsi nasi bebek di warung H Munawi berupa sepotong bebek goreng disiram bumbu kehitaman yang kental, nasi hangat yang pulen, empat iris timun segar, dan sejumput taburan serundeng kelapa. Penampilan potongan bebek yang kehitaman dan berminyak ini memang terlihat tak menarik.
Namun, dalam petualangan kuliner kita tahu bahwa tampilan visual sering kali tak seiring sejalan dengan cita rasa. Penampilan yang sederhana bahkan buruk tak jarang justru memberi kenikmatan surgawi.
Hampir serupa dengan nasi bebek H Munawi, bebek olahan Mak Isa juga berpenampilan serba hitam. Hanya saja tanpa taburan serundeng kelapa. Meski demikian, keduanya sama- sama sukses membikin lidah bergelora.
Ketika disibakkan dari tulangnya, daging bebek ini berwarna kecoklatan bersemu merah, empuk, dan samar- samar beraroma asap yang sedap. Sama sekali tak terendus bau anyir ataupun amis.
Volume daging bebek memang tak semontok daging ayam. Namun percayalah, kenikmatan pada bebek tak semata soal kemontokan. Gurihnya bumbu yang sempurna merasuki setiap potongan bebek membuat kita gemas ingin menyesapi tulang belulangnya hingga bersih.
Sementara bumbu hitamnya yang pedas menjadi elemen krusial yang memberi rasa gurih tak tertandingi pada olahan bebek ini. Warna kehitaman tersebut terjadi karena bumbu dimasak lama hingga kering dan keluar minyak. Minyak ini yang kemudian bersenyawa dengan lelehan lemak dari bebek.
Pada olahan nasi bebek H Munawi, rasa pedas dari bumbu relatif lebih ”manusiawi” dan memberi efek hangat pada perut cukup lama. Sementara pada olahan bumbu bebek Mak Isa rasa pedas terasa lebih agresif, membikin lidah kelojotan. Jika sudah begitu, segera sambar irisan timun demi mendinginkan lidah yang membara.
”Bumbunya sebenarnya biasa saja, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, jahe, lada, dan lain-lain yang rahasia dapur,” ujar Mak Isa (50) tersenyum.
Bebek segar
Salah satu kunci kelezatan bebek bagi Mak Isa sebenarnya tak semata bumbu, tetapi kualitas bebek. Begitu pula yang dikatakan Siti Aisyah, istri H Munawi. Bebek yang dimasak setiap hari harus bebek segar yang baru disembelih. Keduanya berpantang memasak bebek yang telah dibekukan. Mak Isa sendiri yang saban hari mengolah sekitar 400 bebek memperoleh pemasok bebek dari daerah Kerawang, Jawa Barat.
"Pelanggan minta tambah nasi dan bumbu pedas saja, boleh-boleh saja. Yang penting mereka senang,” kata Siti Aisyah (55), istri Munawi, pemilik warung Nasi Bebek Madura di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan.
Pencinta bebek yang tengah berkunjung ke Surabaya atau Madura pasti tak akan melewatkan kesempatan mencicipi nasi bebek Madura Sinjay di Bangkalan, Madura. Kelezatannya yang tersohor membuat pemburu bebek bahkan rela antre selama berjam-jam.
Padahal, di Jakarta pun kita sebenarnya bisa sesekali menikmati kelezatan serupa. Dari beberapa nasi bebek Madura yang lezat di Jakarta, dua di antaranya Nasi Bebek H Munawi di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, dan Nasi Bebek Mak Isa di Klender, Jakarta Timur.
Warung Nasi bebek Madura H Munawi dapat ditemui tak jauh sebelum supermarket Total Buah Segar, dari arah utara menuju selatan, sejajar dengan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sementara warung nasi bebek Madura Mak Isa terletak di Jalan Raya Bekasi, tak jauh dari Stasiun Kereta Klender (lama) di Jakarta Timur.
Seporsi nasi bebek di warung H Munawi berupa sepotong bebek goreng disiram bumbu kehitaman yang kental, nasi hangat yang pulen, empat iris timun segar, dan sejumput taburan serundeng kelapa. Penampilan potongan bebek yang kehitaman dan berminyak ini memang terlihat tak menarik.
Namun, dalam petualangan kuliner kita tahu bahwa tampilan visual sering kali tak seiring sejalan dengan cita rasa. Penampilan yang sederhana bahkan buruk tak jarang justru memberi kenikmatan surgawi.
Hampir serupa dengan nasi bebek H Munawi, bebek olahan Mak Isa juga berpenampilan serba hitam. Hanya saja tanpa taburan serundeng kelapa. Meski demikian, keduanya sama- sama sukses membikin lidah bergelora.
