Feb 10, 2010

Yamaha Mio 125

Setelah beredar rumor akan diluncurkannya skutik baru Yamaha dengan kapasitas mesin 125cc, Yamaha Thailand akhirnya memastikan kebenaran rumor tersebut dengan meluncurkan Skutik terbarunya ini.

Enggak tanggung-tanggung, dua pembalap MotoGP andalan Yamaha, Valentino Rossi dan Lorenzo didaulat untuk melakukan prosesi launching (8/2).

Skutik barunya ini mengusung kapasitas mesin bersih 124cc yang diperoleh dari perpaduan bore 52,4mm dan stroke 57,9mm.

Rasio kompresinya pun cukup tinggi hingga 10,9:1 tak heran rasanya bila ada penambahan radiator di mesinnya. Mungkin bila benar-benar akan diluncurkan di Indonesia rasio kompresinya tidak akan setinggi ini.

Bagaimana dengan desainnya? Seperi yang bisa kita lihat, desainnya tak jauh berbeda dengan Yamaha Mio Soul. Meski menggunkan basic yang sama namun ada banyak perubahan khususnya di garis-garis body-nya. Lebih tajam dan terlihat kuat.

Head lamp-nya pun masih mengandalkan desain layaknya Mio Soul dengan dua lampu besar yang terpisah satu sama lainnya. Bedanya Mio 125 cc ini memiliki lampu sein di cover stangnya, kemungkinan besar menjadi lampu sein atau lampu senja. Dan yang menarik diamond lamp layaknya New Jupiter Z juga ikutan diaplikasikan pada skutik baru ini.Di Thailand Mio 125cc ini dipilah dalam 3 tipe yaitu Mio 125 GT dengan dua pilihan warna, Mio 125 RR dengan tiga pilihan warna.Mio 125 GT dan Mio 125 RR hanya akan menggunakan pelek jari-jari. Dan terakhir Mio 125 MX dengan dua pilihan warna dan pelek palang di kedua rodanya.

Dalam prosesi launching yang dilaksanakan di Thailand kemarin, Valentino Rossi dan Lorenzo sempat menjajal performa Mio 125cc di sebuah sirkuit. Mirip yang dilakukan Lorenzo pada New Jupiter Z di Sirkuit Sentul, Indonesia akhir tahun lalu.



Feb 9, 2010

Improved Lithium Ion Batteries Deliver 10,000 Charges, 20 Year Lifespans

Eamex, a Japanese company, claims to have figured out how to greatly increase the lifespan of the high-capacity lithium-ion batteries that run hybrids and electric vehicles.

The new batteries can supposedly survive 10,000 charge cycles and 20 years, which is quite a bit better than what we've got now. How do they work?

The main idea is to stabilize the electrodes and prevent the deterioration of tin, making the batteries withstand repeated charges. The batteries have a negative electrode that incorporates a tin-coated resin and accumulates lithium ions coming from the positive electrode. The positive electrode is made of silicon and tin and swells while generating the ions.


As a result, the repeated charging and discharging causes the binding between particles in the tin to weaken, but Eamex's technology helps to effectively maintain the bonding among those particles.

Neat! If the tech lives up to the claims, we should see these guys in electric vehicles within a few years.


Feb 8, 2010

Warung Nasi Uduk Bang Bule

Bagi yang suka keluyuran malam, nongkrong di warung makan adalah salah satu agenda yang kudu dilakukan. Selain untuk mengganjal perut yang keroncongan, warung makan kerap digunakan untuk kongkow-kongkow dan bertukar pikiran.

Di salah satu sudut Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Mayor Oking, Pasar Proyek, Bekasi Timur, terdapat sebuah warung nasi uduk yang selalu ramai setiap saat meskipun tengah malam. Bahkan pejabat di Kota Bekasi pun kerap terlihat ngobrol santai di warung ini.

Warung nasi uduk itu milik Mustofa alias Bang Bule (51). Posisinya berada di emperan pertokoan di Kawasan Pecinan Kota Bekasi, tepatnya sekitar 50 meter dari Pasar Proyek Kota Bekasi. Warung Bang Bule ini buka setiap hari sejak pukul 20.30 hingga pukul 02.00.

