Oct 29, 2010

Durian Termahal Di Dunia Dari Kotoran Gajah

Surya.co.id - Ini kedengarannya menjijikan: durian termahal dan mungkin terenak di dunia datang dari kotoran Gajah. Hah?

Ini makanan kedua yang datang dari ‘kotoran hewan.

Yang pertama, tentu saja Kopi Luwak — yang dinobatkan sebagai kopi termahal di dunia. Proses mendapatkan ‘Durian Gajah’ itu juga mirip.

Jika penduduk asli Sumatera mencari biji kopi yang belum tercerna di kotoran Luwak, masyarakat Jakun di hutan-hutan Malaysia akan mengikuti gajah yang baru menelan banyak durian.

Mereka mengambil risiko mengikuti binatang mamalia ini setidaknya selama empat jam — durasi yang dibutuhkan hewan itu untuk mencerna durian — sebelum buah yang tak tercerna keluar bersama kotoran.

Adalah penasehat Malaysia Nature Society cabang Johor, Vincent Chow yang mendengar keberadaan durian unik ini dari temannya seorang taipan kayu dan penduduk asli hutan ‘Orang Asli’.

Kata dia, konglomerat kayu ini selalu mengajukan pesanan pada Orang Asli selama musim durian.

Karena stoknya yang langka, sang taipan mau merogoh kocek agak dalam — membayar RM1.000 atau Rp2,8 juta demi memuaskan hasrat makannya itu.

“Tentu saja Orang Asli mau mengikuti jejak para gajah karena mereka tahu akan dibayar mahal,” kata Chor, seperti dimuat situs New Straits Times, Jumat 22 Oktober 2010.

Jangan bayangkan kotoran kerbau atau kambing yang baunya minta ampun.

“Menurut warga setempat, bau kotoran gajah seperti teh, tidak menyengat seperti herbivora lainnya.”

Durian yang belum tercerna itu diklaim tak mengandung kotoran dan bakteri.

Bahkan, sang taipan mengklaim durian semacam itu akan jadi afrodisiak alias makanan pembangkit gairah seksual — setelah melewati proses pencernaan gajah.

Meski tak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim itu, permintaan ‘Durian Gajah’ makin tinggi dan harganya terus meningkat.

Time Traveller Caught on 1928 Charlie Chaplin Film

Oct 27, 2010

Nasi Jinggo dengan Jaminan

Kompas.com - Jika Yogyakarta punya nasi kucing, Pulau Bali juga punya nasi jinggo yang terkenal bahkan hingga ke Bandung, Jawa Barat. Bedanya, nasi jinggo tidak menggunakan menu ikan, tetapi sama-sama enaknya disantap dan menjadi ikon pariwisata.

Nasi jinggo ini buatan Nyoman Ardana (50) dan istrinya, Wayan Indrawati (39), di mana sekepal nasi dibungkus daun pisang, diberi lauk mi goreng, serundeng, potongan tempe, potongan ayam pedas manis, dan sambal.

Nah, sambal ini yang terus dipertahankan meski harga cabai melambung, seperti pada bulan Juli lalu, sebab pelanggan tak menghendaki rasa pedasnya yang pas itu berubah. Gara-gara sambal pula rata-rata pelanggan makan minimal dua bungkus.

”Tiyang (saya) menjaga rasa pelanggan karena ini taruhannya. Mereka (pelanggan) yang menghidupi kami setiap hari. Jadi, seberapa pun mahalnya harga cabai dan bahan-bahan lainnya, tiyang tidak menjadikannya kendala untuk mengurangi porsi dan rasanya. Semuanya bisa disiasati tanpa harus merugi,” kata Ardana.

Tak hanya menjaga rasa, suami-istri ini pun menjaga kebersihan dapurnya. Menengok dapurnya di Gang Mertajaya, Jalan Gunung Agung, Denpasar, mulai panci atau wajan penggorengan, alat-alat lainnya, hingga lantainya bersih. Menurut mereka, kebersihan salah satu kunci keberhasilan dan kepercayaan pelanggan.

Alasannya, terkadang pelanggan datang melihat dapur pembuatannya. Jika kotor, pelanggan otomatis tak nyaman lagi menyantap nasi jinggonya. Mereka dibantu beberapa karyawan yang mulai memasak sejak pagi dan membungkus siang hari menjelang sore. Meski dibungkus pada siang hari, seluruh nasi tidak basi disantap pada malam harinya hingga esok hari. Nasi ini yang dikirim dengan pesawat masih bisa disantap oleh para pelanggan di Bandung.

