Kompas.com - Jajaran Polres Bengkulu Utara bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) membekuk dua pelaku penjualan kulit harimau sumatera dan tulang, Sabtu (13/5/2017) pukul 23.00 WIB.
Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts
May 26, 2017
Apr 2, 2017
Oct 5, 2016
Bukti Sianidia di Gelas Mirna, Ahli: Hirup Saja Bisa Mati!
Tempo.co - Ahli Toksikologi kimia dari Universitas Indonesia, Budiawan mempertanyakan validitas pemeriksaan barang bukti dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Budi yang didatangkan oleh kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso, menyebut barang bukti yang diambil dari TKP pembunuhan Mirna, tidak mempunyai data pembanding.
Kapolri: Isu Penganiayaan oleh Krishna Murti Diusut Tertutup
Sep 12, 2016
Kesaksian Intel Belanda dalam Kematian Munir
Tempo.co - Hari ini, 7 September 2016, tepat 12 tahun Munir Said Thalib meninggal. Aktivis hak asasi manusia itu menghembuskan napas terakhir di pesawat Garuda Indonesia yang membawanya dari Bandar Udara Changi ke Belanda. Munir, di usia 38 tahun, hendak melanjutkan studi hukum di Utrecht Universiteit. Ia tewas dengan racun arsenik bersarang di lambungnya.
Sep 8, 2016
Aug 26, 2016
Kirim video porno ke WN Australia, pengemudi GrabBike dipecat
Merdeka.com - Kasus pelecehan seksual kembali terjadi di Jakarta. Kali ini, seorang pengemudi GrabBike telah berbuat tidak sopan kepada penumpangnya yang merupakan warga negara Australia. Pelaku mengirimkan video porno ke ponsel korban melalui aplikasi WhatsApp. Tak hanya itu, pelaku mengancam bule tersebut karena teleponnya tidak direspon.
Apr 25, 2016
Jan 22, 2014
Nov 12, 2013
Awas, Penipuan Modus Struk ATM Palsu
Kompas.com - Modus penipuan di kota besar berjalan dinamis dan terus berkembang. Di Surabaya, tengah muncul aksi penipuan dengan modus pemalsuan struk transaksi ATM.
Struk palsu itu diberikan oleh pembeli kepada penjual yang memperbolehkan transaksi antar-rekening bank. Penipuan tersebut dialami seorang penjual alat elektronik di Pakuwon Trade Center, Surabaya, awal pekan lalu.
Dari toko milik Ferry ini, penipu berhasil membawa satu laptop dan satu smartphone senilai Rp 34 juta. "Laporan pemilik toko sudah masuk ke polisi, dan sedang kami dalami," kata Kepala Satreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman, saat dikonfirmasi pada Jumat (8/11/2013).
Dalam laporannya, pemilik toko menceritakan, seorang pembeli laki-laki yang hendak membeli barang pada awalnya akan menggunakan kartu debit Bank Mandiri untuk membayar barang yang dipilihnya.
Pegawai toko pun lalu menyiapkan alat gesek yang biasa digunakan untuk transaksi debit. "Pelaku berulang kali menggesek-gesekkan kartunya tapi gagal, dan beralasan bahwa mesin gesek milik toko rusak," terang Farman.
Pelaku kemudian memilih transaksi via rekening dan meminta nomor rekening kepada pelayan toko. Setelah mendapatkan nomor rekening, pelaku beralasan mencari mesin ATM untuk melakukan transaksi.
Sesaat kemudian, pelaku kembali ke toko dengan membawa struk transaksi palsu yang menunjukkan bahwa dia telah mentransfer uang senilai harga barang yang akan dibeli ke rekening toko.
Pelayan toko yang langsung percaya begitu saja kemudian memberikan barang kepada pelaku, dan pelaku bergegas meninggalkan toko. Namun, alangkah kagetnya saat pemilik toko melihat tidak ada transaksi uang masuk dari pembeli tadi.
Kata Farman, modus laporan penipuan semacam ini sudah beberapa kali diterima oleh polisi.
Struk palsu itu diberikan oleh pembeli kepada penjual yang memperbolehkan transaksi antar-rekening bank. Penipuan tersebut dialami seorang penjual alat elektronik di Pakuwon Trade Center, Surabaya, awal pekan lalu.
Dari toko milik Ferry ini, penipu berhasil membawa satu laptop dan satu smartphone senilai Rp 34 juta. "Laporan pemilik toko sudah masuk ke polisi, dan sedang kami dalami," kata Kepala Satreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman, saat dikonfirmasi pada Jumat (8/11/2013).
Dalam laporannya, pemilik toko menceritakan, seorang pembeli laki-laki yang hendak membeli barang pada awalnya akan menggunakan kartu debit Bank Mandiri untuk membayar barang yang dipilihnya.
Pegawai toko pun lalu menyiapkan alat gesek yang biasa digunakan untuk transaksi debit. "Pelaku berulang kali menggesek-gesekkan kartunya tapi gagal, dan beralasan bahwa mesin gesek milik toko rusak," terang Farman.
