Showing posts with label Makanan dan Minuman. Show all posts
Showing posts with label Makanan dan Minuman. Show all posts

Sep 8, 2016

Ini Perkembangan Kasus Dugaan Praktik Kartel Ayam

Kompas.com - Ketua Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf menjelaskan perkembangan dugaan praktik kartel ayam.

May 28, 2014

Inilah Mi Titi, I Fu Mi-nya Makassar

Kompas.com - Kalau warga Tionghoa punya I Fu Mi, olahan mi garing yang digoreng kering disiram kuah kental berisi potongan seafood dan sayuran ternyata Indonesia tak kalah, karena Makassar juga punya makanan tradisional khas yang sedikit mirip dengan I Fu Mi yaitu Mi Titi.

Di Makassar, Mi Titi begitu populer, tak heran banyak rumah makan yang menawarkan sajian lezat ini. Walaupun rasanya mirip dengan I Fu Mi, sebenarnya mi yang dipakai berbeda. Pada Mi Titi, mi yang dipakai menyerupai lidi dan tidak menyatu seperti pada I Fu Mi. Warnanya cokelat keemasan, waktu terbaik menikmatinya ialah ketika kuah baru disiramkan, di mana tiap suapan mi masih terasa garing. Bila didiamkan terlalu lama, mi akan melunak dan tidak garing lagi.

Salah satu rumah makan yang menyediakan menu ini ialah RM Mirah. Mi Titi di sini disebut dengan Mi Kering. Poppy Ong pemiliknya yang sudah menjalani usaha ini hingga sembilan tahun. Tak disangka, dalam waktu singkat saja, Mi Kering mendapat hati tersendiri bagi para pengunjung.

Begitupun saat RM Mirah menjadi salah satu peserta dalam Festival Jajanan Bango 2014 di Makassar, Sabtu (24/5/2014). Hari itu, cukup banyak pengunjung yang tergoda. Menarik, tak hanya mencicipi saja, pengunjung yang memesan Mi Kering bisa lihat sendiri bagaimana proses meraciknya.

Mi yang sudah digoreng bercampur potongan bakso goring diletakkan dalam sebuah mangkuk, proses selanjutnya ialah menyiram mi dengan kuah panas. Kuahnya kental, pengaruh campuran tepung maizena dan juga telur. Dari kuah ini, aroma seafood menyeruak. Terlihat potongan udang segar, hati ayam, bakso ikan dan juga irisan daging ayam yang menambah selera. Bila menyukai pedas, Anda bisa menambahkan sambal, dan sedikit jeruk nipis agar rasa kuah tidak terlalu amis. Di Makassar, Mi Kering dijual seharga Rp 20.000 hingga Rp 30.000.

Apr 24, 2014

Melepas Rindu pada Solo di Angkringan Pak Djo

Kompas.com - Ratna Minakawati, malam itu terlihat sibuk. Mimi, biasa ia disapa tengah menunggu pengunjung selesai mengisi piring kosong dengan sate-sate lauk yang ditata di sisi depan warungnya, tepat dekat pintu masuk. Sate usus, ceker, kikil, telur puyuh, sosis beserta goreng-gorengan tempe dan tahu tersedia di sana tak lupa mereka memilih nasi yang akan disantap.

Biasanya tak lama, pengunjung selesai mengisi penuh piringnya, lalu piring itu diberikan padanya untuk dihangatkan di atas tungku arang. Tak lama, ia kembali menyambangi meja-meja tempat pengunjung menunggu. Sambil lahap menikmati sajian Angkringan Pak Djo, pengunjung biasanya sedikit terlibat obrolan ringan dengan Mimi, tentunya dengan bahasa Jawa. Perawakan wanita Solo yang sedikit pendiam dan malu-malu melekat pada dirinya. Tutur katanya sopan.

Begitulah kesibukan Mimi sehari-hari, separuh harinya selalu habis di warung ini, Angkringan Pak Djo. Sejak dibuka tiga bulan lalu, tempat ini memang menjadi salah satu tempat favorit warga di kawasan Citra Grand Cibubur. Tempat yang nyaman serta menu yang variatif membuat para pengunjung senang jajan dan menghabiskan waktu di sini.

Jangan terkecoh dulu dengan namanya. Pak Djo, menurut Mimi, berasal dari nama ayahnya yang telah lama meninggal dunia. “Untuk mengenang saja, toh namanya Jawa sekali kan? Tepat untuk angkringan,” ucapnya tersipu.

Mimi sengaja membuat angkringan ini sedikit berbeda dengan angkringan pada umumnya yang berbentuk gerobak, tempat yang sempit, lampu yang remang serta tikar lesehan. Ia memberi kelas pada angkringannya. Angkringan Pak Djo luas, cukup mendapat terang cahaya lampu, meja dan bangku tertata rapi, sedang lesehan masih ada tetapi dilengkapi dengan bantalan duduk berukuran dua kali dua jengkal yang cukup membuat nyaman.

Di sudut belakang ada zona bermain anak di mana disediakan beberapa mainan seperti congklak serta ayunan rotan berbentuk kuda serta meja dan kursi berukuran kecil untuk anak. Selain itu angkringan ini sudah difalisitasi wifi.

“Orang biasanya yang datang ke sini keluarga, memang tak seperti angkringan biasanya yang banyak anak muda. Mereka ke sini biasanya karena rindu dengan Solo. Ini bukan kata saya, tapi kata mereka,” ujar Mimi malam itu.

Mimi mengaku, dirinya seperti sengaja membawa Solo ke Jakarta melalui angkringan miliknya. “Bukan becanda, beberapa bahan baku makanan dan minuman memang saya datangkan langsung dari Solo,” ujarnya pelan.

Ia izin beberapa saat, lalu kembali dengan dua piring berisi sate kikil dan sosis kriwil. Ini lah menu favorit di sini. “Harus dicoba, pengunjung bilang kikil saya KW 1,” ucapnya sambil memberi senyum.

Maksud KW 1 adalah kikil didatangkan langsung dari Solo. “Ini asli sapi Solo, beda sama sapi sini yang kikilnya seperti kulit tepatnya karet yang agak keras. Kikil Solo lebih lembut, pengunjung saya tahu itu,” ujarnya.

Selanjutnya sosis kriwil, bentuknya menyerupai gorengan. Dadar gulung dari dengan isi daging dibalut kembali dengan tepung yang renyah. Sosis seperti ini menurut Mimi hanya ada di Solo.

Tak hanya dua makanan tadi, makanan kecil yang sengaja dijadikan menu tambahan di tiap meja juga didatangkan langsung dari Solo. Mimi menyebutnya ikan asin layur. Sedang minumannya, Mimi menawarkan syaa untuk mencoba the yang lagi-lagi ia datangkan dari kota yang dikenal dengan pusatnya budaya Jawa tersebut.

