Showing posts with label Aceh. Show all posts
Showing posts with label Aceh. Show all posts

Jun 2, 2016

Menikmati Sensasi Sanger, Kopi Susu Berbuih ala Aceh

Kompas.com - Warung di sudut Kota Lhokseumawe, Aceh, itu dipenuhi pembeli. Tiga pintu rumah dan tokok (ruko) terbuka lebar menyambut setiap pengunjung dari pukul 07.30 WIB hingga pukul 01.00 WIB dini hari.

Apr 5, 2013

Kopi Gayo Blender Teman Santap Ikan Bakar

Kompas.com - Daerah yang dekat laut sudah pasti identik dengan kuliner bahan laut. Di Lhokseumawe, Aceh, sebuah restoran di tepi laut bernama Pondok Bahari bisa menjadi pilihan untuk berwisata kuliner.

Letaknya persis di tepi laut tanpa pantai. Ya, sejak tsunami melanda Aceh di tahun 2004, Lhokseumawe kehilangan pantai berpasir dan tergantikan dengan batu-batu penahan ombak. Pondok Bahari berada di Jalan Samudra Lama, Hagu Selatan.

Menu wajib tentu saja ikan bakar. Anda bisa memilih ikan segar yang baru dibeli di pasar ikan. Paling sering yang dipesan tentu saja ikan bakar. Bumbunya relatif sederhana, hanya garam, merica, dan sentuhan sambal tomat.

Di Pondok Bahari, coba juga menu Terong Sambal dan Ikan Asin Goreng Asam Cabe Rawit. Walaupun namanya Terong Sambal, namun rasanya tidak terlalu pedas. Ya, kuliner Aceh identik dengan pedas lada dibanding pedas cabai.

Terong yang mudah menyerap bumbu, menghasilkan paduan rasa gurih, asam, pedas, namun terasa menyegarkan. Teksturnya yang lembut, menjadikan menu ini cocok sebagai sambal teman ikan bakar.

Sementara menu ikan asin juga tak boleh terlewatkan. Luarnya garing sementara potongan ikan asin begitu tebal, hingga tekstur di dalamnya terasa lembut nan padat. Tak terlalu asin dan selintasan rasa asam dari tomat dan pedas cabai rawit.

Sedangkan untuk minuman, coba pesan Kopi Gayo Blender Dingin. Ada beragam menu minuman kopi di Pondok Bahari. Sebagai teman santap di siang hari, pilih minuman kopi dingin. Kopi Gayo Blender Dingin sederhana saja.

Kopi Gayo diseduh dengan gula seperti biasa. Lalu kopi diblender hingga berbuih. Baru kemudian ditambahkan es batu. Es batu tidak ikut diblender. Hasilnya? Ahhh segarnya. Sesaat kopi hitam itu seperti cappucino lengkap dengan buihnya.

Jika Anda tidak suka manis, jangan lupa memesannya dengan gula setengah. Sebab, orang-orang Lhokseumawe umumnya suka minuman manis. Di area rumah makan juga terdapat organ untuk bernyanyi semacam karaoke. Putus urat malu Anda dan bernyanyilah untuk tamu lainnya.

Mar 28, 2013

Berburu Kuliner di Lhokseumawe

Kompas.com - Kota Lhokseumawe, di Aceh, beberapa hari terakhir ini menjadi “tenar” akibat pemberitaan mengenai aturan dilarang duduk mengangkang bagi perempuan saat membonceng di motor. Di balik “heboh” berita ini, kota kecil di pesisir Aceh tersebut menyimpan harta karun berupa makanan-makanan yang begitu lezat.

Lhokseumawe memang bukan destinasi yang diincar wisatawan untuk berpelesir. Sejak lama kota ini tumbuh sebagai kota yang dipenuhi pendatang. Sebuah perusahaan besar yaitu Arun pernah berjaya di kota ini.

Ditambah dengan kegemaran orang Aceh yang senang “nongkrong”, tak heran di sepanjang jalan banyak terdapat warung-warung kopi sampai kafe-kafe. Hampir semua kafe menyediakan akses internet gratis.

Namun, di balik gempuran nuansa modern, kuliner-kuliner khas Aceh tetap menjadi favorit masyarakat setempat maupun para pendatang. Berikut beberapa di antaranya.

Sate Matang. Bukan berarti sate yang dimasak tak matang, tetapi nama “Matang” karena sate khas Aceh ini berasal dari daerah Matang, Aceh. Di Lhokseumawe, Warung Sate Matang di Kruenggeukueh merupakan tempat paling tenar untuk berburu sate matang.

