Mar 17, 2013

Basuki: Dokter Keluarga Akan Dibayar dengan Sistem Kapitasi

Kompas.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, program dokter keluarga akan menggunakan melalui sistem kapitasi untuk membayar dokter tersebut. Dengan sistem ini, dokter akan dibayar per warga yang sehat, bukan per pasien yang sakit.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), PT Askes, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangukusumo, dan Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) berencana menyelenggarakan program dokter keluarga bagi masyarakat. Melalui program tersebut, setiap keluarga di Jakarta akan memiliki dokter pribadi.

"Kita akan menggunakan sistem kapitasi untuk membayar dokter keluarga. Misalnya Rp 7.000 per pasien, kalau dia bertanggung jawab untuk menangani 3.000 orang dan sehat semua, jadi kita akan bayar dia Rp 21 juta per bulan," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Pemprov DKI akan membayar dokter yang bersangkutan apabila tidak ada warga yang sakit. Ia mencontohkan, apabila seorang dokter menangani 3.000 pasien dan ada 50 orang yang sakit, maka dokter justru tidak dibayar dari pengobatan yang dilakukan terhadap puluhan pasien tersebut. Dokter itu akan mendapat bayaran dari 2.950 pasien yang sehat dikalikan dengan besaran harga yang nantinya disepakati Pemprov DKI bersama PT Askes, FKUI, RSCM, PB IDI, dan PDUI.

Dengan adanya dokter yang rutin mengunjungi warga sakit, hal itu merupakan tindakan preventif terhadap penyakit. Dokter dapat pula memberitahukan pola hidup sehat kepada warga. Namun, apabila warga yang sudah mendapat tindakan preventif dari dokter tetapi tetap menjalankan pola hidup sehat, misalnya merokok, maka pasien tersebut dapat langsung diserahkan kepada aparat setempat untuk mendapat pembinaan. Basuki memberikan contoh, jika pasien sakit dan masih tetap merokok, dokter pasien itu dapat mengajukan mundur kepada Pemprov DKI.

Basuki menjelaskan bahwa sistem dokter keluarga itu akan diterapkan karena banyak warga kelas menengah yang protes terhadap pelaksanaan Kartu Jakarta Sehat. Dokter keluarga ini juga akan didata per puskesmas, sehingga kalau tidak dapat ditangani secara pribadi, pasien bisa dikirim ke puskesmas.

"Makanya sistemnya seperti ini, yaitu tiap-tiap keluarga memiliki dokter keluarga. Mereka juga didata per puskesmas yang dia suka pergi. Kalau terjadi apa-apa terhadap pasien, bisa langsung dikirim ke puskesmas. Kecuali kalau kecelakaan, dia langsung dikirim ke rumah sakit. Tetapi kalau sakit biasa, pasien harus melalui puskesmas dan bisa dirujuk ke RSUD maupun RS swasta," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Wingsuit Flying Over Rio De Janeiro

Mar 14, 2013

The NSA Is Training 13 Teams of Covert Hackers to Attack Other Countries

Gizmodo.com - For the first time, the United States has officially disclosed plans to develop counterattack measures against foreign nations' cyberattacks. General Keith Alexander, chief of the military's Cyber Command and the NSA, told Congress yesterday the military is training 13 teams of programmers and computer experts to carry out offensive attacks.

As disclosures to Congress go, this is about as ass-kicking as you can get:
"I would like to be clear that this team, this defend-the-nation team, is not a defensive team," Gen. Keith Alexander, who runs both the National Security Agency and the new Cyber Command, told the House Armed Services Committee. "This is an offensive team that the Defense Department would use to defend the nation if it were attacked in cyberspace. Thirteen of the teams that we're creating are for that mission alone."

There will be an additional 27 teams that will be focused on surveillance and training. These defensive teams will "monitor incoming traffic to the United States through private 'Internet service providers'". That sounds ominous, and there will obviously be a lot of back and forth about what can be done legally, and what is actually being done. But cyberattacks like Stuxnet and Shady Rat are evidence enough that the government needs to take very seriously.