“Beberapa makanan ini susah kalau dicari di sini, mungkin memang adanya hanya di Solo. Itulah mengapa alasan pengunjung kalau ke sini adalah karena rindu dengan Solo. Selain asli dari sana bagaimanapun saya harus mempertahankan rasanya juga agar konsisten,” terangnya.

Untuk segala kenyamanan dan makanan yang lezat di Angkringan Pak Djo ini, ternyata Mimi tak mematok harga mahal. “Harganya masih standar angkringan, lauk yang paling mahal ya kikil ini Rp 12.000,” ujarnya lagi.

Selain nyaman, tempatnya menyenangkan, juga ramah di kantong. Apalagi, Angkringan Pak Djo tak hanya buka di malam hari. Angkringan sudah buka pukul tujuh pagi, dengan menu yang berbeda.

“Untuk pagi kita sediakan kupat sayur dan nasi liwet, lalu tutup pukul dua. Nah jam lima kita buka lagi dengan menu utama nasi kucing. Silakan saja datang, siang malam kalau rindu dengan Solo, kami siap mengajak Anda ke Solo dengan merasakan menu di angkringan ini,” katanya.

Malam semakin panjang, sedang angkringan semakin ramai padahal di luar masih gerimis. Sisa hujan sejak siang ternyata tak membuat Angkringan Pak Djo sepi pelanggan.

Dec 28, 2012

Alat Uji Kandungan Babi Pada Makanan - Pork Detection Kit

Indotekhnoplus.com - Bagi pengikut agama / golongan tertentu daging babi dilarang untuk dikonsumsi (Haram), tidak hanya daging saja tapi mereka juga dilarang untuk menggunakan alat – alat atau mengkonsumsi makanan yang mengandung unsur babi lainnya seperti minyak babi, pisau yang dipakai untuk memotong babi, dan bumbu lainnya yang mengandung unsur babi.

Beberapa kasus yang terjadi belakangan ini menunjukan adanya kandungan babi yang tercampur dalam makanan yang dijual di masyarakat luas tanpa adanya peringatan bahwa makanan tersebut mengandung babi, hal ini tentu dapat meresahkan sebagian besar masyarakat Indonesia yang mayoritas tidak mengkonsumsi babi, akibatnya akan timbul rasa tidak aman dan waspada ketika mereka ingin membeli atau mengkonsumsi makanan, akan lebih parah jika mereka tidak percaya dengan makanan yang ingin mereka beli, hal ini tentu dapat merugikan para pedagang yang tidak menjual makanan non babi, khususnya yang ada di pasar – pasar tradisional dan industri mikro lainnya.

Pork Detection Kit adalah alat yang digunakan untuk menguji kandungan babi pada suatu makanan atau permukaan alat pemotong seperti pisau dan golok, alat ini sangat mudah digunakan dan hasilnya dapat diperoleh dalam waktu singkat, oleh karena itu proses pengambilan sampel dan pengujian dapat dilakukan di waktu yang sama hingga mendapatkan hasil hanya dalam beberapa menit.

•     Rapid result, hanya dalam 5 - 10 menit hasil dari pengujian sudah bisa didapatkan.    
   
•     3 easy steps, sangat mudah digunakan, pengujian dilakukan hanya dengan 3 langkah sederhana        dan dapat dilakukan dimana saja        
   
•     Applicable, pengujian dapat dilakukan di berbagai media sampel seperti daging mentah, 
      daging masak, daging olahan, alat masak(pisau, wajan, dll), air cucian daging, minuman, minyak
     dll    
   
•     Pocket size, test kit yang sangat mudah dibawa      
   
•     Good quality, dengan sertifikasi ISO9001, ISO 13485 dan sertifikasi Halal    
     
•     Sensitivitas 1 / 1000 (yaitu 0,1%) bagian dari antigen daging babi, ini ± setara dengan     
      5 - 10 miligram antigen babi per kilogram bahan padat(50-10ppm).
   
•     Terdapat 3 pilihan paket Test Kit (10, 50 dan 100 Test/Kit)

Jl. Raya Jombang No 34-35
Bintaro, Tangerang 15229, Banten.
Phone : (021) 7486 1011, 7486 7969
Fax : (021) 7486 7776

BSD Junction, Blok B-28
Jl. Pahlawan Seribu, BSD City, Serpong
Email : info@indotekhnoplus.com

Aug 24, 2012

4 Makanan Terlarang untuk Bayi

Kompas.com - Bayi yang berusia satu tahun ke atas biasanya sudah diperbolehkan untuk menyantap aneka makanan tambahan selain ASI. Namun, tidak semua jenis makanan yang dianggap bermanfaat benar-benar bisa disantapnya.

Ini beberapa di antara makanan yang sebaiknya tak diberikan kepada bayi:

1. Madu
Semua orang tahu manfaat madu bagi pertumbuhan dan kesehatan. Akan tetapi, ini hanya berlaku untuk orang dewasa. Madu dinilai kurang baik untuk bayi karena adanya kandungan spora Clostridium botulinumin di dalamnya. Spora ini akan memproduksi toksin (racun) yang akan menyebabkan terjadinya penyakit botulisme pada bayi. Penyakit ini ditandai dengan terjadinya kelumpuhan otot, sembelit, lemah, dan bahkan kematian dalam waktu 24 jam.

Pencernaan orang dewasa sudah bisa membantu menghentikan penyebaran dan perkembangannya. Namun, pencernaan bayi, khususnya yang usianya kurang dari satu tahun, belum sempurna sehingga tidak bisa menghentikan pertumbuhan spora ini.

2. Susu sapi
Kandungan protein yang tinggi dalam susu sapi membuat susu sapi ini berbahaya untuk bayi. Sistem pencernaan yang belum sempurna ini membuat bayi sulit mencerna protein. Selain itu, susu sapi juga dikhawatirkan dapat merusak ginjal bayi.

3. Jeruk
Buah-buahan memang punya banyak manfaat, hanya saja jeruk bukanlah pilihan yang tepat untuk bayi. Makanan ini tergolong berbahaya bagi bayi, terutama jika dalam satu keluarga ada yang mengidap penyakit kulit eksim. Jus jeruk atau makanan yang mengandung jeruk akan menimbulkan reaksi alergi kulit dan juga menyebabkan gangguan pencernaan.

4. Selai kacang
Selai kacang memang punya rasa yang kuat dan enak, tetapi tidak cukup baik untuk bayi. Teksturnya yang terlalu lengket menjadi masalah utamanya karena bisa membuat bayi tersedak. Selain itu, mungkin saja selai kacang menimbulkan alergi kulit.

Aug 10, 2012

Wah! Indonesia Ternyata Impor Kurma dari Israel

Detik.com - Meski tidak resmi memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi rupanya hubungan dagang Indonesia dengan negara Yahudi ini tidak dapat dilepaskan seutuhnya.

Tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikcom, Selasa (7/8/2012), setidaknya dari 9 buah impor terbesar yang diminati masyarakat Indonesia, ada 2 buah impor yang berasal dari Israel.

Memang jumlahnya tidak banyak, tetapi pada bulan Juni tahun ini, tercatat masuknya impor kurma dari Israel. Impor tersebut sebanyak 20,6 ton dengan nilai US$ 191,3 ribu dan baru dilakukan satu bulan sejak bulan Januari 2012.

Selain itu, ada juga buah Jeruk Shantang yang berasal dari negara zionis ini. Sebanyak 0,666 ton jeruk shantang dengan nilai US$ 709 masuk dari Israel pada bulan April tahun ini. Impor jeruk itu, hanya terjadi sekali sepanjang satu semester tahun 2012.

Apr 19, 2012

Cermati Donat Berbumbu Lilin

Liputan6.com - Kue kering, roti, dan donat punya harga yang sangat bersahabat, Rp 1.000. Tak heran jika penikmatnya cukup banyak. Namun, di antara cemilan manis itu, donat cukup dapat perhatian lebih. Cocok buat sarapan, sekadar pengganjal perut, atau teman bersantai.

Namun, berita terendus dari kawasan Jawa Barat. Ada oknum pedagang donat bermain curang. Keinginan mendapatkan untung besar jadi salah satu faktor yang dicurigai pendorong timbulnya kecurangan itu. Belum jelas apa bentuk kecurangannya, namun jelas harus ditelusuri. Sebab, apapun bentuknya, masyarakat juga yang dirugikan.

Target kecurangan melalui donat dikunci tim SIGI di kawasan Pantura. Seorang pedagang donat yang dicurigai jadi sasarannya. Seperti biasa, mulanya berpura pura tertarik dengan dagangan donat si pedagang. Setelah kepercayaan didapat, akses terbuka. Gerak gerik si pedagang donat terekam di kamera tersembunyi. Ia bergerak ke satu tujuan, yakni pasar.

Satu per satu bahan membuat donat dilengkapi. Disinilah kemudian penyimpangan itu mulai terlihat. Bahan pencampur yang dibeli mulai tidak lazim dan menyerempet bahaya, boraks salah satunya. Selain itu, ada juga pewarna, pemanis buatan, dan yang paling aneh ada lilin.

Pasti ada alasan khusus kenapa bahan kimia berbahaya ini nimbrung jadi satu dengan bahan dasar membuat donat lainnya. "Minyak dikasih lilin agar irit pemakaiannya," kata si pedagang. "Hasilnya juga bagus, (donat) jadi renyah."

Bahan, bumbu, dan kelengkapan membuat donat dari yang aman sampai berbahaya sudah di tangan. Tinggal diracik jadi donat siap jual. Cara mengolahnya kurang lebih sama seperti membuat donat biasa, cuma bedanya adonan donat masih harus dicemplungkan ke pengawet kimia dan pemanis buatan yang dioplos jadi satu.

Seperti diungkapkan si pedagang, minyak buat menggoreng donat juga tidak lagi murni karena sudah ada campuran lilin. Benzoat juga tutur diaduk agar bentuk donat lebih sempurna. Proses akhir, tinggal mempercantik bentuk donat yang sudah matang dengan margarin dan meses. Donat pun siap dikemas.

Meski bahaya besar akan menimpa para pembeli, si pedagang seolah tanpa dosa cuek saja memproduksi donat ini. Agar donat tak dilacak, plastik pembungkus tidak menggunakan merek sama sekali. Tidak terlalu sulit membuang donat ini ke pasaran lantaran sejumlah warung langganan siap menampung.

Berkeliling kampung juga dilakoni si pedagang agar seluruh barang dagangan bisa laku terjual. Bukan impian muluk karena harga murah jadi daya tarik utama pelanggannya. Hanya Rp 1.000 per satu bungkus, donat berbahan kimia berbahaya siap dinikmati. Tak adanya petunjuk khusus menyebabkan konsumen buta sama sekali soal donat yang dibelinya mengandung bahan kimia berbahaya.

Untuk memastikan donat tersebut layak konsumsi atau tidak, tim SIGI membawanya ke Laboratorium Badan POM di Jakarta. Untuk sampel donat yang sudah dihancurkan lalu diproses kimiawi. Uji kualitatif dengan metode gas kromatografi. Hasilnya, boraks ditemukan dalam donat. Selain itu, tak perlu pengetesan apapun sudah diketahui lilin juga jadi kompenen donat.

Penggunaan borak dan lilin dalam makanan adalah tindakan ilegal dan melawan hukum. Jajanan yang mengandung pewarna, boraks, apalagi lilin memang tidak berdampak seketika. Tapi, tetap saja ada bahayanya jika dikonsumsi terus menerus.

Perilaku buruk oknum pedagang donat tak serta merta merugikan bisnis pedagang donat jujur yang tak menggunakan bahan kimia. Muji, misalnya. Usaha pedagang donat keliling ini terus berkembang. Sudah lima tahun ia berdagang donat di wilayah Jakarta Utara.

Resep sederhana yang Muji dapatkan dari sesama pedagang donat yaitu penganan berbahan baku tepung terigu, telur, margarin, dan meses asli untuk melezatkan donatnya. Bermodal Rp 4 juta, donatnya produksinya bergulir tiap hari. Tidak banyak memang untungnya. Namun, Muji mengaku tak pernah dihantui rasa bersalah karena tak merugikan orang lain.

Muji yakin, dengan mementingkan kualitas donat yang dibuatnya juga kejujuran, pasti akan mendapatkan rezeki yang cukup. Tanpa harus membuat orang lain celaka. Video

Dec 31, 2011

Penipuan Roti Isi

Liputan6.com - Keseharian masyarakat Indonesia pada umumnya mengonsumsi nasi beserta pelengkapnya yang mengandung protein, mineral, dan zat lain yang dibutuhkan tubuh. Kebutuhan akan karbohidrat belakangan juga mulai diperoleh dari jenis makanan lainnya seperti roti.

Roti cepat menjadi primadona. Penggemar makanan berbahan baku gandum dan tepung ini bertumbuh cepat. Roti menjadi alternatif makanan utama berkarbohidrat selain nasi. Berbagai jenis roti diproduksi. Manis, asin, tawar. Roti nano-nano alias segala rasa juga ada.

Peluang ini dimanfaatkan sebagian orang untuk mencari untung. Pabrik roti hampir ada di setiap daerah. Namun, ternyata ada segelintir oknum pedagang atau pembuat roti yang tak jujur. Mereka hanya ingin mengeruk laba sebanyak-banyaknya tanpa peduli kesehatan para konsumen.

