Showing posts with label Motkas. Show all posts
Showing posts with label Motkas. Show all posts

Oct 11, 2014

Deretan Sepeda Motor Bekas yang Susah Dijual

Kompas.com - Tidak semua sepeda motor gampang dijual kembali, bahkan setelah dipakai hanya dalam satu tahun. Dari penuturan beberapa pebisnis sepeda motor bekas, ada beberapa model yang harga jual kembalinya ”jatuh” dan sulit menemui pembeli.

Fauzi Thalib, pedagang sepeda motor bekas di Jl Basuki Rahmat, Cipinang, Jakarta Timur, mengatakan bahwa tinggi-rendahnya harga jual kembali dipengaruhi oleh permintaan. Artinya, jika satu merek atau model sepi peminat, dipastikan harga jualnya turun drastis.

Dicontohkan, sepeda motor Suzuki sebagai salah satu merek yang susah dijual kembali. Hampir semua model tertimpa fenomena ini, lantaran penjualan mdoel barunya juga tak begitu kencang. ”Kecuali Satria, semua Suzuki jarang yang mencari sekennya. Bebek, matik, atau sport,” papar Fauzi, (7/10/2014).

Fauzi memaparkan, jika dibandingkan antara Smash Titan di tahun yang sama dengan Honda Absolute Revo, beda harganya bisa Rp 2-3 juta. Atau Suzuki Hayate 125 dengan Vario Techno 125, bedanya ”bumi-langit” di tahun yang sama bisa beda Rp 4-5 juta.

Di deretan sepeda motor Honda, muncul nama CS-1 sebagai sepeda motor yang susah dilego. Ali Muchtar, pengelola toko sepeda motor bekas Cahya Motor di Rawa Belong, Jakarta Barat, mengatakan bahwa model ini sudah sangat susah dijual.

”Barangnya jarang, tapi sekalinya ada, susah dijual lagi. Harganya dipukul rata, mau satu, dua atau lima tahun pun tak sampai Rp 9 juta,” terang Ali.

Bebek matik yang pernah dijual Honda dan Yamaha juga masuk dalam kategori sepeda motor susah dijual kembali. Mereka adalah Honda Revo AT dan Yamaha Lexam. Beberapa merek yang tak populer seperti Piaggio atau merek-merek Eropa lain juga dipastikan turun harga drastis.

”Tapi kalau bebek matik dan sepeda motor Eropa antara tidak laku dan unik. Ada juga yang mencari dengan harga tinggi karena ingin punya. Ya untung-untungan saja,” tukas Ali.

Apr 8, 2013

Waspada ”Kanibalisasi” Komponen Sepeda Motor Bekas

Kompas.com - Meski banyak tawaran menggiurkan berupa DP dan cicilan ringan dari perusahaan pembiayaan terhadap sepeda motor baru, melirik sepeda motor bekas (motkas) tidaklah haram. Tapi awas, teliti dulu! Jerohan di dalamnya kerap "dikanibal" alias diganti. KompasOtomotif mendapatkan informasi ini dari beberapa pedagang di Jakarta, bahwa sebagian besar yang dijual adalah barang tarikan leasing yang dibeli borongan oleh pedagang dan (diindikasi) komponen sudah dioplos dengan ”KW” atau usang.

M. Azhar, pedagang motkas Makmur Motor di Kalimalang, Jakarta Timur, mengakui bahwa kebanyakan yang dijualnya dibeli dari tarikan leasing. Meski begitu, dirinya tak mau mengelabuhi konsumen. "Kalau saya selalu menggaransi beberapa bulan. Komponen saya jamin asli bukan oplosan," ujarnya kepada KompasOtomotif (4/4).

Pria yang sudah turun temurun dagang motkas ini menuturkan, biasanya ada oknum leasing yang mengganti komponen dengan aspal. Meski tak diungkirinya juga, ada oknum pedagang kerap melakukannya. "Kelihatan dari luar bagus, tapi dalamnya busuk. Misalnya karburator diganti dengan yang usia pakainya sudah lama. Atau diganti merek murah," beber Azhar yang banyak menjual Kawasaki Ninja karburator (lama).

