Dec 18, 2014

PS4 Edisi Spesial, Beli Harga Normal Dijual Rp 248 Juta

Kompas.com - Stok konsol game PlayStation 4 edisi "20th Anniversary Edition" sudah ludes terjual. Para peminat pun mulai mencari produk edisi terbatas tersebut ke situs lelang eBay.

Di situs eBay, seperti KompasTekno kutip dari Cnet, Rabu (10/12/2014), harga PlayStation 4 yang dibalut dalam warna abu-abu ini melambung sangat tinggi.

Orang pertama yang memasukkan perangkat tersebut ke eBay berhasil menjualnya dengan harga 20.100 dollar AS atau sekitar Rp 248 juta.  Sementara, penjual kedua berhasil menjual PlayStation 4 tersebut dengan harga 15.100 dollar AS.

Harga jual tersebut jauh lebih tinggi dari harga yang ditetapkan oleh Sony. Para penjual yang beruntung ini tentu saja membeli PS4 edisi spesial tersebut dengan harga normal.

Sony menjual konsol "new-gen" tersebut dengan harga 500 dollar AS (sekitar Rp 6 juta). Harga tersebut 100 dollar AS lebih tinggi dibandingkan PlayStation 4 edisi reguler.

Pada 3 Desember 2014, konsol game Playstation memasuki usianya yang ke-20. Untuk merayakannya, perusahaan elektronik raksasa asal Jepang ini merilis konsol PlayStation 4 edisi terbatas yang dilabur paduan warna abu-abu seperti konsol PlayStation generasi pertama, lengkap dengan logo PS orginial yang berwarna-warni.

PlayStation 4 edisi "20th Anniversary Edition" itu hanya tersedia sebanyak 12.300 unit saja. Produk ini hanya dijual di pasar Jepang, AS, Kanada, dan Eropa.

'Terminator 5: Genisys' Arnold Schwarzenegger Is Back As T-800

7 Langkah Mewujudkan Mimpi Besar

Kompas.com - Banyak orang punya mimpi besar. Tapi tidak semua orang bisa mulai besar.
Karena mereka tidak bisa memulai besar, banyak orang yang akhirnya malah sibuk menunggu moment ideal untuk membangun profesi impiannya, mimpi profesi yang katanya “Gue Banget”.

Contoh, punya passion di bidang makanan, profesi impiannya adalah bikin restoran. Tapi karena tidak ada modalnya, akhirnya hanya duduk cantik dan menunggu. Punya passion di bidang perfilman. Tapi tidak punya peralatan maut bin dahsyat, akhirnya hanya duduk memandang langit diiringi soundtrack sendu sinetron.

Waktu kita membangun profesi yang ‘Gue Banget’, kita condong berharap memulai secara ideal. Modal ideal, karyawan ideal, peralatan ideal, skala bisnis ideal. Padahal, pssssttt, justru inilah yang menghambat kita beralih dari profesi lama, ke profesi yang sebenarnya kita inginkan. Kelamaan nunggu ‘kondisi ideal’ yang entah kapan datangnya!

Sebagai Passionpreneurs, kita adalah orang- orang yang menciptakan peluang. Kita tidak membuang waktu dengan kebanyakan menunggu, dan kita tidak mengatakan “Tidak bisa”, tapi harusnya selalu bertanya, “Gimana caranya supaya bisa?”

Saya punya 7 langkah untuk Anda, untuk memulai transisi Anda menuju profesi mimpi besar Anda, dengan memulainya dari apapun yang ada saat ini!

1. Kenali mimpi besar Anda dan posisi saat Anda ini.
Banyak orang yang tahu apa yang dia nggak mau, tapi nggak semua orang tahu apa yang sebenarnya dia mau! Tahu yang Anda nggak mau itu nggak cukup. Anda harus tahu tujuan dan profesi impian besar Anda sebenarnya, dan bagaimana perbandingan posisi Anda sekarang dengan profesi itu, apakah sudah pas? Bagaimana supaya pas?

2. Bermain dalam skala di bidang yang sama.
Apa kesamaan si mbok di rumah, dengan “5aSec”? Keduanya adalah “tukang cuci”. Apa kesamaan nasi padang kompleks sama restoran padang “Sederhana”? Keduanya jual ayam kalio. Yang membedakan? Skala. Belum bisa main di skala besar? Mainlah dulu di skala kecilnya, dan tekuni. Tanyakan pada diri Anda, “Apa saja versi skala yang lebih kecilnya dari profesi impian saya ini?”

3. Breakdown perjalanan Anda dalam target- target.
Mimpi besar kadang bikin takut atau bikin kita berhenti berjalan. Karena itu, supaya kita lebih berani maju dan bisa mencatat progress perjalanan, pecahkan perjalanan membangun profesi Anda dalam target- target pendek. Bayangkan level- level skala dalam profesi itu sebagai target atau anak tangga, dan mulai dari yang bisa Anda lakukan sekarang, bukan besok apalagi lusa.