Cara kotor oknum pembuat roti salah satunya dengan menggunakan daging tidak sehat sebagai bahan baku. Dan, mungkin tanpa disadari, Anda pernah mengonsumsi roti isi daging aspal tersebut.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku pertama-tama membeli daging ayam. Namun bukan daging ayam segar yang dibeli tetapi yang sudah jadi bangkai atau biasa disebut ayam tiren. Ayam tiren (mati kemarin) dipilih karena harganya jauh lebih murah. Tidak jarang sang oknum juga menggunakan daging babi.

Setelah ayam didapat, pelaku mencari bahan dasar lainnya seperti tepung dan mentega. Pembelian bahan baku selesai. Saatnya mengolah bahan yang dibeli menjadi roti. Tepung, telur, dan susu dicampur. Cuek saja, tanpa mencuci tangan. Pelaku mencampur semua bahan dengan santai.

Tahap berikutnya, daging ayam tiren dan daging kaki empat yang diduga tak halal dibersihkan. Kemudian, kedua daging dicacah menjadi potongan kecil dan diberi bumbu penyedap untuk menyamarkan rasa. Selanjutnya daging digoreng sampai matang.

Jika adonan tepung dan isi roti telah siap, pelaku memproses roti isi daging ayam tiren satu per satu. Proses terakhir, roti dimasukkan ke oven. "Awalnya pake daging sapi, tapi untungnya tipis. Sekarang pakai ayam tiren dan babi. Keuntungan lebih banyak," ujar pelaku.

Sebelum dikirim ke pelanggan, roti lebih dulu diberi nama sesuai dengan isinya, agar tak tertukar antara daging ayam, daging "sapi" dan roti isi coklat. Dagangan pun siap dijajakan. Roti daging aspal laris manis. Semua pembeli tertipu. Video

Nov 27, 2011

Nugget Daur Ulang Beredar Luas

Liputan6.com - Zaman sekarang segala sesuatunya diukur dengan kecepatan, termasuk penyajian makanan. Salah satu makanan cepat saji yang digemari adalah chicken nugget atau daging ayam olahan.

Boleh jadi nugget digemari lantaran mudah dalam pengolahan dan penyajiannya yang tanpa berpikir ruwet soal bumbu. Makanan ini memerlukan perlakuan khusus, yakni selalu disimpan dalam kondisi beku. Karena jenis makanan ini masuk dalam kategori mudah rusak oleh mikroorganisme.

Peluang pasar makanan beku cepat saji ini masih terbuka lebar dan cenderung berkembang. Salah seorang yang memanfaatkan peluang ini dengan membuat industri rumahan adalah Emy.

Sayangnya, di tengah upaya pengusaha makanan beku cepat saji yang dalam proses pembuatannya sangat memperhatikan nilai gizi dan kebersihan produk, muncul berita tak sedap. Segelintir oknum yang hanya memikirkan keuntungan besar tanpa mempedulikan dampak kerugian bagi orang lain, berjualan makanan beku yang tak sesuai standar.

Tak mau rugi sepeserpun. Bahan mentah dicari dan dikumpulkan dari sisa-sisa limbah rumah-rumah makan, restoran, dan juga hotel-hotel. Sungguh sangat tidak sehat. Sisa-sisa makanan yang mungkin sudah kotor dan tidak layak makan dikais dari tempat pembuangan sampai malam hari.

Perburuan makanan sampah ini tak akan berhenti dilakukan, hingga bisa mencukupi kebutuhan daging untuk membuat nugget olahan.

Membayangkannya saja mungkin kita merasa mual dibuatnya. Pasalnya, bukan tak mungkin, makanan beku cepat saji yang pernah kita makan dibeli secara sembarangan merupakan hasil olahan dari sampah makanan. Ini sudah pasti amat berbahaya bagi kesehatan.

Ingin membuktikan kebenaran fakta perdagangan makanan beku yang tak sehat ini, tim Sigi SCTV menggali informasi lebih dalam ke beberapa kontak terpercaya di sejumlah daerah. Seorang narasumber menguatkan isu itu.

Ia menggiring kami mendapati pemain di bisnis makanan beku, yang menggunakan daging sisa-sisa pembuangan untuk pembuatan nugget dan tempura racikannya. Lokasinya di sebuah kota besar di Pulau Jawa.

Kami bisa menyakinkan, hingga peracik nugget ini membeberkan rahasia dapurnya: menyulap limbah makanan menjadi makanan cepat saji. Proses investigasi diawali dengan belanja kebutuhan bahan baku untuk membuat nugget dan tempura.

Kami mengikuti sang peracik yang mengarahkan kendaraannya ke salah satu pasar tradisional. Kamera tersembunyi terus merekam. Setelah itu, toko material mejadi sasaran berikutnya.

Aneh rasanya, namun bisa menjadi petunjuk penting. Benar saja, ternyata si peracik membeli tawas penjernih air. Di perjalanan, tiba-tiba si peracik menghampiri tempat pembuangan sampah. Mengaduk aduk mencari sesuatu dan mendatangkan rasa ingin tahu.

Di saat itulah datang seorang ibu tua pemulung yang bertanya aktivitas yang tengah dilakukan si peracik. Saat ditanya mencari apa, si peracik nugget menjawab, "Untuk pakan ikan lele."

Belum puas dengan hasil yang didapat, kali ini ia mendatangi rumah-rumah makan. Usai mendapat semua bahan, kini saatnya mengolah dari bahan-bahan yang ada.

Pertama, daging-daging limbah sisa makanan yang diragukan kesehatannya dibersihkan dengan tawas. Kemudian si peracik membeberkan keahliannya mengolah racikan nugget dan mempertontonkannya kepada kami.

Dengan pengolahan sederhana, limbah makanan disulap menjadi makanan siap saji yang tidak higienis dan tidak layak konsumsi. Produk nugget dan tempura industri rumahan sudah dikemas, dan langkah berikutnya didistribusikan.

Keesokan harinya, racikan nugget berbahan daging sisa-sisa pembuangan siap dilempar ke pasaran. Menggunakan sebuah sepeda motor, penjual mengantar makanan siap saji yang diragukan kesehatannya menemui konsumen dan para pelanggan.

Salah satu target peracik makanan tak sehat ini adalah masuk ke lingkungan sekolah. Alasannya, jajanan ini terbilang laris di sekolah. Salah satu pedagang yang menjajakan nugget dan tempura ia datangi. Artinya, anak-anak sekolah jadi korbannya.

Tak berlama-lama, sang peracik bergerak kembali menjual nugget dan tempura ke warung-warung langganannya. Sang peracik biasa memasukkan rata-rata dua bungkus nugget dan tempura, serta dilego dengan harga yang relatif murah dan bersahabat. Hanya Rp 8.000 per bungkus.

Dalam sekejap, barang dagangannya laris manis dibeli pelanggan. Diam-diam kami pun mengambil sedikit sampel makanan beku itu untuk kepentingan pengujian laboratorium.