Pelaku kemudian memilih transaksi via rekening dan meminta nomor rekening kepada pelayan toko. Setelah mendapatkan nomor rekening, pelaku beralasan mencari mesin ATM untuk melakukan transaksi.
Sesaat kemudian, pelaku kembali ke toko dengan membawa struk transaksi palsu yang menunjukkan bahwa dia telah mentransfer uang senilai harga barang yang akan dibeli ke rekening toko.
Pelayan toko yang langsung percaya begitu saja kemudian memberikan barang kepada pelaku, dan pelaku bergegas meninggalkan toko. Namun, alangkah kagetnya saat pemilik toko melihat tidak ada transaksi uang masuk dari pembeli tadi.
Kata Farman, modus laporan penipuan semacam ini sudah beberapa kali diterima oleh polisi.
Jun 14, 2013
Waspadai Modus Copet: Berpura-pura Jadi Tukang Pijat
Detik.com - Aksi kejahatan kini semakin tak terduga. Mereka tak lagi menggunakan cara kekerasan, namun dengan teknik tertentu yang membuat korban tak berdaya. Salah satunya adalah berpura-pura jadi tukang pijat.
Seperti yang dialami seorang pembaca detikcom, Asep (26), saat menaiki angkot 61 jurusan Pasar Minggu-Pondok Labu dari kawasan Cilandak, Jaksel. Di dalam angkot, ada tiga penumpang pria dan satu wanita.
Asep duduk di bangku belakang sopir. Sementara dua pria duduk di sampingnya, satu lagi berada di depannya.
Di perjalanan, pria yang di depan Asep tiba-tiba membagikan selebaran promosi sebuah klinik pengobatan. Pria berpeci itu meminta korban untuk melihat alamat klinik dengan jelas.
"Lalu dia memijit bapak di samping saya. Mulai tangan dan kaki, seperti orang yang sedang promosi gitulah," kata Asep dalam surat elektronik, kepada detikcom, Kamis (13/6/2013).
Tak lama kemudian, si pria pemijat itu beralih ke Asep. Dia mulai memijat tangan, lalu kaki. Lama kelamaan, pijatan di kaki semakin keras sambil sedikit diguncang. Diduga, itu untuk mengeluarkan ponsel yang berada di saku kiri Asep.
"Saya tak curiga, karena pria itu sambil senyum. Saya akhirnya minta pijatan dihentikan dengan sopan," jelasnya.
Lalu, pria pemijat itu turun di sekitar kawasan perempatan Ragunan. Sebelumnya, dia sempat meminta Asep untuk melihat kembali alamat di selebaran klinik. Tak hanya itu, bapak yang di samping Asep kemudian juga meminta untuk dibacakan alamat klinik di selebaran.
"Dia bilang, saya tidak bisa baca. Tolong dibacakan. Rupanya itu untuk mengalihkan perhatian saja," terangnya.
Tak lama kemudian, Asep sadar ponselnya hilang. Seorang pria lain di angkot pun memberi tahu bahwa pria berpeci tadi copet. Asep pun turun, namun tak berhasil mengejarnya.
"Saya curiga, tiga orang itu memang komplotan dan saling mengenal. Sebaiknya kita terus waspada," pesannya.
Seperti yang dialami seorang pembaca detikcom, Asep (26), saat menaiki angkot 61 jurusan Pasar Minggu-Pondok Labu dari kawasan Cilandak, Jaksel. Di dalam angkot, ada tiga penumpang pria dan satu wanita.
Asep duduk di bangku belakang sopir. Sementara dua pria duduk di sampingnya, satu lagi berada di depannya.
Di perjalanan, pria yang di depan Asep tiba-tiba membagikan selebaran promosi sebuah klinik pengobatan. Pria berpeci itu meminta korban untuk melihat alamat klinik dengan jelas.
"Lalu dia memijit bapak di samping saya. Mulai tangan dan kaki, seperti orang yang sedang promosi gitulah," kata Asep dalam surat elektronik, kepada detikcom, Kamis (13/6/2013).
Tak lama kemudian, si pria pemijat itu beralih ke Asep. Dia mulai memijat tangan, lalu kaki. Lama kelamaan, pijatan di kaki semakin keras sambil sedikit diguncang. Diduga, itu untuk mengeluarkan ponsel yang berada di saku kiri Asep.
"Saya tak curiga, karena pria itu sambil senyum. Saya akhirnya minta pijatan dihentikan dengan sopan," jelasnya.
Lalu, pria pemijat itu turun di sekitar kawasan perempatan Ragunan. Sebelumnya, dia sempat meminta Asep untuk melihat kembali alamat di selebaran klinik. Tak hanya itu, bapak yang di samping Asep kemudian juga meminta untuk dibacakan alamat klinik di selebaran.
"Dia bilang, saya tidak bisa baca. Tolong dibacakan. Rupanya itu untuk mengalihkan perhatian saja," terangnya.
Tak lama kemudian, Asep sadar ponselnya hilang. Seorang pria lain di angkot pun memberi tahu bahwa pria berpeci tadi copet. Asep pun turun, namun tak berhasil mengejarnya.
"Saya curiga, tiga orang itu memang komplotan dan saling mengenal. Sebaiknya kita terus waspada," pesannya.
