Dec 6, 2009

Website With 30 Videos of Japanese Girls Apologizing, Or CD With 600 Girls Saying "I Love You"?

Are you looking for something "different" in your life? Watching Japanese girls apologize or say "I love you" turn you on? Simultaneously? Then you're strange, but hey, there is something that caters just to your tastes.

For Japan's upcoming Apology Day, an interactive website by the name of Ayamari Bijin offers 31 different girls apologizing in video messages, along with stacks of photos of them looking "remorseful". You can even find out their blood types! The best thing is that as they're all speaking in Japanese, you don't have the flipping faintest idea what they're actually apologizing for. You could pretend it's for actually daring to ask for a cuddle after sexytimes last night. Or perhaps for squeezing the toothpaste from the wrong end.

Perhaps you're a more vanilla kind of guy, in which case you'd rather hear Japanese girls say how much they love you? Either way, if you can't speak Japanese, it's much of a muchness. For $25, the Hougen CD has 600 different girls saying "I love you" in their various Japanese dialects.

So what'll it be tonight, men? Apologies or confessions of love?

Dec 5, 2009

Sapaan "Anggota Hewan yang Terhormat" Berbuntut Panjang

Ucapan Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Indragiri Hulu Ajun Komisaris Tri Laksono yang menyebutkan kata-kata "anggota hewan yang terhormat" kepada anggota DPRD Indragiri Hulu masih berbuntut panjang. Selain meminta Kepala Polda Riau mencopot Tri dari Polres Inhu, di Rengat, anggota Dewan juga meminta Polda Riau memeriksa kesehatan Tri.

"Kami mencurigai ada hal-hal yang tidak benar pada Kasatlantas itu. Ketika dia menyampaikan pemaparan UU Lalu Lintas di hadapan kami, dia terlihat begitu gembira. Kegembiraan itu terlihat berlebihan seperti orang yang mengonsumsi obat-obatan terlarang. Selain ditarik dari Rengat, kami meminta Polda memeriksa kesehatannya," ujar Ivan Rivky, anggota DPRD Inhu yang dihubungi pada Kamis (3/12).

Ivan mengatakan, pada hari Rabu, Kasatlantas Inhu memang diberi kesempatan untuk menyosialisasikan UU Lalu Lintas di depan anggota Dewan. DPRD bahkan memberikan waktu khusus pertemuan setelah rapat paripurna penyampaian nota keuangan Pemkab Inhu. Anggota Dewan yang hadir pada saat itu mencapai 30 orang dari total 35 anggota DPRD Inhu.

Pada saat pemaparan, kata Ivan, Tri justru tidak banyak membahas pasal-pasal UU Lalu Lintas. Pada awal pemaparan dia memutar lagu DMasiv, "Jangan Menyerah". Setelah itu, dia menceramahi anggota Dewan agar merenungi hidup yang hanya sementara dan jangan mudah menyerah seperti isi syair lagu.

"Pada pemaparan, dia bertanya kepada kami apakah ada anggota Dewan yang belum memiliki SIM. Kalau belum punya, dia mengatakan akan memberikan SIM gratis. Dua anggota Dewan menunjuk tangan, satu perempuan dan yang satu laki-laki. Eh dia lalu mengatakan dua anggota Dewan tidak tahu malu, sudah tidak punya SIM, maunya yang gratis lagi. Dia juga menceramahi kami agar kami menjadi anggota Dewan yang baik. Saat itu saya sebenarnya mau interupsi, tetapi tidak jadi karena menghargai pimpinan Dewan yang di depan," tutur Ivan.

Kepala Polres Inhu Ajun Komisaris Besar Hermansyah yang dihubungi secara terpisah mengatakan tidak yakin pada saat memberikan pemaparan kepada anggota Dewan, Tri sedang dalam pengaruh obat-obatan. Hermansyah berkeyakinan, pada saat kejadian itu, anak buahnya itu sedang mengalami kelelahan yang luar biasa.