Potongan daging kambing dengan ukuran cukup besar direndam dalam bumbu rempah. Setelah dibakar dan matang, satai disajikan dengan semangkuk kuah kaldu kambing penuh rempah, selintas seperti tongseng kambing.

Kari Kambing dan Roti Cane. Di Lhokseumawe, sebuah rumah makan bernama “Bangladesh” begitu terkenal. Roti cane dan kari kambing menjadi menu andalannya.

Menu terkenalnya sebenarnya nasi goreng. Tetapi jika menyebut kari kambing yang enak, maka rekomendasi tempat makannya pastilah “Bangladesh”. Hari Jumat adalah hari teramainya. Setelah shalat Jumat, orang Aceh punya kebiasaan makan serba kambing.

Roti cane yang lembut dengan nuansa gurih mentega dan selintasan rasa manis gula berpadu apik dengan kari kambing pedas penuh rempah yang pedas.

Belum lagi, aroma kayu manis dan jinten yang menambah kenikmatan makan. Bangladesh berada di Jalan Perdagangan, letaknya dekat dengan Terminal Lama Lhokseumawe.

Mi Aceh. Orang luar Aceh menyebutnya dengan “Mi Aceh”. Orang Aceh menyebutnya ya cukup “mi”. Tak lengkap jika belum menikmati mi khas Aceh di Lhokseumawe.

Konon, mi terenak di Lhokseumawe ada di warung “Mi Apayan” yang berada di Jalan Medan Banda Aceh, Kruenggeukueh. Kaldu yang kaya rempah membuatnya selintas seperti kuah kari. Lalu mi yang tebal dengan tambahan bahan laut memperkuat rasa mi.

Mi paling digemari tentu saja mi kepiting. Bisa juga pilih mi cumi atau mi udang. Bahan-bahan laut yang dipakai begitu segar, karena Lhokseumawe memang berada di tepian laut. Mi makin enak disantap dengan tambahan emping dan acar timun-bawang merah.

Ikan Bakar. Mudah ditebak, karena berada di tepi laut, menu ikan bakar menjadi kuliner wajib coba di Lhokseumawe. Cara masaknya sebenarnya sangat sederhana, cukup garam dan merica, terkadang dengan sentuhan sambal tomat.

Tetapi karena begitu segarnya ikan yang ditangkap, kesederhanaan bumbunya malah memunculkan rasa dan tekstur asli dari daging ikan. Salah satu tempat makan ikan bakar favorit adalah Pondok Bahari yang berada persis di tepian laut, tepatnya di Jalan Samudra Lama, Hagu Selatan.

Pengunjung bisa memilih langsung ikan mana yang ingin dibakar. Ada pula menu ikan asin yang tak kalah enak. Potongan ikan asin yang tebal sehingga garing di luar namun padat di dalamnya. Tak terlalu asin berpadu apik dengan sambal tomat.

Kerang Sambal Nanas. Pada malam hari di Jalan Perdagangan, biasanya mulai bermunculan warung-warung dadakan lengkap dengan kursi dan meja yang menjual kerang rebus. Ini semacam menu panganan teman nongkrong di malam hari.

Kerang dara yang segar dan tak berbau amis direbus begitu saja setelah dibersihkan. Hanya ditambah sedikit garam. Sederhana saja. Nah, hal yang membuatnya istimewa adalah sambal cocolannya.
Sambal pendamping kerang rebus adalah sambal nanas. Kacang tanah yang dihaluskan dicampur nanas yang telah dihaluskan pula. Sedikit sentuhan merica dan garam, hasilnya adalah gurih dan garing kacang berpadu dengan manisnya nanas.

Kopi Pancung. Nah, ini dia “espresso”-nya Aceh. Kopi pancung menjadi minuman “nongkrong” bagi lelaki Aceh. Mereka bisa berjam-jam menghabiskan waktu di kedai kopi sambil bercengkrama, cukup dengan secangkir kopi pancung.

Jangan kira, cangkir kopinya sebesar mug. Ukurannya sangat kecil, seperti ukuran cangkir espresso. Oleh karena itu disebut dengan kopi pancung. Cara menikmatinya tak bisa sekali minum, pelan-pelan meresapi aroma dan rasanya.

Cara penyeduhan kopi juga keunikan tersendiri. Kopi disenduh menggunakan alat penyaring dari kain. Lalu ditarik sedemikian rupa. Di Lhokseumawe, warung kopi UK Koepi paling ramai dikunjungi. Tempat ini selalu penuh, terutama pada pagi hari atau malam hari.