May 29, 2013
Hindari Preman Derek Liar, Polisi: Hubungi Derek Resmi (021) 8088 0123
Detik.com - Polisi mengimbau agar para pengendara hati-hati dengan para preman derek liar. Bila mengalami kendala dan membutuhkan bantuan penderekan kendaraan, bisa mengontak derek resmi.
"Khusus untuk derek resmi hubungi (021) 80880123," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (28/5/2013).
Rikwanto juga memberi imbauan, agar masyarakat waspada. Jangan sekali-kali menggunakan derek liar. Bila membutuhkan bantuan polisi, bisa menghubungi SMS ke nomor 110 atau 1717.
"Kepada masyarakat apabila di jalan tol mendapat halangan seperti ban pecah, mobil mogok atau hal lainnya segera hubungi SMS bantuan polisi atau derek resmi," terang Rikwanto
Untuk diketahui, preman derek liar amat mengganggu. Keamanan para pengendara terusik. Misalnya saja yang dialami Iwan Herman Setiawan, sopir Daihatsu Espass di KM 44 Tol Dalam Kota arah Cawang. Saat dia menepi di pinggir jalan, untuk buang air, mobilnya diderek oleh para preman.
Peristiwa yang dialami Iwan terjadi pada Senin (27/5). Iwan diintimidasi dan diancam. Mobilnya yang semula tak rusak malah jadi rusak. Mobil itu juga hendak dibawa ke pangkalan para preman itu di sekitar UKI, Cawang. Iwan sudah pasrah.
Untung saja petugas patroli melintas. Iwan memanggil dan meminta pertolongan pada dua petugas Sabhara Baharkam Polri Brigadir Jalil dan Briptu Agus Supriyatna. Petugas turun dan menolong Iwan. Para preman itu sempat melawan dengan mendorong petugas dan mengata-ngatai. Tapi kedua petugas itu mengambil tindakan tegas. Iwan diselamatkan dan mobilnya dikawal ke Polda Metro untuk membuat laporan.
"Khusus untuk derek resmi hubungi (021) 80880123," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (28/5/2013).
Rikwanto juga memberi imbauan, agar masyarakat waspada. Jangan sekali-kali menggunakan derek liar. Bila membutuhkan bantuan polisi, bisa menghubungi SMS ke nomor 110 atau 1717.
"Kepada masyarakat apabila di jalan tol mendapat halangan seperti ban pecah, mobil mogok atau hal lainnya segera hubungi SMS bantuan polisi atau derek resmi," terang Rikwanto
Untuk diketahui, preman derek liar amat mengganggu. Keamanan para pengendara terusik. Misalnya saja yang dialami Iwan Herman Setiawan, sopir Daihatsu Espass di KM 44 Tol Dalam Kota arah Cawang. Saat dia menepi di pinggir jalan, untuk buang air, mobilnya diderek oleh para preman.
Peristiwa yang dialami Iwan terjadi pada Senin (27/5). Iwan diintimidasi dan diancam. Mobilnya yang semula tak rusak malah jadi rusak. Mobil itu juga hendak dibawa ke pangkalan para preman itu di sekitar UKI, Cawang. Iwan sudah pasrah.
Untung saja petugas patroli melintas. Iwan memanggil dan meminta pertolongan pada dua petugas Sabhara Baharkam Polri Brigadir Jalil dan Briptu Agus Supriyatna. Petugas turun dan menolong Iwan. Para preman itu sempat melawan dengan mendorong petugas dan mengata-ngatai. Tapi kedua petugas itu mengambil tindakan tegas. Iwan diselamatkan dan mobilnya dikawal ke Polda Metro untuk membuat laporan.
May 31, 2012
Bikin Memo Palsu, Ngaku Ponakan Wakapolri, Ditangkap
Poskotanews.com - Seorang wanita ngaku sebagai salah satu putri purnawirawan jenderal polisi ditangkap. Ia hendak melakukan penipuan dengan cara bisa meloloskan peserta test penerimaan Taruna Akpol (Akademi Polisi) 2012.
Pelaku diketahui berinisial YH alias L, 27, yang juga istri salah satu co pilot penerbang komersial ditangkap karena hendak menipu korban AIS peserta test Akpol 2012. Baik korban maupun pelaku tinggal di kawasan rusun Kemayoran Jakpus.
Kadiv Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, mengatakan modus pelaku menjanjikan pada korbannya bisa lolos masuk Taruna Akpol dengan bekal memo. Selain putri purnawirawan jenderal dia juga ngaku keponakan Wakapolri Komjen Nanan Soekarna.
“Pelaku buat surat memo palsu agar korban bisa lolos test di Akpol,” ujar Irjen Saud, Rabu (30/5/2012).
Surat memo yang dibikin YHL, meminta agar semua departemen yang hendak menguji AIS sebagai peserta test calon Taruna Akpol diberikan kemudahan. Dan dalam surat memo tersebut juga ada tanda tangan Wakapolri.
Keluarga AIS begitu mendapat surat memo dari Wakapolri tersebut sangat senang. Kemudian mereka balas kirim surat ke Wakapolri atas bantuan pemberian memo tersebut.