Rahasianya, harus menggunakan bahan berkualitas nomor satu dalam memanjakan lidah pelanggannya hingga cara memasaknya. Bumbu-bumbunya berkualitas, termasuk daun pisang pembungkusnya pun tak sembarangan. Semuanya dipesan khusus. Uniknya, bungkusan nasi jinggo mirip topi.

Berawal dari coba-coba menjual puluhan nasi bungkus, sekitar 20 tahun lalu dengan harga Rp 50 per bungkus, kini mereka mengantongi pendapatannya bisa lebih dari Rp 10 juta per bulan dengan pesanan yang tidak hanya di Bali, tetapi sampai ke Bandung. Jika di Bali harga nasi jinggo per bungkus dijual pedagang mulai Rp 2.000 sampai Rp 4.000, di Bandung bisa dijual mulai dari Rp 5.000 per bungkus. Ardana mengaku hanya mengambil Rp 2.000 untuk satu bungkusnya, berapa pun harga yang dijual pedagang.

Nama jinggo yang kini melekat dengan nasi bungkus masakan Ardana dan istrinya ini justru berasal dari masyarakat karena mereka tidak pernah melabeli nasinya. ”Katanya, masyarakat yang pernah tiyang tanya, nasi bungkusnya ini paling murah zaman itu dan enak. Porsinya yang pas sekepalan tangan ini membuat orang pingin nambah-nambah terus. Rata-rata pembeli menyantap minimal dua bungkus,” ujar Ardana.

Ardana dan keluarga tak terbayang, nasi jinggo bakal terkenal dan menjadi ikon pariwisata Pulau Dewata. Banyak kaus oleh-oleh Bali pun menyablon gambar nasi jinggo.

Menjelang malam, Ardana dengan sepeda motor mengedarkan sendiri sejumlah keranjang berisi 500 bungkus per keranjang ini kepada pedagang. Keuntungan yang diraupnya setiap malam minimal berasal dari 2.000 bungkus yang dititipkan di beberapa pedagang kaki lima untuk para pelanggan setia.

Pedagang kaki lima ini khusus berjualan nasi jinggo yang biasanya dipadu dengan keripik kulit ayam, usus ayam goreng, atau kerupuk. Hanya saja, peredaran nasi jinggo milik Ardana di Bali masih sekitar Denpasar. Mendapatkan nasi jinggo bersemat merah muda, pembaca bisa mencari di Jalan Gajah Mada dan Jalan Setiabudi.

Memasuki tengah malam setiap harinya, ratusan nasi jinggo Ardana biasanya sudah ludes. Jika malam minggu tiba, ia bisa membungkus hingga lebih dari 3.000 bungkus. Bapak tiga anak ini pun bisa mengirim kembali menjelang tengah malam. ”Maklum, banyak anak muda yang nongkrong sampai pagi kalau liburan,” ujarnya.

Hobi makan

Ardana mengaku, pada mulanya dia meminjam modal awal dari orangtuanya. Maklum, ia belum punya pekerjaan tetap untuk menghidupi keluarga. Pilihan pada bisnis makanan ini pun karena suami-istri ini punya hobi makan.

Sekarang ia lega, pilihannya meminjam uang dan memilih bisnis makanan tidak salah. Pendapatannya cukup untuk membeli rumah dan mobil. Kesuksesannya mengelola nasi jinggo pun mengantarkan anaknya bisa kuliah.

Karena sangat menghargai pelanggan, mereka menolak pesanan dadakan. Jika ingin pesan, mereka meminta untuk datang beberapa hari sebelumnya. ”Kami tidak mau mengecewakan pelanggan tetap setiap malam yang mencari nasi jinggo ini dengan memberikan kepada pemesan dadakan. Bungkusan 2.000 nasi ini tidak bisa dikurangi demi satu pelanggan mendadak ini. Kami tidak takut rugi meski pelanggan mendadak ini berani membayar mahal,” ujar Ardana.

Beberapa tahun terakhir, nasi jinggo makin populer di kalangan wisatawan mancanegara ataupun lokal. Katanya, tidak lengkap ke Bali jika belum menyempatkan diri untuk menyantap nasi jinggo. Sayangnya, nasi jinggo yang asli pertama buatan Ardana pun semakin banyak tiruannya dengan lauk dan rasa yang berbeda.

Biar calon pelanggan tidak salah membeli nasi jinggo asli dan palsu saat di Bali, cermati saja sematnya (lidi atau bambu pengunci daun) yang ada dipembungkus nasi jinggo. Jika ada semat berwarna merah, itu adalah nasi jinggo asli buatan Ardana. Sementara nasi jinggo yang mulai dijual di berbagai pinggiran jalan Pulau Dewata bersemat tanpa warna merah dan ini palsu.

