Showing posts with label PETA. Show all posts
Showing posts with label PETA. Show all posts

May 26, 2017

Dua Penjual Kulit Harimau Ditangkap

Kompas.com - Jajaran Polres Bengkulu Utara bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) membekuk dua pelaku penjualan kulit harimau sumatera dan tulang, Sabtu (13/5/2017) pukul 23.00 WIB.

Oct 7, 2013

Terkam Tiga Orang, Macan Kumbang Itu Ditembak Mati

Patugas gabungan melakukan pengepungan
Detik.com- Seekor Macan Kumbang menggegerkan perkampungan di Dusun Sumber, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Satwa liar yang diduga kelaparan hingga turun gunung itupun akhirnya mati setelah ditembak.

Macan Kumbang sempat bersembunyi di dapur rumah Mulyono (45). Sebenarnya upaya untuk melumpuhkan telah dilakukan setelah mendatangkan Tim Penjinak Satwa yang didatangkan dari Taman Safari Indonesia (RSI) II Prigen, Pasuruan.

Tim yang beranggotakan 7 orang dikoordinir oleh Drh Ivan itu juga mendapat pengawalan aparat Polres Lumajang saat turun ke lokasi, Rabu (2/10/2013).

Namun upaya penjinakan yang dibantu aparat Polres Lumajang ini, tidak berlangsung mudah. Binatang yang punya nama latin panthera tigris ini sempat melakukan perlawanan saat hendak dijinakkan dengan senapan bius.

Akibatnya, 3 orang menjadi korban cakaran setelah diterkam. Ketiga korban, masing-masing drh Ivan, Roni, anggota Tim Penjinak Satwa TSI II Prigen serta Aiptu Sholeh, personil Binmas Polsek Tempeh. Korban dilarikan ke rumah sakit.

Pihak BKSDA yang ada dilokasi menginstruksikan jika tidak bisa dilumpuhkan dan dikhawatirkan terjadi korban lagi, maka diperbolehkan untuk dibunuh. 10 polisi bersenjatakan laras panjang pun beraksi.

"Ini karena tidak ada pilihan lagi. Sesuai dengan instruksi BKSDA," kata Kepala Bidang Pengelolaan Taman wilayah II TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) di Kabupaten Lumajang Ahmad Susjotyop.

Ilustrasi


Proses evakuasi bangkai macan kumbang dilakukan tertutup di dapur rumah Mulyono. Bahkan, bangkai itu dimasukkan ke peti yang telah disiapkan oleh petugas sebelumnya.

Sep 30, 2013

Gilanya pemburu asal Indonesia di Afrika

Pemburu singa dari Indonesia dengan singa hasil buruannya. Paling kiri Atase Pertahanan KBRI Pretoria Afsel Kolonel Erwin Suherman.
Antara.com - Berburu babi atau rusa bisa dilakukan semua orang di tanah air. Tapi berburu bison, zebra, dan singa sampai ke Afrika hanya bisa dilakukan oleh orang-orang Indonesia yang betul-betul punya hobi ekstrem alias gila!

"Mereka benar-benar orang yang punya nyali dan duitnya tidak berseri," kata Atase Pertahanan KBRI Pretoria Kolonel Erwin Suherman yang kerap menemani para pemburu singa asal Indonesia di Afrika Selatan.

Pada bulan Juni 2013, Erwin kedatangan tiga pemburu "gila" dari Indonesia, yaitu Riyadi, Yongki dan Swandono. Mereka adalah pengusaha dari Jawa Timur yang sudah bosan berburu babi dan ingin tantangan baru.

Mereka rela keluarkan kocek ratusan juta rupiah untuk memenuhi impian liar mereka: berburu singa di Afrika!

Satu paket berburu singa seharga antara Rp300 juta sampai Rp500 juta. Itu belum termasuk tiket dari Indonesia ke Afrika Selatan. Peralatan berburu seperti sepatu, jaket, rompi, kupluk, dan kacamata harus beli sendiri. Sementara jenis senjata yang dipakai berburu bisa disewa atau bisa juga dibeli.

"Paket yang Rp300 juta itu untuk singa tua yang mulai kurang kekuatannya. Paket yang Rp500 juta itu yang top. Singanya masih muda berusia lima sampai tujuh tahun. Sangat kuat, liar dan ganas," tutur Erwin.

Setua-tuanya singa, ya singa juga. Tetap saja binatang buas. Dalam satu detik, seekor singa tua masih bisa menerkam buruannya dalam jarak 30 meter. Intinya, singa tua tetap berbahaya.

Dilatih dulu

Oleh karena itu, kata Erwin, tidak begitu datang ke Pretoria langsung bisa berburu. Ada uji kompetensi menembak dan pelatihan dulu selama beberapa hari oleh pelatih profesional. Teknik-teknik menembak yang mematikan si buruan pun diajarkan.