“Keluarga korban kirim surat ke Wakapolri yang intinya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya memberikan surat memo,” ucap Saud.
Karena pihak Komjen Nanan Soekarna tidak merasa mengeluarkan surat memo. Kemudian melacak pengirim surat dan alamatnya.
“Setelah di cek surat memo tersebut dituliskan nama Wakapolri Komjen Nanang Sutarna, bukan Nanan Soekarna, sehingga menimbulkan kecurigaan karena nama tidak sama,” jelas Saud.
Hingga petugas kemudian bersama keluarga korban mencari tahu surat tersebut. Dan kemudian bisa menangkap pelaku pembuat memo palsu yakni YHL. “Surat itu dibuat sendiri di warnet kemudian diprint,” sambungnya.
Beruntung pihak korban belum setor uang kepada pelaku. Namun mereka sudah saling janji jika korban berhasil masuk Akpol akan diberikan uang Rp30juta sebagai imbalannya.
“‘Korban belum setor uang, hanya traktir makan pelaku saja,” tegas Kadiv Humas.
Kini pelaku kemudian diamankan petugas berikut barang bukti memo palsu. Oleh petugas pelaku akan dikenakan pasal 378 KUHP terkait kasus penipuan.
Pelaku diketahui berinisial YH alias L, 27, yang juga istri salah satu co pilot penerbang komersial ditangkap karena hendak menipu korban AIS peserta test Akpol 2012. Baik korban maupun pelaku tinggal di kawasan rusun Kemayoran Jakpus.
Kadiv Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, mengatakan modus pelaku menjanjikan pada korbannya bisa lolos masuk Taruna Akpol dengan bekal memo. Selain putri purnawirawan jenderal dia juga ngaku keponakan Wakapolri Komjen Nanan Soekarna.
“Pelaku buat surat memo palsu agar korban bisa lolos test di Akpol,” ujar Irjen Saud, Rabu (30/5/2012).
Surat memo yang dibikin YHL, meminta agar semua departemen yang hendak menguji AIS sebagai peserta test calon Taruna Akpol diberikan kemudahan. Dan dalam surat memo tersebut juga ada tanda tangan Wakapolri.
Keluarga AIS begitu mendapat surat memo dari Wakapolri tersebut sangat senang. Kemudian mereka balas kirim surat ke Wakapolri atas bantuan pemberian memo tersebut.
“Keluarga korban kirim surat ke Wakapolri yang intinya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya memberikan surat memo,” ucap Saud.
Karena pihak Komjen Nanan Soekarna tidak merasa mengeluarkan surat memo. Kemudian melacak pengirim surat dan alamatnya.
“Setelah di cek surat memo tersebut dituliskan nama Wakapolri Komjen Nanang Sutarna, bukan Nanan Soekarna, sehingga menimbulkan kecurigaan karena nama tidak sama,” jelas Saud.
Hingga petugas kemudian bersama keluarga korban mencari tahu surat tersebut. Dan kemudian bisa menangkap pelaku pembuat memo palsu yakni YHL. “Surat itu dibuat sendiri di warnet kemudian diprint,” sambungnya.
Beruntung pihak korban belum setor uang kepada pelaku. Namun mereka sudah saling janji jika korban berhasil masuk Akpol akan diberikan uang Rp30juta sebagai imbalannya.
“‘Korban belum setor uang, hanya traktir makan pelaku saja,” tegas Kadiv Humas.
Kini pelaku kemudian diamankan petugas berikut barang bukti memo palsu. Oleh petugas pelaku akan dikenakan pasal 378 KUHP terkait kasus penipuan.
Apr 21, 2012
Jual Kurma Jadi Modus Baru Curi HP di Bus
Kompas.com - Kejahatan jalanan kini semakin bervariasi. Dahulu masyarakat telah akrab dengan modus pencopetan ponsel di dalam angkutan umum yang pelakunya berpura-pura sakit atau muntah. Kini, pelaku berpura-pura menjual buah kurma untuk memperdaya korbannya.
Modus baru tersebut pun menimpa Clazara Larasati (17), warga Jalan Taman Mini, Pintu II, Cipayung, Jakarta Timur. Ponsel Blackberry type Onyx seharga Rp 3,2 juta miliknya berpindah ke tangan pencopet saat berada di dalam bus Agra Mas di dalam area Terminal Kampung Rambutan.
"Saya sama teman saya dari rumah teman di Cipayung mau ke Karawang. Saat masih di dalam Terminal Kampung Rambutan, dia (tersangka) naik terus nawarin buah kurma, saya sudah nolak," ujarnya kepada Kompas.com saat melapor di Polsektro Ciracas, Kamis (19/4/2012).
Clazara mengatakan, ponsel miliknya ditaruh di atas pangkuannya, tersangka pun memaksa korban untuk membeli kurma seharga Rp 15.000 per bungkus. Dengan kecepatan tangan yang tangkas, kemudian pelaku menaruh sebungkus isi kurma sembari mengambil ponsel milik korban. Setelah berhasil mendapatkannya, dia pun turun.
"Saya sih sudah sadar dia ngambil, tapi kan saya nggak mau nuduh. Saya cari dulu, karena nggak ada, saya turun nyari dia, akhirnya ketangkep," ujarnya.