Hasilnya, sudah bisa ditebak. Nugget dan tempura telah terkontaminasi bahan kimia berbahaya jenis boraks. Di samping itu, pengolahan dan penyajiannya juga tidak layak konsumsi. Penggunaan bahan pangan yang tidak higienis dan tidak layak konsumsi juga berisiko bagi kesehatan.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai, pengawasan terkoordinasi dari semua pihak terhadap produk olahan industri rumah tangga dinilai amat kurang. Sehingga, kerap terjadi pelanggaran.

Melihat adanya peredaran makanan beku yang tak layak konsumsi, sebagai konsumen tak perlu menjadi cemas. Ada ciri-ciri yang bisa dilihat dengan kasat mata.

Dilihat dari warna:
- nugget palsu gelap
- nugget asli agak pucat

Kemudian jika diraba kekenyalannya:
- nugget palsu dimakan kenyal dan lentur
- nugget asli tidak kenyal dan tidak lentur

Di samping itu ada pula cara efektif membedakan produk makanan beku asli dan aspal alias asli tapi palsu, yakni menggunakan kucing. Kalau nugget olahan menggunakan limbah makanan, maka si kucing tidak mau menyantap nugget itu.

Jadi mulai detik ini, konsumen harus lebih waspada dalam memilih nugget yang dijual di pasaran. Perhatikan warna, kemasan, juga nomor registrasi pangan industri rumah tangga (p-irt) dari Dinas Kesehatan dan industri pabrikan dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM). Jika sama sekali tak tercantum bisa dipastikan produk tersebut ilegal dan berbahaya. Video

Aug 17, 2011

Jebakan Gorengan Berbumbu Plastik

Liputan6.com - Surga makanan berbasis gorengan bisa Anda jumpai dimana-mana. Karenanya penikmat gorengan tak akan pernah khawatir makanan renyah dan gurih ini hilang di pasaran. Pasalnya, usaha ini juga digandrungi banyak pedagang. Penganan yang dijual sederhana ini, tak membutuhkan banyak keakhlian untuk membuatnya, cukup bermodal bahan baku seperti tempe, tahu plus sedikit bumbu dan minyak goreng.

Meski belakangan pola hidup dan pola makan terutama masyarakat perkotaan mulai berubah, salah satunya menghindari makanan mengandung lemak ataupun minyak, penggemar gorengan tak jua surut. Cara menikmatinya pun beragam, ada yang asal comot saja buat cemilan, tapi ada pula yang menjadikannya layaknya ritual. Menyeduh teh dan kopi panas rasanya tak lengkap jika tak disajikan bersama penganan gorengan.

Salah satu pedagang gorengan adalah Wirta. Belasan tahun ia menjajakan penganan gorengan di wilayah Jakarta Pusat. Ia mengaku trik ataupun resep dia dapatkan dari kerabatnya, yaitu penganan berbahan baku tepung terigu, sayuran bahkan bumbu untuk melezatkan gorengannya.

Dengan modal Rp 300 ribu dagangan gorengannya bergulir tiap hari. Wirta pun hanya mematok harga yang sangat murah, yakni Rp 500 per satu gorengan. Bisa dibayangkan betapa kecil Wirta mengambil keuntungan. Tapi ia yakin setiap pedagang akan mendapat rezekinya jika berjualan dengan jujur dan mementingkan kualitas.

Namun, berjualan dengan cara jujur tak melulu menarik perhatian pedagang. Trik menjerat pembeli juga tak selalu dengan cara yang sportif. Disinyalir ada segelintir pedagang gorengan nakal yang menggunakan bahan kimia dicampur minyak goreng dengan jumlah yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Padahal, upaya curang seperti itu bukan hanya merugikan konsumen tapi ada bahaya lain mengintai.

Rumor tak sedap itu menyebutkan bahwa minyak goreng yang digunakan ternyata ada yang dicampur plastik. Untuk membuktikan kebenaran berita itu, salah satu pemain, pedagang gorengan yang kabarnya menggunakan minyak goreng berbumbu plastik, ditemui Tim Sigi untuk menyerap informasi lebih jauh seputar proses pembuatannya.

Langkah awal belanja kebutuhan bahan-bahan baku untuk membuat penganan gorengan. Bahan utama dari kudapan gorengan, yakni tempe, tahu, tepung terigu juga bumbu penyedapnya satu persatu dibeli.

Proses olahan pun dimulai. Sang pedagang mengupas, memotong, menyiapkan bahan baku terlebih dulu. Proses pembuatan dilanjutkan membuat olahan bumbu untuk gorengan. Biasanya ada sebagian pedagang yang menggoreng dagangannya di rumah. Ketidaklaziman muncul disini. Plastik yang biasanya digunakan untuk membungkus tiba-tiba dicampurkan sang pedagang kedalam minyak gorengannya.

Berbagai macam penganan gorengan yang juga bisa dijadikan lauk itu siap dijajakan. Catatan pentingnya penganan ini sudah terkontaminasi plastik. Namun, si pedagang nakal inipun mau memberikan bocoran cara membedakan penganan yang diproses dengan minyak goreng bercampur plastik.

Lalu bagaimana akibatnya jika gorengan mengandung plastik dikonsumsi oleh manusia? Jelas-jelas itu berbahaya dan bisa mengundang penyakit serius. Plastik dinilai mengandung racun yang tinggi dan diklasifikasikan sebagai bahan kimia yang bisa menyebabkan penyakit kanker.

Secara kasat mata dan pengetahuan umum sungguh aneh dan sangat tak lazim makanan digoreng dalam minyak yang dioplos plastik. Ini jelas tak higienis dan tak layak dikonsumsi.

Tak ingin gegabah dan terlalu cepat mengambil kesimpulan, sampel penganan gorengan diambil untuk ditelisik. Sampel berupa tahu goreng, tempe goreng dan ubi goreng dibawa untuk dilakukan uji laboratorium di Laboratorium Badan POM di Jakarta.

Langkah awal proses uji laboratorium sejumlah sampel penganan gorengan difoto menggunakan alat near infra red atau screening terhadap tempe yang digoreng dengan minyak yang diduga bercampur plastik. Kedua dengan menggunakan kromatografi gas massa untuk memastikan jenis plastik apa yang terkandung dipenganan gorengan tempe dan tahu. Dan hasilnya sudah bisa ditebak, tempe maupun tahu buatan seorang pedagang gorengan nakal terindikasi terlarut plastik jenis polietilen.

Ini membuktikan kedua makanan tersebut sudah tak layak konsumsi. Selain dampak negatif jangka panjang terhadap kesehatan tubuh, ternyata efek jangka pendek juga bisa dirasakan pada beberapa orang yang sensitif atas penggunaan bahan kimia tertentu. Video

Jun 20, 2011

Sulitnya Bedakan Bakso Tikus dan Sapi

Liputan6.com - Mi bakso menjadi jajanan favorit. Warga dari berbagai kalangan dan usia banyak yang menyukai menu ini. Daging kenyal nan gurih sangat mengundang selera. Mi bakso merupakan makanan relatif murah dan cukup terjangkau. Saking populernya, jajanan ini banyak dijumpai di seluruh pelosok negeri.