"Malam sebelum pertemuan dengan DPRD Inhu, saya memerintahkan dia untuk patroli. Dia melakukan tugasnya dan tidak tidur semalaman. Paginya setelah apel, dia masih bertugas untuk sosialisasi di Dewan. Mungkin karena kelelahan, dia melakukan kekhilafan. Selaku atasannya saya sudah meminta maaf, dan kami akui bahwa itu salah. Saya juga sudah melaporkan hal ini kepada Kapolda Riau," tutur Hermansyah.

Menurut Hermansyah, Kapolda Riau sudah memberikan arahan. Pertama meminta Polres Inhu meminta maaf kepada institusi DPRD Inhu. Kedua, akan dilakukan pemeriksaan terhadap Tri Laksono dalam waktu dekat.

"Pemeriksaan masih akan berproses dan keputusannya akan diambil oleh Kapolda. Untuk urusan pemakaian obat, saya yakin dia tidak mempergunakannya. Saya bukannya membela anggota, tetapi sepanjang yang saya ketahui, Kasatlantas saya ini merupakan orang yang taat beragama," kata Hermansyah.

Happy 15th Birthday, PlayStation!

It all began 15 years ago. On December 3, 1994, Sony released the PlayStation in Japan. The rest, as they say, is history.

Yes, it's hard to remember now, but there once was a time, before WipeOut, before Tomb Raider, before PaRappa, that Sony entering the gaming business didn't sound like such a sure bet.

There was a failed attempt at a CD-based system in partnership with Nintendo. There was the fact Sony were an unproven force in a market dominated by Nintendo and Sega. And the PlayStation's approach was all so adult.

Time, of course, has proven any doubts unfounded. The original PlayStation blew people's minds from the moment it launched, and its successor - the PS2 - is still the #1 selling video game console of all time. So it too did OK.

True, things haven't quite been the same for the company since, with both the PSP and PS3 failing to achieve the same level of market dominance. Oh well. There's still plenty of time left for both platforms (well, at least the PS3, which has been coming along in great strides all year), and besides, today isn't a day for nit-picking.

It's a day for clinking glasses. Happy birthday, PlayStation. Think it's safe to say the video game business wouldn't have been the same without you.

Special Forces Soldiers Could Be Zooming Into Combat Wearing Gryphon Stealth Wingsuits

Seriously, how awesome does that look. Imagine Special Forces soldiers zooming through the skies at 60 mph, covering distances of 30 miles or more without being picked up by radar. It could actually happen.

A group of German companies with expertise in parachute systems have joined forces to create the Gryphon Next Generation Parachute System. Designed for high altitude jumps, the Gryphon has a 6-foot wingspan and a glide ratio of 5:1, meaning that a solider can glide up to 30 miles in the air—60 if they go ahead with plans to add a small engine like the one used by Yves Rossy to cross the English Channel.

"All equipment is hidden in a lifting body optimized for stealth, the radar-signature is extremely low," says the Gryphon data sheet (PDF). "Detection of incoming Gryphon soldiers by airborne or ground radar will be extremely difficult."

Gryphon would also include a guidance system and heads up display navigation, which is all well and good, but it seems that the problem of landing still has to be worked out. Skydivers and daredevils using similar technology must deploy a traditional parachute in order to return to Earth in one piece. In order to get the most out of the stealth capability, it would be necessary to develop a way for soldiers to return safely to the ground using the wings alone. So far, there hasn't been any details on who might be interested in funding such a project, but this seems like too good of an idea to ignore.

Membaca Fungsi Huruf Dan Angka Di Tuas Transmisi Matik

Kini tinggal melihat tuas transmisi di bagian tengah konsol. Biasanya terdapat huruf P, R, N, D-3, 2 dan L yang masing-masing memiliki kegunaan tersendiri. Pada generasi terdahulu, ada juga tombol O/D (Over Drive) di bagian tuas.

"Gunanya menurunkan gigi satu tingkat lebih rendah untuk mendapatkan torsi maksimal mesin," papar Didong, dari bengkel spesialis transmisi SBS Motor di Jl. Asmarandana 3, Buah Batu, Bandung.

