Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

May 7, 2017

Trump’s Indonesian Allies In Bed With ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President



Joko Widodo

Theintercept.com - Associates of Donald Trumpin Indonesia have joined army officers and a vigilante street movement linked to ISIS in a campaign that ultimately aims to oust the country’s president. According to Indonesian military and intelligence officials and senior figures involved in what they call “the coup,” the move against President Joko Widodo (known more commonly as Jokowi), a popular elected civilian, is being impelled from behind the scenes by active and retired generals.

Jun 15, 2016

Rizal Ramli: Indonesia Harus Punya Poros Maritim Kuat

Kompas.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menginginkan Indonesia mempunyai poros maritim yang kuat agar bisa menguasai lautan dunia.

May 7, 2016

Indonesia, Israel should formalize diplomatic ties

Jpost.com - The link between Indonesia and Israel can be traced back to the 17th century with the presence of the Jewish Diaspora during the Dutch colonial period. In 1921, a Dutch census estimated that around 2,000 Jews were living in Indonesia’s most populous island, Java. Historically, Indonesians were tolerant and accepting of their Jewish communities, which were underrepresented as a minority group. Anti-Semitic and anti-Israeli sentiments in modern Indonesia are unique as they are imported.

May 1, 2016

Yusril: Bagaimana kalau PNS Ramai-ramai Minta Pak Ahok Mundur?

Yusril Ihza Mahendra
Kompas.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan, dia tak habis pikir dengan ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat menantang pegawai negeri sipil (PNS) yang tak suka terhadap dirinya.

Mar 26, 2016

Presiden Putuskan Blok Masela Dibangun di Darat

Kompas.com - Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan bahwa kilang pengolahan gas Blok Masela dibangun di darat (onshore).

Dec 12, 2015

Suara PKS di Jakarta Sudah Terlampaui, Teman Ahok Optimistis 1 Juta KTP

Kompas.com - Organisasi relawan pendukung Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Teman Ahok, mengaku telah berhasil mengumpulkan KTP dukungan lebih banyak dari perolehan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pemilihan Legislatif 2014.

Aug 19, 2015

Jokowi Lantik 5 Menteri dan Seskab

Kompas.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik enam menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Kerja, Rabu (12/8/2015). Mereka dilantik setelah pelantikan Rano Karno sebagai Gubernur Banten di Istana Negara, Jakarta.

Aug 7, 2015

JK Siapkan 100 Mobil untuk Tim Pemantau Speaker Masjid

Cnnindonesia - Juru Bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla Husain Abdulla menilai banyak pihak yang tidak tahu tujuan awal pembentukan tim pemantau speaker masjid.

Jul 13, 2015

Cara Pengumpulan KTP Dukungan untuk Ahok Kini Dipermudah

Kompas.com - Pengumpulan fotokopi KTP dukungan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa maju pada Pilkada DKI 2017 kini lebih mudah. Relawan pendukung Ahok, Teman Ahok, kini memangkas sejumlah persyaratan yang sebelumnya dicantumkan.

"Langkah-langkah untuk mendukung Ahok kini sudah dengan panduan yang baru. Kita buat semudah mungkin agar orang bisa memberikan dukungannya," kata juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, kepada Kompas.com, Minggu (12/7/2015).

Amalia memaparkan, kini warga yang ingin mendukung Ahok hanya diminta mengisi formulir dukungan yang bisa diunduh di www.temanahok.com. Tidak ada lagi persyaratan untuk mengisi pernyataan tidak mendukung calon lain.

"Kami sudah konsultasi ke KPUD. Ternyata dengan hanya satu form dukungan saja sudah boleh selama ada rekapnya. Untuk rekap nanti, kita yang buat karena kalau dua-duanya di-download terlalu banyak dan malah membuat orang bingung," ujar dia.

Apabila formulir dukungan telah diunduh, kata Amalia, langkah selanjutnya adalah dengan mencetak formulir tersebut dalam ukuran kertas folio/A4. Bila telah dilakukan, langkah selanjutnya adalah mengisi formulir dengan data identitas yang ada di KTP dan ditandatangani.

"Selain KTP, identitas kependudukan lain yang bisa digunakan adalah fotokopi paspor dan KK, 1 orang 1 KK," ujar Amalia.

Bila pengisian formulir telah dilakukan, langkah selanjutnya adalah memasukkan formulir tersebut ke dalam amplop. Warga diminta menyertakan fotokopi KTP ukuran asli yang ditempel dalam formulir ini, dengan sisi biodata menghadap ke depan.