Meskipun pejabat nongkrong di situ, jangan harap warungnya mewah banget. Bentuknya terbilang sangat sederhana, hanya beratapkan kanopi toko dan tanpa papan nama. Tiga meja panjang dijajarkan di emperan toko tersebut untuk menaruh makanan dan tempat untuk makan para pengunjung. Namun, biar pun sederhana yang mau menyantap nasi uduk sampai harus antre.

Ramainya orang yang antre ternyata menjadi daya tarik sendiri, sehingga semakin banyak yang antre. Banyak orang yang melintas di Jalan Mayor Oking menjadi penasaran dan ingin tahu seberapa enaknya nasi uduk di warung tersebut. Hal itu pula yang membuat Warta Kota singgah.

Belakangan diketahui bahwa menu makanan yang disajikan di warung tersebut cukup lengkap. Selain menu utama semur jengkol dengan bumbu kecap khusus, Mustofa juga memiliki menu andalan lainnya, seperti soun godog yang rasanya manis, semur tahu dan tempe, empal daging, hingga dendeng sapi.

Menurut Rahmat, anak kedua Mustofa, nasi uduk serta lauk-pauk buatan ayahnya banyak digandrungi warga lantaran rasanya yang beragam.

"Makanan buatan bapak saya banyak rasanya. Nasi uduknya gurih, semur jengkolnya asin karena disemur dengan kecap khusus sementara sayur sounnya manis. Belum lagi rasa pedas dari sambal cabe rawit hijau," ujar Rahmat.

Turun -temurun

Di sela kesibukannya melayani pelanggan Mustofa menuturkan bahwa usaha berdagang nasi uduk yang digelutinya saat ini adalah usaha turun-temurun yang diwariskan oleh ayahnya, Mamak.

"Bapak saya sudah berdagang nasi uduk sejak tahun 1960-an. Sementara saya mengikuti bapak berdagang sejak tahun 1970-an," ujar Mustofa yang juga telah menurunkan ilmu memasak nasi uduk kepada Rahmat, anak keduanya serta sejumlah keponakannya.

Dikisahkan Mustofa bahwa awalnya ayahnya membuka warung nasi uduk di areal Pasar Sapi. Di tahun 1960-an Pasar Sapi terletak di tepi Jalan Ir Juanda bersinggungan dengan Kali Bekasi. Saat ini areal pasar sapi dijadikan bangunan Pasar Proyek Bekasi.

Setelah kurang lebih sepuluh tahun berdagang nasi uduk di Pasar Sapi, Amak dan Mustofa pindah warung ke daerah Pasar Baru Bekasi yang terletak di dekat Terminal Bekasi hingga tahun 1999.

"Karena di lokasi Pasar Baru kondisinya kotor dan becek, akhirnya warung kami sepi pembeli. Maka dari itu saya memutuskan untuk pindah lagi ke daerah Pasar Proyek itupun berdasarkan anjuran saudara saya yang memiliki toko ini," ujar Mustofa yang tinggal di Jalan Mawar RT 05/02, Bekasi Timur, tidak jauh dari tempatnya berdagang.

Lantaran menumpang di emperan toko maka Mustofa hanya bisa berdagang pada malam hari. Namun tidak disangka olehnya, malam hari itu justru membawa keberuntungan.

"Awalnya kami memang enggak kepikiran cari pangsa pasar pembeli makanan di malam hari. Tapi dagang malam hari malah ramai. Banyak warga yang datang, tidak hanya itu saja, sejumlah pejabat di Kota Bekasi sering makan di sini," ujar Rahmat.

Oleh karena dimasak dengan kecap khusus, banyak pelanggan yang menyatakan bahwa kekhasan masakan Mustofa terletak pada menu semur jengkolnya.

Meskipun warung nasi uduknya sudah dikenal hampir seantero Bekasi, serta keuntungan yang dihasilkan sudah bisa untuk membeli warung yang lebih besar dan nyaman, namun Mustofa enggan pindah dari tempat berdagangnya saat ini.

