Showing posts with label KIA. Show all posts
Showing posts with label KIA. Show all posts
Jan 22, 2016
Jul 9, 2015
Dec 27, 2013
Klaim Irit BBM Bohong, KIA dan Hyundai Bayar Rp 4,7 Triliun
Detik.com - Produsen otomotif sering kali menampilkan klaim tingkat keiritan kendaraan yang mereka jual. Namun, produsen wajib jujur. Bila tidak, itu tentu akan merugikan konsumen. Di Amerika, KIA dan Hyundai, terpaksa harus membayar sekitar Rp 4,72 triliun karena klaim yang tidak benar.
Dua merek dari Korea Selatan itu kemarin mengatakan kalau mereka telah mencapai kesepakatan untuk membayar total US$ 395 juta atau sekitar Rp 4,72 triliun untuk menyelesaikan tuntutan hukum yang diajukan oleh pemilik mobil yang merasa dibohongi karena klaim efisiensi bahan bakar yang dilebih-lebih kan.
Perjanjian pembayaran kompensasi itu akan mempengaruhi sekitar 600.000 pemilik mobil Hyundai dan 300.000 KIA di Amerika Serikat. Mobil yang disoroti adalah model tahun 2011-2013.
Cerita ini bermula pada bulan November 2012 saat kedua perusahaan mengakui bahwa mereka membesar-besarkan klaim tingkat efisiensi bahan bakar mereka setidaknya menambah 1 mpg (sekitar 0,43 km/liter) pada kendaraan mereka.
Pengakuan ini diberikan setelah US Environmental Protection Agency menemukan ketidak-cocokan antara klaim dan hasil nyata di 13 model Hyundai dan KIA model tahun 2011-2013.
Akibatnya ada 53 tuntutan hukum pada kedua merek itu di Amerika Serikat. Tuntutan itu kemudian digabungkan.
Pembayaran ini untuk mengganti selisih klaim dan kenyataan. Uang bensin yang tidak semestinya dikeluarkan akibat selisih tadi selama pemilik memiliki mobil harus diganti. Untuk Hyundai saja, rata-rata selisih klaim dan kenyataan ini mengharuskan mereka membayar sekitar US$ 320.
Diperkirakan, Hyundai akan membayar total sekitar US$ 210 juta untuk masalah ini dan KIA membayar sekitar US$ 185 juta. Itu kalau pemilik setuju dengan metode penyelesaian seperti ini.
Masalah serupa juga terjadi di Kanada dimana para pemilik mobil Korea itu juga mengajukan class action atas masalah yang sama. Juru bicara Hyundai Kanada Chad Heard di Reuters mengatakan kalau Hyundai berharap penyelesaian yang diusulkan untuk kasus-kasus tersebut dapat dicapai pada awal 2014.
Dua merek dari Korea Selatan itu kemarin mengatakan kalau mereka telah mencapai kesepakatan untuk membayar total US$ 395 juta atau sekitar Rp 4,72 triliun untuk menyelesaikan tuntutan hukum yang diajukan oleh pemilik mobil yang merasa dibohongi karena klaim efisiensi bahan bakar yang dilebih-lebih kan.
Perjanjian pembayaran kompensasi itu akan mempengaruhi sekitar 600.000 pemilik mobil Hyundai dan 300.000 KIA di Amerika Serikat. Mobil yang disoroti adalah model tahun 2011-2013.
Cerita ini bermula pada bulan November 2012 saat kedua perusahaan mengakui bahwa mereka membesar-besarkan klaim tingkat efisiensi bahan bakar mereka setidaknya menambah 1 mpg (sekitar 0,43 km/liter) pada kendaraan mereka.
Pengakuan ini diberikan setelah US Environmental Protection Agency menemukan ketidak-cocokan antara klaim dan hasil nyata di 13 model Hyundai dan KIA model tahun 2011-2013.
Akibatnya ada 53 tuntutan hukum pada kedua merek itu di Amerika Serikat. Tuntutan itu kemudian digabungkan.
Pembayaran ini untuk mengganti selisih klaim dan kenyataan. Uang bensin yang tidak semestinya dikeluarkan akibat selisih tadi selama pemilik memiliki mobil harus diganti. Untuk Hyundai saja, rata-rata selisih klaim dan kenyataan ini mengharuskan mereka membayar sekitar US$ 320.
Diperkirakan, Hyundai akan membayar total sekitar US$ 210 juta untuk masalah ini dan KIA membayar sekitar US$ 185 juta. Itu kalau pemilik setuju dengan metode penyelesaian seperti ini.
Masalah serupa juga terjadi di Kanada dimana para pemilik mobil Korea itu juga mengajukan class action atas masalah yang sama. Juru bicara Hyundai Kanada Chad Heard di Reuters mengatakan kalau Hyundai berharap penyelesaian yang diusulkan untuk kasus-kasus tersebut dapat dicapai pada awal 2014.
Jul 21, 2013
Spesialis Timor, Diandalkan Banyak Anak Klub
Otomotifnet.com - Ada referensi bengkel spesialis mobil Korea lagi nih! Hendra Susanto, bosnya bengkel yang bernama Korea Timorer Motors ini memang lebih banyak menangani mobil Timor. “Banyak komunitas yang ngebengkel di sini, di antaranya Timor-er, Korea Otomotif Indonesia (KOI), dan Korea Car Club of Indonesia (KCCI),”ujarnya.
Semua perawatan dan perbaikan bisa dilakukan di sini, kecuali body repair saja yang tidak ada. Untuk biaya tune-up mesin SOHC kena Rp 300 ribu, kalau DOHC Rp 350 ribu. “Biaya segitu sudah termasuk injector/carburator cleaner, filter udara, filter bensin, busi, dan jasa,”bilangnya lagi.
Sementara itu kalau paket ganti oli pakai oli Conoco dibanderol Rp 250 ribu dapat filter oli gratis. Ada juga paket ganti kopling set pakai Excedy kena Rp 900 ribu. “Ini plat kopling semikompetisi, jadi agak berat kalau untuk harian,” tukasnya.
Lalu paket ganti timing belt untuk mesin SOHC bisa ditebus senilai Rp 450 ribu, sedangkan untuk mesin DOHC Rp 550 ribu. “Sudah termasuk parts dan jasa,” tutupnya.
Langsung saja ke Jl. WR Supratman no. 3, Kampung Utan, Ciputat. Telp. 021-7499090, 0811-858170.
Semua perawatan dan perbaikan bisa dilakukan di sini, kecuali body repair saja yang tidak ada. Untuk biaya tune-up mesin SOHC kena Rp 300 ribu, kalau DOHC Rp 350 ribu. “Biaya segitu sudah termasuk injector/carburator cleaner, filter udara, filter bensin, busi, dan jasa,”bilangnya lagi.
Sementara itu kalau paket ganti oli pakai oli Conoco dibanderol Rp 250 ribu dapat filter oli gratis. Ada juga paket ganti kopling set pakai Excedy kena Rp 900 ribu. “Ini plat kopling semikompetisi, jadi agak berat kalau untuk harian,” tukasnya.
Lalu paket ganti timing belt untuk mesin SOHC bisa ditebus senilai Rp 450 ribu, sedangkan untuk mesin DOHC Rp 550 ribu. “Sudah termasuk parts dan jasa,” tutupnya.
Langsung saja ke Jl. WR Supratman no. 3, Kampung Utan, Ciputat. Telp. 021-7499090, 0811-858170.
Subscribe to:
Posts (Atom)