Hanya saja generasi terbaru transmisi sekarang tidak lagi memiliki tombol ini. Gantinya yakni dengan sedikit mengeser tuas pada posisi D kearah kanan.

Pada posisi P, transmisi artinya terkunci hingga kendaraan tidak bisa dipindah-pindahkan. Ingat posisi ini berguna untuk kondisi parkir dengan waktu lama, bukan ketika berhenti di lampu lalu lintas.

Huruf R yang berguna untuk mundur. Untuk pindah ke posisi R, dari posisi N ataupun P, biasanya harus menekan tombol yang terdapat pada bagian depan atau samping tuas transmisi."Berfungsi sebagai safety agar tidak merusak gigi transmisi kalau mobil masih berjalan ke arah depan," ujar Nophedi lagi.

Posisi N artinya Netral, posisi ini berguna ketika berhenti dalam waktu tidak terlalu lama. Gunakan posisi ini ketika berhenti tak terlalu lama di lampu lalu-lintas, atau ketika terhadang kemacetan. Posisi ini juga yang digunakan kalau sampai terjadi kerusakan dan mobil harus diderek.

Berupa huruf D dan angka 3 di samping. Pada posisi D atau Drive, artinya transmisi bekerja di posisi ideal atau normal. Transmisi akan memasukan gigi sesuai dengan percepatan kendaraan, dari gigi 1 hingga gigi 4, menyesuaikan dengan beban mobil dan karakter pengemudi.

Angka 2 menandakan kerja transmisi maksimal di gigi 2. Biasanya dipakai untuk mempertahankan putaran mesin ketika melahap tanjakan curam. "Lebih efektif untuk mencapai efek engine brake pada transmisi manual," ucap Ricky kali ini. Efek lanjutannya tentu meringankan kinerja rem agar tak terlalu bekerja keras.

Pada posisi L, artinya gigi transmisi hanya bermain di gigi 1. "Namun tetap saja apabila gas terus ditekan hingga putaran mesin semakin tinggi. Transmisi akan otomatis naik ke gigi lebih tinggi untuk mencegah kerusakan mesin," lanjut mekanik yang sudah bertahun-tahun bermain matic ini.

Department of Defense Buys 2,200 PS3s to Upgrade Supercomputer

Apparently the Department of Defense believes that PS3s are a better value when it comes to supercomputers than IBM products specifically designed for the purpose. Granted recent price drops probably didn't hurt in justifying a 2,200 console order either.

This isn't the first time that the DoD is using PS3 consoles for supercomputing. In fact, these 2,200 units are going to be added to an existing Linux cluster of 336 PS3s used by the United States Air Force. According to Justification Review Documents, the purchase is all about getting the best value out the DoD's budget:

With respect to cell processors, a single 1U server configured with two 3.2GHz cell processors can cost up to $8K while two Sony PS3s cost approximately $600. Though a single 3.2 GHz cell processor can deliver over 200 GFLOPS, whereas the Sony PS3 configuration delivers approximately 150 GFLOPS, the approximately tenfold cost difference per GFLOP makes the Sony PS3 the only viable technology for HPC applications.

Dec 4, 2009

All New Honda Jazz

PT Honda Prospect Motor memang tidak salah dalam menghadirkan mobil yang satu ini. Terlebih ketika berbagai produk sekelas Jazz memasuki pasar mobil tanah air.

Selain tampilannya yang serba meruncing, dan model elegan ala Honda, All New Jazz memiliki ruang kabin yang terlihat lebih lega dari varian lamanya. Terutama, pada kursi belakang yang tidak sampai membuat penumpang pegal terlalu menekuk lutut.

Kesan pertama ketika berada di balik kemudi mobil ini adalah pandangan yang luas. Berbagai indikator yang terpampang di dashboard lebar khas Honda memang tidak seperti mobil Honda yang lain, namun ternyata mobil ini memiliki banyak teknologi canggih dan itu sempat kami rasakan.

