Kompas.com - BlackBerry menjalin kerja sama dengan grup media asal Indonesia, Emtek (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk). Bentuk kerja sama tersebut adalah dalam hal brand, perjanjian lisensi software, dan hak kekayaan intelektual atas aplikasi pesan instan BlackBerry Messenger (BBM).
Showing posts with label BlackBerry. Show all posts
Showing posts with label BlackBerry. Show all posts
Jul 17, 2016
Jun 30, 2015
Ponsel Android BlackBerry Meluncur Agustus?
Kompas.com - Rumor yang menyebut BlackBerry bakal membuat smartphone berbasis sistem operasi Android kian santer.
Jika sebelumnya smartphone Android BlackBerry dikabarkan Reuters akan dirilis pada akhir 2015, maka rumor terbaru menyebutnya bakal dirilis lebih cepat dari perkiraan.
Situs N4BB mengatakan bahwa perangkat Android BlackBerry dengan nama sandi "Prague" bakal dirilis pada bulan Agustus mendatang. Smartphone tersebut ditujukan bagi kelas low-end dengan spesifikasi rendah.
"Prague akan menkadi smartphone (Android) low-end BlackBerry dengan bentuk menyerupai Z3," demikian tulis N4BB seperti dikutip KompasTekno, Jumat (19/6/2015).
Selain itu, N4BB juga menyebut varian Android BlackBerry lain dengan nama sandi "Venice" yang kabarnya bakal diluncurkan pada November mendatang.
Berbeda dari Prague, Venice lebih ditujukan untuk kelas menengah dengan spesifikasi layar lengkung 5,4 inci resolusi Quad HD, dan prosesor enam core Snapdragon 808.
Ponsel BlackBerry saat ini menjalankan runtime Android 4.3 yang memungkinkan penggunanya menjalankan aplikasi robot hijau itu di atas sistem operasi BlackBerry 10. Namun hal tersebut membatasi penggunanya dari akses toko aplikasi Google Play Store, sehingga dukungan aplikasi yang dipasang hanya sedikit.
Baik pihak BlackBerry maupun Google masih bungkam ihwal rumor BlackBerry menggunakan platform Android ini.
"Kami tidak berkomentar terhadap rumor dan spekulasi, tetapi kami akan tetap berkomitmen kepada sistem operasi BlackBerry 10, menghadirkan keuntungan keamanan dan produktivitas yang tidak tertandingi," tulis juru bicara BlackBerry.
Jika sebelumnya smartphone Android BlackBerry dikabarkan Reuters akan dirilis pada akhir 2015, maka rumor terbaru menyebutnya bakal dirilis lebih cepat dari perkiraan.
Situs N4BB mengatakan bahwa perangkat Android BlackBerry dengan nama sandi "Prague" bakal dirilis pada bulan Agustus mendatang. Smartphone tersebut ditujukan bagi kelas low-end dengan spesifikasi rendah.
"Prague akan menkadi smartphone (Android) low-end BlackBerry dengan bentuk menyerupai Z3," demikian tulis N4BB seperti dikutip KompasTekno, Jumat (19/6/2015).
Selain itu, N4BB juga menyebut varian Android BlackBerry lain dengan nama sandi "Venice" yang kabarnya bakal diluncurkan pada November mendatang.
Berbeda dari Prague, Venice lebih ditujukan untuk kelas menengah dengan spesifikasi layar lengkung 5,4 inci resolusi Quad HD, dan prosesor enam core Snapdragon 808.
Ponsel BlackBerry saat ini menjalankan runtime Android 4.3 yang memungkinkan penggunanya menjalankan aplikasi robot hijau itu di atas sistem operasi BlackBerry 10. Namun hal tersebut membatasi penggunanya dari akses toko aplikasi Google Play Store, sehingga dukungan aplikasi yang dipasang hanya sedikit.
Baik pihak BlackBerry maupun Google masih bungkam ihwal rumor BlackBerry menggunakan platform Android ini.