Ketika disibakkan dari tulangnya, daging bebek ini berwarna kecoklatan bersemu merah, empuk, dan samar- samar beraroma asap yang sedap. Sama sekali tak terendus bau anyir ataupun amis.
Volume daging bebek memang tak semontok daging ayam. Namun percayalah, kenikmatan pada bebek tak semata soal kemontokan. Gurihnya bumbu yang sempurna merasuki setiap potongan bebek membuat kita gemas ingin menyesapi tulang belulangnya hingga bersih.
Sementara bumbu hitamnya yang pedas menjadi elemen krusial yang memberi rasa gurih tak tertandingi pada olahan bebek ini. Warna kehitaman tersebut terjadi karena bumbu dimasak lama hingga kering dan keluar minyak. Minyak ini yang kemudian bersenyawa dengan lelehan lemak dari bebek.
Pada olahan nasi bebek H Munawi, rasa pedas dari bumbu relatif lebih ”manusiawi” dan memberi efek hangat pada perut cukup lama. Sementara pada olahan bumbu bebek Mak Isa rasa pedas terasa lebih agresif, membikin lidah kelojotan. Jika sudah begitu, segera sambar irisan timun demi mendinginkan lidah yang membara.
”Bumbunya sebenarnya biasa saja, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, jahe, lada, dan lain-lain yang rahasia dapur,” ujar Mak Isa (50) tersenyum.
Bebek segar
Salah satu kunci kelezatan bebek bagi Mak Isa sebenarnya tak semata bumbu, tetapi kualitas bebek. Begitu pula yang dikatakan Siti Aisyah, istri H Munawi. Bebek yang dimasak setiap hari harus bebek segar yang baru disembelih. Keduanya berpantang memasak bebek yang telah dibekukan. Mak Isa sendiri yang saban hari mengolah sekitar 400 bebek memperoleh pemasok bebek dari daerah Kerawang, Jawa Barat.
Menurut Siti Aisyah, bebek yang digunakan adalah bebek afkir, yakni bebek petelur yang sudah tidak produktif. Bebek demikian membutuhkan waktu masak yang cukup lama supaya empuk dan bumbu meresap paripurna. Baik Aisyah dan Mak Isa enggan menggunakan alat masak panci tekan (presto) yang menjanjikan daging bebek dapat empuk dalam waktu masak yang singkat.
”Dengan presto, daging memang cepat empuk, tetapi bumbunya belum benar-benar meresap, jadi kurang sedap. Lebih baik dimasak ungkep cara tradisional saja,” kata Siti Aisyah.
Tak hanya bebek yang dimasak secara tradisional. Nasi hangat yang pulen pun rupanya ditanak dengan cara tradisional, bukan dengan rice cooker. ”Nasi yang ditanak dengan cara kuno begini walaupun masaknya lama, tetapi bisa pulen tanpa benyek. Jadi makan bebeknya lebih nikmat,” ujar Siti Aisyah.
Bagi penggemar bebek, cita rasa bebek bersimbah bumbu kental kehitaman ini memang tanpa tedeng aling-aling. Maklum, ini bebek Madura, ta’iye!
”Dengan presto, daging memang cepat empuk, tetapi bumbunya belum benar-benar meresap, jadi kurang sedap. Lebih baik dimasak ungkep cara tradisional saja,” kata Siti Aisyah.
Tak hanya bebek yang dimasak secara tradisional. Nasi hangat yang pulen pun rupanya ditanak dengan cara tradisional, bukan dengan rice cooker. ”Nasi yang ditanak dengan cara kuno begini walaupun masaknya lama, tetapi bisa pulen tanpa benyek. Jadi makan bebeknya lebih nikmat,” ujar Siti Aisyah.
Bagi penggemar bebek, cita rasa bebek bersimbah bumbu kental kehitaman ini memang tanpa tedeng aling-aling. Maklum, ini bebek Madura, ta’iye!
May 30, 2013
Ramai-ramai KJS, Apa Sih INA-CBG's Itu?
Kompas.com - Mendadak, INA-CBG' s menjadi deretan aksara yang kerap muncul di pemberitaan media massa, terutama menyusul ramainya pro-kontra masalah Kartu Jakarta Sehat (KJS). Apakah INA-CBG's itu?
Kepanjangan dari deretan huruf tersebut adalah Indonesia Case Base Groups. Gara-gara INA-CBG's ini, 16 rumah sakit sempat menyatakan berniat mundur dari KJS, salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jadi, apa sebenarnya INA-CBG's?
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan, INA-CBG's adalah sebuah sistem pembayaran dengan sistem "paket", berdasarkan penyakit yang diderita pasien. KJS menerapkan sistem pembayaran ini untuk pelayanan baru kesehatan bagi warga Jakarta.