Pengakuan hampir sama meluncur dari H. Sarman, pedagang di kawasan Pasar Gembrong. Untuk kulakan dari tarikan leasing tak bisa dipilih. Ada tingkatan A sampai D, menandakan kondisi paling bagus sampai paling jelek. "Borongan aja, misalnya grade A 10 motor, grade C 10 motor, ya itulah yang didapat. Kami pasti membetulkan dulu sebelum dijual. Paling bagus biasanya cuma baret dikit, kalau sudah grade D rusaknya parah," terang Sarman.

Ditambahkannya, pemilik sepeda motor juga kerap menawarkan komponen kepada para pedagang. Sebelum motornya ditarik leasing atau debt collector. "Dia (pemilik) tahu kalau sebentar lagi motornya ditarik. Makanya, dipereteli dulu dan diganti," ungkapnya.

Berikut komponen yang wajib dicek dan patut dicurigai sudah dikanibal:
1. Karburator. Secara kasat mata sebenarnya bisa dilihat dari tampilan usangnya. Coba hidupkan mesin dan rasakan. Jika ada gejala "brebet", minta disetel. Tapi jika masih sama, kemungkinan besar karburator sudah usang.

2. Kaki-kaki (ban dan cakram rem). Lihat tahun produksi ban. Ada empat digit, misalnya 0911, berarti diproduksi minggu kesembilan 2011. Kalau sepeda motornya baru, tahun pembuatan bannya lama, minta ganti ban baru! Pastikan kondisi cakram tidak peyang atau terlalu celong. Suspensi usahakan cari yang orisinal, rasakan dengan tes jalan.

3. CVT dan Belt untuk skutik. Susah dilacak, tapi usahakan cek dulu dan lihat kondisi kelenturannya.

4. Kopling dan piston. Kalau ini mau tak mau harus dicek jalan. Jika ada gejala tidak beres, segera tinggalkan dan cari sepeda motor lain.

Mar 16, 2010

Mio Paling Stabil, BeAT Mengekor

Bila di kelas motor bebek bekas Honda terlihat menjadi merek paling stabil resale veluenya alias harga jual kembalinya. Di kelas skutik, pabrikan berlambang garpu tala, Yamaha, memimpin berkat harga jual bekas Mio yang tinggi.

Hal ini terlihat dari pantauan detikOto di beberapa showroom motor bekas di sekitaran Jakarta untuk seluruh skutik lansiran 2009.

Mio dipasaran motor bekas Jakarta masih dilepas dengan harga sekitar Rp 10,5 juta. Hanya terdepresiasi sekitar Rp 1,5 jutaan saja dari harga barunya yang sebesar Rp 12,010 juta.

Namun begitu, skutik mungil Honda, BeAT yang harga barunya dilepas sebesar Rp 12,5 juta pun tidak kalah stabilnya.

Sebab di pasaran motor bekas, skutiknya Cinta Laura dan Afghan ini masih dijual dengan harga Rp 11 juta atau berarti memiliki depresiasi harga yang sama dengan Mio.

Sementara Suzuki Spin yang mengusung mesin berkapasitas 125 cc, harus mengakui keunggulan kedua rivalnya tersebut.

Di pasaran motor bekas, Spin hanya dilepas dengan harga Rp 8,5 jutaan saja untuk lansiran tahun 2009. Angka itu merosot tajam dari harga jual barunya yang mencapai Rp 12,850 juta.

Sedangkan untuk kelas diatasnya, Mio Soul terdeteksi mengalami penurunan harga jual terkecil. Sebab Mio Soul yang disegmentasikan untuk lelaki muda ini hanya turun Rp 2 jutaan saja dari harga barunya yang sebesar Rp 13,050 juta ke angka
Rp 11 jutaan.