So a bunch of dweebs/hackers/assassins in Fort Meade, Maryland, are going to be our defense against digital destruction. Though, it's fun to imagine them as captured hackers deployed Weapon X Style.

Sumbang Ide Anti-Macet di Tol, Dapatkan Rp 100 Juta

Detik.com - Sudah banyak usulan disampaikan untuk mengatasi kemacetan di tol Jakarta. Namun usulan tersebut datang dari pihak pemerintah atau pun para pengamat transportasi. Kali ini, masyarakat umum pun dapat menyumbangkan aspirasinya dengan berhadiah Rp 100 juta. Berminat?

PT Jasa Marga Tbk mengundang siapa saja yang memiliki usulan atau ide cemerlang mengatasi kemacetan di Jakarta, tepatnya di jalan tol dalam kota Jakarta, yang juga tak jarang mengalami kepadatan kendaraan yang berlebih.

"Kita mengadakan lomba untuk yang punya ide mengatasi kemacetan di jalan tol dalam kota. Ini terbuka untuk siapa saja, masyarakat, wartawan, PNS, pengamat, asal jangan pegawai Jasa Marga," kata Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk David Wijayanto saat acara Temu Wartawan di Kantor Pusat Jasa Marga, Taman Mini, Jakarta Timur, Senin (11/3/2013).

David mengatakan tak banyak persyaratan yang harus dipenuhi bagi siapa saja yang mengikuti lomba, diantaranya ide yang diusulkan harus di luar 7 terobosan yang akan diberlakukan Jasa Marga.

Tujuh terobosan itu penerapan contra flow Cawang Semanggi, Penutupan pintu keluar Tegal Parang dan Bukopin, Penerapn contra flow Grogol-Slipi, Penerapan contra flow Cawang Rawamangun, Pelebaran tol Pluit-Kapuk, Penambahan Gardu tol Pluit-Kapuk, dan Penyelesaian proyek tol pelabuhan Tanjung Priok.

"Dan ide usulannya itu yang jangka pendek. Jangan seperti membuat fly over, itu kan jangka panjang. Dan juga tidak memakan biaya yang besar," kata David.

Total hadiah yang diperebutkan dalam lomba usulan ini mencapai Rp 100 juta. David mengatakan, Jasa Marga akan menunggu usulan dan proposal dari para peserta hingga 1 bulan ke depan melalui website Jasa Marga yaitu www.jasamarga.com.

"Hadiahnya Rp 100 juta, kalau ada 1 yang akan kami aplikasikan berarti Rp 100 juta untuk 1 orang, kalau ada 2 berarti Rp 100 juta untuk 2 orang," pungkasnya.

Rencananya perseroan baru akan mengumumkan pemberitahuan soal sayembara tersebut melalui website resminya. Dalam pengumuman itu akan dijelaskan tahapan dan teknis sayembara.

Teliti Sebelum Membeli Mobil Bekas

Kompas.com - Anda berniat membeli mobil bekas? Salah satu yang harus diperhatikan, periksa kondisi bodi agar tidak mendapatkan mobil bekas tabrakan. Firman pengusaha mobil bekas di Fatmawati, Jakarta Selatan dan Sidarto SA pemilik bengkel reparasi bodi  di Duren Sawit, Jakarta Timur memberi beberapa tips mobil bekas tabrakan.

1. Buka kap mesin, perhatikan kondisi besi bagian depan, yaitu pegangan radiator (upron). Pastikan masih lurus dan tidak ada bekas las ataupun dempul di semua permukaan, khususnya ujung dekat sepakbor (fender). Jika ada cacat, dipastikan sudah pernah tabrakan dengan efek yang cukup kencang. Juga periksa bagian belakang. Buka bagasi atau pintu belakang untuk mengetahui kondisinya.