"Kami tidak berkomentar terhadap rumor dan spekulasi, tetapi kami akan tetap berkomitmen kepada sistem operasi BlackBerry 10, menghadirkan keuntungan keamanan dan produktivitas yang tidak tertandingi," tulis juru bicara BlackBerry.
Nov 15, 2014
BBM Berpesan Rahasia Sudah Bisa Diunduh
Kompas.com - BlackBerry memperbarui aplikasi chat BlackBerry Messenger untuk semua platform (BlackBerry, Android, dan iOS), Sabtu (1/11/2014).
BBM versi terbaru ini menyertakan fitur "pesan privat" di mana pesan yang terkirim bisa diatur agar segera menghilang setelah batas waktu tertentu.
BlackBerry mengatakan bahwa kedua fitur baru tersebut ditujukan untuk meningkatkan privasi pengguna BBM.
"Permintaan akan fitur baru ini banyak sekali jadi kami senang bisa memberikannya untuk pengguna hari ini," kata President Global Enterprise Sevices BlackBerry John Sims.
Fitur baru bernama "Timed Message" ini nantinya bisa diakses lewat sebuah icon timer di dalam aplikasi BBM. Di sini, pengguna bisa memilih rentang waktu antara 1 hingga 15 detik untuk mengatur "masa berlaku" dari sebuah pesan.
Begitu pesan dalam bentuk teks atau foto terkirim dan dibuka, si penerima hanya akan bisa melihat pesan selama waktu yang ditentukan tersebut sebelum pesan terhapus secara otomatis.
Ada pula fitur lain bernama "Message Retraction" untuk menarik kembali pesan yang sudah dikirim. Pengguna cukup menyentuh tampilan chat bubble yang ingin ditarik kembali selama beberapa saat untuk menghapusnya.
Aplikasi BBM dengan fitur pesan rahasia ini sudah bisa diunduh di toko aplikasi Google Play Store, Apple App Store, Windows Store, dan tentu saja BlackBerry App World.
BBM versi terbaru ini menyertakan fitur "pesan privat" di mana pesan yang terkirim bisa diatur agar segera menghilang setelah batas waktu tertentu.
BlackBerry mengatakan bahwa kedua fitur baru tersebut ditujukan untuk meningkatkan privasi pengguna BBM.
"Permintaan akan fitur baru ini banyak sekali jadi kami senang bisa memberikannya untuk pengguna hari ini," kata President Global Enterprise Sevices BlackBerry John Sims.
Fitur baru bernama "Timed Message" ini nantinya bisa diakses lewat sebuah icon timer di dalam aplikasi BBM. Di sini, pengguna bisa memilih rentang waktu antara 1 hingga 15 detik untuk mengatur "masa berlaku" dari sebuah pesan.
Begitu pesan dalam bentuk teks atau foto terkirim dan dibuka, si penerima hanya akan bisa melihat pesan selama waktu yang ditentukan tersebut sebelum pesan terhapus secara otomatis.
Ada pula fitur lain bernama "Message Retraction" untuk menarik kembali pesan yang sudah dikirim. Pengguna cukup menyentuh tampilan chat bubble yang ingin ditarik kembali selama beberapa saat untuk menghapusnya.
Aplikasi BBM dengan fitur pesan rahasia ini sudah bisa diunduh di toko aplikasi Google Play Store, Apple App Store, Windows Store, dan tentu saja BlackBerry App World.
Oct 20, 2014
Feb 23, 2014
BBM Hadir Juga di Android Gingerbread
Kompas.com - Sesuai janjinya akhir Januari lalu, hari Rabu (19/2/2014) ini, BlackBerry meluncurkan aplikasi pesan instan BlackBerry Messenger untuk sistem operasi Android lawas "Gingerbread".
BBM untuk Android sudah bisa diunduh di toko aplikasi Google Play Store. Bisa pula diperoleh dengan mengakses situs www.BBM.com dari ponsel Android yang bersangkutan.