Para pedagang bakso biasanya membeli bahan olahan seperti daging sapi. Inilah yang merupakan bahan utama pembuatan bakso di pasar. Pilihan beragam mulai dari kualitas yang rendah sampai kualitas terbaik. Semua bisa didapat di sentra pasar daging.

Selain daging sapi, ada juga los-los tertentu yang menyediakan bumbu yang biasa digunakan untuk bakso. Dari tepung terigu sampai bahan pengawet dijual bebas. Bahan kimia jenis benzoat biasa digunakan untuk mengawetkan juga membuat daging bakso lebih kenyal. Di mana bila digunakan tak sesuai aturan maka akan sangat berbahaya bagi tubuh.

Kebutuhan para pecinta kuliner mi bakso yang begitu besar, dimanfaatkan sejumlah pedagang bakso nakal. Mereka melakoni berbagai tipu daya. Supaya mendapat untung berlipat-lipat, mereka mencampur bakso dengan daging sapi palsu.

Seorang informan membisikkan sebuah informasi mengejutkan sekaligus menjijikkan. Daging bakso berbahan dasar tikus beredar di kawasan Jawa Tengah. Tim SIGI langsung menginvestigasi sebuah tempat di Jateng, berupaya melacak pedagang nakal.

Dari hasil investigasi, dijumpai seorang sedang berburu berbekal senapan angin dan senter. Target lokasi bukan hutan, melainkan tempat pembuangan sampah. Layaknya penembak jitu, sekali bidikan nyawa seekor binatang pengerat pun melayang.

Tak lama si pemburu mengutip hasil buruan tanpa rasa jijik. Akhirnya .... jelang dini hari si pemburu pulang membawa hasil buruan. Hewan pengerat sebagai bahan dasar bakso sudah di tangan. Kini tinggal memberi sentuhan campuran daging sapi untuk mengelabui. Tujuan berikutnya pasar daging.

Trik kotor pencampuran daging hewan pengerat dengan daging sapi sangat tak terpuji. Parahnya lagi, si pelaku menambahkan zat kimia benzoat dan borax dalam jumlah yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Nah sekarang lokasi pembuatan bakso. Daging serta bumbu telah disiapkan untuk segera diolah menjadi satu. Persiapan yang cukup matang. Aroma menyengat dan memualkan mulai tercium dari bangkai tikus. Perut langsung bergolak menahan mual yang amat sangat.

Agar bisa tercampur sempurna dengan daging sapi hasil gilingan, seekor binatang pengerat terlebih dulu dibersihkan. Cara paling praktis dan mudah dengan dibakar untuk membersihkan bulu. Tapi pilihan ini berisiko besar karena bisa ketahuan tetangga.

Bukan penipu kalau tak bisa menyiasatinya. Untuk menghilangkan asap dan bau yang cukup menyengat, cara lain digodok selama 15 menit. Agar bisa tercampur sempurna dengan daging sapi, daging palsu terlebih dahulu diblender sampai halus. Proses pencampuran diupayakan sampai rata agar tersamar dengan daging sapi hasil gilingan.

Tak lama jadilah bakso. Palsu tentunya. Dari warna, kekenyalan, serta bau sulit dibedakan dengan bakso sapi asli. Cara ini terpaksa diambil mengingat banyaknya penggemar bakso.

Keberadaan bakso tikus membuat gerah pedagang bakso yang terhimpun dalam Paguyuban Pedagang Mi Bakso di kawasan Kota Semarang, Jateng. Mereka bereaksi menanggapi pedagang mi bakso yang memakai bahan dasar daging tikus. Pedagang bakso keliling pun protes.

Pedagang bakso yang menjalankan usaha dengan halal tentunya geram terhadap hal ini. Mereka lantas minta dijatuhkan sanksi yang berat kepada oknum pembuat dan pedagang bakso berbahan campuran binatang pengerat.

Minimnya pembinaan kepada pedagang bakso menjadi salah satu penyebab penyalahgunaan daging hewan pengerat ini. Mereka tak tahu atau bahkan tak mau tahu dampak negatif bagi kesehatan bila dikonsumsi manusia.

Bagi konsumen, harus benar-benar perhatikan aroma, tampilan warna, rasa, dan yang terakhir harga. Jangan mudah tergoda dengan harga murah. Ingat waspada dan teliti dalam memilah makanan yang anda konsumsi. Video

May 4, 2011

Waspada Minyak Goreng Jadi-Jadian

Liputan6.com - Wisata kuliner menjadi salah satu yang menyenangkan saat ini. Bahkan bisa dibilang sudah jadi bagian gaya hidup. Perasaan puas bisa didapat apabila berhasil mendapatkan makanan yang benar-benar sesuai keinginan alias lezat. Apalagi jika dapat harga yang pas pula.

Makanan diproses dengan berbagai cara di antaranya dengan digoreng. Bisa dikatakan hampir seluruh masyarakat menggunakan minyak goreng dalam pengolahan makanan. Tak heran produk minyak goreng laku keras di pasaran mulai minyak kemasan bermerk hingga minyak goreng curah.

Harga minyak goreng Rp 9.000 hingga Rp 13 ribu per kilogram mulai dirasa berat sebagian penggunanya. Ini yang dimanfaatkan  oknum tak bertanggung jawab. Seorang narasumber mengatakan di wilayah pantai utara Jawa beredar minyak goreng jadi-jadian alias bekas namun diolah ulang untuk dijual.

Praktiknya mereka menggunakan zat kimia yang tak bisa dipertanggungjawabkan dalam pengolahannya. Mereka menyebutnya bubuk primer dan aktiviar. Diduga bubuk itu merupakan sejenis penjernih. Adapun untuk mendapatkan minyak goreng bekas tak terlalu sulit. Harganya murah yakni Rp 3.000 per liter.

Alat yang diperlukan membuat minyak goreng jadi-jadian antara lain kompor, drum bekas, dan salah satu komponen terpenting  bubuk kimia calcium bentonite yang digunakan mengendapkan kotoran di dalam minyak. Minyak jelantah kemudian dipanaskan hingga mendidih.

Selanjutnya bubuk kimia disiapkan dengan takaran yang tak masuk akal yakni lima gayung mandi untuk 25 liter minyak jelantah. Keesokan harinya minyak berwarna hitam keruh berubah menjadi kuning layaknya minyak goreng baru. Ini karena ampas masakan dan bubuk kimia mengendap di bawah.

Tak hanya warung kecil yang kerap menjadi pelanggan minyak bekas ini. Pesanan partai besar juga mereka ladeni. Minyak goreng bekas dengan campuran bahan kimia ini digunakan untuk memasak makanan yang setiap hari dihidangkan untuk pelanggan. Namun tak ada pelanggan yang curiga.