Sementara Vario mengalami penurunan harga yang sedikit tinggi yakni sebesar Rp 2,5 jutaan dari sebelumnya Rp 14,965 juta menjadi Rp 12,5 juta untuk harga bekas lansiran 2009.

Duo skutik Suzuki yakni Skydrive dan Skywave pun lagi-lagi harus mengakui keunggulan kedua rivalnya ini. Karena seperti halnya Spin atau pun bebek-bebek Suzuki, Skydrive dan Skywave pun mengalami penurunan harga yang lumayan drastis.

Skydrive dipasaran motor second harus dilepas dengan harga Rp 10-10,5 jutaan sedangkan Skywave dijual dengan harga Rp 11 jutaan. Angka tersebut turun cukup jauh dari harga jual barunya yang masing-masing mencapai Rp 13 juta dan Rp 14,250 juta.


Mar 14, 2010

Pasar Motor Sport Bekas, Yamaha V-ixion Jagonya

Di kelas motor bebek dan skutik, Honda boleh menempel ketat Yamaha di medan perang motor second alias bekas. Tapi bila sudah membicarakan motor sport, Yamaha menang berkat V-ixion.

Hal tersebut dapat terlihat di berbagai sentra motor bekas yang ada di seputaran Jakarta. Motor sport injeksi pertama di Indonesia ini sudah pasti terlihat paling stabil angka jual kembali alias resale velue-nya.

Karena untuk lansiran tahun 2009, motor yang menggendong mesin berkapasitas 150 cc ini tergolong paling stabil dengan harga jual bekas mencapai angka Rp 18 jutaan. Angka tersebut turun sekitar 3 jutaan dari harga barunya yang mencapai angka Rp 20,950 juta.

Namun begitu, keperkasaan ini masih dibayangi ketat oleh motor sport Honda yang menggendong mesin berkapasitas 160 cc, Mega Pro. Di sini, nama besar Mega Pro masih cukup kuat dan berwibawa.

Harga jual Mega Pro lansiran tahun 2009 di pasar motor second Jakarta masih berada di angka 17,5 jutaan. Turun sekitar Rp 3,1 jutaan dari harga barunya yang dibanderol sebesar Rp 20,590 juta.

Sementara motor sport Suzuki, Thunder 125 lansiran harus 2009 harus puas terjual dengan harga Rp 9-9,5 jutaan saja. Turun sangat jauh dari harga jual barunya yang mencapai Rp 16,275 juta.

Begitu pula dengan Scorpio Z. Motor sport Yamaha yang memiliki mesin berkapasitas 225 cc ini pun ternyata tiadk bisa meniru keberhasilan adik kandungnya V-ixion.

Sebab di pasaran motor second, Scorpio Z lansiran tahun 2009 ternyata hanya dilepas pedagang mokas alias motor bekas dengan harga hanya sekitar Rp 17,5 jutaan saja.

Harga ini malah sedikit lebih rendah dari harga V-xion, padahal harga jual Scorpio diatas harga V-Xion. Harga jual turun Rp 4,5 jutaan dari harga baru Scorpio Z yang saat ini mencapai angka Rp 22 juta. Cukup jauh kan.

Sementara macannya Honda, Tiger, lansiran tahun 2009 masih dilepas dengan harga sekitar Rp 21,5 jutaan, turun Rp 3,4 juta dari harga barunya yang mencapai Rp 24,890 juta.

Sementara motor crossover Honda City Sport 1 atau biasa disingkat CS1 dilepas di FIF leasing resmi Honda dengan harga sekitar Rp 14,5 juta.

Uniknya, di beberapa showroom tidak resmi CS1 malah dijual dengan harga lebih rendah yakni hanya Rp 13-13,5 jutaan saja.


Honda dan Yamaha Stabil, Suzuki Terjun Bebas

Makin meningkatnya pasar motor tanah air tidak hanya ikut mengerek angka penjualan di segmen motor baru saja, pasar motor bekas pun ternyata ikut berkembang seiring dengan laju perkembangan penjualan motor baru tersebut.