BBM bisa dijalankan pada OS Android "Gingerbread" mulai versi 2.3.3 ke atas.
Sebelumnya, aplikasi BBM hanya bisa dijalankan pada smartphone yang dilengkapi OS Android "Ice Cream Sandwich" (versi 4.0) ke atas. Kini, para pemilik perangkat "Gingerbread" bisa ikut nimbrung dalam percakapan di aplikasi chatting populer itu.
OS Android Gingerbread sendiri hingga kini memang masih banyak digunakan, meski sudah berumur tiga tahun sejak diluncurkan pada Februari 2011.
"Dengan senang hati, kami menyambut banyak pengguna baru ke komunitas BBM, lewat 21 persen basis pengguna Android di seluruh dunia yang menjalankan Gingerbread," ujar kepala produk dan pemasaran BBM, Jeff Gadway, dalam sebuah posting di blog BlackBerry.
Dengan kata lain, Jumlah gadget berbasis "Roti Jahe" yang beredar hingga kini mencapai seperlima dari total populasi perangkat Android. Angka tersebut bahkan masih lebih besar dibandingkan Android "Ice Cream Sandwich" yang lebih baru dari Gingerbread.
BBM untuk Android sudah bisa diunduh di toko aplikasi Google Play Store. Bisa pula diperoleh dengan mengakses situs www.BBM.com dari ponsel Android yang bersangkutan.
BBM bisa dijalankan pada OS Android "Gingerbread" mulai versi 2.3.3 ke atas.
Sebelumnya, aplikasi BBM hanya bisa dijalankan pada smartphone yang dilengkapi OS Android "Ice Cream Sandwich" (versi 4.0) ke atas. Kini, para pemilik perangkat "Gingerbread" bisa ikut nimbrung dalam percakapan di aplikasi chatting populer itu.
OS Android Gingerbread sendiri hingga kini memang masih banyak digunakan, meski sudah berumur tiga tahun sejak diluncurkan pada Februari 2011.
"Dengan senang hati, kami menyambut banyak pengguna baru ke komunitas BBM, lewat 21 persen basis pengguna Android di seluruh dunia yang menjalankan Gingerbread," ujar kepala produk dan pemasaran BBM, Jeff Gadway, dalam sebuah posting di blog BlackBerry.
Dengan kata lain, Jumlah gadget berbasis "Roti Jahe" yang beredar hingga kini mencapai seperlima dari total populasi perangkat Android. Angka tersebut bahkan masih lebih besar dibandingkan Android "Ice Cream Sandwich" yang lebih baru dari Gingerbread.
Jan 27, 2014
Pentagon Bantah Beli 80.000 BlackBerry Baru
Kompas.com - Beberapa hari lalu, tersiar berita yang menyatakan bahwa Departemen Pertahanan Amerika Serikat akan segera menjalankan sistem manajemen baru berbasiskan mobile, termasuk smartphone dan tablet.
Untuk mendukung sistem tersebut, pihak Pentagon telah menyiapkan sekitar 100.000 perangkat mobile, dengan 80.000 di antaranya adalah produk buatan BlackBerry.
Para pengamat dan media asing pada awalnya berasumsi bahwa pihak Departemen Pertahanan AS membeli 80.000 ponsel baru dari pihak BlackBerry.
Pertanyaannya, apakah Pentagon benar-benar membeli perangkat BlackBerry sebanyak itu? Ternyata, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (24/1/2014), jawabannya adalah tidak.
Menurut pengakuan pihak Departemen Keamanan, perangkat BlackBerry tersebut ternyata sudah dimiliki sejak lama. Hingga saat ini, Pentagon belum memutuskan untuk membeli perangkat baru.
"Sama sekali tidak ada pesanan untuk perangkat BlackBerry baru. Dalam siaran pers sebelumnya, tidak disebutkan ada perangkat (BlackBerry) yang dibeli. Sekitar 80.000 BlackBerry dan 1.800 perangkat non-BlackBerry yang disebutkan sebelumnya merupakan perangkat warisan di dalam inventoris Departemen Keamanan," ungkap pihak Pentagon.