4. Budgeting waktu dan tenaga.
Tidak ada hal indah yang bisa didapatkan tanpa usaha. Makin berkualitas hasilnya, makin besar usaha yang dibutuhkan. Sebagai Passionpreneur yang lagi membangun profesi yang ‘Gue Banget’, kita memang butuh effort ekstra! Berikan waktu dan tenaga untuk membangun jalan Passion Anda, atau kalau dalam istilah saya, jalan ‘Profesi Masa Depan’ Anda nantinya.

5. Budgeting dana.
Hitung dan budgetkan sebagian dana dan aliran income yang Anda dapat dari profesi saat ini ke dalam pengembangan profesi Passion Anda. Tidak usah terlalu besar, awalnya 10 persen- 20 persen per bulan sudah cukup kok. Yang penting ada aliran dana yang bisa Anda budgetkan.

6. Berdiri di dua dunia.
Pssssttt, nggak usah terburu- buru langsung resign dan buru- buru memecat bos Anda. Kecuali Anda punya tabungan dan modal besar, bos Anda sebenarnya adalah sumber dana dan jaringan untuk membangun profesi impian Anda! Pakai sebagian income dari pekerjaan Anda untuk membangun profesi impian Anda, dan menjaga dapur Anda tetap ngebul dalam prosesnya! Jadinya secara tidak langsung, bos Anda yang bayarin biaya buat Anda resign kan?

7. Terus berjalan dan menjejak tangga.
Hal yang paling penting dalam mengembangkan profesi yang ‘Gue Banget’ dan membawa Anda pada kesuksesan (sukses buat saya adalah Kaya, Bermakna, Bahagia), adalah konsistensi. Jadi teruslah melangkah dari anak tangga paling bawah dari target- target Anda, dan jangan pernah berhenti hingga Anda tiba di anak tangga teratas!

Dengan 7 langkah sederhana ini, semoga kita bisa sama- sama melewati tahap transisi dari profesi lama yang ‘nggak gue banget’ ke profesi impian Anda yang ‘gue banget’!

Mimpi itu harus besar, tapi aksi menuju mimpi bisa dirampingkan agar bisa dimulai saat ini juga.
Memandanglah tinggi ke bintang, tapi dengan kaki menjejak bumi.

Menikmati Sepincuk Botok Tawon di Banyuwangi

Kompas.com - Tawon atau lebah biasanya dinikmati madu nya. Namun di tangan Bu Misnah, warga Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, rumah atau sarang tawon diolah menjadi masakan yang lezat dan gurih. "Kalau orang sini nyebutnya botok. Tapi ada juga yang menyebutnya pepes," kata Bu Misnah kepada Kompas.com, di Banyuwangi, Kamis (11/12/2014).

Di warungnya yang sederhana, sedikitnya setiap hari Bu Misnah memasak 10 kilogram sarang tawon yang dibeli dari pedagang yang mengantarnya langsung ke tempatnya. "Sudah ada langganan khusus yang tiap hari ngantar rumah tawon ke sini dari wilayah Banyuwangi Selatan," jelasnya.

Awalnya, Bu Misnah akan memotong-motong lempengan rumah tawon menjadi ukuran yang lebih kecil lalu dimasukkan dalam pincukan daun pisang. "Larva tawon yang masih putih seperti ini dibiarkan saja dan dipincuk pakai daun pisang. Bumbunya lombok, gula merah, asam, tomat dan bawang merah. Setelah itu dikukus. Kalau daunya sudah layu berarti sudah matang," ujarnya.

Untuk menjaga rasa, Bu Misnah tetap menggunakan kayu untuk memasak botok tawonnya. Ia mengaku mendapatkan resep dari ayahnya yang sudah berjualan sejak tahun 1981. "Kami tetap menjaga kualitas. Ndak pakai bumbu yang macem-macem kok. Alhamdulilah pelanggannya banyak," katanya.

Jika ada yang memesan, biasanya Bu Misnah akan meletakkan botok tawon di piring yang berbeda. "Pelanggan biasanya pesan nasi pecel dan botok tawon ini sebagai lauknya," jelasnya.

Untuk menikmatinya, pembeli hanya cukup menyediakan uang minimal Rp 10.000. "Rasanya gurih dan enak. Setiap lewat sini pasti saya sempatkan mampir ke warung sini," kata Sumarsono, warga Kecamatan Giri, salah satu pelanggan warung Bu Misnah.

Dia percaya dengan mengonsumsi botok tawon bisa meningkatkan stamina. "Cocok buat mereka yang kerja di lapangan," tambahnya.

Jika melewati jalan raya Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Rogojampi, Anda harus menyempatkan diri untuk singgah menikmati kuliner dengan bahan sarang tawon ini. Tidak perlu khawatir kehabisan, karena Bu Misnah terus memproduksi botok tawon di dapur yang menyatu dengan warungnya. "Kalau habis langsung buat soalnya botok tawon ini enak dimakan pas panas," pungkasnya.