Aug 20, 2017
Mitsubishi "Recall" Pajero dan Outlander di Malaysia
Oct 25, 2016
Ribuan Skutik Honda “Recall” di Malaysia
Oct 16, 2016
Suzuki Motor Bangkrut di Malaysia
Jan 22, 2016
Malaysia’s first shariah airline is called Rayani Air
Feb 10, 2015
Nov 29, 2014
Honda Malaysia "Recall" City dan Jazz
Paultan.org, Jumat (14/11/2014), mengatakan Honda Malaysia belum mengumumkan recall secara resmi. Seluruh angka City dan Jazz yang bermasalah didapatkan dari sumber internal yang juga mengungkapkan perintah penarikan kembali sudah diberlakukan.
Jadwal proses perbaikan belum ditentukan, namun kemungkinan dilakukan dalam waktu dekat. Perangkat yang akan diganti adalah kantong udara di sisi pengemudi buatan Takata Corp.
Meninggal
Honda Motor Corp mengungkap, wanita Malaysia meninggal pada 27 Juli lalu karena inflator kantung udara pada City 2003 yang dia gunakan pecah di dalam kabin setelah tabrakan. Sebagian pecahan inflator melukai pengemudi dan justru menjadi penyebab utama kematian.
Takata menjadi penyebab banyak recall di seluruh dunia sejak 2008. Sebelumnya, Juni 2014, Honda Malaysia pernah melakukan kampanye recall untuk memperbaiki kantung udara Takata yang terdapat di sisi penumpang depan City 2003. Selain itu masalah yang sama juga melibatkan Honda Stream 2001-2003, Honda Jazz 2002-2003, dan Honda Accord and 2003
Honda mengatakan jumlah mobil yang terkena recall terkait kantung udara Takata telah mencapai 170.000 unit pada City, Jazz, dan Civic di Asia dan Eropa. Secara total, kendaraan yang terlibat masalah Takata mencapai 10 juta unit di seluruh dunia.
Di Indonesia, Honda Prospect Motor pada Oktober lalu mengumumkan perintah recall pada 668 unit Brio Satya dan 274 unit Brio 1.2 AT. Aktivitas penggantian komponen mulai berjalan sejak 6 November 2014, dilakukan secara serempak di seluruh Indonesia. Proses penggantian komponen ini berlangsung kurang lebih selama 60 menit.
Mar 21, 2014
Dec 29, 2013
Nov 16, 2013
Mencicipi Laksa Legendaris di Penang
Laksa pasar air itam adalah laksa yang legendaris. Penjualnya saat ini adalah penjual generasi ketiga. Setiap harinya, laksa pasar air itam mulai buka pukul 11 siang sampai pukul 7 malam. Harganya sangat bersahabat dengan dompet, 4 ringgit Malaysia per mangkok atau sekitar Rp 15.000-Rp 16.000. Transportasi menuju lokasi laksa pasar air itam juga termasuk mudah. Bisa dengan taksi atau bus umum yang tujuannya sama dengan menuju kuil Kek Lok Si di kaki Bukit Penang atau Penang Hill.
Saat Kompas.com mencicipinya, hmmm... yummmy, rasanya sangat segar. Asamnya pas dipadu dengan pedasnya. Minya yang lembut tidak membuat perut menjadi enek dan lidah kering. Bawang merah segarnya justru menambah ketajaman rasa kuah asam laksa.
Mar 25, 2013
Sep 14, 2012
Cops bust car wash for allegedly offering free sex after nine washes
Police say they busted the car wash near Kuala Lumpur last week after discovering it had a partnership with a massage parlour, the Malay Mail reports.
They were tipped off when they raided the parlour and found the car wash cards on several alleged customers of prostitutes there.
"It was supposed to be just another routine operation," Emmi Shah Fadhil, the officer in charge, told the paper.
"To get the extra 'offer' customers must send their cars for washing nine times within a certain period. The tenth car wash will entitle them to free sex," Fadhil said, which would usually cost between 130 and 180 Malaysian ringgit (about $40-56).
Nine Vietnamese women, aged 18 to 28, were arrested on suspicion of prostitution. Four men suspected of running the scheme were also detained.
