Jan 13, 2010

Lure Invented That Forces Fish to Bite

There was once a time when going fishing was an honest way to get out and experience the ebb and flow of nature's balance; when there was an art to feeling the subtle difference between the tug of the river and the tug on your lure. But as fishing technology continues to develop, that art has been replaced with industry.

Now scientists have developed a fishing lure which not only attracts any fish in the area, but which also forces them to instinctively and reflexively take the bait.

The technology, which has been developed by Louisiana State University's John Caprio, makes use of the natural impulses of a fish's sensory systems. Caprio has discovered that when a fish is exposed to certain taste stimuli, it cannot control its urge to bite.

"Fish learn and associate particular scents as food, but taste is an actual reflex for them. The taste of particular natural chemicals triggers a feeding response," said Caprio.

But the new lures developed from this technology don't just stop there. The LSU professor has teamed up with the company Mystical Tackleworks to develop a lure that bombards all aspects of a fish's sensory systems (vision, hearing, taste, smell, mechanoreception), practically disarming every tool a fish might use to avoid getting hooked.

Furthermore, the technology can be tweaked to provide the appropriate natural stimuli for a wide variety of different fish species. For instance, it has been developed both for catfish, which hunt primarily using taste and smell — and a staple in Caprio's home waters of Louisiana — and bass, which rely heavily on visual cues when chasing a lure.

Dubbed the Biopulse Lure System, the technology obviously has huge ramifications for the fishing industry.

"We are literally light years ahead of what's out there right now," explained Greg Mitchell, chairman and chief science officer for Mystic Tackleworks. "We won the ICAST Award in 2008, the world's top prize for fishing lures at the industry's largest competition, and this year we received the Pitney Bowes Award for the most promising new technology in the state of Connecticut."

Aside from their chemosensory qualities, the lures also include a self-aware sensing system that monitors the lure's luminosity, advanced swim design features which reproduce prey-like motion, scientifically developed acoustical output that emits sound frequencies that mimic prey, and ambient light and parabolic surface reflectors. They even come with an anti-microbial cleaning solution squeeze bottle.

The only thing the lures don't happen to come with are ready-caught fish. For now, fishermen will still be required to actually go fishing, cast their lines, and reel them in.

Can Microwave Technology be Used to Make Food Cold?

Microwaves can transform a frozen pizza into hot, melted goodness in four minutes flat, but they can't rescue your melted ice-cream sundae. Or can they?

To cook food, a microwave oven converts voltage into high-frequency electromagnetic microwaves. The molecules in food-especially water and fat-absorb this energy and wiggle at high speeds, causing them to heat rapidly and warm the surrounding food. Although quickly turning leftovers cold would be handy, this is a one-way operation, explains David Pozar, a professor and microwave expert at the University of Massachusetts. Microwaves can only speed up atoms, not slow them down.

Scientists do have a high-tech method for slowing atoms, however: lasers. Shoot a moving atom with a laser, and it will absorb the laser's photons and re-emit them every which way, causing the atom to hold nearly still. Placing an atom at the junction of multiple beams can slow its momentum in all directions, decreasing its energy and cooling it.

This drops an atom's temperature a couple hundred degrees Fahrenheit-much colder than anything you'd want to put in your mouth-in less than a second. But because it works most efficiently on low-density gases of atoms of a single element, physicist Mark Raizen of the University of Texas doesn't think it will be useful for cooling food anytime soon: "Not unless you can subsist on a thousand sodium atoms."

Sony Relents After 11 Years, Launches First SD Card Line-up

Big news from the Sony camp, on January 6th they're embracing 1999's flash-in-the-pan fad and have launched their first line-up of SD cards. Hopefully that spells the death of the evil Memory Stick and sliding disinterest in their propriety formats.

There's five SD/SDHC cards and three microSD/microSDHC cards on offer, all class-4-speed. The 2GB SD is $14.99, and for SDHCs the 4GB is $29.99, 8GB is $44.99, 16GB is $79.99, 32GB $159.99.

The 2GB microSD is $14.99, 4GB is $29.99 and 8GB is $44.99. All come with adapters and the possibility of a heart-attack being brought on as Sony losing a little more of its stubbornness.


Honda India Buat Motor Rp 4 Jutaan

Negeri Bollywood, India, memang surga bagi kendaraan-kendaraan murah. Setelah mengeluarkan Tata Nano yang berharga hanya sekitar Rp 20 jutaan, kini masyarakat India menunggu kendaraan murah lain yang akan masuk kesana.

Pabrikan motor asal Jepang, Honda ternyata mengendus peluang itu. Hero Honda yang menjadi penyalur motor Honda di India saat ini sedang menyiapkan sebuah 'terobosan harga baru' untuk memproduksi sebuah motor berharga murah seperti halnya Tata Nano yang menjadi mobil berharga murah.