Asumsi yang salah itu sebenarnya sempat membuat saham milik perusahaan asal Kanada tersebut melambung. Di awal minggu, saham mereka dijual dengan harga 9 dollar AS per lembarnya.
Berkat ada asumsi tersebut, harganya mulai melambung ke level 11 dollar AS. Namun, menurut pengamatan KompasTekno, harga saham BlackBerry mulai menunjukkan level penurunan ke angka 10,2 dollar AS per Jumat (24/1/2014).
Untuk mendukung sistem tersebut, pihak Pentagon telah menyiapkan sekitar 100.000 perangkat mobile, dengan 80.000 di antaranya adalah produk buatan BlackBerry.
Para pengamat dan media asing pada awalnya berasumsi bahwa pihak Departemen Pertahanan AS membeli 80.000 ponsel baru dari pihak BlackBerry.
Pertanyaannya, apakah Pentagon benar-benar membeli perangkat BlackBerry sebanyak itu? Ternyata, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (24/1/2014), jawabannya adalah tidak.
Menurut pengakuan pihak Departemen Keamanan, perangkat BlackBerry tersebut ternyata sudah dimiliki sejak lama. Hingga saat ini, Pentagon belum memutuskan untuk membeli perangkat baru.
"Sama sekali tidak ada pesanan untuk perangkat BlackBerry baru. Dalam siaran pers sebelumnya, tidak disebutkan ada perangkat (BlackBerry) yang dibeli. Sekitar 80.000 BlackBerry dan 1.800 perangkat non-BlackBerry yang disebutkan sebelumnya merupakan perangkat warisan di dalam inventoris Departemen Keamanan," ungkap pihak Pentagon.
Asumsi yang salah itu sebenarnya sempat membuat saham milik perusahaan asal Kanada tersebut melambung. Di awal minggu, saham mereka dijual dengan harga 9 dollar AS per lembarnya.
Berkat ada asumsi tersebut, harganya mulai melambung ke level 11 dollar AS. Namun, menurut pengamatan KompasTekno, harga saham BlackBerry mulai menunjukkan level penurunan ke angka 10,2 dollar AS per Jumat (24/1/2014).
Jul 3, 2013
End may be near for BlackBerry
Cnn.com - "It is not the end / of the road for BlackBerry / but it may be close," wrote BGC analyst Colin Gilllis in a haiku to investors.
BlackBerry (BBRY) continues to struggle to sell phones. The former smartphone giant said Friday it shipped just 2.7 million BlackBerry 10 devices in its fiscal first quarter, and the company reported a surprise loss. Shares promptly lost nearly 30% of their value.
If the next few quarters echo this one, BlackBerry's dreams of once again becoming relevant in a market it once dominated will be destroyed. Over the past several years, BlackBerry's smartphone platform market share has been surpassed by Apple (AAPL, Fortune 500), Google (GOOG, Fortune 500) and even Microsoft (MSFT, Fortune 500).
"The [stock] drop of 30% after that report shows how desperate the situation has become," said Brian Sozzi, CEO and chief equities strategist at Belus Capital Advisors. "The market is telling you there is something fundamentally wrong with the company and you need a major fix."
Sozzi thinks that move should be a sale of BlackBerry, or at least some of its assets.
Despite its struggles in hardware, BlackBerry does possess other valuable resources that could make it attractive to potential buyers.
BlackBerry owns a trove of lucrative patents, which is a huge advantage in the competitive -- and litigious -- smartphone field. The company's several enterprise software solutions, including a newly announced security platform for iOS and Android, could be another strong source of revenue. And BlackBerry's reputation endures as a company that specializes in that strong mobile security.
It also has an impressive $3.1 billion in cash on hand.
That portfolio could be attractive to a big rival like Microsoft, Apple or Samsung.