Kepada korban, tersangka mengaku bernama Taswa (42), warga Jalan Manunggal, Ciracas, Jakarta Timur. Semula, tersangka tidak mengakui perbuatannya. Namun setelah didesak, dia pun menunjukan ponsel korban yang dia sembunyikan ke dalam tanah belakang Pos Polisi Terminal Kampung Rambutan.
"Ini modusnya dia nih, pura-pura budek waktu ditanya, terus nggak bawa KTP biar nggak ketahuan identitasnya," katanya.
Beberapa saat kemudian, petugas kepolisian dari Sektor Ciracas pun datang ke lokasi. Tersangka beserta korban sekaligus barang bukti berupa satu buah ponsel dan sebungkus kurma dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.
Modus baru tersebut pun menimpa Clazara Larasati (17), warga Jalan Taman Mini, Pintu II, Cipayung, Jakarta Timur. Ponsel Blackberry type Onyx seharga Rp 3,2 juta miliknya berpindah ke tangan pencopet saat berada di dalam bus Agra Mas di dalam area Terminal Kampung Rambutan.
"Saya sama teman saya dari rumah teman di Cipayung mau ke Karawang. Saat masih di dalam Terminal Kampung Rambutan, dia (tersangka) naik terus nawarin buah kurma, saya sudah nolak," ujarnya kepada Kompas.com saat melapor di Polsektro Ciracas, Kamis (19/4/2012).
Clazara mengatakan, ponsel miliknya ditaruh di atas pangkuannya, tersangka pun memaksa korban untuk membeli kurma seharga Rp 15.000 per bungkus. Dengan kecepatan tangan yang tangkas, kemudian pelaku menaruh sebungkus isi kurma sembari mengambil ponsel milik korban. Setelah berhasil mendapatkannya, dia pun turun.
"Saya sih sudah sadar dia ngambil, tapi kan saya nggak mau nuduh. Saya cari dulu, karena nggak ada, saya turun nyari dia, akhirnya ketangkep," ujarnya.
Kepada korban, tersangka mengaku bernama Taswa (42), warga Jalan Manunggal, Ciracas, Jakarta Timur. Semula, tersangka tidak mengakui perbuatannya. Namun setelah didesak, dia pun menunjukan ponsel korban yang dia sembunyikan ke dalam tanah belakang Pos Polisi Terminal Kampung Rambutan.
"Ini modusnya dia nih, pura-pura budek waktu ditanya, terus nggak bawa KTP biar nggak ketahuan identitasnya," katanya.
Beberapa saat kemudian, petugas kepolisian dari Sektor Ciracas pun datang ke lokasi. Tersangka beserta korban sekaligus barang bukti berupa satu buah ponsel dan sebungkus kurma dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.
Apr 3, 2012
Pura-pura Jadi Tukang Pijat, Sikat HP Siswa SMA
Kompas.com - Siswa SMA Negeri 1 Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Praba, Kamis (29/3/2012) siang, baru saja diperdayai kawanan penipu yang menumpang angkot M-29, jurusan Lebak Bulus-Parung. Akibatnya, sebuah telepon seluler jenis BlackBerry yang dimilikinya raib dan berpindah tangan ke kawanan pencuri tersebut.
Praba (16) bersama seorang temannya naik angkot sepulang dari sekolah. "Di dalam angkot ada tiga orang bapak-bapak. Kemudian, saya diapit oleh dua orang bapak. Lalu, ada seorang bapak naik lagi dari Ramayana, Ciputat, dan menawarkan selebaran untuk jasa pemijatan. Akan tetapi, saya cuekin," cerita Praba, yang menghubungi Kompas di kantor Palmerah, Kamis sore ini.
"Mula-mula tangan bapak-bapak di sebelah yang dipijat. Terus, laki-laki itu memijat tangan saya. Saya tolak, tetapi dia terus saja memijat. Karena saya menolak terus, dia berhenti. Dan, tak lama kemudian, dia turun di jalan," tambah Praba.
Praba tak menyadari kalau ponselnya yang disimpan di saku celana sekolahnya yang ketat sudah tidak ada.
"Tiba-tiba, bapak-bapak yang ada di sebelah saya ngomong nyuruh saya mengecek HP-nya. Katanya, jangan-jangan si tukang pijat ambil HP. Saya cek, ternyata benar, HP saya sudah tak ada. Saya tidak sadar kalau HP saya diambil. Saya langsung turun mengejar si bapak-bapak, tetapi dia sudah tidak ada," lanjut Praba.
Sementara temannya di angkot tiba-tiba disuruh sopir untuk membantu temannya yang sedang mengejar si bapak-bapak tukang pijat.
"Teman saya turun juga dan mencari saya, tetapi angkotnya malah jalan dan menghilang. Jangan-jangan sopir dan empat penumpangnya itu memang kawanan dengan modus tukang pijat untuk mengakali HP penumpang," papar Praba lagi, yang sudah dua kali kehilangan HP di antaranya karena ditodong preman.
Jadi, hati-hatilah naik angkot.