Untuk bisa mematikan seekor singa, tembakan harus betul-betul jitu ke arah jantung dan paru-paru singa. Itu berati target peluru harus tepat 10 cm di bawah dagu kalau menembak dari arah depan. Kalau dari samping kira-kira 5 cm di atas bahu kaki singa.

Bisa juga mati di tembak di bagian kening yang mengarah ke otak. "Tapi itu tidak dianjurkan, karena kepalanya akan rusak," kata Erwin, seorang perwira asal Cicalengka, Jawa Barat, yang sudah malang melintang berdinas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Kongo.

Kenapa kepala singa tidak boleh rusak terkena peluru?

"Itu karena kenikmatan seorang pemburu singa adalah punya foto dengan hasil buruannya dengan kepala masih utuh. Itu trophi buat mereka," kata Erwin seraya menambahkan bahwa untuk trophi itulah seorang pemburu terbang ribuan mil ke Afrika dan mengeluarkan ratusan juta rupiah.

Setelah buruannya tertembak dan mati, maka petugas menyiapkan sesi foto-foto. Si singa didudukkan dalam posisi tertentu, lalu para pemburu berpose di belakangnya dengan memasang muka garang penuh kepuasan.

Tidak lupa senjata berburunya ditenteng atau diacungi-acungkan ke udara.

"Untuk foto dan rekaman videonya bayar lagi," tutur Erwin.


Wisata safari

Duta Besar RI untuk Kenya dan Uganda Sunu Soemarno mengatakan kawasan Afrika terkenal dengan wisata safarinya. Ada banyak tempat di Afrika untuk melihat binatang-binatang di alam hidupnya yang bebas.

"Di dekat kota Nairobi juga ada. Bahkan monyet-monyet sering datang ke halaman Wisma Duta untuk mencari makanan," kata Dubes saat jamuan makan dengan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

"Kadang-kadang ada monyet yang ketuk-ketuk kaca jendela untuk dilempar pisang," timpal isteri Duta Besar yang menginformasikan kawasan Wisma Duta terletak di kawasan hutan lindung pinggiran kota Nairobi.

Namun, kawasan untuk berburu singa yang paling banyak terdapat di Afrika Selatan.

Menurut Erwin Suherman, ada ratusan perusahaan pengelola perburuan binatang untuk hobi dan wisata. Salah satunya De Klerk Farm yang dikelola oleh Hans De Klerk, adik mantan Presiden Afrika Selatan De Klerk.

Berburu singa dan binatang Afrika lain seperti zebra, bison, dan kijang adalah legal di Afrika Selatan. Bahkan wisata berburu dan safari merupakan pendapatan negara nomor dua di bekas negara apartheid itu setelah pertambangan.

Mengelola taman berburu binatang sangat menguntungkan. Binatang-binatang yang diburu ada tarifnya sesuai dengan tingkat kesulitan dan jenisnya. Rusa Afrika dihargai sekitar Rp1,5 juga. Seekor zebra Rp6 juta sampai Rp9 juta. Bison sekitar Rp10 juta sampai Rp30 juta. Singa yang paling mahal antara Rp200 juta sampai Rp350 juta.

"Kalau sampai diawetkan dan dikirim ke Indonesia paket ya bisa sampai Rp500 jutaan," cerita Erwin.


Hasil penangkaran

Singa-singa yang jadi sasaran perburuan bukanlah singa-singa liar, melainkan hasil penangkaran. Setiap tahun ada kuota 80 sampai 90 singa yang boleh diburu dan dibunuh lewat wisata berburu.

"Tahun ini kuotanya 89 sudah habis dibooking. Ada pemburu Indonesia yang penasaran mau bayar berapa saja asal bisa dapat singa," tutur Erwin yang menambahkan sedikitnya sembilan pemburu singa dari Indonesia yang antri untuk dapat kuota.

"Saya minta jatah ke De Klerk dan dijanjikan akan mendatangkan singa dari Zimbabwe. Mudah-mudahan dapat," kata Erwin.

Pemburu dari Indonesia disukai di Afrika karena keroyalannya membuang duit. Sudah pesan singa, tapi kalau saat berburu ketemu kijang mereka tembak juga, ketemu zebra dihajar juga, ketemu bison juga disikat.

"Orang Afrikanya sampai geleng-geleng kepala, kaya benar orang Indonesia," kata Erwin Suherman.

Berburu singa di Afrika benar- benar hobi gila sejumlah orang Indonesia yang punya nyali dan punya duit tidak berseri.

Jun 5, 2011

Dog Survives Being Bound, Shot And Buried

Sky.com - A dog has managed to survive despite being bound and shot in the head 40 times before being buried alive.

The stray collie - named Star by her rescuers - managed to wriggle her way to the surface of the shallow grave where she had been left to die in Malta.

Animal welfare officers were investigating a tip-off about three dogs being held in a cage when they heard her muffled whimpering.

They were shocked to find only her wired-up snout poking above the ground.