"We believe BlackBerry's biggest assets remain in its patents and its cash," wrote Kevin Smithen, an analysts at Macquarie Capital, in a research note on Friday. "We think the likely end game for BlackBerry is a break-up for liquidation at a lower price."
BlackBerry declined to comment for this story, though CEO Thorsten Heins has repeatedly said that the company is constantly considering all of its strategic options -- even as it continues to pin hopes on its current strategy of wooing back customers with its improved smartphone lineup.
Yet some believe the end isn't quite as near as you'd think for BlackBerry.
The company as it stands now isn't a great fit for any one suitor, says Gartner analyst Carolina Milanesi. That could complicate a potential sale.
"I don't think owning the brand, or even owning the whole company, is something anyone would consider," said Milanesi. "I can see them picking and choosing. The BlackBerry brand itself isn't compelling at this point."
Even if BlackBerry tried and failed to find a buyer -- or refused to consider that option -- and the downward spiral continued, the company wouldn't disappear overnight. BlackBerry will certainly tap into its big cash hoard to continue marketing BlackBerry 10 devices.
"No matter what they do, the wrong move won't kill you overnight, and the right move won't save you overnight," Milanesi said. "It's going to be a long, drawn-out process."
BlackBerry (BBRY) continues to struggle to sell phones. The former smartphone giant said Friday it shipped just 2.7 million BlackBerry 10 devices in its fiscal first quarter, and the company reported a surprise loss. Shares promptly lost nearly 30% of their value.
If the next few quarters echo this one, BlackBerry's dreams of once again becoming relevant in a market it once dominated will be destroyed. Over the past several years, BlackBerry's smartphone platform market share has been surpassed by Apple (AAPL, Fortune 500), Google (GOOG, Fortune 500) and even Microsoft (MSFT, Fortune 500).
"The [stock] drop of 30% after that report shows how desperate the situation has become," said Brian Sozzi, CEO and chief equities strategist at Belus Capital Advisors. "The market is telling you there is something fundamentally wrong with the company and you need a major fix."
Sozzi thinks that move should be a sale of BlackBerry, or at least some of its assets.
Despite its struggles in hardware, BlackBerry does possess other valuable resources that could make it attractive to potential buyers.
BlackBerry owns a trove of lucrative patents, which is a huge advantage in the competitive -- and litigious -- smartphone field. The company's several enterprise software solutions, including a newly announced security platform for iOS and Android, could be another strong source of revenue. And BlackBerry's reputation endures as a company that specializes in that strong mobile security.
It also has an impressive $3.1 billion in cash on hand.
That portfolio could be attractive to a big rival like Microsoft, Apple or Samsung.
"We believe BlackBerry's biggest assets remain in its patents and its cash," wrote Kevin Smithen, an analysts at Macquarie Capital, in a research note on Friday. "We think the likely end game for BlackBerry is a break-up for liquidation at a lower price."
BlackBerry declined to comment for this story, though CEO Thorsten Heins has repeatedly said that the company is constantly considering all of its strategic options -- even as it continues to pin hopes on its current strategy of wooing back customers with its improved smartphone lineup.
Yet some believe the end isn't quite as near as you'd think for BlackBerry.
The company as it stands now isn't a great fit for any one suitor, says Gartner analyst Carolina Milanesi. That could complicate a potential sale.
"I don't think owning the brand, or even owning the whole company, is something anyone would consider," said Milanesi. "I can see them picking and choosing. The BlackBerry brand itself isn't compelling at this point."
Even if BlackBerry tried and failed to find a buyer -- or refused to consider that option -- and the downward spiral continued, the company wouldn't disappear overnight. BlackBerry will certainly tap into its big cash hoard to continue marketing BlackBerry 10 devices.
"No matter what they do, the wrong move won't kill you overnight, and the right move won't save you overnight," Milanesi said. "It's going to be a long, drawn-out process."