Setelah itu, warga pendukung Ahok diminta memotret dokumen tersebut dan mengunggahnya ke Twitter, dengan memberikan tag ke akun @temanahok, atau menge-post ke laman Facebook Teman Ahok.

"Tapi upload ke socmed itu tidak wajib kok," ucap dia.

Bila semua langkah di atas telah dilakukan, langkah terakhir adalah mengirimkan amlop tersebut ke Sekretariat Teman Ahok di Kompleks Graha Pejaten Nomor 3, Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 12510. Atau, bisa juga mengantarkannya ke posko terdekat.

Sejauh ini Teman Ahok telah memiliki 32 posko yang berdiri di 32 kelurahan. Masing-masing di Kalideres, Pegadungan, Semanan, Cengkareng Timur, Jatipulo, Palmerah, Grogol, Pinangsia, Glodok, Mangga Besar, (Jakarta Barat); Bungur, Kenari, Senen Mangga Dua Selatan, Gunung Sahari Utara, (Jakarta Pusat); Grogol Selatan, Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama Utara, Pondok Pinang, Menteng Dalam, Pejaten Barat, Petukangan Selatan, Menteng Atas (Jakarta Selatan); Cijantung, Kampung Melayu, Cakung Timur, Cawang, Lubang Buaya (Jakarta Timur), dan Tugu Utara, Warakas, Kelapa Dua Wetan, dan Kebon Kosong (Jakarta Utara).

Teman Ahok menargetkan, pada akhir 2015 jumlah posko relawan yang didirikan telah mencapai 150 lokasi. Pengumpulan fotokopi KTP dukungan untuk Ahok telah dilakukan sejak pertengahan Juni 2015.

Sejauh ini Teman Ahok telah mengumpulkan fotokopi KTP milik warga sebanyak 10.262 lembar.

Jul 2, 2015

Teman Ahok: Pengumpulan KTP Harus Disertai Bukti Tanda Tangan

Kompas.com - Juru bicara "Teman Ahok", Amalia Ayuningtyas, mengaku belum tahu seputar adanya selebaran atas nama kelompoknya yang membuka jalur pengumpulan KTP dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melalui aplikasi WhatsApp.

Menurut Amalia, sejauh ini, memang sudah banyak para relawan yang mencoba mengumpulkan KTP melalui berbagai cara.

"Kalau soal yang WhatsApp, saya belum tahu. Tapi, sejauh ini memang sudah banyak teman yang mencoba mengumpulkan KTP dengan berbagai cara. Mungkin itu salah satunya (melalui WhatssApp)," kata Amalia kepada Kompas.com, Selasa (30/6/2015).

Meski tidak mempermasalahkan, Amalia menyatakan, sejauh ini cara pengumpulan KTP yang mereka lakukan adalah dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga ataupun meminta warga untuk mengirimkan fotokopi KTP-nya ke sekretariat mereka yang beralamat di Kompleks Graha Pejaten Nomor 3, Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Menurut Amalia, kedua cara tersebut adalah cara yang memungkinkan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh KPUD. Sebab, KPUD telah mensyaratkan fotokopi KTP yang dikumpulkan harus disertai dengan formulir pernyataan dukungan yang ditandatangani secara langsung oleh si pemilik KTP.

"Jadi, KPUD mensyaratkan harus ada bukti tanda tangan basahnya. Kalau melalui WhatsApp kan belum tahu bagaimana cara ngumpulin tanda tangan basahnya," ujar dia.

Sebagai informasi, saat ini beredar selebaran yang mengatasnamakan Teman Ahok dari pos komunikasi Pasar Rebo. Dalam selebaran yang beredar di media sosial itu, masyarakat yang mendukung Ahok diminta untuk mengirimkan KTP mereka ke sebuah nomor WhatsApp.

Aug 28, 2014

Disebut Gila Jabatan, Ahok Mengaku Gila Betulan

Tempo.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan bakal maju kembali dalam pemilihan gubernur 2017. Sebelumnya, Ahok juga menyatakan berminat meniru langkah Jokowi menjadi presiden. Gila jabatankah Ahok?

"Salah, gue enggak gila jabatan. Gue cuma gila doang," kata Ahok dalam wawancara khusus dengan Tempo, Kamis, 21 Agustus 2014 lalu.

Ahok mengatakan orang yang sadar dirinya gila berarti termasuk waras. "Yang repot itu orang yang sebenarnya gila tapi tidak sadar," kata politikus Partai Gerakan Indonesia Raya ini.