As they dug her out, they were even more horrified to discover Star had her legs tied together with shoe laces and had been shot 40 times in the head with a pellet gun.

The five-year-old was rushed to the nearest veterinary clinic where she had emergency surgery.

Vet Trevor Zammit said: "We had to spoon out pellets from under her skin. The person who shot her didn't do so accidentally because she was shot from quite close range."

Star's incredible tale of survival has touched the world with a Facebook page entitled Star: the dog who lived, set up in her honour.

The site, which has attracted more than 35,000 people, also aims to raise awareness to animal cruelty, pet adoption and rescue.

Police are now hunting the person responsible for her sickening ordeal. Video

Mar 20, 2011

Malaysian woman Chow Xiao Wei kicks 3 kittens to death, caught on CCTV

Whatsonxiamen.com - The woman caught on CCTV abusing several kittens has apologised for her actions, claiming she was suffering from depression when she committed the act.


"I could not control my emotions at that moment, but now realise I made a terrible mistake, after watching the video myself," said Chow Xiao Wei.

The 20-year-old added that she was prepared to face the consequences, saying she was willing to do community service at the Society for Prevention of Cruelty Against Animals (SPCA).

The five-minute video clip surfaced on social networks about a week ago and was quickly spread by horrified viewers.

In the CCTV footage, a person wearing a cap was recorded hitting kittens with an umbrella, then stomping and kicking them.

After the video went viral, Chow's aquaintences, who recognised her from the video, posted personal information like her name and phone number online.

Chow soon began receiving threatening messages through SMS and on her Facebook account.

Due to the threats, she quit her job as a sales assistant and also lodged a police report.

Chow claimed that she was suffering from depression at that time, as her parents had divorced.

"Please give my daughter a second chance," pleaded her mother Cheong Poh Ling, who was with her during a press conference at Sri Kembangan assemblyman Ean Yong Hian Wah's office Sunday.

Cheong added that she had taken her daughter to a psychologist after hearing about the video, though she had not watched the video herself.

A crowd of animal lovers, including members of Petpositive and Malaysian Dogs Deserve Better (MDDB), gathered outside the office demanding to meet Chow.

A few representatives from animal welfare groups were later allowed in to talk to Chow, with assemblyman Ean present.

MDDB is attempting to file charges against Chow for animal cruelty, under Section 44 of the Animals Act 1953.

If found guilty of abusing the kittens, Chow faces either a fine of RM200 or six months in prison, or both.

Dec 6, 2009

Critics Blast PETA Ad Showing Nude Joanna Krupa Holding Crucifix


A new PETA advertisement featuring model Joanna Krupa wearing nothing but a crucifix and a seductive smile is "totally inappropriate" and exploitative of Christian symbols, critics say.
Krupa, a Playboy cover girl and a "Dancing With the Stars" regular, is seen topless and bottomless in the latest spot by the People for the Ethical Treatment of Animals, which urges people to adopt pets from rescue shelters instead of buying them from puppy mills.

The Polish-born beauty appears in the ad with angel wings behind her and a digital halo over her head. Her private parts are covered -- barely -- by a large, well-placed metallic crucifix.
"It's totally inappropriate," said Deal Hudson, publisher of InsideCatholic.com, an online magazine. "It's another instance of disrespect toward Christianity and another example of the kind of abuse that would never occur with any other major religion, because the outcry would be so immediate and so loud that the people behind it would immediately retreat."
Krupa defended nudity earlier this year, claiming the human body is a work of art.
"I think worrying about going topless in a photo shoot or film is really ridiculous," she told Pop Tarts column in an exclusive interview. "And the fact is, Pope John Paul said, since we were born naked, it is art, and it's just showing a beautiful body that God created."
PETA has a history of using "shock" ads featuring nude celebrities to promote animal rights. According to the organization, up to 8 million cats and dogs are turned over to animal shelters annually, and half of them are euthanized due to a lack of suitable owners. Animals purchased from pet stores, meanwhile, are often from inhumane puppy mills, PETA claims.
Krupa, who bared her body in 2007 for PETA's anti-fur campaign, led a protest on Tuesday outside Barkworks, a Los Angeles pet store that PETA says "irresponsibly" sells puppies while hundreds of dogs remain in city animal shelters.
Her appearance further enraged PETA's critics.
"The fact is that cats and dogs are a lot safer in pet stores than they are in the hands of PETA employees," Catholic League President Bill Donohue said in a statement. "Moreover, pet stores don't rip off Christian iconography and engage in cheap irreligious claims."
"PETA is a fraud," Donohue continued. "It also has a long and disgraceful record of exploiting Christian and Jewish themes to hawk its ugly services. Those who support this organization sorely need a reality check. They also need a course in Ethics 101."
Krupa issued a statement responding to the Catholic League, saying: "As a practicing Catholic, I am shocked that the Catholic League is speaking out against my PETA ads. I'm doing what the Catholic Church should be doing, working to stop senseless suffering of animals, the most defenseless of God's creation."