Praba (16) bersama seorang temannya naik angkot sepulang dari sekolah. "Di dalam angkot ada tiga orang bapak-bapak. Kemudian, saya diapit oleh dua orang bapak. Lalu, ada seorang bapak naik lagi dari Ramayana, Ciputat, dan menawarkan selebaran untuk jasa pemijatan. Akan tetapi, saya cuekin," cerita Praba, yang menghubungi Kompas di kantor Palmerah, Kamis sore ini.
"Mula-mula tangan bapak-bapak di sebelah yang dipijat. Terus, laki-laki itu memijat tangan saya. Saya tolak, tetapi dia terus saja memijat. Karena saya menolak terus, dia berhenti. Dan, tak lama kemudian, dia turun di jalan," tambah Praba.
Praba tak menyadari kalau ponselnya yang disimpan di saku celana sekolahnya yang ketat sudah tidak ada.
"Tiba-tiba, bapak-bapak yang ada di sebelah saya ngomong nyuruh saya mengecek HP-nya. Katanya, jangan-jangan si tukang pijat ambil HP. Saya cek, ternyata benar, HP saya sudah tak ada. Saya tidak sadar kalau HP saya diambil. Saya langsung turun mengejar si bapak-bapak, tetapi dia sudah tidak ada," lanjut Praba.
Sementara temannya di angkot tiba-tiba disuruh sopir untuk membantu temannya yang sedang mengejar si bapak-bapak tukang pijat.
"Teman saya turun juga dan mencari saya, tetapi angkotnya malah jalan dan menghilang. Jangan-jangan sopir dan empat penumpangnya itu memang kawanan dengan modus tukang pijat untuk mengakali HP penumpang," papar Praba lagi, yang sudah dua kali kehilangan HP di antaranya karena ditodong preman.
Jadi, hati-hatilah naik angkot.
Feb 29, 2012
Awas! Pencurian Motor Bermodus Penukaran Pelat Nomor
Detik.com - Modus pencurian kendaraan bermotor makin beragam. Tren terbaru adalah dengan menukar pelat nomor kendaraan yang hendak dicuri. Modus ini bisa dilakukan meski di tempat parkir motor yang memiliki penjagaan.
Kawanan pencuri ini biasanya datang ke tempat-tempat parkir resmi di pusat perbelanjaan atau tempat lainnya. Mereka kemudian mencari motor yang sesuai tipenya dengan STNK yang memang mereka bawa. Motor yang mereka incar biasanya terletak agak jauh dari loket pembayaran atau bagian yang jauh dari pengawasan petugas.
Setelah menemukan motor yang sesuai, pelaku akan menukar pelat nomor yang terpasang dengan pelat nomor yang sudah disiapkan. Setelah terpasang, pelaku dengan santai keluar areal parkir karena motor yang ditumpanginya telah sesuai dengan STNK asli.
Tanpa ada tiket parkir, para pencuri ini biasanya akan tetap mudah mengelabui petugas. Tiket parkir yang diminta akan dibilang hilang. Atas hilangnya tiket parkir, pelaku hanya akan dikenakan denda paling besar Rp 50 ribu.
NTMC Mabes Polri, Selasa (14/2/2012) meminta para pemilik kendaraan bermotor untuk mewaspadai aksi ini. Polisi meminta pemilik kendaraan bermotor untuk memarkir kendaraan di tempat yang mudah diawasi petugas parkir dan gunakanlah kunci pengaman tambahan.
Kawanan pencuri ini biasanya datang ke tempat-tempat parkir resmi di pusat perbelanjaan atau tempat lainnya. Mereka kemudian mencari motor yang sesuai tipenya dengan STNK yang memang mereka bawa. Motor yang mereka incar biasanya terletak agak jauh dari loket pembayaran atau bagian yang jauh dari pengawasan petugas.
Setelah menemukan motor yang sesuai, pelaku akan menukar pelat nomor yang terpasang dengan pelat nomor yang sudah disiapkan. Setelah terpasang, pelaku dengan santai keluar areal parkir karena motor yang ditumpanginya telah sesuai dengan STNK asli.
Tanpa ada tiket parkir, para pencuri ini biasanya akan tetap mudah mengelabui petugas. Tiket parkir yang diminta akan dibilang hilang. Atas hilangnya tiket parkir, pelaku hanya akan dikenakan denda paling besar Rp 50 ribu.
NTMC Mabes Polri, Selasa (14/2/2012) meminta para pemilik kendaraan bermotor untuk mewaspadai aksi ini. Polisi meminta pemilik kendaraan bermotor untuk memarkir kendaraan di tempat yang mudah diawasi petugas parkir dan gunakanlah kunci pengaman tambahan.
Feb 22, 2012
Copet Bermodus Pijat Intai Penumpang Bus
Kompas.com - Ada-ada saja modus yang digunakan para pelaku kejahatan jalanan, terutama para copet yang kerap melakukan aksinya di angkutan umum. Selama ini, modus yang dikenal masyarakat antara lain dengan pura-pura muntah atau dengan berkomplot. Namun peristiwa kali ini, pencopet berpura-pura dengan menjadi tukang pijat dan menimpa seorang wartawan harian Koran Jakarta, Wandi (30).