Mar 22, 2012
Publik Malaysia Geram Soal Aturan Baru PRT Indonesia
Bahkan harian The Star menulis berita tersebut dengan judul: "Employers: Let’s forget Indonesia and look for maids elsewhere".
"Tidak masuk akal. Lupakan Indonesia!" demikian media tersebut mengawali tulisannya seperti dilansir The Star.com, Sabtu (17/3/2012).
Saat ini sebanyak 106 PRT Indonesia telah kembali dikirimkan ke Malaysia setelah moratorium TKI berakhir. Para PRT tersebut rencananya hanya akan menjalankan satu macam tugas saja untuk majikan-majikan mereka. Padahal selama ini tugas PRT di Malaysia adalah mencakup semua jenis pekerjaan, baik itu memasak, mengasuh anak, membersihkan rumah atau mengurus orang lanjut usia.
Namun kini dilaporkan bahwa para PRT Indonesia yang dikirimkan ke Malaysia itu akan dilatih dalam empat macam tugas rutin rumah tangga: memasak, mengasuh bayi, mengurus orang lanjut usia dan membersihkan rumah. Namun nantinya mereka hanya akan menjalankan salah satu dari keempat tugas tersebut untuk majikan mereka.
Para TKW tersebut tengah menjalani pelatihan kerja selama 21 hari dan nantinya harus digaji minimal 700 ringgit per bulan oleh majikan mereka di Malaysia. Keputusan ini dicapai dalam pertemuan satgas gabungan Malaysia-Indonesia untuk pengerahan, penempatan dan perlindungan PRT Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung di Jakarta pada Kamis, 15 Maret lalu.
Kesepakatan itu dimaksudkan untuk mencegah terulangnya masalah-masalah yang dihadapi para PRT dan majikan di Malaysia selama ini.
Namun keputusan ini disambut kecewa oleh banyak pihak di Malaysia, khususnya asosiasi-asosiasi PRT.
"Itu tidak masuk akal. Kita harus mengubah gaya hidup kita dan hidup tanpa mereka (PRT-red) atau kita mulai merekrut dari negara-negara lain," cetus presiden Malaysian Maid Employers' Association (Mama) Engku Ahmad Fauzi Engku Muhsein seperti dilansir harian The Star, Sabtu (17/3/2012).
"Jika kita perlu bantuan untuk memasak, bersih-bersih dan mengasuh anak-anak, apakah kita harus menggaji tiga PRT?" tanya Fauzi.
Pjs presiden Asosiasi Agensi PRT Asing atau Association of Foreign Maid Agencies (Papa), Jeffrey Foo mengatakan, gaji 700 ringgit per bulan "tidak logis" bagi seorang PRT yang akan bekerja lebih ringan.
Seorang warga Penang bahkan menyebut ketentuan soal PRT Indonesia tersebut "bodoh". Menurut pensiunan guru yang tak mau disebut namanya itu, tak ada majikan yang bersedia membayar 700 ringgit untuk seorang PRT yang cuma akan melakukan satu macam tugas.
"Menggaji seorang PRT yang cuma akan memasak atau membersihkan rumah adalah bodoh," cetusnya.
Mar 20, 2011
Malaysian woman Chow Xiao Wei kicks 3 kittens to death, caught on CCTV
Oct 23, 2010
Honda Accord Failure – New Way To Express Your Complaints
And the message on the stickers read: “My Honda Tak Guna” (My Useless Honda).
To make sure he got the full attention of the car manufacturer, this sticker-adorned vehicle was parked outside the Honda Malaysia sales and service office here in Section 13 — much to the amusement of many pedestrians and motorists.
As to why he had resorted to such measures, events executive Jess Ross said his car brakes kept failing despite several repairs.
“Three months after buying the car, the rear brakes started giving way. After having these replaced by Honda, the same problem occurred three months later with the brakes giving way in the middle of the road.
“Luckily, I wasn’t hit by another car when it happened.”
After sending the 15-month old car to the Honda authorised service centre, Sumber Auto, Ross claimed to have been told the car had its front brake callipers fitted wrongly during the original assembly.
Even after the brake calipers were rectified, Jess’ woes continued with the calamitous Honda Accord he bought for about RM140,000.