”Maklum, ini bisnis makanan. Jika kita tidak mempertahankan selera pelanggan, berubah rasa sedikit saja, mereka pergi dari kita. Apalagi, persaingan mulai ketat. Jadi, kami mempertahankan apa yang sudah ada dari awal hingga sekarang,” katanya.

Oct 24, 2010

Dibayar Rp 18 Juta, Mahasiswi Bintangi Film Porno

Detik.com - Di samping sibuk dengan materi kuliahnya di kampus, mahasiswi yang satu ini ternyata memiliki profesi sampingan yang nyleneh. Dia menjadi seorang bintang film porno di internet dengan bayaran USD 2000 atau sekitar Rp 18 juta.

Elizabeth Hawkenson -si mahasiswi-, dilaporkan sedang menempuh tahun pertama di Arizona State University, Amerika Serikat. Karena ulah beraninya tampil di video mesum online, dia terancam kehilangan beasiswa sebanyak USD 33 ribu.

Seperti detikINET kutip dari OneIndia, Senin (11/10/2010), Hawkenson yang masih berumur 18 tahun mengaku mau jadi bintang porno untuk mencukupi biaya pendidikan. Tampil dalam satu film yang tayang di sebuah website berbayar, dia digaji USD 2000.

"Aku sadar akan ada seks dalam film itu. Aku menyadari semua perbuatanku ini," ucap Hawkenson seperti dikutip oleh DailyMail

Untuk membuktikan dia sudah cukup umur sebagai bintang mesum, Hawkenson sempat menunjukkan kartu mahasiswa pada awal adegan film. Sebab seperti diketahui, pornografi anak sangat dilarang di AS.

Entah bagaimana, salah seorang dosen memergoki video porno Hawkenson. Akibatnya, mahasiswi yang cukup rupawan ini terancam kehilangan beasiswa, bahkan dikeluarkan dari universitas karena tingkahnya dinilai memalukan.

Namun sampai saat ini, Hawkenson masih dapat menempuh kuliahnya. Dia mengaku masih menghadiri kuliah dan tinggal di asrama kampus. Barangkali, sanksi untuknya masih diproses pihak kampus.

Main Paksa ala ”Provider” 3 Blackberry

Kompas.com - Saya pengguna layanan Blackberry (BB) dengan provider 3 sejak Maret 2010. Pada 22 September saya memutuskan tidak memperpanjang BB bulanan. Maka, saya tak mengisi ulang pulsa 3. Pada 23 September pukul 01.59 saya menerima SMS dari 234: ”Layanan BB bulanan akan diperpanjang besok”. Saya abaikan sebab pulsa tersisa sekitar Rp 36.000. Sementara untuk memperpanjang layanan BB bulanan dibutuhkan pulsa Rp 76.000.

Malam harinya, pukul 22.17, saya kaget menerima SMS berbunyi: ”Layanan BB mingguan sudah diperpanjang untuk 7 hari ke depan” dan pulsa saya terpotong Rp 23.100. Padahal, pada pagi hari saya menerima SMS tentang layanan BB bulanan, bukan layanan BB mingguan.

Selain itu, pada 29 September pukul 22.09, saya menerima SMS dari 234, isinya: ”Layanan BB mingguan akan diperpanjang besok”. Saya mengabaikannya karena pulsa saya hanya tersisa sekitar Rp 12.000. Keesokan harinya pukul 22.23 saya dibuat semakin kaget ketika menerima SMS: ”Layanan BB harian sudah diperpanjang hari ini”. Pulsa saya terpotong Rp 3.850. Total pulsa saya yang hilang sia-sia sekitar Rp 27.000.

AVAN ISABELLA TASLIM Jalan Flores 9, Bandung

Hendicott Wedding Pictures, Ellie and Phil Hendicott Marry in Brisbane

Newsbizzare.com - In Brisbane, Australia Mr and Mrs Ellie and Phil Hendicott were married in a ceremony they won from a local FM radio station B105. It was no ordinary wedding.

The excited pair were required to give their nuptials in the nude at a wedding attended by 250 guests.

Mrs Ellie Hendicott wore a white, painted on "dress". The only thing she really wore was a long white wedding veil.

Phil Hendicott wore nothing but a black top hat to cover his manhood. The wedding ceremony was conducted in the morning, live on FM radio to hundreds of thousands of Australians.