Saat itu, sekitar pukul 11.30 WIB, ia hendak mendatangi lokasi diskusi Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat dengan menumpang Kopaja 502 jurusan Tanah Abang-Kampung Melayu, Kamis (16/2/2012). "Saya naik dari depan Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional), Jalan Merdeka Barat. Di atas Kopaja itu saya dipepet hingga terpaksa dapat duduk di bangku yang ada di belakang," ujar Wandi.
Wandi melanjutkan, ada orang yang berpura-pura memijat penumpang di deretan bangku belakang. Tak lama berselang, pria berbadan gemuk tersebut juga memijat kaki kiri Wandi. "Saya menolak, tapi orang itu langsung memegang kaki saya," ujar Wandi.
Saat hendak turun, Wandi memeriksa saku kirinya dan baru mengetahui ponsel Blackberry yang semula berada di saku itu telah raib. "Saya periksa pria yang memijat, tetapi tidak ada telepon genggam saya. Sepertinya mereka gerombolan. Pemijat hanya sebagai pengalih saja," ujarnya kesal.
Polda Metro Jaya tengah menggelar Operasi Berantas Jaya hingga akhir Februari mendatang. Selama operasi yang terhitung sejak tanggal 4 sampai 13 Februari itu, Polda Metro Jaya telah menahan sebanyak 381 pelaku kejahatan berikut barang bukti 20 senjata api, 25 senjata tajam, 56 kendaraan roda dua, 13 kendaraan roda empat, 67 ponsel, 651 botol minuman keras, dan uang tunai senilai Rp 63.198.000.
Saat itu, sekitar pukul 11.30 WIB, ia hendak mendatangi lokasi diskusi Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat dengan menumpang Kopaja 502 jurusan Tanah Abang-Kampung Melayu, Kamis (16/2/2012). "Saya naik dari depan Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional), Jalan Merdeka Barat. Di atas Kopaja itu saya dipepet hingga terpaksa dapat duduk di bangku yang ada di belakang," ujar Wandi.
Wandi melanjutkan, ada orang yang berpura-pura memijat penumpang di deretan bangku belakang. Tak lama berselang, pria berbadan gemuk tersebut juga memijat kaki kiri Wandi. "Saya menolak, tapi orang itu langsung memegang kaki saya," ujar Wandi.
Saat hendak turun, Wandi memeriksa saku kirinya dan baru mengetahui ponsel Blackberry yang semula berada di saku itu telah raib. "Saya periksa pria yang memijat, tetapi tidak ada telepon genggam saya. Sepertinya mereka gerombolan. Pemijat hanya sebagai pengalih saja," ujarnya kesal.
Polda Metro Jaya tengah menggelar Operasi Berantas Jaya hingga akhir Februari mendatang. Selama operasi yang terhitung sejak tanggal 4 sampai 13 Februari itu, Polda Metro Jaya telah menahan sebanyak 381 pelaku kejahatan berikut barang bukti 20 senjata api, 25 senjata tajam, 56 kendaraan roda dua, 13 kendaraan roda empat, 67 ponsel, 651 botol minuman keras, dan uang tunai senilai Rp 63.198.000.
Jan 10, 2012
Inilah Tips Terhindar Ranjau Paku
Kompas.com - Sebal, itulah perasaan kita jika ban sepeda motor kita kempis di jalan raya. Perasaan itu akan berubah menjadi marah ketika mengetahui bahwa penyebab kempisnya ban adalah ranjau paku.
Memang terkadang ranjau paku sangat susah untuk dihindari. Apalagi jika pelaku menyebar paku-paku di seluruh badan jalan.
Namun, menurut salah seorang Relawan Sapu Bersih Ranjau Paku, Abdul Rohim, ranjau-ranjau tersebut bukan tidak mungkin untuk dihindari. Salah satu caranya adalah dengan melintas secara perlahan di ruas jalan yang terdapat ranjau pakunya.
"Dengan kecepatan di bawah 40 kilometer per jam, maka paku-paku tersebut tidak akan menancap di ban motor kita," ujarnya saat ditemui di sela-sela jumpa pers penemuan 300 kilogram paku yang berhasil diambil dari jalan raya. "Namun jika kita melintas dengan kecepatan tinggi, maka paku yang terdapat di aspal akan langsung menancap di ban," tambahnya.
Selain melintas di jalan yang beranjau paku, salah satu cara lainnya adalah dengan mewaspadai jalan-jalan yang rawan akan tindakan tidak terpuji tersebut. Saat ini, ruas jalan yang masih rawan ranjau paku adalah Jalan KH Hasyim Ashari, Gajah Mada, Majapahit, Medan Merdeka Utara, dan Underpass Senen. "Semua itu di daerah Jakarta Pusat," lanjutnya.
Memang terkadang ranjau paku sangat susah untuk dihindari. Apalagi jika pelaku menyebar paku-paku di seluruh badan jalan.
Namun, menurut salah seorang Relawan Sapu Bersih Ranjau Paku, Abdul Rohim, ranjau-ranjau tersebut bukan tidak mungkin untuk dihindari. Salah satu caranya adalah dengan melintas secara perlahan di ruas jalan yang terdapat ranjau pakunya.