"Saya mau melestarikan suasana makan di warung nasi uduk yang pada umumnya ngemper di pinggir jalan," ujar Mustofa yang menyebutkan bahwa satu porsi nasi uduk lengkap dengan lauknya dijual dengan harga Rp 11.000 hingga Rp 12.000. (Murtopo)

Nasi Uduk Bang Bule

Lokasi: Jalan Mayor Oking, Pasar Proyek, Bekasi Timur

Buka: setiap hari pukul 20.30 hingga pukul 02.00


Australia's Bank Employee Busted

Feb 1, 2010

Hitler Responds to The iPad

The Schoolgirl Who Asked Prince William For a Kiss

The girl whose cheeky request for a kiss from Prince William prompted a mention in his farewell speech in Australia can be revealed as 15-year-old schoolgirl Victoria Downie.

Her photograph appeared around the world after she asked for a kiss from Prince William during his visit to Australia.

Now the girl can de identified as 15-year-old schoolgirl and part-time model Victoria Downie, from Melbourne.

When she asked the second-in-line to the throne for a kiss, he said: "Go for it!"

Victoria, the daughter of a sales rep and an only child, was on her way back from a model casting with her mother Doris, when she went to the city centre hoping to see the Prince, whom she has admired since she was eight years old.

After waiting an hour, William did a walkabout and reached her place in the crowd. "I wanted to see him on his last day and I happened to be in the right place at the right time," she said.

Victoria recounted the moment she confronted the Prince, 27, on the final day of his first foreign tour representing the Queen.

The year 11 pupil Warrandyte High School, said: "I managed to get his attention. I said to him: 'Welcome to Victoria, Prince William. Sorry, but may I please have a kiss.'

"He said: 'Certainly. Go for it!' I kissed him on the cheek.

"He just said 'Thank you very much.' I said: 'Thank you' and that was it.' I didn't expect to get a kiss at all but when I woke up I saw there were pictures of me on different newspaper websites all around the world."

Victoria, who spent yesterday at the Australian Open tennis championships in Melbourne, said she was "thrilled" by the experience and intends to have the photograph of them together framed.


AG Steak Lapangan Blok S

Kalau menyebut kata 'steak' yang terlintas adalah makanan yang berbahan utama daging dan harganya yang mahal. Tapi soal harga mahal tidak berlaku di AG Steak. Namun, meski harganya terjangkau, soal rasa bikin lidah tak mau berhenti bergoyang.

AG Steak berlokasi di kawasan jajan Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Nama AG sendiri diambil dari inisial pemiliknya Ahmad Gunawan. Steak ini mulai hadir meramaikan kawasan jajan ini sejak tahun 1993.

Steak ini diklaim sebagai steak dengan rasa bintang lima tapi harga kaki lima. Ya, rasa bintang lima lantaran sang pemilik AG Steak ini dulu pernah bekerja di hotel sehingga ia sudah pengalaman membuat steak yang lezat ala hotel.

Soal rasa,memang steak kaki lima ini boleh diadu. Citarasanya sudah disesuaikan dengan lidah Melayu. Rasa saus yang diguyur di atas daging yang telah dibakar terasa menyatu. Apalagi disajikan di atas hot plate. Ditambah sayuran berupa jagung, buncis, dan wortel rebus serta kentang goreng, membuat steak ini tambah maknyus saat masuk ke lidah kita.

Di sini terdapat beragam menu steak seperti sirloin steak, tenderloin steak, chicken steak, dan lain-lain. Ada juga menu nasi goreng, sop buntut bakar, dan spaghetti bolognaise.

Soal harga, berkisar mulai dari Rp 18.000-Rp 40.000. Untuk harga chicken steak, misalnya, dipatok Rp 20.000. Untuk menu lain seperti nasi goreng gulung dibanderol Rp 15.000, begitu pula dengan harga nasi goreng sirloin Rp 15.000.

AG Steak buka setiap hari, mulai pukul 10.00 hingga pukul 24.00. Alamatnya, Jalan Birah III Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Posisi warung AG Steak ada di tengah-tengah Pujasera Blok S. Tertarik untuk mencicipinya?