Pandangan dari kemudi ke luar pun cukup nyaman. Pilar A di sisi kiri dan kanan yang landai dan kaca depan yang lebar membuat pandangan mata jauh lebih luas. Ketika masuk jalan menikung lebih aman karena pilar A tak terlalu mengganggu.

Bicara performa, All New Jazz bisa menjawabnya. Hatchback Honda bertipe RS yang kami coba, sudah didukung oleh mesin i-VTEC berkapasitas 1.5 liter atau 1.500 cc, sehingga menjadikan mesin yang kompak untuk mobil sekelas hatchback.

Mesin i-VTEC ini juga dilengkapi dengan teknologi drive by wire dan Torque Boost Resonator untuk menghasilkan tenaga maksimum 120 PS pada 6.600 rpm dan torsi maksimum 14,8 Kg.m pada 4.800 rpm.

Kekuatan mesin ini juga sangat terasa ketika harus berakselerasi di tanjakan berat yang kerap macet dan antre, tanpa harus menggunakan transmisi manual. Perpindahan gigi terasa sangat halus.

Jazz yang kami tes menggunakan transmisi otomatis 5 percepatan, All New Jazz bisa memberikan respons yang cukup baik dan presisi ketika pedal gas diinjak, meskipun tuas transmisi masih pada posisi D.

Namun, All New Jazz RS memiliki pilihan lain, yakni posisi S (Sport) atau transmisi manualnya. Tinggal geser tuas ke bawah pada posisi S terasa peningkatan akselerasi. Apalagi bila sambil memainkan paddle shift pada lingkar kemudi, ala mobil-mobil jet darat Formula 1.

Memang, bodi Jazz baru ini terbilang lebih bongsor dari pendahulunya, sehingga sedikit banyak, berpengaruh juga terhadap handling, ketika bermanufer di tengah padatnya lalu lintas kota, All New Honda Jazz dirasa kurang memiliki kelincahan pendahulunya.

Begitu juga ketika kecepatan tinggi di jalan tol, terasa bodi bongsor All New Jazz yang sedikit limbung ketika harus melakukan manuver-manuver dadakan.

Namun kontrol kendaraan masih gampang dilakukan mengingat fitur ABS, EBD dan BA yang ada pada mobil ini bisa cepat mengurangi laju mobil dengan efektif. Handling pun bisa bisa dilakukan tanpa takut roda mengunci.

Fitur Electronic Power Steering (EPS) juga cukup baik, saat kecepatan tinggi setir tetap mantap dan berat, tapi menjadi ringan saat kecepatan rendah.

Konsumsi BBM

Bagaimana dengan konsumsi BBM-nya? Apakah cukup irit seperti yang selalu diusung Honda? Dengan rute Jakarta-Bandung dari sistem multi information display yang tertera di panel speedometer kami mendapat angka konsumsi bensin rata-rata sebesar 12,3 km per liternya. Dengan kecepatan dijaga konstan pada 80 km per jam dengan arus lalu lintas lancar.

Namun hal yang cukup mencengangkan terjadi ketika arah sebaliknya yakni rute Bandung-Jakarta kami mendapatkan angka konsumsi BBM rata-rata sebesar 25 km per liter. Hal ini bisa terjadi mengingat kontur tol Purwakarta Bandung Cileunyi yang cukup curam untuk arah dari Bandung ke Jakarta, sehingga mesin pun tidak bekerja terlalu berat di rute ini.

Ketika melaju di jalanan Jakarta yang tengah macet, Honda Jazz pun masih membuktikan keiritannya. Angkanya yang kami dapatkan adalah 10,1 km per liter. Cukup lumayan bukan untuk mobil yang selalu diklaim mobil irit BBM oleh produsennya ini.

Secara keseluruhan, meskipun memiliki rentang harga paling tinggi diantara pesaingnya, sepertinya Honda All New Jazz bisa membayar lunas kocek yang harus dikeluarkan tersebut, apalagi dengan dukungan brand kuat dari Honda.