Three months later, after getting his disc brake pads replaced for the second time, his Honda Accord started juddering again.
This time Honda mentioned the brake discs needed to be skimmed.
“On June 20 , there was a screeching sound from my front wheels and the car started juddering again. This time, I decided enough was enough. The car was towed to the Honda service centre for a fourth check on this particular screeching issue.”
Claiming manufacturing defects, Ross said: “My demands are simple, firstly I want Honda to fully rectify the problems on my car and include a manufacturer’s guarantee that such defects will not recur.
“Secondly, Honda could replace my car with another guaranteed problem-free unit. If all else fails, I want Honda to buy back the car at the purchase price.
“Honestly, I am still open to negotiations and a win-win situation I feel, is the best for both parties,” he said, stressing he has no plans to remove the eye-catching stickers from his car.
A Honda Malaysia representative said the company remained committed to inspecting, servicing and repairing the problematic vehicle.
“The company would like to assure Ross the affected vehicle will be serviced and repaired to his satisfaction.” Still unhappy with this response, Ross asked: “Why is it Honda Malaysia can’t guarantee their parts, which serve a basic function of braking, to function properly?
“Is it too much to ask for a guarantee for their supposedly original parts which they recommended we use?”
Sep 26, 2010
Ganyang Malaysia?
Pola unjuk rasa mereka umumnya membakar bendera Malaysia sembari menuntut agar Pemerintah Indonesia bersikap lebih ”tegas” karena menganggap bahwa harga diri dan kedaulatan bangsa telah diinjak oleh negeri jiran tersebut.
Cukup banyak yang bahkan menuntut agar kita kembali ”mengganyang” Malaysia seperti pada tahun 1960-an, malah kalau perlu berperang. Apa yang sebenarnya kita ketahui tentang zaman konfrontasi itu?
Istilah ”konfrontasi” dipopulerkan Menteri Luar Negeri Soebandrio pada 20 Januari 1963. Sikap bermusuhan terhadap Malaysia kemudian dipertegas oleh Presiden Soekarno lewat diumumkannya perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) pada 3 Mei 1963.
Isinya, selain perintah untuk memperkuat ketahanan revolusi Indonesia, seluruh rakyat juga diperintahkan membantu perjuangan rakyat Malaya, Singapura, Sarawak, dan Sabah untuk menghancurkan Malaysia. Indonesia menganggap pembentukan Federasi Malaysia yang didalangi Inggris sebagai upaya nekolim (neokolonialisme dan imperialisme) membentuk sebuah negara boneka.
Adapun istilah ”Ganyang Malaysia” dilahirkan Bung Karno. Presiden pertama RI itu sangat gusar ketika dalam demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur pada 17 Desember 1963 para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek- robek foto Soekarno, dan membawa lambang Garuda Pancasila ke hadapan PM Malaysia waktu itu, Tunku Abdul Rahman, dan memaksanya menginjak lambang Garuda tersebut.
Insiden itu membuat Bung Karno murka. Ia pun berpidato:
”Kalau kita lapar itu biasa. Kalau kita malu, itu juga biasa. Namun, kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar! Kerahkan pasukan ke Kalimantan, hajar cecunguk Malayan itu! Pukul dan sikat, jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak Malaysian keparat itu.”
”Doakan aku, aku akan berangkat ke medan juang sebagai patriot bangsa, sebagai martir bangsa, dan sebagai peluru bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.”
”Serukan, serukan ke seluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini. Kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.”
”Yoo... ayooo... kita ganyang. Ganyang Malaysia! Ganyang Malaysia! Bulatkan tekad. Semangat kita baja. Peluru kita banyak. Nyawa kita banyak. Bila perlu satoe- satoe!”
Rencana nekolim
Dibakar oleh pidato Bung Karno melalui radio itu (waktu itu radio merupakan media utama informasi), gerakan Ganyang Malaysia pun meledak ke seluruh negeri. Pendaftaran sukarelawan terjadi di mana-mana. Semangat bangsa saat itu memang sedang melambung setelah keberhasilan kita membebaskan Irian Barat pada tahun 1962.
