Oct 5, 2016

Kapolri: Isu Penganiayaan oleh Krishna Murti Diusut Tertutup

Komisaris Besar Krishna Murti
Cnnindonesia.com - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan penyelidikan isu penganiayaan yang dilakukan oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Lampung Komisaris Besar Krishna Murti dilakukan tertutup.

"Nanti akan dilakukan penyelidikan secara tertutup. Kita mulai dari mencari data dululah," kata Tito di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (16/9).

Tito mengatakan sejauh ini korban tidak melaporkan dugaan penganiayaan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Hal ini sama dengan yang disampaikan Kepala Divisi Inspektur Jenderal Muhammad Iriawan kepada CNNIndonesia.com, kemarin malam.

Iriawan mengatakan langkah Propam menyelidiki dugaan ini berawal dari pemberitaan dan foto-foto yang tersebar di masyarakat. Menurut Tito, dia sendiri yang meminta Propam melakukan pendalaman.

"Nah medianya ini apakah dari satu ke gambar lain ada hubungannya atau tidak, nanti akan kita cari yang bersangkutan (korban) dan minta keterangannya," kata Tito.

Krishna sendiri dipastikan akan diperiksa oleh Propam ketika keterangannya dibutuhkan. "Iya pasti (dipanggil), dan yang bersangkutan dalam media juga mengatakan tidak melakukan itu (penganiayaan)," ujar sang Jenderal.

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan polisi belum mengetahui dari mana sumber isu dan pemberitaan yang sudah menyebar di masyarakat. Polisi belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Penyebar informasi ini diharapkan ikut membantu memperjelas berita yang menjadi rumor media sosial. Kalau ini berdasarkan fakta bantulah Polri, Propam Polri untuk bisa melakukan penelusuran," kata Boy.

Boy berharap orang yang menyebarkan isu ini bisa mempertanggungjawabkan tindakannya dengan menyampaikan sumber yang lebih akurat. "Kalau tidak, ini bisa menjadi fitnah," kata Boy.

Isu ini berawal dari foto tangkapan layar atau screenshot pemberitaan di sebuah media yang menyebut ada mantan pejabat Polda Metro Jaya melakukan penganiayaan terhadap teman perempuannya. Gambar tersebut menyebar bersama foto-foto korban melalui media sosial dan layanan pesan singkat daring.

Informasi menyebut Krishna yang merupakan mantan Direktur Kriminal Umum di Jakarta adalah pelakunya. Namun, Krishna menampik ketika dikonfirmasi CNNIndonesisa.com, kemarin malam.

"Saya tidak tahu peristiwa itu. Saya tidak tahu mengapa dikaitkan dengan isu itu. Insya Allah saya tidak melakukan sebagaimana yang diisukan di luar. Semoga jawaban saya bisa mengklarifikasi isu miring yang beredar di luar," kata Krishna.

No comments:

Post a Comment