Untuk lebih gamblang, sebuah contoh dipaparkan Dien. Misalnya, seorang pasien menderita demam berdarah. Dengan demikian, sistem INA-CBG's sudah "menghitung" layanan apa saja yang akan diterima pasien tersebut, berikut pengobatannya, sampai dinyatakan sembuh.
"Paket" layanan kesehatan yang didapat pasien merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan. Di dalamnya mencakup jenis obat dan kelas perawatan bila harus menjalani rawat inap.
"Sistem ini sangat efisien sehingga ada standar mutu pelayanan yang seragam bagi warga se-Jakarta," kata Dien kepada wartawan di sela-sela pembagian KJS, Selasa (28/5/2013). Dia pun mengatakan, konsep INA-CBG's disusun Kementerian Kesehatan, dan program KJS menjadi semacam pilot project penerapannya.
Rencananya, imbuh Dien, sistem pembayaran ini akan diterapkan di seluruh Indonesia pada 2014. Syaratnya, itu bila "uji coba" di Jakarta dinyatakan berhasil.
Berbeda dengan program jaminan kesehatan yang pernah ada sebelumnya, kata Dien, INA-CBG's dapat dikontrol dengan lebih baik. Perbedaan paling mendasar adalah ada atau tidaknya standar layanan kesehatan. "Dulu, klaim yang diajukan rumah sakit tidak terkontrol. Model paket pelayanan esensial rumah sakit itu seolah-olah tidak ada batasan klaim pasien hingga berpengaruh di pelayanan yang bervariasi atau tidak merata," papar dia.
Dengan sistem sebelumnya, lanjut Dien, rumah sakit juga punya kemungkinan memberikan obat yang terlalu mahal, sementara ada obat lebih murah dengan kemanjuran serupa. Sistem INA-CBG's, kata dia, mengantisipasi hal-hal semacam itu terus terjadi. "INA-CBG's, rumah sakit dituntut memberikan pelayanan sesuai standar, dan yang paling penting tak mengejar profit semata."
Kepanjangan dari deretan huruf tersebut adalah Indonesia Case Base Groups. Gara-gara INA-CBG's ini, 16 rumah sakit sempat menyatakan berniat mundur dari KJS, salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jadi, apa sebenarnya INA-CBG's?
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan, INA-CBG's adalah sebuah sistem pembayaran dengan sistem "paket", berdasarkan penyakit yang diderita pasien. KJS menerapkan sistem pembayaran ini untuk pelayanan baru kesehatan bagi warga Jakarta.
Untuk lebih gamblang, sebuah contoh dipaparkan Dien. Misalnya, seorang pasien menderita demam berdarah. Dengan demikian, sistem INA-CBG's sudah "menghitung" layanan apa saja yang akan diterima pasien tersebut, berikut pengobatannya, sampai dinyatakan sembuh.
"Paket" layanan kesehatan yang didapat pasien merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan. Di dalamnya mencakup jenis obat dan kelas perawatan bila harus menjalani rawat inap.
"Sistem ini sangat efisien sehingga ada standar mutu pelayanan yang seragam bagi warga se-Jakarta," kata Dien kepada wartawan di sela-sela pembagian KJS, Selasa (28/5/2013). Dia pun mengatakan, konsep INA-CBG's disusun Kementerian Kesehatan, dan program KJS menjadi semacam pilot project penerapannya.
Rencananya, imbuh Dien, sistem pembayaran ini akan diterapkan di seluruh Indonesia pada 2014. Syaratnya, itu bila "uji coba" di Jakarta dinyatakan berhasil.
Berbeda dengan program jaminan kesehatan yang pernah ada sebelumnya, kata Dien, INA-CBG's dapat dikontrol dengan lebih baik. Perbedaan paling mendasar adalah ada atau tidaknya standar layanan kesehatan. "Dulu, klaim yang diajukan rumah sakit tidak terkontrol. Model paket pelayanan esensial rumah sakit itu seolah-olah tidak ada batasan klaim pasien hingga berpengaruh di pelayanan yang bervariasi atau tidak merata," papar dia.
Dengan sistem sebelumnya, lanjut Dien, rumah sakit juga punya kemungkinan memberikan obat yang terlalu mahal, sementara ada obat lebih murah dengan kemanjuran serupa. Sistem INA-CBG's, kata dia, mengantisipasi hal-hal semacam itu terus terjadi. "INA-CBG's, rumah sakit dituntut memberikan pelayanan sesuai standar, dan yang paling penting tak mengejar profit semata."
Subscribe to:
Posts (Atom)