Waktu itu, secara militer Indonesia merupakan negara terkuat di Asia Tenggara, terutama berkat persenjataan yang dibeli dari Uni Soviet. Semangat antinekolim juga sangat tinggi. Inggris pada tahun 1960-an itu masih merupakan kekuatan global.
Sebenarnya, Indonesia (dan Filipina) secara resmi setuju menerima pembentukan Federasi Malaysia apabila mayoritas rakyat di daerah yang akan dilakukan dekolonisasi menyetujui lewat referendum yang diorganisasi PBB. Namun, sebelum hasil referendum diumumkan, pembentukan Malaysia sudah diresmikan pada 16 September 1963, sesuatu yang dianggap Indonesia sebagai bukti rencana nekolim untuk terus mengangkangi Asia Tenggara.
Dari segi militer konfrontasi Indonesia-Malaysia, umum disebut sebagai undeclared war karena perang terjadi tanpa pernah didahului pernyataan perang. Inggris dan sekutunya (Malaysia, Australia, dan Selandia Baru) waktu itu memiliki sekitar 17.000 anggota pasukan di Kalimantan serta 10.000 anggota pasukan yang ada di Semenanjung Melayu.
Pertempuran kecil-kecilan (skirmishes) tentara Indonesia dengan Inggris terutama terjadi di perbatasan Kalimantan. Ada juga penyusupan tentara Indonesia di Semenanjung Malaysia.
Konfrontasi berakhir setelah Presiden Soekarno digantikan oleh Presiden Soeharto. Jumlah korban tewas di kedua belah pihak lebih besar berada di pihak Indonesia (sekitar 590 orang dibandingkan dengan Inggris, Australia, Selandia Baru yang hanya 114 jiwa).
Dalam rangkaian konfrontasi ini, sebuah insiden pernah terjadi antara Indonesia dan Singapura tatkala Singapura tetap menggantung dua prajurit marinir Indonesia yang tertangkap waktu menyusup ke Singapura meski Presiden Soeharto sudah mengirim utusan khusus agar hukuman itu diperingan.
Insiden itu lama terekam dalam ingatan kolektif bangsa, antara lain lewat syair yang dinyanyikan dalam permainan kim (main tebak angka berhadiah ala Minang yang kemudian dilarang karena dianggap judi). Bunyinya ”Lee Kuan Yew sangat kejam, membunuh dua pahlawan, nama Harun dan Usman”.
Semua peserta tebak-tebakan pun langsung mafhum, angka yang keluar adalah 68, yakni tahun terjadinya penggantungan itu.
Kini kedua pemerintah, Indonesia dan Malaysia, sepakat menyelesaikan insiden perbatasan melalui jalur diplomasi (soft power). Pemakaian kekerasan atau hard power dianggap tidak akan dapat memecahkan masalah.
Namun, perlu diingat, dalam penyelesaian suatu sengketa perbatasan, hard power sering diperlukan sebagai back-up dari diplomasi. Sengketa Irian Barat (Papua) dengan Belanda juga bisa dimenangkan dengan perpaduan kedua hal itu.
Publik mestinya masih ingat, sewaktu penyelesaian kasus sengketa Sipadan-Ligitan dengan Malaysia pada 2002, melalui Mahkamah Internasional pemerintah berusaha meyakinkan masyarakat bahwa kans kita menang fifty-fifty karena kita mempunyai bukti-bukti yang sahih tentang kepemilikan dua pulau tersebut.
Ternyata hasilnya jeblok. Kita kalah karena hanya satu hakim yang memenangkan dalih-dalih kita dan 16 lainnya menolak.
Oct 11, 2009
Kelantan Siap Larang Wanita Bercadar
Tak cuma pimpinan Al-Azhar Kairo yang berniat mengeluarkan kebijakan melarang siswinya mengenakan cadar. Negara bagian Kelantan, Malaysia, juga siap melakukannya dengan alasan keamanan.
Menteri Besar Nik Abdul Aziz Nik Mat berencana melarang cadar jika cadar menjadi ancaman bagi warganya. Demikian dilansir The Star, Kamis (8/10/2009).
Menurut Nik Aziz, dalam Islam, wanita hanya diwajibkan untuk menutup aurat tubuhnya tanpa menutupi wajahnya. Hal itu tercantum di dalam Al-Quran.