Namun di antara jajaran Big Three yakni Honda, Yamaha dan Suzuki, manakah diantara ketiganya yang memiliki resale velue alias harga jual kembali yang paling tinggi?

Nah detikOto akan beri gambaran. Untuk yang pertama kami sajikan harga jual bekas alias second hand dari motor bebek ketiga merek tadi.

Di kelas motor bebek, Honda ternyata memang masih pantas disebut rajanya bebek.

Bukan apa-apa, dari ketiga merek Jepang yang paling banyak dicari orang ini, harga jual motor bekas Honda terbilang paling stabil di pasaran.

Lihat saja harga motor bebek low end Honda yakni Absolute Revo yang mengunakan pelek jari-jari lansiran tahun 2009, saat ini harganya bekasnya masih Rp 9,750
juta. Sedangkan Absolute Revo yang menggunakan pelek palang dilepas dengan harga Rp 11,250 juta untuk tahun yang sama.

Harga ini mengalami penurunan sebesar Rp 2,115 juta dari harga baru yang saat ini mencapai angka Rp 11,865 juta. Begitu pula dengan Revo berpelek palang yang
mengalami penurunan Rp 1,965 juta dari harga barunya yang mencapai Rp 13,215 juta.

Bandingkan dengan harga jual Yamaha Vega ZR yang turun Rp 2,350 jutaan menjadi sekitar Rp 9,5 jutaan dari harga baru yang mencapai Rp 11.850 juta.

Namun yang mengalami depresiasi paling tinggi di kelas low end ini ternyata adalah Suzuki. Sebab harga jual kembali motor bebek low end andalan Suzuki, Smash terdeteksi terjun bebas dari harga barunya sekarang yang ada diangka Rp 12,3 juta untuk yang cakram dan Rp 11,575 juta untuk yang tromol turun paling banyak.

Saat ini Smash dilepas oleh berbagai showroom motor bekas hanya dikisaran harga Rp 7,5 sampai Rp 8 jutaan saja. Turun lebih dari Rp 3 juta dari harga barunya.

Sementara untuk di kelas bebek menengah, harga jual motor bekas Honda seperti Blade juga terlihat stabil. Blade lansiran tahun 2009 dilepas hanya Rp 12 juta,
turun Rp 1,840 juta dari harga barunya yang mencapai Rp 13,840 juta.

Sedangkan Jupiter Z lansiran tahun yang sama harus turun sekitar Rp 2 jutaan ke angka sekitar Rp 12 jutaan dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 14,035.

Sementara Suzuki lagi-lagi harus menelan pil pahit di kelas bebek menengah ini. Harga jual jagoan mereka Shogun, kembali harus terjun bebas. Harga jual Shogun
pun terpaksa harus terdepresiasi hingga jutaan rupiah.

Sebab harga jual Shogun baru yang mencapai Rp 15,275 juta untuk tipe NR dan Rp 13,650 juta untuk SD di pasaran motor bekas jakarta harus turun jauh. Di beberapa diler motor bekas tipe ini hanya dihargai sekitar Rp 10 jutaan saja.

Untuk bebek bekas midle up lain lagi. Honda Supra X yang dijual dengan harga Rp 15,275 juta harus rela lansiran tahun 2009-nya dijual dengan harga 13 juta,
turun Rp 2,275 juta.

Sementara Yamaha Juppiter MX yang berharga Rp 15,150 juta dilepas dengan harga hanya Rp 12,5 jutaan saja untuk lansiran tahun 2009. Angka itu turun sekitar Rp 2,650 juta.

Nah bila duo bebek Suzuki, Smash dan Shogun, harganya terdepresiasi cukup jauh, Satria FU 150 yang berharga baru Rp 18,5 juta pun ternyata harus turun hingga Rp
3,5-4,5 juta ke angka Rp 14,5 juta sampai 15,5 juta untuk lansiran tahun 2009.