Namun meskipun berharga murah, sepeda motor itu tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan sifat-sifat dasar dari sepeda motor.

"Idenya adalah untuk memberikan kepada pasar sesuatu yang jauh lebih ekonomis, tapi tetap sepeda motor pad umumnya. Produk ini harus mampu mengangkut dua orang, melakukan sesuatu seperti sepeda motor misalnya dalam hal kecepatan dan harus memberikan tumpangan yang nyaman," ungkap Managing Director Hero Honda Pawan Munjal seperti dilansir The Times of India, Senin (11/1/2009).

Motor itu menurut Munjal secara substansial haruslah lebih rendah dari batas harga motor yang ada saat ini. Sebagai bayangan, harga motor yang paling rendah di India adalah sekitar 30.000 rupee atau sekitar Rp 6 jutaan.

Nah, Honda menargetkan dapat memproduksi sebuah sepeda motor yang fungsionalnya nanti dapat berharga hanya 20.000 rupee atau hanya sekitar Rp 4 jutaan saja meski untuk modelnya, Munjal enggan berkomentar.

"Kita butuh 10-12 bulan untuk menyelesaikan strategi kami ini," cetusnya.

Terobosan revolusioner tersebut menurut Munjal diperlukan oleh sebuah perusahaan karena sebuah perusahaan haruslah berpikir keras untuk menurunkan biaya produksi rendah.

"Volume tinggi perlu ada untuk membenarkan investasi. Hero Honda mungkin melihat dapat membuat kapasitas produksi tahunan 500.000 unit," ujarnya.

Pasar sepeda motor di India sendiri menurut Munjal sedang mengalami perkembangan yang signifikan terutama perkembangan di daerah pedesaan. "Pasar pedesaan mungkin membuat dukungan yang lebih besar, kontribusi mereka terhadap penjualan total perusahaan (Honda) saja diharapkan bisa naik ke 45% dari 40%," pungkasnya.

Nyam..Nyam! Nikmatnya Bakso Seafood Isi Keju

Anda penyuka ikan, terutama ikan laut, tidak salah jika mencoba bakso dari olahan seafood. Rasanya dijamin maknyus dan membuat kita ketagihan.

Depot Aldy yang terletak di kawasan Simpang Dukuh menyajikan bakso seafood. Bakso yang terbuat dari campuran daging kakap dengan udang ini akan menggugah selera pengunjung yang mampir ke depot ini.

Pemilik Depot Aldy, Sjukur Amaludin, mengatakan ide tentang bakso seafood itu bermula dari obrolan dengan temannya. "Teman saya memberi usulan untuk menjual bakso dengan bahan dasar seafood," ujar mantan wakil Ketua DPRD Surabaya ini.

Meski tergolong baru di Depot Aldy, namun bakso seafood sudah menarik perhatian pengunjung. "Dalam sehari bisa terjual 10-15 mangkok bakso seafood," tutur mantan anggota Komisi A DPRD Surabaya.

Tersedia beberapa pilihan untuk bakso seafood yaitu bakso seafood isi keju, bakso seafood isi puyuh, bakso seafood pedas, dan bakso seafood polos. Khusus untuk bakso berisi keju, terdapat dua pilihan, yaitu keju lembut dan keju padat.

Harga yang dipatok untuk bakso seafood juga cukup terjangkau, mulai dari Rp 1.250 hingga Rp 2.500 untuk tiap butir baksonya.

Meski kebanyakan pembeli bakso ini adalah pengemar seafood, namun orang-orang yang tidak begitu suka ikan juga kerap mencicipi bakso ini. "Kadang ada orang yang suka bakso sapi namun juga suka bakso seafood sehingga minta menu bakso campur," ungkap pria kelahiran 50 tahun silam ini.

Selain menyajikan bakso seafood, Depot Aldy juga menyajikan bakso sapi bagi pembeli yang tidak suka dengan seafood.

"Kami memakai kuah yang khusus sehingga cocok dimakan dengan bakso sapi maupun seafood," kata pria yang dulu pernah membuka bengkel di kawasan Bubutan.

Bila Anda bosan dengan bakso yang biasa, bakso seafood Depot Aldy bisa menjadi salah satu variasi menu.

Jan 10, 2010

Nikmatnya Ayam Goreng RM Betawi Hj Nurlailah

Ada banyak tempat pilihan makanan khas Betawi di Jakarta. Salah satunya adalah Rumah Makan Betawi Hj Nurlailah. Tempat makan ini berlokasi di Jalan Durentiga Raya PLN No 37, Jakarta Selatan.