"Seperti yang sudah saya katakan sejak dahulu, wanita muslim tidak harus menutupi wajahnya karena wanita yang memasuki Masjidil Haram di Makkah hanya butuh mengenakan mukena. Pakaian itu hanya menutupi tangan, kaki, dan tidak wajahnya," ujar Nik Aziz.
Cadar, tambah Nik Aziz, kini banyak disalahgunakan. Mulai banyak pria yang menggunakan cadar untuk melakukan tindakan kriminal. Hal itu karena cadar akan menjadikan polisi tidak mengetahui siapakah gerangan di balik cadar, apakah lelaki atau perempuan.
Selain itu, Nik Aziz juga menyatakan keberadaan cadar lebih berbahaya di negara dengan tingkat bom bunuh diri yang tinggi.
Dia mencontohkan kejadian wakil presiden dari negeri di Arab yang berusaha kabur dari negerinya yang sedang berperang dengan mengenakan cadar. Namun lelaki itu akhirnya tertangkap gara-gara sepatunya.
Jun 19, 2009
Masuk Daftar Hitam Perdagangan Manusia, Malaysia Protes AS
Pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukkan kembali
Dalam laporan tahunan Perdagangan Manusia (Trafficking in Persons Report) yang dirilis AS, disebutkan bahwa Malaysia gagal memenuhi standar minimum untuk memberantas perdagangan dan "tidak membuat upaya signifikan untuk melakukannya".
Tahun 2008 lalu, AS menempatkan
"Tidak adil menempatkan kami kembali pada daftar karena kami berbuat sebaik mungkin," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Abu Seman Yusop kepada wartawan di
"Kita akan mempertimbangkan tindakan kita berikutnya dalam menentang masuknya kembali negara kita dalam daftar hitam itu," tegasnya.
Dikatakan Abu Seman, pemerintah
Malaysia masuk dalam daftar tersebut bersama 16 negara lainnya, seperti Arab Saudi dan Kuwait. Juga bersama enam negara Afrika yang baru masuk daftar tersebut: Chad, Eritrea, Nigeria, Mauritania, Swaziland, dan Zimbabwe.
Trafficking in Persons Report 2009 merupakan laporan tahunan AS yang menganalisis upaya 173 negara dalam menindak perdagangan manusia dengan tujuan kerja paksa, prostitusi, militer dan alasan lain.
Aug 29, 2008
Kekuasaan, Seks, Uang, dan Konspirasi

Uang dapat membawa maut. Itulah yang dialami Altantuya Shaariibuu (28), wanita asal
Di jalan raya, wanita yang fasih dalam beberapa bahasa asing ini berteriak- teriak, ’’Keluar kau Razak, bajingan!!!’’ Lima belas menit kemudian dua mobil patroli polisi merapat dan membawa Altantuya ke pos polisi Brickfields.
Kepada polisi, Altantuya menjelaskan, perbuatan onar itu dilakukannya karena Abdul Razak selalu menghindar jika didatangi ke kantornya. Altantuya bersama sepupu dan seorang teman wanita tiba di Kuala Lumpur dari Mongolia sepekan sebelumnya (8/10/2006). Tujuannya untuk menagih komisinya sebesar 500.000 dollar AS, yang sejak beberapa tahun lalu belum dibayar oleh Abdul Rajak Baginda.
Altantuya yang pernah kuliah di Moskwa dan Paris tidak cepat putus asa. Ia muncul kembali di depan rumah Abdul Razak pada 19 Oktober sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Sekitar 10 menit kemudian dua mobil Proton merah dan hijau merapat dan membawa janda beranak dua itu.
Sejak itu Altantuya lenyap seperti ditelan bumi. Sepupu dan temannya yang menunggu di hotel melaporkan kepada polisi perihal hilangnya Altantuya di depan rumah Abdul Razak Baginda.
Proyek kapal selam
Pada 7 November 2006, secara kebetulan polisi menemukan serpihan tulang belulang manusia di kawasan hutan dekat Waduk Subang di pinggiran kota Kuala Lumpur. Setelah dilakukan tes DNA dengan ayah Altantuya yang datang ke Kuala Lumpur mencari anaknya, dipastikan bahwa korban adalah putrinya.
Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan, korban ditembak dua kali di kepala dari jarak dekat. Setelah itu tubuh korban dihancurkan dengan menggunakan bahan peledak C-4, high explosive.
Tiga tersangka dalam kasus ini adalah Abdul razak Baginda, bos Malaysian Strategic Research Center, Inspektur Kepala Azilah Hardi, dan Kopral Sirul Azhar Umar. Kedua polisi berasal dari Unit Penindakan Khas, pasukan elite polisi, yang bertugas dalam pasukan pengamanan Deputi Perdana Menteri Najib Tun Abdul Razak.
Penggunaan bahan peledak dalam pembunuhan Altantuya jelas bukan semata-mata untuk menghilangkan jejak, tetapi menyangkut balas dendam atau amarah yang luar biasa.
Karena pelakunya dari anggota pengamanan Deputi PM Malaysia, berkembang spekulasi di masyarakat mengenai keterlibatan Najib Abdullah dalam hubungan asmara dengan wanita asal Mongolia itu. Sementara Abdul Razak pasang badan untuk menyelamatkan bosnya dari rongrongan Altantuya.
Altantuya sendiri berulang kali mengirim SMS yang bersifat mengancam Abdul Razak. Antara lain, jika komisinya tidak segera dibayar, ia akan membeberkan rahasia yang selama ini disimpannya rapat.
Tak jelas apa yang dimaksud ”rahasia”. Namun, jika hal itu berkaitan dengan komisi, ia menyangkut pembelian tiga kapal selam buatan Prancis. Parlemen Malaysia menduga terjadi penggelembungan harga ketiga kapal.
Pemerintah Malaysia membeli tiga kapal selam jenis Scorpone dengan harga sekitar 1 miliar euro pada awal tahun 2000. Pembelian dilakukan melalui perusahaan Primekar Sdn.Bhd (Kuala Lumpur), milik Abdul Razak Baginda. Perimekar mendapat komisi 11 persen atau lebih kurang 114 juta euro.
Kedekatan Abdul Razak Baginda dengan Najib Abdul Razak, yang juga menteri pertahanan, memudahkan Perimekar memenangi proyek kapal selam. Ketika tim negosiasi harga berangkat ke Paris, Altantuya tampil sebagai penerjemah dan sekretaris.
Hubungan asmara
Kasus Altantuya sekaligus mengungkap tali-temali kekuasaan, uang, dan seks yang melingkari kehidupan pejabat tinggi negara. Karena kekuasaan itu pula, proses hukum kasus pembunuhan ini berjalan lamban seperti keong, tertunda-tunda, dan sejak sidang pertama (4/6/2007) hingga sekarang belum sampai pada putusan hukum.
Ironisnya, media massa Malaysia hanya memberitakan sepintas peristiwa pembunuhan tersebut. Kendalanya bukan karena kasus tersebut kurang menarik, melainkan UMNO adalah pemilik sebagian besar media massa utama. Najib Abdul Razak sendiri merupakan orang kedua setelah PM Abdullah Badawi dalam jajaran kepemimpinan UMNO, partai puak Melayu.
Akan tetapi, laporan Raja Petra Kamarudin di blog internet di Malaysia Today (18/6) mengejutkan Malaysia. Mengutip laporan intelijen militer yang disampaikan kepada PM Abdullah Badawi, Raja Petra menulis, eksekusi Altantuya pada malam naas itu disaksikan oleh istri Najib Tun Razak, Rosmah Mansor, dan Kolonel (AD) Azis Buyong serta istrinya, Letkol (AD) Norhayati Hassan. Setelah Altantuya terkapar ditembak, Kolonel Aziz Buyong meletakkan C-4 di atas tubuh janda malang itu dan meledakkannya.
Kolonel Azis Buyong dan Letkol Norhayati memprotes laporan tersebut dan mengajukan gugatan hukum terhadap Raja Petra sebagai pemilik Malaysia Today, yang melakukan pencemaran nama baik. Sebaliknya, Raja Petra justru mendatangi pengadilan dan membuat pernyataan di bawah sumpah bahwa laporannya berdasarkan kejadian sesungguhnya.