Para pengoplos menggunakan penjernih minyak untuk mendapatkan hasil maksimal. Penjernih minyak memang lazim digunakan untuk menjernihkan minyak mentah. Fungsinya untuk mengendapkan kotoran seperti sisa tandan, unsur logam. dan kotoran lainnya. Tapi ini hanya berlaku untuk minyak mentah bukan minyak bekas yang telah digunakan sebelumnya.

Yang namanya limbah sudah barang tentu berbahaya. Sudah seharusnya dibuang dan tidak untuk dikonsumsi. Apalagi untuk manusia. Yang dibutuhkan saat ini adalah kejelian dan kecermatan kita selaku konsumen dalam memilih minyak goreng yang akan digunakan.

Minyak goreng oplosan muncul karena beberapa sebab di antaranya harga minyak goreng di pasaran yang terus merangkak. Bagaimanapun konsumen harus benar-benar mewaspadai minyak goreng jadi-jadian agar tak membahayakan kesehatannya di kemudian hari. Video

Jan 21, 2011

Saat Haus, Minumlah Teh

Kompas.com - Sedang kehausan? Mungkin sebaiknya Anda minum secangkir teh. Bukan hanya dahaga yang akan hilang, dalam teh juga terkandung berbagai manfaat menyehatkan.


"Minum teh sebenarnya lebih baik daripada minum air putih. Bila air hanya menggantikan cairan yang hilang, teh bermanfaat ganda, menghilangkan cairan dan juga mengandung antioksidan," kata Dr Carrie Ruxton, ahli nutrisi dan peneliti.
Antioksidan dalam teh, flavonoid, bermanfaat mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas. Beberapa penelitian bahkan mengaitkan flavonoid dengan berkurangnya risiko kanker dan penyakit jantung.

Untuk mendapatkan kandungan antioksidan dalam teh, The British Nutrition Foundation merekomendasikan mengonsumsi 1-6 cangkir teh per hari, baik itu teh hijau atau teh hitam. Meski demikian, mereka yang rentan anemia tidak disarankan untuk terlalu banyak minum teh karena teh bisa menghambat penyerapan zat besi dari makanan.

Meski teh mengandung kafein yang bisa menarik cairan ke luar, menurut Ruxton, secangkir teh, bahkan kopi, akan memberi tubuh lebih banyak air daripada yang dihilangkannya.

Oct 29, 2010

Durian Termahal Di Dunia Dari Kotoran Gajah

Surya.co.id - Ini kedengarannya menjijikan: durian termahal dan mungkin terenak di dunia datang dari kotoran Gajah. Hah?

Ini makanan kedua yang datang dari ‘kotoran hewan.

Yang pertama, tentu saja Kopi Luwak — yang dinobatkan sebagai kopi termahal di dunia. Proses mendapatkan ‘Durian Gajah’ itu juga mirip.

Jika penduduk asli Sumatera mencari biji kopi yang belum tercerna di kotoran Luwak, masyarakat Jakun di hutan-hutan Malaysia akan mengikuti gajah yang baru menelan banyak durian.

Mereka mengambil risiko mengikuti binatang mamalia ini setidaknya selama empat jam — durasi yang dibutuhkan hewan itu untuk mencerna durian — sebelum buah yang tak tercerna keluar bersama kotoran.

Adalah penasehat Malaysia Nature Society cabang Johor, Vincent Chow yang mendengar keberadaan durian unik ini dari temannya seorang taipan kayu dan penduduk asli hutan ‘Orang Asli’.

Kata dia, konglomerat kayu ini selalu mengajukan pesanan pada Orang Asli selama musim durian.

Karena stoknya yang langka, sang taipan mau merogoh kocek agak dalam — membayar RM1.000 atau Rp2,8 juta demi memuaskan hasrat makannya itu.

“Tentu saja Orang Asli mau mengikuti jejak para gajah karena mereka tahu akan dibayar mahal,” kata Chor, seperti dimuat situs New Straits Times, Jumat 22 Oktober 2010.

Jangan bayangkan kotoran kerbau atau kambing yang baunya minta ampun.

“Menurut warga setempat, bau kotoran gajah seperti teh, tidak menyengat seperti herbivora lainnya.”

Durian yang belum tercerna itu diklaim tak mengandung kotoran dan bakteri.

Bahkan, sang taipan mengklaim durian semacam itu akan jadi afrodisiak alias makanan pembangkit gairah seksual — setelah melewati proses pencernaan gajah.

Meski tak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim itu, permintaan ‘Durian Gajah’ makin tinggi dan harganya terus meningkat.

May 6, 2010

Mendeteksi Makanan Mengandung Babi

Pengusaha restoran di Kazakhstan sering kali mencampurkan daging babi pada masakannya agar menjadi lebih murah. Padahal, penduduk Kazakhstan sebagian besar Muslim.

Praktik para pengusaha restoran ini akan berkurang beberapa saat lagi. Pasalnya, para ilmuwan di Almaty, ibu kota Kazakhstan, telah menemukan sebuah alat untuk mendeteksi apakah sepiring makanan mengandung babi atau tidak.

Alat itu berupa batang plastik pendek yang dapat mendeteksi apakah makanan itu mengandung molekul yang hanya terdapat di dalam tubuh babi atau tidak. Caranya mudah. Masukkan saja sedikit daging ke dalam air, aduk, dan tunggu satu hingga dua menit, lalu masukkan batang plastik itu. Tidak lama, warna dalam batang plastik itu akan berubah, mengindikasikan apakah masakan itu mengandung babi atau tidak.

Harian Megapolis menyatakan, belum jelas kapan alat yang bentuknya seperti alat tes kehamilan itu akan beredar di pasaran.


Feb 14, 2010

Makanan Yang Bantu Turunkan Berat Badan

Apa yang Anda makan ternyata juga bisa membantu menurunkan berat tubuh. Mau tahu makanan apa saja? Simak di bawah ini:

Telur
Orang dewasa yang mengonsumsi dua butir telur untuk menu sarapan bisa menghilangkan 65 persen bobot tubuhnya (sekaligus merasa lebih enerjik) ketimbang mereka yang memakan roti dengan kalori yang sama. Penemuan lain menyatakan, mereka yang mengonsumsi telur setiap hari, asupan kalorinya lebih rendah 300 kal (jika ditotal, sama dengan 1,5 kilo per bulan) ketimbang mereka yang tidak mengonsumsi telur. "Telur membantu menyeimbangkan kadar gula darah, memberikan protein pendukung energi, dan penuh nutrisi," ujar pelatih kebugaran, Jessica Smith. "Jika Anda tak sanggup makan telur pada pagi hari, makanlah pada malam hari," lanjutnya.