Menu andalan RM Hj Nurlailah adalah ayam goreng ala Betawi yang dijual per potong. Selain pilihan dada dan paha, Bu Haji juga menyediakan ati ampela dan kepala. Maklum dari awal mendirikan kedai dulu, Bu Haji selalu memotong ayam kampung sendiri.

Dalam sehari ia bisa memotong enam puluh ekor ayam. Dengan cara ini, mereka memastikan bahwa ayam kampung yang dimasak benar-benar sehat. Semua proses menanak nasi, mengungkep ayam, serta memasak sop, dilakukan di atas tungku kayu.

Ayam goreng disajikan dengan sambal kacang dalam piring kecil. Sambal tersebut dibuat dari gerusan kacang tanah, cabai, serta kecap.

Di kedai ini kita akan mendapatkan sepiring lalapan untuk menemani santapan, ada mentimun, daun poh-pohan, daun singkong dan daun papaya rebus, serta pare rebus.

Sebagai pelengkap, ada semangkuk sambal matang yang terbuat dari cabai, tomat, dan terasi.

Selain menu ayam, ada tawaran sayur asem dan sop sapi sebagai pendamping. Sop tangkar (iga sapi) Bu Haji juga banyak diminati.

Satu porsi sop bening berisi tiga potong iga serta emping melinjo goreng. Saat menyeruput sop, langsung saja lidah ‘diserang’ aroma rempah-rempah yang kuat.

Alamat: Jalan Durentiga Raya PLN No 37 Jakarta Selatan

Telp: (021) 7970945

Jam Buka: Setiap hari pukul 11.00-19.00

Kisah Gus Dur dan Castro di Hotel Melia Havana

Gus Dur merupakan salah satu Presiden RI yang tidak terlalu mementingkan protokoler. Saat bertemu Presiden Kuba Fidel Alejandro Castro tahun 2000 lalu, Gus Dur hanya mengenakan sandal jepit. Selain membicarakan hal serius, Gus Dur pun membuat lelucon yang membuat Fidel Castro tertawa terbahak-bahak.

Kisah ini diceritakan mantan Kepala Protokoler Istana, Wahyu Muryadi, saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (5/1/2010). Wahyu saat itu mendampingi Gus Dur menginap di Hotel Melia Havana. Gus Dur dan rombongan datang ke Havana untuk menghadiri acara KTT Non Blok.

Saat itu, sekitar pukul 22.00 waktu setempat, Gus Dur sedang santai di sofa kamar suite-nya di hotel tersebut. Gus Dur lagi asyik mendengarkan kaset wayang kulit dengan menggunakan headphone. Dia mengenakan celana pendek dan sandal jepit.

Malam sudah hampir larut, Gus Dur dan juga para pejabat pemerintah RI lainnya tak mengira akan kedatangan pemimpin Kuba. "Saat itu Pak Fidel Castro memang datang ke hotel secara mendadak. Dia mengenakan baju cokelat seperti seragam Pemda itu, tanpa topi," kata Wahyu.

Begitu mendengar kehadiran Castro, Wahyu Muryadi pun langsung lompat dan lari ke lantai atas untuk membangunkan Menlu Alwi Shihab yang sudah terlelap tidur. "Paspampres kaget, soalnya Castro memaksa masuk kamar suite Gus Dur. Aku lompat lari ke atas membangunkan Menlu Alwi Shihab yang terlihat kelelahan," kata wartawan Tempo itu.

Kedatangan Castro juga membuat Gus Dur panik. Dia bergegas mengenakan celana panjang. Namun, Gus Dur tak sempat memakai sepatu. Gus Dur pun menemui Castro dengan mengenakan sandal jepit. "Saat itu Castro menenangkan Gus Dur dengan mengatakan 'Its okay Mr President, Don't be in a hurry'," terang Wahyu.

Setelah membahas sesuatu yang serius terkait KTT Non Blok selama 30 menit, Gus Dur dan Castro pun beradu lelucon. Seperti diketahui, Gus Dur memang sangat pandai untuk membuat lelucon di berbagai forum yang ia hadiri.

Ketika bertemu Castro, Gus Dur menyampaikan lelucon tentang presiden-presiden Indonesia yang gila. Menurut Gus Dur, presiden RI pertama gila wanita, presiden RI kedua gila harta, dan presiden RI ketiga gila teknologi. "Terus presiden yang keempat, coba Pak Castro tebak," kata Gus Dur saat itu. "I don't know," jawab Castro.

"Kalau saya ini yang memilih orang-orang gila," kata Gus Dur. Saat itu Castro yang selalu berpenampilan dengan janggut panjangnya itu langsung terpingkal-pingkal. "Ini benar-benar terjadi, karena saat itu saya dan Pak Alwi yang mendampingi Gus Dur," ujar Wahyu yang mengaku kisah ini sulit untuk dilupakan dan selalu terkenang-kenang.