Jika laporan intelijen tersebut benar, kehadiran Rosmah Mansor di lokasi kejadian memperkuat isu yang selama ini beredar di masyarakat, yakni hubungan asmara antara Najib Abdul Razak dan Altantuya telah membuahkan anak.
Selain itu, bocornya laporan tersebut ke tangan Raja Petra Kamarudin sekaligus menunjukkan adanya suatu skenario di kalangan militer untuk menjatuhkan pimpinannya, Najib Abdul Razak, sebagai Menteri Pertahanan.
Menguntungkan PM Badawi
Berbeda dengan kasus pembunuhan Altantuya, kasus sodomi II yang dituduhkan kepada Anwar Ibrahim terus-menerus mendapat sorotan media cetak dan elektronik Malaysia. Kalangan oposisi menyebut peristiwa ini sebagai konspirasi politik untuk merusak citra Anwar Ibrahim dan mengakhiri karier politiknya di bui.
Nama Deputi PM Najib Tun Abdul Razak disebut-sebut berada di balik konspirasi tersebut. Buktinya, tiga hari sebelum Saiful bin Azlan (23) melaporkan kepada polisi peristiwa sodomi yang dialaminya, ia diterima Najib Abdul Razak di kediaman resmi deputi PM.
Najib membantah keras tudingan itu. Belakangan, setelah muncul foto ajudannya bersama Saiful, ia mengaku pertemuan itu tiga bulan sebelum heboh sodomi II. Menurut Najib, saat itu Saiful meminta saran untuk mendapat beasiswa. Terakhir, Najib mengaku bertemu Saiful tiga hari sebelum melapor kepada polisi. Pertemuan itu membicarakan masalah sodomi.
Menurut Raja Petra, seusai dari kediaman Deputi PM Najib, Saiful bertemu dengan Asisten II Kepala Polisi di Raja Malaysia Mohd Rodwan Mohd Yusof di kamar 619 Concorde Hotel, Kuala Lumpur. Sebelum pertemuan ini, keduanya berkomunikasi lewat telepon seluler sebanyak delapan kali (Malaysia Today, 11/8).
Rodwan adalah perwira polisi yang merekayasa kasus sodomi I terhadap Anwar Ibrahim 10 tahun silam. Saat itu sebuah kasur besar ditampilkan sebagai barang bukti dalam persidangan. Di kasur yang pernah terjadi sodomi terdapat percikan darah Anwar Ibrahim.
Belakangan ketahuan bahwa darah tersebut dicuri Rodwan dari tempat penyimpanan sampel darah Anwar Ibrahim. Setelah hal ini terbongkar, jaksa penuntut umum meminta majelis hakim mencoret kasur tersebut dari daftar barang bukti.
Anwar Ibrahim divonis sembilan tahun penjara dalam kasus sodomi I. Namun, Mahkamah Agung membebaskannya tahun 2004.
Dalam kasus sodomi II, dua atau tiga jam sebelum melapor kepada polisi, Saiful lebih dulu datang ke Pusat Perawatan Islam,
Entah siapa yang melakukannya, kopi catatan medis Dr Osman atas pasien Saiful bin Azlan beredar di internet. Akibatnya, polisi tiga kali mendatangi Dr Osman dan mengancam akan menangkapnya jika menolak bekerja sama. Khawatir keselamatan dirinya, Dr Osman dan keluarganya terpaksa meninggalkan Malaysia
Dalam perkembangan selanjutnya, kecurigaan terhadap Deputi PM Najib sebagai sosok di balik konspirasi politik sodomi II mulai diragukan, terutama karena Najib sendiri mulai digerogoti dalam kasus Altantuya. Najib tidak menyadari bahwa ia sedang dikondisikan sebagai biang kerok semua gejolak.
Dalam hal ini, satu-satunya yang paling diuntungkan adalah PM Badawi. Jika Anwar dan Najib terlempar dari panggung politik, Badawi akan tetap berkuasa. Soal janji mundur tahun 2010 tidak harus dipenuhi, terutama karena calon penggantinya, Najib Abdul Razak, kemungkinan besar sudah meringkuk di bui bersama Anwar Ibrahim.