Kentang
Kentang sering kali digunakan sebagai pengganti nasi. Namun, bagi mereka yang diet karbohidrat, kentang pun dihindari karena sama-sama mengandung karbohidrat. Padahal, sesungguhnya kentang adalah bahan makanan yang baik untuk mengurangi berat tubuh. Kentang memiliki campuran nutrisi, serat, dan protein, tetapi dengan kalori rendah. Satu kentang panggang (dengan kulitnya) berukuran sedang memiliki 6 gr protein, lebih dari 1.500 mg potasium, dan kalori di bawah 300. Tambahkan dengan sayuran atau keju rendah lemak untuk dijadikan sajian pelengkap atau kudapan.

Plain yoghurt
Masyarakat Yunani senang mengonsumsi yoghurt tawar. Jika Anda tahan rasa tawarnya, simpan makanan itu di kulkas untuk memenuhi keinginan mengemil pada pagi atau malam hari tanpa perlu merasa bersalah. Yoghurt dengan kandungan 2 persen lemak akan memberikan rasa kenyang lebih lama, kalsium tinggi, protein, dan bakteri yang baik untuk perut.

Artichoke
Artichoke adalah makanan penghilang berat tubuh yang baik dan memiliki serat yang cukup banyak. Satu artichoke rebus memiliki 150 kalori dengan 10 gr protein, kalsium, dan asam folat. Untuk kudapan, makan artichoke dengan perasa tambahan, mayones, hummus, atau Italian dressing.

Pasta
Pasta tomat kalengan adalah makanan yang bisa membantu Anda menurunkan berat tubuh. Pasta tomat kalengan memiliki serat 5 gr per setengah cangkir. Gunakan pasta tomat kalengan untuk memberi rasa pada saus spageti atau tortillas.

Kacang almon
Memakan makanan dalam jumlah sedikit, tapi sering adalah salah satu strategi untuk menurunkan berat tubuh. Namun, perhatikan pula makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan aman untuk dikonsumsi adalah kacang almon. Setidaknya 10 butir kacang almon di jam-jam tertentu, di antara waktu makan besar, bisa membantu memenuhi keinginan untuk mengunyah, tapi tidak merusak diet. Kacang almon memiliki kandungan serat yang bisa bikin kenyang dan mudah dibawa.


Jan 4, 2010

Makanan yang Berbahaya untuk Anjing dan Kucing

Memelihara binatang membantu seseorang untuk lebih sehat secara mental. Akan sangat sedih jika melihat kucing atau anjing peliharaan sakit. Agar ia tak sakit, hindari makanan-makanan berikut.

1. Cokelat

Cokelat bisa menstimulasi sistem saraf dan jantung semua spesies binatang, khususnya anjing. Efek yang ditimbulkan adalah muntah-muntah, kehausan, gelisah, peningkatan atau detak jantung tidak beraturan, demam, hingga kejang.

2. Anggur dan kismis

Anggur bisa merusak ginjal anjing dan kucing. Gejalanya antara lain, rasa haus yang meningkat, sering buang air kecil, lesu,dan muntah-muntah.

3. Bawang

Bawang putih dan bawang merah bisa merusak sel darah merah anjing dan kucing, sekaligus menyebabkan anemia. Ia akan menimbulkan gejala muntah-muntah, urin berwarna kemerahan, lesu, dan anemia.

4. Xylitol

Zat xylitol banyak digunakan pada permen karet. Zat ini berbahaya bagi anjing karena bisa meningkatkan sekresi insulin, yang mengakibatkan penurunan tingkat gula darah. Anjing akan muntah-muntah, lesu, kehilangan koordinasi, kejang, diare, dan menujukkan gejala penyakit kuning.

5. Minuman beralkohol

Semua binatang akan terpengaruh jika minum minuman beralkohol, karena minuman ini akan mempengaruhi sistem sarafnya. Disorientasi, muntah-muntah, diare, lesu, kehilangan koordinasi fungsi tubuh, sulit bernapas, kejang, hingga koma adalah hasilnya jika mereka menelan minuman beralkohol.

6. Adonan roti mentah

Adonan roti mentah akan menimbulkan gas di dalam perut anjing, yang bisa menimbulkan keracunan alkohol. Gejala yang ditimbulkan antara lain; muntah-muntah, disorientasi, diare, lesu, sulit bernapas, dan sebagainya.

7. Alpukat

Alpukat mengandung persin, yang bisa merusak otot jantung binatang. Kemungkinan yang terjadi adalah muntah-muntah, diare, lesu, dan kesulitan bernapas.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai makanan apa saja yang tak boleh diberikan kepada binatang peliharaan Anda, hubungi dokter hewan kepercayaan Anda.

May 30, 2009

Ada Lapisan Lilin Antilengket pada Mi Instan?

Mudah, murah, dan enak. Itulah alasan mengapa banyak orang menyukai mi instan. Tinggal dimasak sebentar, bahkan ada yang hanya perlu diseduh air panas, langsung bisa disantap demi "menyelamatkan" perut yang keroncongan.

Seiring kesuksesan mi cepat saji ini, sudah sekian lama beredar isu seputar mi instan. Isu lapisan lilin pada mi instan adalah yang kerap diembuskan, malah bikin heboh beberapa tahun lalu. Lilin atau zat kimia lain sejenis wax tersebut digunakan agar mi tidak lengket ketika dimasak.

Dugaan inilah yang memunculkan banyak anjuran untuk tidak makan mi instan setiap hari. Dinyatakan sejumlah ahli, tubuh memerlukan waktu setidaknya tiga hari untuk membersihkan lilin tersebut. Apalagi ada pula dugaan bahwa lilin ini bersifat karsinogenik atau dapat mencetuskan terjadinya kanker.

Isu lilin ini sudah dibantah oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) beberapa tahun lalu. Hingga kini pun isu tersebut masih dibantah. Tentu saja, sebuah produk mi instan ternama turut membantah isu tersebut.

"Jika isu itu memang benar, tentunya BPOM dan Departemen Kesehatan akan menarik mi instan dari pasaran," ujar Dr Nuri Andarwulan, ahli teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor.

Terlepas dari isu lilin tersebut, para ahli kesehatan memang menganjurkan untuk membatasi asupan mi instan. Alasannya, konsumsi secara berlebihan atau sering dapat mengganggu saluran pencernaan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain.

Meski ada-tidaknya lilin pada mi masih jadi perdebatan, ada baiknya kita berjaga-jaga. Supaya lebih aman, ada baiknya mengikuti tip berikut saat memasak mi instan:

- Jerang air agak banyak hingga benar-benar mendidih, lalu dibagi menjadi dua bagian (tuang ke dalam dua panci berbeda).

- Masukkan mi ke dalam panci pertama dan didihkan kembali. Panci pertama ini fungsinya untuk mencuci kandungan antilengket lainnya yang terdapat pada mi instan. Setelah matang, pindahkan mi yang telah "dicuci" itu ke dalam panci kedua, lalu didihkan kembali.