"Apalagi yang mengira dia menang tapi sebenarnya enggak, itu juga repot," kata Ahok lagi. Siapa yang dimaksud Ahok? "Gue enggak bilang siapa, lho."

Jun 26, 2014

Testimoni jurnalis AS: Prabowo pernah hina Gus Dur dan demokrasi

Merdeka.com - Allan Nairn, jurnalis investigatif asal Amerika Serikat, mengaku tergugah untuk memberikan testimoni kepada publik Indonesia tentang sosok Letjen (Purn) Prabowo Subianto yang kini adalah calon presiden. Pewarta yang pernah ditahan rezim Soeharto saat meliput di Timor Timur ini menilai banyak pernyataan Prabowo kini bertolak belakang dengan apa yang disampaikan dia dulu.

Nairn mengaku wawancara yang dia lakukan di kantor Prabowo, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pada Juni dan Juli 2001 adalah off the record dan bersifat anonim. Agar publik bisa mengakses komentar Prabowo dulu, Nairn pun mengaku belakangan telah mencoba menghubungi mantan Danjen Kopassus itu untuk meminta izin membeberkannya.

"Saya tidak mendapat balasan dan saya pun memutuskan untuk meneruskan rencana tersebut. Saya pikir kerugian yang saya hadapi ketika melanggar anonimitas yang saya janjikan ke Prabowo, tidak sebanding dengan kerugian yang lebih besar jika rakyat Indonesia pergi ke tempat pemungutan suara tanpa mengetahui fakta-fakta penting yang selama ini tidak bisa mereka akses," kata Nairn lewat blognya, www.allannairn.org, yang di-posting pada 22 Juni 2014.

Saat dikonfirmasi merdeka.com lewat email yang tertera di blognya, Nairn membalas dengan email lain dan mengakui bahwa blog tersebut adalah miliknya.

"Ya, situs allannairn.org adalah milik saya dan Anda boleh mengutipnya. Dan silakan bebas mengutip apa saja yang Anda ingin di situs tersebut ke depannya," kata jurnalis 58 tahun yang pernah menyabet sejumlah penghargaan ini.

Menghina Gus Dur

Salah satu yang disorot Nairn dari Prabowo kini adalah sikap mantan menantu Soeharto itu yang memanfaatkan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam kampanye pilpres saat ini. Dalam sebuah video yang kemudian dijadikan iklan oleh kubu Prabowo, tampak Gus Dur mengatakan, "Orang yang paling ikhlas kepada rakyat Indonesia itu adalah Prabowo."

Namun, kata Nairn, sikap Prabowo dulu terhadap Gus Dur sangatlah kontras. "Di hadapan saya Prabowo tak henti-hentinya mengecam Gus Dur dan demokrasi," tulis Nairn.

"Indonesia belum siap untuk demokrasi. Di negara kami ini masih ada kanibal, masih ada kerumunan yang bikin rusuh," demikian ucapan Prabowo yang dicatat Nairn.

Indonesia perlu, lanjut Prabowo, "rezim otoriter yang jinak". Prabowo, kata Nairn, juga mengatakan bahwa keragaman etnis dan agama adalah penghalang demokrasi.

Bahkan, kata Nairn, Prabowo pernah menghina fisik Gus Dur. "Militer pun bahkan tunduk pada presiden buta! Bayangkan! Coba lihat dia, bikin malu saja!" demikian Prabowo seperti dikutip Nairn.

"Lihat Tony Blair, Bush, Putin. Mereka muda, gantengdan sekarang presiden kita buta!" kata Prabowo lagi dalam catatan Nairn lagi.

Prabowo, kata Nairn, menginginkan sosok yang berbeda untuk menjadi presiden. Dia menyebut sosok Jenderal Pervez Musharraf dari Pakistan.

Untuk diketahui, Musharraf telah menangkap perdana menterinya yang sipil dan mendirikan kediktatoran. Prabowo menyatakan kekagumannya pada Musharraf.

Prabowo kelihatan berpikir keras apakah dirinya sesuai dengan sosok yang ia bayangkan. Apakah ia mampu menjadi Musharraf-nya Indonesia.

"Apa saya cukup punya nyali," tanya Prabowo, "apa saya siap jika disebut 'diktator fasis'?"

"Musharraf punya nyali," kata Prabowo. Terkait dirinya sendiri, kata Nairn, Prabowo membiarkan pertanyaan tersebut tak terjawab.

Terkait testimoni Nairn ini, Prabowo maupun tim suksesnya belum dapat dikonfirmasi.