May 16, 2013
BlackBerry "Lepas" BBM ke Android dan iPhone
Kompas.com - Sebuah "kejutan" disampaikan BlackBerry dalam BlackBerry Live 2013 di Orlando, AS, pada Selasa (14/5/2013). Layanan "jagoan" mereka, BlackBerry Messenger (BBM), akan tersedia untuk Android dan iOS.
CEO BlackBerry, Thorsten Heins, mengatakan, BBM untuk platform lain akan tersedia pertengahan tahun ini untuk perangkat iPhone (iOS 6 ke atas) dan Android (Ice Cream Sandwich).
"Ini merupakan pernyataan percaya diri kami bahwa platform BlackBerry 10 sudah cukup bagus sehingga BBM bisa disebarkan ke sistem lain," ujar Heins.
Pada awalnya, BBM di Android dan iOS akan memliki fitur standar seperti pengiriman pesan dan Group. Namun, Heins berjanji fitur yang lebih lanjut juga akan hadir. Hal itu termasuk, ujarnya, BBM Video, Voice, dan Screen Share.
Rumor akan hadirnya BBM di platform lain, terutama Android, memang sudah terdengar sejak 2012. Akhirnya, di gelaran BlackBerry Live 2013, hal ini diresmikan.
"Kami membuat platform BBM lebih kuat dari sebelumnya," ujar Heins.
Di acara yang sama, BlackBerry juga mengumumkan fitur baru BBM Channel yang sedang dalam tahap Beta (uji coba).
Fitur BBM Channel akan memungkinkan terbentuknya komunitas berbasis BBM. Nantinya BBM Channel akan dimanfaatkan brand atau selebriti.
CEO BlackBerry, Thorsten Heins, mengatakan, BBM untuk platform lain akan tersedia pertengahan tahun ini untuk perangkat iPhone (iOS 6 ke atas) dan Android (Ice Cream Sandwich).
"Ini merupakan pernyataan percaya diri kami bahwa platform BlackBerry 10 sudah cukup bagus sehingga BBM bisa disebarkan ke sistem lain," ujar Heins.
Pada awalnya, BBM di Android dan iOS akan memliki fitur standar seperti pengiriman pesan dan Group. Namun, Heins berjanji fitur yang lebih lanjut juga akan hadir. Hal itu termasuk, ujarnya, BBM Video, Voice, dan Screen Share.
Rumor akan hadirnya BBM di platform lain, terutama Android, memang sudah terdengar sejak 2012. Akhirnya, di gelaran BlackBerry Live 2013, hal ini diresmikan.
"Kami membuat platform BBM lebih kuat dari sebelumnya," ujar Heins.
Di acara yang sama, BlackBerry juga mengumumkan fitur baru BBM Channel yang sedang dalam tahap Beta (uji coba).
Fitur BBM Channel akan memungkinkan terbentuknya komunitas berbasis BBM. Nantinya BBM Channel akan dimanfaatkan brand atau selebriti.
Mar 14, 2010
Pembeli BlackBerry Diiming-imingi Hadiah Rp 1 Miliar
Caranya mudah, cukup daftarkan nomor PIN dan IMEI ke dalam situs resmi www.blackberry.com/id/billionaire, atau masuk ke dalam mobile site di m.blackberry.com/billionaire. Kompetisi "Jadilah Miliarder BlackBerry" ini berlangsung sejak 1 Maret hingga 10 April 2010. Pemenangnya sendiri akan diumumkan pada 5 Mei 2010, sekaligus berhak mendapatkan hadiah uang tunai Rp 1 muiliar (belum dipotong pajak).
Untuk mendukung program "Jadilah Miliarder BlackBerry" ini, konvoi mobil Mercedes yang telah di-branding Jadilah Miliarder BlackBerry akan berkunjung Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lewat Yogyakarta. Selama kunjungan tersebut, pelanggan juga bisa mendapatkan berbagai hadiah gratis, seperti jaket, screen wipe, dan sarung ponsel dengan menunjukkan bukti pembelian di booth yang ada di beberapa mall.
Jan 31, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)