"Dengan kecepatan di bawah 40 kilometer per jam, maka paku-paku tersebut tidak akan menancap di ban motor kita," ujarnya saat ditemui di sela-sela jumpa pers penemuan 300 kilogram paku yang berhasil diambil dari jalan raya. "Namun jika kita melintas dengan kecepatan tinggi, maka paku yang terdapat di aspal akan langsung menancap di ban," tambahnya.
Selain melintas di jalan yang beranjau paku, salah satu cara lainnya adalah dengan mewaspadai jalan-jalan yang rawan akan tindakan tidak terpuji tersebut. Saat ini, ruas jalan yang masih rawan ranjau paku adalah Jalan KH Hasyim Ashari, Gajah Mada, Majapahit, Medan Merdeka Utara, dan Underpass Senen. "Semua itu di daerah Jakarta Pusat," lanjutnya.
Jan 7, 2012
Waspada (Modus Baru)! Penipuan Transfer Rekening Via SMS Makin Marak
Detik.com - Penipuan transfer rekening melalui pesan singkat (Short Messages Service/SMS) semakin marak. Selama 2011, Bank Indonesia (BI) menerima 1.084 laporan penipuan transfer rekening via SMS.
Lebih jauh Ketua Tim Mediasi Perbankan Bank Indonesia Sondang Martha Samosir, Jumat (6/1/2012) mengatakan terdapat modus baru penipuan Via SMS. Yakni melalui penipuan bermodus layanan tiket pesawat.
"Kami juga mendapat masukan dari masyarakat mengenai mulai maraknya upaya penipuan bermodus layanan pemesanan tiket pesawat via SMS. Awalnya sindikat tersebut menyebarkan info melalui SMS ke nomor HP masyarakat yang isinya penawaran layanan pemesanan tiket pesawat dengan harga murah," kata Dia.
"Bila ada masyarakat yang merespons dengan menghubungi nomor HP dimaksud, maka si aktor akan menanyakan tujuan dan tanggal keberangkatan. Setelah itu dia akan meminta masyarakat memberikan informasi nama yang akan tertera di tiket," tambah Sondang.
Biasanya mereka juga menanyakan umur. Kemudian mereka akan menginformasikan ke calon korban code booking pesawat.
"Kalau masyarakat melakukan recheck code booking tersebut ke maskapai penerbangan yang menerbitkannya, memang benar code booking tersebut ter-booked sesuai dengan nama mereka. Kemudian atas dasar code booking tersebut si aktor akan meminta masyarakat melakukan pembayaran via transfer ke rekening bank yang mereka tunjuk. Setelah uang ditransfer, sepertinya sindikat tadi akan membatalkan pesanan tiket yang sudah ter-booked," jelasnya lagi.
Hasilnya, sampai waktu keberangkatan, masyarakat tidak akan pernah dapat tiket yang mereka pesan. Sondang menjelaskan sewaktu masyarakat melakukan konfirmasi ke si aktor, akan jadi sulit dihubungi.
"Sindikat ini juga memiliki website dan diduga masih berupaya mencari korban sehingga masyarakat perlu berhati-hati agar tidak tergiur dengan tawaran-tawaran yang tidak realistis," tegasnya.
Lebih jauh Ketua Tim Mediasi Perbankan Bank Indonesia Sondang Martha Samosir, Jumat (6/1/2012) mengatakan terdapat modus baru penipuan Via SMS. Yakni melalui penipuan bermodus layanan tiket pesawat.
"Kami juga mendapat masukan dari masyarakat mengenai mulai maraknya upaya penipuan bermodus layanan pemesanan tiket pesawat via SMS. Awalnya sindikat tersebut menyebarkan info melalui SMS ke nomor HP masyarakat yang isinya penawaran layanan pemesanan tiket pesawat dengan harga murah," kata Dia.
"Bila ada masyarakat yang merespons dengan menghubungi nomor HP dimaksud, maka si aktor akan menanyakan tujuan dan tanggal keberangkatan. Setelah itu dia akan meminta masyarakat memberikan informasi nama yang akan tertera di tiket," tambah Sondang.
Biasanya mereka juga menanyakan umur. Kemudian mereka akan menginformasikan ke calon korban code booking pesawat.
"Kalau masyarakat melakukan recheck code booking tersebut ke maskapai penerbangan yang menerbitkannya, memang benar code booking tersebut ter-booked sesuai dengan nama mereka. Kemudian atas dasar code booking tersebut si aktor akan meminta masyarakat melakukan pembayaran via transfer ke rekening bank yang mereka tunjuk. Setelah uang ditransfer, sepertinya sindikat tadi akan membatalkan pesanan tiket yang sudah ter-booked," jelasnya lagi.
Hasilnya, sampai waktu keberangkatan, masyarakat tidak akan pernah dapat tiket yang mereka pesan. Sondang menjelaskan sewaktu masyarakat melakukan konfirmasi ke si aktor, akan jadi sulit dihubungi.
"Sindikat ini juga memiliki website dan diduga masih berupaya mencari korban sehingga masyarakat perlu berhati-hati agar tidak tergiur dengan tawaran-tawaran yang tidak realistis," tegasnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)