2. Perhatikan pula kaca depan, apakah sudah diganti atau belum. Kecenderungannya, bila terjadi kecelakaan cukup hebat, kaca depan kerap pecah. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat pada bagian bawah di sisi kiri atau kanan. Kaca yang asli masih ada cap dari produsen pembuat mobil.

3. Lihat juga kondisi pilar B mulai dari atas hingga bawah. Buka pintu samping dan perhatikan apakah ada bekas las atau dempulan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui, apakah pernah mengalami tabrakan dari samping.

4. Cek juga, apakah lekukan garis (nat) pada bodi samping masih lurus atau tidak. Paling mudah memeriksa sambungan antara pintu samping dan sepakbor depan atau belakang. Jika tidak segaris, salah satu bagian tersebut pernah diganti atau dicat ulang dengan hasil dempulan yang kurang bagus.

5. Jarak atau celah antar bagian pada mobil baru biasanya sama, yaitu bemper dengan lampu atau bemper dengan gril. Jika ada celah yang tidak sama berarti ada panel yang diganti atau tidak sesuai dengan bawaan pabrik.

6. Pandangi cat dari jarak agak jauh dan ditempat terang. Usahakan di siang hari. Proses pengecatan yang kurang baik atau asal-asalan, menyebabkan cat terlihat belang.

McAfee Tawarkan Proteksi 'Bagian Dalam' Android

Detik.com - Biasanya sebuah antivirus hanya menawarkan proteksi di bagian luar sistem operasi, atau sebatas menangkis serangan aplikasi jahat. Namun McAfee juga menyodorkan cara yang berbeda untuk penguna Android.

Ya, apa yang ditawarkan McAfee Application Control untuk Android diklaim berbeda dengan produk sejenisnya. Aplikasi ini menawarkan proteksi hingga ke bagian kernel Android, yakni komponen dasar yang menjadi pilar 'si robot hijau' tersebut.

Ini berarti bahwa antivirus itu memberikan proteksi yang lebih mendalam, bisa mencegah aplikasi pihak ketiga memodifikasi bagian kernel tanpa diketahui sang pemilik.

Dengan cara ini McAfee mengklaim bahwa aplikasinya mampu melindungi pengguna Android dibanding aplikasi lainnya. Demikian yang dikutip detikINET dari Slashgear, Rabu (13/3/2013).

Mar 11, 2013

Study: Bee Venom Kills HIV

Usnews.com - Bees could hold the key to preventing HIV transmission. Researchers have discovered that bee venom kills the virus while leaving body cells unharmed, which could lead to an anti-HIV vaginal gel and other treatments.

Scientists at the Washington University School of Medicine in St. Louis found that melittin, a toxin found in bee venom, physically destroys the HIV virus, a breakthrough that could potentially lead to drugs that are immune to HIV resistance. The study was published Thursday in the journal Antiviral Therapy.

"Our hope is that in places where HIV is running rampant, people could use this as a preventative measure to stop the initial infection," Joshua Hood, one of the authors of the study, said in a statement.

The researchers attached melittin to nanoparticles that are physically smaller than HIV, which is smaller than body cells. The toxin rips holes in the virus' outer layer, destroying it, but the particles aren't large enough to damage body cells.

"Based on this finding, we propose that melittin-loaded nanoparticles are well-suited for use as topical vaginal HIV virucidal agents," they write.

Theoretically, the particles could also be injected into an HIV-positive person to eliminate the virus in the bloodstream.

Because the toxin attacks the virus' outer layer, the virus is likely unable to develop a resistance to the substance, which could make it more effective than other HIV drugs.

"Theoretically, melittin nanoparticles are not susceptible to HIV mutational resistance seen with standard HIV therapies," they write. "By disintegrating the [virus'] lipid envelope [it's] less likely to develop resistance to the melittin nanoparticles."

The group plans to soon test the gel in clinical trials.